
Sem yang sudah banyak bicara mendapatkan teguran dari Adi. Sem yang melihat itu langsung tersenyum kepada Adi setelah dia melepaskan pisau yang tertancap di tubuh Wati. Setelah melihat semua musuh yang datang dan mengawasi dari jauh sudah dibersihkan.”Jika sudah tidak ada lagi bersihkan semuanya,”kata Adi.
“Sem apa saja yang kamu katakan tadi. Lain kali bisa tidak kamu jangan terlalu membuka mulut kepada musuh yang sudah mati. Bagaimana jika nanti mereka bangkit lagi?,”kata Adi.
“Mana mungkin, kamu terlalu banyak baca komik Putra,”kata Sem.
“Sudahlah yang penting tidak ada yang tahu kalau kamu sedang menyamar sekarang dan musuh sudah berkurang,”kata Prita.
Guntur dan Dev mendekati Adi karena semua sudah selesai.”Putra kamu baik-baik saja,”kata Dev yang melihat wajah Adi.
“Aku baik saja tapi kalian berdua apa tidak apa-apa. Maaf ya melihat adegan berdarah di sini,”kata Adi yang tersenyum.
“Apa kamu tidak takut Putra melihat semua ini,”ucap Dev.
“Tidak karena semua ini selalu terjadi saat aku kecil,”kata Adi. Dalah hati Dev yang kecil merasa kasihan dengan Adi yang sudah melihat pemandangan yang mengerikan ini. “Pasti dia sangat menderita dulu,”kata hati Dev.
Adi yang melihat Dev terdiam memengang bahunya sambil berkata,”Hai Dev kamu baik-baik saja.”
“Aku baik saja tapi kamu,”kata Dev yang kembali ke dunia nyata karena sentuhan Adi. “Bukan sudah aku bilang kalau aku baik-baik saja. kamu tidak usah khwatir dengan diriku. Apa perlu aku antarkan kamu pulang. Jika kamu masih khawatir dengan diriku,”kata Adi.
__ADS_1
“Tidak aku bisa pulang sendiri. Pasti kamu juga lelah bukan dengan hari ini,”kata Dev.
“Baiklah. Tapi hai-hati ya,”kata Adi. Dev yang pergi dari cafe di ikuti oleh anak buah anggota khusus untuk memastikan kemanan Dev. Sementara Guntur dan kedua paman masih di cafe.
“Tapi apa kalian tidak masalah jika membunuh Wati di sini,”kata Gozo. Tapi mata mereka semua hanya tatapan bingung.”Untuk apa kamu khawatir mereka pantas mendapatkannya bukan,”kata Robin.
“Itu benar, malah bagus jika dia mati mengurangi musuh,”kata Red.
“Tapi kalian masih belum tahu kemampuan dari organisasi black yang lain. Jika Wati sudah mati bukan informasi untuk mendapatkan Putra akan dalam bahaya,”kata Tapak darah.
“Kalian tidak tahu kami sudah lama mencari informasi tentang organisasi black sebelum kalian,”kata Odi.
“Kenapa kalian bahas itu. Aku pergi pulang dulu ya. kamu Guntur sebaiknya kamu segera kembali, jangan sampai kamu meninggalkan mata pelajaran karena hanya ikut dengan paman kamu,”ucap Adi yang hendak pergi.
“Tidak bisa aku masih ingin bersembunyi. Sampai waktu yang ditetapkan,”kata Adi denga dingin melepaskan tangan Guntur. Adi yang segera melepaskan tangan mulai melangkah meninggalkan cafe dengan semua anggota khusus yang sedang membersihkan semua kekacauan yang ada.
Malam yang panjang Adi sudah sampai di kontrakan dimana Adi langsung menaruh semua barangnya. “Aku lelah,”ucap Adi yang berjalan ke arah kamar mandi. Dimana Adi melepaskan semua pakaian dan wajah palsu yang terpasang. Hanya saat dia sedang mandi saja Adi bisa melihat dirinya.
Wajah dirinya dan kondisi tubuhnya yang terdapat luka karena pertarungan.”Kapan semua ini akan berakhir. Ibu aku merindukan kamu,”ucap Adi didalam cermin dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
Tapi melihat wajahnya yang sedih Adi mencoba untuk tetepa tegar. Adi yang bersantai di bak mandi dengan air hangat. Dimana Adi bisa bersantai dan melupakan semuanya. Tapi dalam hati kecil Adi ingin segera kembali damai.
Adi yang ingin segera berkumpul dengan keluarganya. Tapi dengan kondisi Adi yang semua anggota khusus tidak tahu kalau Adi sedang sakit. Adi yang menyembunyikan penyakitnya karena saat dia terjatuh dari tebing ada dampak yang didapatkan oleh Adi. Tapi hanya Seta dan Mizan yang tahu kalau kondisi Adi yang tidak dalam kondisi baik.
Untuk menyembunyikan semuanya Adi bersikap biasa saja agar mereka tidak tahu kalau waktu yang dimiliki Adi adalah 13 tahun lagi. Selama waktu itu Adi ingin menyelesaikan semua urusan dengan organisasi black. Adi yang mencari tahu kalau Adi bisa membuka gerbang pintu pulau terlarang milik keluarga Purwakarta. Rahasia yang dijaga oleh garsi keturunan keluarga purwakarta untuk bisa menguasai seluru dunia.
Adi yang awalnya tidak perduli ingin mengabaikannya. Tapi setelah mereka menginginkan nyawa Adi itu membuat Adi harus berurusan dengan mereka. Selama hidup Adi yang selalu bertarung dengan organisasi Black dengan diam-diam sebentar lagi akan sampai pada batasnya.
Adi yang dalam lamunan kembali terbangun karena mendengar suara tetesan air yang mengempun di dalam kamar mandi.”Sudah waktunya muncul ya,”kata Adi yang berdiri. Adi yang mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh yang basah. Dengan tubuh yang gagah berbentu dengan rambut yang juga basah berwarnah hitam. Mata yang terlihat tenang saat dia sendirian. Setelah mengeringkan tubuhnya Adi memaki wajah palsunya sebelum dia membuka pintu kamar mandi.
Adi yang membuka pintu melihat sekelilingnya. Untuk bisa bersantai dihari yang tenang Adi membuat cemilan dan minuman yang ringan dibuat. Dengan laptop yang dia aktifkan untuk melihat apa komik yang dia buat diterima penerbit apa tidak.
Adi yang santai melihat email masuk dari editor kalau komik yang dibuat oleh Adi sangat bagus. Mereka juga melampirkan kontra kerja sama. Adi membaca kontra kerja sama itu.”Tidak aku sangka diterima oleh penerbit,”ucap Adi sambil memakan kue didekatnya.
Selesai membaca isi kontra kerja sama. Adi memberikan syarat lain kalau dia tidak akan membuat komik pada saat dia tidak ingin. Karena membuat komik hanya hobi saja. sebelum dia menerima tawaran itu kepada penerbit. Adi berkata seperti itu kepada penerbit yang menawarkan kontra. Adi yang membuka lembaran kerja untuk menulis karya baru yang berjudul menghilang setelah kebahagiaan.
Adi di depan laptop yang menyala mulai menggerakkan tangannya untuk membuat awal cerita yang menarik. Dengan cemilan dan minuman yang sudah disiapkan. Karena besok hari minggu dan hari dimana Adi harus pergi ke pelelangan bawah tanah. Pikiran Adi yang tenang dan damai. Mulai menulis apa yang dia pikirkan sampai beberapa jam berlalu Adi mendapatkan balasan dari penerbit. Kalau mereka tidak masalah asalkan komik yang dibuat Adi harus melalui penerbit tersebut. Adi yang sudah membaca hanya bisa diam saja karena pihak penerbit tidak keberatan. Maka Adi menadatangani kontra tersebut yang kemudian Adi beralih dengan tulisan dia. Karena sudah sampai pada bagain akhir si toko pergi setelah keluarga mereka bahagia.
Waktu terus berjalan dimana Adi yang sudah selesai sampai pagi datang. Adi berdiri dan merenggangkan tubuhnya mulai menyiapkan sarapan pagi sebelum Adi pergi ke pelelangan hari itu. Adi melihat bahan yang sudah ada dikulkas mulai menyiapkan sarapan pagi. Tapi dia mendapat panggilan yang Adi tidak kenal. Setelah Adi cek panggilan itu daRI Satya.
__ADS_1
“Kenapa dia bisa tahy, apa mata-mata yang bersembunyi milik Satya sudah mengabarinya,”kata Adi yang mendiamkan ponselnya sampai tidak berbunyi lagi.
“Kenapa dia tidak angkat,”kata Satya yang ada dikamarnya dengan wajah kesalnya.