Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 65


__ADS_3

Keluarga Purwakarta yang merasakan kebencian dari Cita yang akan membawa mala petakan. Ingin membuat pernikahan Jordan dan Cita dibatalkan. Tapi keluarga Purwakarta yang sudah berusaha memberikan nasehat kepada Jordan tidak berpengaruh. Kerana Jordan sudah terpikat oleh Cita, hingga pada rencana yang direnanakan pada lima bulan lagi setelah pernikahan mereka. Jordan yang akan pergi di tempat dimana Mia berada. Akankah Jordan menceraikan Cita yang saat itu sudah menjadi  istri sahnya.Ataukah Jordan tetap bersama dengan Cita, walaupun nanti dia akan melihat kebenarannya.


~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~  ~ ~  ~ ~~


Jordan yang kembali setelah dia bersama dengan Cita di sebuat pulau. Karena kesibukkannya dia harus kembali sementara Cita masih di pulau untuk menikmati hari yang santai. Jordan yang kembali ke rumah utama dimana Jordan ingin bertemu dengan orang tuanya. Ingin membahas pernikahan dia dengan Cita. Di perjalanan yang didampingi oleh sekertarisnya melaju di jalan yang menuju rumah keluarga purwakarta.


Di tempat lain keluarga purwakarta yang mendapatkan berita tentang Mia sekaligus mendapatkan berita tentang sisi lain dari Cita yang sudah menghancurkan sebuah markas militer dinegara tetangga. Ayah dan Ibu Jordan yang saat itu bersama dengan nenek dan kakek sedang membahas kejadian yang menimpa Mia. Tapi saat mereka ingin mulai membahas pelayah kakek datang kalau tuan muda datang untuk berkunjung. Mereka yang mengurungkan pembicaraan permasalahan dengan Mia.


Karena Jordan tidak boleh tahu lebih dahulu sampai rencana mereka terkumpul semua.”Ayah ibu nenek kakak. Apa yang sedang kalian lakukan?,”kata Jordan yang berjalan ke arah mereka berempat bersama sekertarisnya.


“Kamu datang ke sini ada keperluan apa,”ucap nenek.


“Aku hanya  ingin melihat kondisi kalian. Apa kalian baik saja,”kata Jordan.


“Kami baik-baik saja. Apa kamu datang ke sini untuk membahas pernihakan kamu dengan Cita,”kata Ayah Jordan. Jordan terdiam dan menganggukan kepalanya hingga dia duduk didekan mereka.


“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan Jodan,”kata Ibu Jordan.


“Itu benar, tapi ibu apa ibu membeli properti di kawasan perumahan,”kata Jordan.


“Iya ibu memberil properti di kawasan perumahan karena ibu membutuhkannya. Kenapa kamu menayakan itu,”kata Ibu Jordan.


“Begini Ibu Cita juga ingin kawasan perumahan yang ibu tawarkan di lelang waktu itu. Apa ibu bisa memberikan kawasan perumahan itu sebagai hadiah pernikahan kita berdua,”kata Jordan yang tersenyum.

__ADS_1


“Kamu itu anaknya siapa sebenarnya, kenapa kamu mau dimanfaatkan wanita itu. ibu tidak akan memberikannya karena ibu berencana ingin membangun panti asuhan disana. Carilah yang lain,”kata Ibu Jordan yang menolah tawaran Jordan.


“Kenapa hanya ini yang bisa membuat Cita senang dan anakku ibu. Bukan itu ingin aku berubah,”kata Jordan.


“Berubah seperti apa yang kamu inginkan. Kamu sama saja dengan wanita pertama yang kamu pertemukan dengan kami,”kata nenek.


Jordan yang merasakan kebencian yang dipancarkan oleh keluarganya. Jordan yang tidak tahu kenapa keluarganya tidak suka dengan Cita. Jordan yang ingin tahu bertanya kepada ayahnya.


“Ayah, kenapa kalian tidak suka dengan cIta apa lagi dia mengandung anakku,”kata Jordan.


“Apa kamu yakin kalau anak yang dia kandung anak kamu atau dia hanya berbohong,”kata ayahnya.


“Dia tidak akan berbohong kepadaku. Tapi kenapa kalian melihat Cita dengan tatapan kebencian,”kata Jordna.


“Bukan kamu sudah mencari tahu siapa Cita dan siapa yang harus disalahkan karena manta istri kmau mati karena ulah wanita kamu sekarang,”kata kakek.


“Jika seandainya Mia masih hidup akankah kamu mau bersama dengan dia,”kata Ibu yang sedikit memberikan sedikit kode.


“Dia tidak akan bisa kembali, tidak mungkin dia bisa kembali dari kecelakaan pesawat,”kata Jordan.


“Ibu hanya bilang jika,”kata Ibu Jordan. Jordan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Karena dia menganggap Mia adalah masalalunya.Di tempat lain Mia yang sedang di rumah sakit karena perawatanya setelah kebakaran di vila. Mia harus berdiam diri di kasur rumah sakit. Bersama dengan Jem yang menjaganya. Mia yang melihat ke arah Jem berkata,”Dimana Surya apa dia terluka karena kejadian waktu itu?.”


“Dia tidak terluka dia ada diluar, katanya menyesal karena tidak bisa menjaga kamu,”kata Jem dengan jujur.

__ADS_1


“Kenapa menyesal itu terjadi tanpa kita prediksi. Itu bukan kesalahan dia tapi ini kesalahanku yang membuat kalian menderita,”ucap Mia yang sedih. Surya yang mendengar langsung masuk ke dalam dan berkata,”Itu bukan kesalahan kamu tapi wanita yang jahat itu. Jangan salahkan kamu sendiri.” Mia yang mendengarnya merasa senang dengan apa yang dikatakan oleh Surya.


Tapi suasana rumah sakit tidak seperti waktu dia pertama kali datang. Mia yang tidak tahu bertanya kepada mereka.”Kenapa ramai sekali di rumah sakit ini,apa ada kejadian yang tidak terduga,”kata Mia.


Surya dan Jem terdiam dan menatap satu sama lain hingga Tomas yang ada dibalik pintu mendengarnya dan masuk ke dalam.”Aku akan jelaskan kepada kamu tapi kamu tidak boleh menyalahkan dirikamu,”kata Tomas yang berjalan ke arah Mia.


“Apa ini ada kaitannya dengan diriku?,”kata Mia.


“Ini sedikit ada kaitannya tapi kamu harus berjanji tidak menyalahkan diri kamu. Jika aku bercerita kepada kamu,”kata Tomas yang mengelus kepala Mia.


“Aku tidak akan menyalahkan diriku. Apa yang terjadi?,”kata Mia.


“Semua orang yang ada disini adalah rekan Ayah yang saat kita kembali dari rumah sakit pertama kali. Markas ayah di serang oleh seorang dan sebagain rekan ayah gugur dan sebagian lagi luka-luka dan di rawat di rumah sakit ini,”kata Tomas.


“Kenapa markas ayah bisa diserang, apa ini orang yang menembak ayah di laut saat itu,”kata Mia.


Tomas menggelengkan kepalanya dan melihat ke arah Mia.”Jika bukan orang itu apa ini ada kaitannya dengan musuh yang ingin membunuhku,”kata Mia dengan menatap ke arah Tomas.


Tomas menganggukan kepalanya dan terdiam.”Apa ini adalah ulah Cita, tapi bagaimana bisa dia bisa menyuruh orang untuk menghancurkan markas ayah. Apa dia tidak takut untuk dibenci oleh negara,”kat Mia yang sedikit tidak percaya. Mia yang awalnya sudah tahu akan kejadian ini membuat gelisah hatinya. Dengan kemampuan Cita yang bisa membunuh orang lain karena dirinya. Mia yang tidak tahu kenapa dia melakukan ini semua masih menatap ke arah Tomas.


“Maaf ayah karena aku rekan ayah gugur. Aku tidak tahu kalau Cita akan melakukan sejauh ini hanya untuk nyawaku,”kata Mia yang murung.


“Ayahkan sudah bilang jangan salahkan diri kamu sendiri. Ini bukan salah kamu,”kata Tomas.

__ADS_1


“Itu benar ini bukan salah kamu Mia. Ini adalah salah wanita itu,”kata Surya.


“Itu banar dari pada kamu memikirkan wanita itu. kamu pikirkan kondisi kamu saja,”kata Jem sedikit mengalihkan suasana.


__ADS_2