
Mia yang tidak sadar menangis sampai datang ke tempat ayah dan ibunya yang sudah meninggal di tempat itu Mia menangis sejadinya. Tanpa ada yang datang ke tempat itu Mia bercerita kepada orang tuanya yang sudah tidak ada. Kalau dia sudah dikeluarkan dari sekolah karena teman baiknya yang menuduh dia mengambil tunangannya.
Sementara mereka bukan tunangannya kenapa teman baikku menghianatiku. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Mia yang terus menangis sampai hari menjadi gelap. Yang tadinya cerah menjadi awan hitam yang datang ikut menangis. Mia yang masih di tempat terbuka dengan awan hitam yang bekat.”Aku harus kembali,”ucap Mia yang berdiri. Mia yang masih memakai seragam sekolah dan tas sekolah pulang ke rumah dengan hujan yang deras.
Mia yang sudah sampai rumah dengan basa kuyup masuk ke dalam rumah. Mia yang tidak tahu kalua orang tua Ben sudah menuggu Mia.”Mia,”ucap Ibu Ben yang berlari ke arahnya dan melihat tubuh Mia yang basaha.
“Apa yang terjadi dengan kamu kenapa bisa kamu basah kuyup seperti ini,”ucap ibu Ben yang membantu Mia masuk ke dalam kamarnya.Mia yang sudah melepask pakaiannya masuk ke dalam kamar mandi dan dia masuk ke dalam bak air hangat. Mia membush mukanya agar dia tidak menangis lagi tapi hati Mia yang masih sakit tidak bisa menenangkan diri. Hanya bisa mmebuat dirinya menangis sampai Mia merasa tubuhnya berat dan pusing. Mia yang merasakan itu jatuh pinsan dalam bak mandi.
“Ibu kenapa kakak Mia lama sekali,”ucap Boy.
“Biar ibu lihat ke atas,”ucap Ibu Ben. Ibu Ben yang masuk ke dalam kamar Mia mengetuk pintunya kamar mandi tapi tidak ada jawaban. Ibu Ben yang merasa resah membuka pintu dan melihat Mia sudah pinsan di dalam kamar mandi.
Ibu Ben yang telah menutup Mia dengan baju yang ada didekatnya langsung berteriak minta tolong. Ayah dan kedua putranya yang mendengar Ibu mamanggilnya mereka langsung berlari menuju ke kamar Mia.
“Ada apa sayang,”ucap Ayah Ben.
Mereka yang sudah masuk melihat Mia yang tidak sadarkan diri. Mereka yang merasa gelisah langsung pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi Mia. Sampai di rumah sakit Mia diperikas oleh dokter, hingga dokter menyempaikan kalau dia hanya mengalami deman dan beben pikiran yang membuat dia sakit kepala.
“Apa selam ini pasien selalu tertekan?,”ucap Dokter.
“Soal itu beberapa hari ini Mia mengalami tekanan batin karena di tinggal oleh orang tuanya karena kecelakaan,”ucap Ayah Ben.
__ADS_1
“Jika seperti itu sebaiknya pasien haru istirahat dan jangan terlalu banyak pikiran agar tubuhnya segera pulih,”ucap Dokter yang langsung pergi setelah menyampaikan apa yang sudah disampaikan.
Keluarga Ben masuk dan melihat Mia yang masih berbaring dengan mata yang masih menangis.”Anak yang malang,”ucap Ibu Ben.
“Bukan kamu harus menjaga dia saat dia disekolahan kenapa dia bisa sakit seperti ini. apa lagi dai pulang dengan kondisi basah kuyup,”ucap Ayah Ben.
“Aku sudah menuggu dia tadi saat pulang sekolah tapi aku tidak melihat dia samapai aku bertanya kepada teman dekatnya tidak tahu,”ucap Ben.
“Tapi ada yang aneh juga sih,”ucap Ben.
“Aneh apa?,”kata Ayah Ben. Ben yang memikirkan rumur yang beredar kalau Mia dikeluarkan karena sudah membuat nama sekolah tercemar karena merebut tunangan orang lain. Tapi Ben yang masih tidak yakin dengan itu menghubungi temannya untuk memastikan sesuatu.
“Ben,”ucap Ayahnya.”Apa?,”kata Ben yang kembali tersadar.
“Itu aku tidak tahu benar apa tidak kalau ada gosip disekolahan kalau Mia sudah dikeluarkan dari sekolah pagi ini. Itu alasan yang diberikan oleh pihak sekolah kalau Mia mencoreng nama baik sekolah dengan merebut tunangan orang lain,”kata Ben.
“Apa. Bagaimana anak yang malang ini bisa merebut tunangan orang. Ayah besok kita harus ke sekolahan mencari keadilan buat Mia,”ucap Ibu Ben.
Mia yang mendengar keributan itu membuka matanya walaupun matanya sedikit berat dan kepalanya juga sangat sakit.”Tidak usah paman bibi. Mia baik saja kok. Aku bisa mencari sekolah yang lain,”ucap Mia yang kemudian menutup mata setelah mengatakan itu.
Mia yang dalam tidurnya memulihkan kondisi tubuhnya yang tidak baik. Sampai ayah dan ibu Ben yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan mengikuti keinginan dari Mia. Mia yang masih di dalam rumah sakit selalu dijaga oleh keluarga Ben secara bergilir. Sampai di hari pekan Mia di temani oleh Ben dan Boy di rumah sakit.
__ADS_1
“Bagaimana kondisi tubuh kamu Mia?,”ucap Ben.
“Aku sudah mulai membaik kata dokter besok aku boleh pulang ke rumah,”ucap Mia yang diam-diam sudah melunasi uang rumah sakit. Karena dia tidak ingin menjadi beban bagi keluarga Ben.”Bagaimana sekolah kamu?,”ucap Mia yang mencari tahu.
Ben yang sudah tahu semua ini semua ulah dari Irma yang membuat Mia keluar karena dia tidak ingin Mia mengganggu hubungan mereka berdua.”Tidak ada yang bagus,”ucap Ben yang menyembunyikan sesuatu.
“Kakak tidak pandang menyembunyikan sesuatu,”ucap Boy.”Apa sih yang kamu ucapkan,”kata Ben ke arah adiknya. “Itu benar,”ucap Mia yang tersenyum. Mia yang menuggu Ben bicara sampai dia berkata,”Aku akan menceritakannya jika kondisi kamu sudah pulih total.”
Mia yang hanya bisa menuggu hanya menebak kalau Irma melakukan ini setelah dia tahu identitas Jordan yang merupakan putra dari Perusahaan Ternama. Mia melihat ke luar jendela yang sudah mendung akan turun hujan. Sama halnya Mia yang merasakan sakitnya dihati membuat dia hanya bisa melihat dari jauh.
Seminggu telah berlalu Mia yang boleh pulang ke rumah sudah dijemput oleh keluarga Ben.”Apa kamu sudah siap untuk pulang,”ucap Ayah Ben yang menjemput bersama dengan Ben.
“Tentu saja sudah rindu rumah,”ucap Mia yang masuk dan barang bawaannya di bawa oleh Ben masuk ke dalam bagasi. Di perjalanan pulang ayah Ben bertanya kemana Mia akan melanjutkan sekolahnya setelah dia keluar dari sekolah yang baru dia masuki.
Saat Mia masih di rumah sakit dia sudah mencari sekolahan yang memang biasa dan biayanya juga muruh. Mia yang sudah mendaftarkan dirinya disekolah tersebut dan di sana juga ada klub menjahit. Dimana Mia bisa belajar menjahit di sekolahan tersebut, walaupun sekolahnya tidak bagus Mia bisa belajar di sana.
Ayah Ben yang sudah mendapatkan jawaban sampai mereka sampai di depan rumah Mia. Mereka masuk ke rumah yang sudah di sambut oleh ibu Ben dan Boy. Mia yang sedang kalau sudah disambut di rumah yang sepi ini membuat Mia senang.
Waktu terus berlalu Mia yang sudah membaik dan sudah mencari kehidupan yang baru di sekolah yang baru dia masuki. Di kehidupan yang baru Mia jalanni dengan baik tanpa ada yang mengganggu. Sampai Mia yang pergi mencari kain untuk di buat pakaian karena setelah Mia pindah sekolah dia mencari uang tambahan dari penjual pakaian yang dia buat sampai membuat novel.
Waktu itu Mia yang bersama dengan temannya pergi bersama mencari kain untuk mereka beli. Sampai di toko Mia bertemu dengan Irma teman lamanya yang bersama dengan orang lain.”Siapa dia?,”ucap Mia dalam hati.
__ADS_1
“Dia bukan Jordan,”ucap Mia yang diam-diam mengambil fotonya. Setelah dia mengambil fotonya Mia pergi ke tempat lain dimana ada kain yang lebih muruh untuk dijual. Bersama dengan teman barunya Mia tidak ingin menyapanya sampai di tempat dimana Mia dengan temannya melihat kain yang bagus.
Tapi Mia yang tidak tahu kalau dihadapannya ada Jordan dan Ben yang bersama melihat Mia. Mia yang melihat mereka langsung segera pergi dari pandangan Jordan yang tidak suka dengan dirinya. Tapi Jordan mengejarnya sampai dia melihat Irma dengan laki-laki yang bersamanya.