
Rey yang sedang melihat harta yang sedang dikumpulkan oleh anjing kesayangannya. Sam[pai Roy datang menepuk punggung Rey.”Kamu asik saja lihat, bagaimana hasilnya,”kata Roy.
“Hasil memuaskan dengan..,”kata Rey yang kemudian membisikan kepada kakaknya kalau ada harta yang menarik aku dapatkan tiket lelang.
“Kamu serius,”ucap Roy yang juga tersenyum.”Tentu saja, mana aku tidak ambil jika itu sangat bagus,”kata Rey.
“Bagus apa?,”kata Jesi.”Mama,”kata Rey.
“Tidak ma Rey keasikan nontong film itu ma,”kata Roy. Rey hanya tersenyum sambil memegang kepapa bagian belakang dengan mata melihat ke arah Jesi. Tidak lama kemudian anak buah tentara yang menyerang musuh mendapatkan kabar kalau kelompok lain yang masuk sudah dikalahkan. Tinggal satu kelompok di alam gedung supermarket saja yang belum selesai di atasi.
“Sebaiknya kita pergi sekarang,”kata mantan tahanan. Mereka semua setuju dan tempat yang dimana belanja sudah mengevakuasi semua orang yang ada didalam. Jadi tidak ada korban hanya tinggal para tentara dan anak buah mantan tahanan saja bersama dengan para polisi. Untuk menangkap para musuh yang datang mengacau wilayah negara mereka.
Setelah keluarga Jesi yang pergi ke rumah dengan mereka di perjalanan selalu waspada dengan apa yang terjadi. Tapi saat kondisi tidak terlalu tegang tentara dan mantan tahanan yang melihat Adi dan Roy yang saat dimana mereka santai saat ada tembakan. Membuat mereka ingin tahu apa mereka sudah tahu kalau ada sniper yang akan membantu mereka.”Adi,”kata tentara.
“Iya paman ada apa,”ucap Adi yang melihat ke depan.
“Paman ingin tahu apa sniper yang menempakan musuh itu ada dipihak kamu,”kata tentara.
“Sniper yang mana paman maksud Adi tidak tahu,”kata Adi.
“Roy apa kamu juga tidak tahu soal sniper yang membantu kalian. Karena sikap kalian santai dan tenang saat musuh datang dan sniper itu tidak mengarahkan kepada kalian,”kata mantan tahanan.
“Aku tidak tahu apa yang paman katakan memang kami mendengar suara tembakan. Tapi tembakan tidak akan melukai kami, seperti halnya kami masih rakyat negara ini yang harus dilindungi,”kata Roy.
“Ucapan kalian sedikit membingungkan,”kata tentara.
“Aku saja bingung,”ucap Roy. Tetapi tentara dan mantan tahanan yang tahu kalau mereka menyembunyikan sesuatu dari mereka. karena tidak ingin memaksa mereka tidak terlalu banyak berkata. Sampai Adi tertidur bersama dengan Roy di perjalanan pulang. Sementara di mobil yang di belkang Jesi dan Rey yang bersama juga tertidur lelap.
__ADS_1
“Kurasa mereka capek malam ini,”kata tentara.
“Bukannya itu jelas mereka capek apa lagi mereka mendapatkan dua kali serangan tiba-tiba. Dengan usia mereka ini apa pantas Cita melakukan itu,”kata mantan tahanan.
“Aku juga tidak habis pikir dengan wanita itu kenapa dia tega ingin melukai dan membunuh Adi,”kata tentara. Tapi saat mereka sedang berbincangan Adi yang berpura-pura tertidur mendengarkan percakapan paman penggemar. Selesai berbincang Adi hanya bisa melepaskan lalah, hingga mereka dibangunkan kalau mereka sudah sampai di depan rumah. Adi dan Roy terbangun dan melihat keluar jendela mobil. Benar mereka sudah sampai di depan rumah, mereka berdua turun dari mobil yang dimana Jesi menggendong Rey yang tertidur.
“Rey tertidur ma,”kata Roy. “Iya saat perjalanan pulang. Kalian tidak tertidur,”kata Jesi.
“Kami tertidur ma tapi dibangunkan oleh paman kalau sudah sampai. Jadi kami bangun untuk keluar,”kata Adi.
Roy dan Adi yang berjalan masuk ke dalam dengan Roy menggendong Rey yang tertidur. Mereka langsung masuk ke dalam kamar dimana Rey sudah diletakkan di kasur dan Roy yang juga naik ke atas kasur. Adi yang duduk dulu melihat sekitarnya, tapi mata Adi yang lelah ingin tidur membuat dia berbaring di kasud sambil ia menyelimuti dirinya. Mereka bertiga tertidur pulas karena kelelahan sementara Jesi yang bersama kedua orang paman penggemar berbincang sebentar.
“Kalian tahu siapa yang datang menyerang kami barusan,”kata Jesi.
“Bukan kamu sudah tahu siapa yang menyerang kalian. Siapa lagi jika bukan wanita itu akan membayar siapa saja yang datang untuk membunuh Adi,”kata mantan tahanan.
“Kenapa dia bisa tega dengan anak kecil yang belum tahu dunia. Apa dia iblis,”kata Jesi lagi.
“Memang dia iblis bukan saat Adi dalam kandungan saja dia mencoba membakar Mia dan ingin membunuhnya,”kata tentara.
Waktu terus berjalan setelah malam yang panjang Adi bersama dengan kedua kakaknya menjalankan kehidupan yang normal. Dimana mereka dihadapkan oleh ujian dunia, ujian naik kelas yang membuat Jesi tidak mengizinkan mereka bertiga untuk bermain sampai ujian selesai.
Adi dan kedua kakak mereka hanya bisa belajar dan mengikuti les tambahan yang diberikan oleh pihak sekolah. “Kenapa haru ikut ujian tambahan,”kata Rey yang mengeluh.
“Mau bagaimana lagi mama minta kita belajar untuk menghadapi ujian kenaikkan kelas,”kata Adi.
“Iya aku tahu maksud mama ingin kita pintar. Tapi kenapa aku tidak boleh main aku bosen jika hanya melihat angka dan tulisan saja,”kata Rey.
__ADS_1
“Ini adalah ujian dunia yang harus kamu hadapi,”kata Adi sambil tersenyum.
“Kamu meledek Adi,”kata Rey.”Mana mungkin,”ucap Adi yang berdiri. Tpai Rey yang tahu kalau Adi ingin menghindar dia mengejarnya sampai mereka bertemu dengan kak Roy.
“Kenapa kalian di sini,”kata Roy yang bersama dengan Guntur.”Mungkin mereka ingin bolos,”kata Guntur lagi. Adi dan Rey yang hanya tersenyum balik bertanya kepada kak Guntur.
“Kakak tidak salah mengatakan kami ingin bolos,”kata Adi.”Tapi itu bukan kakak yang mau bolos ya, bukan sekarang ada kelas les tambahan untuk kak Guntur,”kata Rey.
“Mana mungkin aku ingin bolos,”ucap Guntur yang terlihat dingin panas. Roy hanya tertawa melihat temannya yang sudah tidak bisa berkata apa-apa sampai guru di kelas Adi dan kelas kak Roy datang.”Sedang apa kalian di luar cepat masuk kelas akan segera dimulai,”kata guru mereka masing-masing.
Adi dan Rey yang berjalan masuk kelas dan mulai mengikuti kelas bahasa inggris sedangkan kak guntur dan kak Roy yang juga masuk kelas mengikuti kelas matematika. Dimana mereka mulai fokus memperhatikan guru yang memberikan pengajarannya. Satu jam telah berlalu dimana kelas sudah selesai dimana Adi bersama dengan Rey bisa menghela nafas.”Aku ingin segera cepat pulang,”kata Rey.
“Ayo kita pulang,”kata Adi. Roy bersama denga guntur yang sudah ada diluar menuggu Adi dan Rey.”Kalian sudah selesai,”kata Roy.
“Sudah barusan, bagaimana dengan kakak,”kata Adi.
“Sudah kepala kakak pusing,”kata Roy yang juga mengeluh.”Kenapa pusing,”kata Adi.
“Kamu tahu tidak les hari ini adalah matematika yang semuanya angka. Bagaimana tidak pusing,”kata Guntur.
“Matematikan bukannya emang angka ya,”kata Adi.
“Adi kamu tertalu pintar tapi kepintaran kamu bisa tidak jangan sampai membuat kamu bodoh,”kata Rey yang menepuk bahu Adi.
“Aku tahu hanya bercanda saja, ayo kita segera pulang. Apa mau tetap di sekolahan,”kata Adi.
“Mana mungkin aku mau tinggal di sekolahan,”kata Guntur yang berjalan.
__ADS_1