
Ben yang ingin tahu kenapa Mia masih terbangun di malam yang sudah larut. Mia hanya mengatakan apa yang dia lakukan kalau dirinya sedang menulis novel tapi Mia tidak menyebutkan judul yang dia tulis. Karena ini akan menjadi rahasia Mia, setelah Mia ke dapur mengambil minum. Sedangkan Ben yang masih belum mengatuk hanya bisa melihat Mia di dapur.
“Jika kamu lapar kamu bisa mengambil cemilan yang ada dikulkas atau di lemari,”ucap Mia.
“Terima kasih Mia,”kata Ben. Setelah berkata seperti itu Mia berjalan lagi ke lantai dua menuju kamarnya. Mia yang telah kembali kemar dan kondisi kamar yang masih berantakan. Mia duduk dan melihat ke layar leptop dimana Mia memeriksa semua cerita yang dia tulis.
Setelah Mia membaca ulang ceritanya dia mengirim ke editornya untuk di koreksi. Selesai dengan novel Mia mengeluarkan kain yang sudah dibeli oleh Mia. Selesai merapikan Mia menuju kasur dan tertidur setelah semua urusannya selesai. Ben yang juga sudah kembali ke kamarnya juga sudah tertidur bersama dengan adiknya Boy.
Mia terbangun di pagi buta untuk menyiapkan sarapan pagi karena ada Ben dan Boy yang datang di rumahnya. Mia membuat lebih makanan paginya, Ben yang sudah terbangun melihat Mia yang ada di dapur.”Kamu sudah bangun Mia,”kata Ben.
Mia menoleh ke arah belakang dan melihat Ben.”Iya kamu sudah bangun,”ucap Mia.
“Aku titi Boy dulu aku ingin mengambil seragam dulu. Nanti aku datang lagi,”ucap Ben. Mia hanya menganggukan kepalanya saja setalah Ben keluar rumah. Mia yang sudah setengah selesai membuat sarapan pagi dan membuat bekal untuk mereka bertiga termasuk Mia.
Boy terbangun dari tidurnya dan melihat Mia yang ada di dapur.”Kak dimana kakak Ben,”kata Boy yang masih mengusap matanya.
“Dia mengambil seragam sekolah untuk kamu,”ucap Mia. Tidak lama Mia berkata seperti itu Ben datang dengan membawa baju seragam Boy dan tas sekolahnya.”Kalian mandi sana jika sudah selesai kita makan pagi bersama,”kata Mia yang sudah hampir selesai dengan mamasakannya. Boy yang mandi di kamar tamu sedangkan Ben yang mandi di luar kamar mandi.
Mia berjalan ke atas untuk mengambil tas dan barang yang akan dia bawa ke sekolahan. Selesai di atas Mia turun dan melihat Boy dan Ben yang sudah ada di ruang makan.
“Kalian sudah selesai mandinya,”ucap Mia yang turun dari anak tangga.”Sudah,”kata Ben yang sudah duduk. Mia yang menghampiri mereka dan mereka bertiga makan bersama sampai Mia memberikan bekal sarapan untuk mereka berdua.
__ADS_1
Selesai dengan sarapan pagi dan membersihkan perlengkapan masak dan perlengkapan makan Mia dan yang lain. Langsung keluar rumah dan mereka berangkat ke sekolah. Karena jalan mereka yang berlawanan mereka tidak berangkat bersama.
Mia yang berjalan lewat persimpangan yang berbeda tidak sengaja bertemu dengan Jordan yang bersama dengan orang lain.”Siapa mereka?,’ucap Mia yang merasa khawatir dengan Jordan.
Mia melihat dari jauh Jordan yang di pukulu. Membuat Mia ingin membantunya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Mia yang tidak ingin di ketahui oleh Jordan hanya bisa menolong dengan diam-diam menelepon polisi dengan mengambil bukti. Tidak lama Mia menghubungi polisi datang untuk membantu Jordan dan menangkap mereka yang memukulnya.
Polisi yang sudah sudah pergi dan hanya ada Jordan saja. Mia yang tidak tahu hanya meminta anak kecil yang datang lewat untuk memberikan kota kecil kepada Jordan. Mia yang sudah melihat anak tersebut memberikan kota kecil yang berisi obat-obatan untuk Jordan.
Sampai tidak lama kemudian teman yang satu blok dengannya datang membantu dia. Mia yang sudah melihat kalau Jordan sudah baik-baik saja langsung pergi dari tempat itu. Mia melanjutkan perjalanannya ke sekolah sampai dia bertemu dengan teman sekelas dia yang juga baru sampai.
Mia masuk bersama dengan temannya sampai semua kegiatan selesai. Mia kembali ke rumah untuk menyelesaikan desain baju yang dia buat. Sambil membuat desain Mia juga menjahit bajunya yang sudah dibuat modelnya. Mia mendengar suara pintu terbuka dan mendengar suara Boy yang sudah pulang. Mia turun dan melihat Boy,”Kamu sudah pulang.”
“Sudah kak,”kata Boy. “Mau kakak temani kamu ganti pakaian di rumah,”kata Mia yang melihat raut wajah Boy. Boy hanya menganggukan kepalanya, Mia yang mengantarkan Boy ke rumah menuggu di ruang tamu.
“Bibi paman kalian sudah pulang,”kata Mia.
“Mia,”ucap Bibi yang langsung memeluk Mia.
“Maaf ya harus menjaga kedua putra kami saat kami pergi,”kata Bibi.
Mia yang tidak keberatan dengan itu hanya tersenyum saja sampai Boy keluar dan memeluk kedua orang tuanya.”Apa kamu baru saja pulang,”kata Ibunya.”Iya,”kata Boy.
__ADS_1
“Bibi paman dari mana memangnya baru pulang,”kata Mia yang ingin tahu.
“Di tempat saudara ada masalah jadi paman dan bibi harus bertemu dengan saudara jauh kami. Tapi urusannya sudah selesai jadi tidak masalah. Mia sudah makan, jika belum makan di rumah paman,”kata Ayah Ben.
“Mia sudah makan bibi paman. Jika paman dan Bibi sudah pulang Mia juga harus pulang ke rumah mau mengerjakan tugas harian,”kata Mia yang berpamitan.”Baiklah, jika ada apa-apa kamu datang saja ke rumah kami,”ucap ayah Ben. Mia hanya menganggukan kepalanya setalah berpamitan Mia langsung pulang ke rumah.
Mia yang sudah samapi di rumah mengambil cemilan di kulkas selesai mengambilnya langsung pergi ke kamar. Dimana Mia mulai menjahit setelah Mia sudah memotong kainnya. Dengan suara musik yang dimainkan Mia mulai menjahit kain yang sudah terpotong. Perlahan dan hati-hati Mia mulai menjahit sampai ada pesan masuk yang memberitahukan kalau novel yang dikirim oleh Mia sudah bagus.
Dalam waktu dekat ini akan dipublikasikan di dua media online dan cetak. Mia mendapatkan kabar itu sangat senang. Sampai hari menjelang malam dua baju sudah selesai Mia buat dengan model yang sudah dibuat.
Di tempat lain Jordan yang tadi di hadang oleh para preman membuat wajah Jordan memar. Jordan yang merasa kesal mencari tahu siapa yang menyerang dia. Tapi tidak tahu kenapa yang menjadi tuduhan palsu adalah Ben yang tidak tahu apa-apa.
Jordan yang sudah tahu datang ke rumah Ben dengan membawa pengawalnya. “Hai Ben keluar kamu,”ucap Jordan di depan rumahnya. Mia yang malam itu belum tertidur karena masih menyelesaikan jahitannya mendengar keributan.
Ben yang bersama keluarganya keluar setelah mendengar suara teriakan Jordan.”Ben kenapa kamu berteriak malam-malam,”kata Ben yang keluar.
“Kamu bertanya kenapa kamu yang menyuruh para preman untuk memukulku bukan. Jika tidak ada polisi yang datang aku bisa masuk rumah sakit oleh perbuatan kamu,”kata Jordan menjelaskan.
“Preman apa yang kamu maksudkan. Aku tidak menyuruh mereka untuk memukul kamu. Uang dari mana aku bisa membayar para preman. Aku tahu kalau kamu tidak suka denganku, tapi tidak dengan cara ini kamu menghinaku,”kata Ben yang tidak terima.
“Kamu kira aku akan percaya dengan ucapan kamu. Lihat ini semua, irma yang membantuku mencari tahu kalau semua ini ulah kamu dengan Mia untuk memisahkan kami berdua,”kata Jordan dengan melempar semua bukti yang mengarahkan kepada Mia dan Ben.
__ADS_1
Ben yang mengambil kertas yang dilemparkan kepada Jordan dan membacanya. Ben yang tidak tahu merasa ada yang ganjil.”Kamu tadi bilang ini bukti kamu dapatkan dari Irma,”kata Ben yang memastikan.