Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 132


__ADS_3

“Apa kamu yakin tidak masaiah,”ucap Satya.”Ayo kita pergi sekatang sebelum mereka mengetahui jika kita ada disni,”ucap Roy.


Mereka segera pergi dari rumah sakit. Tapi disaat mereka keluar dari ruangan tempat mereka sembunyi Cita melihat sedikit.”Kejar keempat anak itu, mereka mencurigakan.Tapi jangan sampai ketahuan,”kata Cita yang merasakan kalau anak itu sama dengan anak di museum yang tadi mereka kunjungi.


Rey yang merasakan ada yang mengawasi mereka saat mereka keluar dari rumah sakit.”Kalian dulun saja, nanti aku menyusul. Cari cemilan dulu,”kata Rey yang pergi mencari cemilan disekitar rumah sakit.


“Bagaimana sekarang pergi dulu atau menuggu Rey,”kata Satya.


“Pergi,”ucpa Adi.


“Tapi dia sendirian apa tidak masalah,”kata Satya.


“Kamu tidak usah khawatir dia akan baik saja. Kita pergi saja, Adiku emang seperti itu bukan itu sama saat kita di pertanian pergi buang air kecil,”kata Roy.


“Itu benar juga ya,”kata Satya. Yang dimana Adi sudah memesan taksi untuk pergi ke tempat tujuan mereka. “Tapi kalian apa tidak masalah jika Rey pergi sendirian. Ini bukan pertanian loh,”kata Satya.


“Dia akan menyusul kita setelah urusan dia selesai. Sekarang kita hanya perlu pergi ke tempat kakak kamu saja,”kata Roy. Satya yang melihat Adi terlihat berbeda aura dingin terpancar dari wajah Adi. Yang membuat Satya sedikit merinding dan takut. Tapi karena ada Roy yang bersama dengan dia Satya bisa sedikit tenang.


Tapi Satya masih berpikir kenapa wanita itu ingin membunuh Adi hanya untuk warisan.  Tapi saat Satya sedang berpikir mereka sudah sampai ditempat tujuan.”Ayo kita keluar,”ucap Adi yang sudah bisa mengendalikan emosinya.


Di perjalanan menuju cafe dimana Yasa berada Adi meminta maaf kepada Satya karena sudah mengeluarkan auranya didapan dia. Satya yang tahu kalau perjalanan hidup Adi tidaklah mudah. Jado dia tahu kalau sikap Adi seperti tiu.


“Aku tidak masalah, tapi kamu juga harus menjaga diri kamu sendiri bukan Adi. Aku tidak tahu sejak kapan kamu selalu dalam bahaya seperti ini,”kata Satya.

__ADS_1


Roy yang melihat mereka sedikit tenang jadi Roy bisa santai. Disaat perjalan menuju cafe Roy mendapatkan telepon dari Rey. Kalau tidak hanya satu yang mengjar mereka adalah orang pilihan  AS. Roy yang mendengar itu merasa terkejut dan menyakan kabar Rey apa dia baik saja. kerena dari suara dia tidak biasa. Tapi Rey berkata kalau dia baik-baik saja sekarang dia sedang sembunyi. Roy yang melihat ke arah Adi yang kebetulan melihat kearahnya.


“Pergilah,”kata Adi yang tahu dari wajah Roy. Kalau Rey dalam masalah dia sebagai kakak harus pergi membantu dia. Roy tanpa berpikir panjang segera berlari menghantikan taksi untuk pergi ke tempat Rey berada.


Satya yang bingung hanya me;ihat Adi.”Roy mau kemana Adi,”kata Satya yang gelisah.


“Dia menjemput Rey,”kata Adi dengan santai. Adi yang hendak ingin pergi terdiam karena ada yang mengikutinya dari belakang.”Satya kamu bisa pergi dulu menemui kakak kamu. Aku ada urusan sebentar,”ucap Adi yang berbalik.


“Tapi..,”ucap Satya yang ikut berbalik melihat beberapa orang berbaju hitam ada dibelakang Adi.”Adi menolhe ka arah Satya.”Pergilah, mereka tidak akan bisa mengejar kamu. Temui kakak kamu,”kata Adi.


“Tapi bagaimana dengan kamu,”kata Sstya yang mulai gelisah dan takut.


“Aku akan baik-baik saja. pergilah,”kata Adi yang berjalan maju. Hati Satya yang bimbang ingin membantu atau dia pergi ke tempat kakaknya. Tapi dengan dia yang tidak bisa membantu, hanya bisa pergi meninggalkan Adi untuk meminta bantuan kakaknya.


Sementara Adi yang sudah dikerumuni musuh yang lebih hebar darinya.”Kamu mau pergi kemana bocah. Walaupun kamu bisa membuat teman kamu pergi kami juga bisa mengejar dia,”kata musuh.


“Ohhh begitu ya,”kata Adi dingin dengan wajah siap untuk membunuh.


“Kenapa kamu berwajah seperti itu kamu kira kamu bisa membunuh kami,”kata musuh sambil menari baju Adi. Yang membuat Adi tercekik, tapi Adi yang sudah terbiasa dengan suasana ini hanya tersenyum sinis dan dingin kepada musuh yang melihat.


Musuh yang merasa jengkel hendak memukul Adi. Tapi ditahan oleh Adi dengan dia menendang bagian bawah musuh yang membuat telur pecah. Musuh yang berteriak kesakitan karena telurnya pecah.”Sial kamu bunuh bocah itu segera,”kata musuh yang menderita.


Adi hanya tersenyum dengan dia memosisikan kepala miring.”Kalian ingin membunuhku,”ucap Adi dengan dingin.

__ADS_1


Tapi pada saat itu juga Adi sudah siap mengjhajar 50 an musuh didepannya dengan cepat. Tapi di tempat Satya yang sudah sampai didepan cafe. Dihentikan oleh penjaga,”Nak tidak boleh masuk. Kmau belum cukup umur.”


“Aku ingin bertemu dengan kakakku Yesa,”kata Satya dengan wajah lelahnya dengan penuh keringat.


“Apa kamu bercanda kamu adik dari Yesa,”kata penjaga pintu yang tidak percaya. Satya mencoba menenangkan dirinya dan menghubungi kakaknya. “Kenapa tidak diangkat, jika seperti ini Adi bisa saja mati,”kata Satya yang kembali gelisah.


Satya yang tidak bisa menghubungi kakaknya hanya bisa mencoba menerobos masuk saat ada kesempatan. Satya yang melihat ada celah untuk dia masuk berlari ke dalam dan mencari kakaknya. Tapi kedua panjaga pintu mengejar Satya. Satya yang juga mengubungi kakaknya jika teleponnya terhubung.


“Kakak dimana kamu,”kata Satya. Sampai dia tertangkap oleh penjaga,”kamu anak nakal ini bukan tempat untuk bermain.”


Satya yang tidak tahu harus berbuat apa karena teman dia dalam masalah.”Kakak Yesa bodoh,”teriak Satya yang sudah putus asa.


Yesa yang saat itu sedang bertemu dengan klain yang juga minum di cafe tersebut mendengar suara Adiknya Satya. Yesa berdiri dan pergi ke arah suara tersebut,”Turunkan adiku sekarang.” Penjaga pintu yang tadi membawa Satya pergi melihat ke belakang ada Yesa yang menyuruh mereka menurunkan Satya.


Satya segera berlari ke arah kakaknya.”Kakak tolong,”ucap Satya yang tergesa-gesa dan sudah kehabisan tenaga.


“Apa yang kalian lakukan dengan adiku,”kata Yesa kepada para penjaga. Penjaga yang tidak tahu kalau Satya adalah adiknya berlutut didepan Yesa sambil meminta maaf. “Satya kenapa kamu bisa ada disini,”ucap Yesa..


“Itu nanti sekarang aku minta kakak membantu temanku. Jika tidak dia akan mati,”kata Satya.


“Tunggu dulu emang apa yang sedang terjadi. Jelaskan dulu, kakak tidak mengerti,”kata Yesa. Satya yang merasa terdesa segera menarik tangan Yesa dan pergi keluar. Yesa yang juga meminta anak buahnya untuk mengikutinya.


Sementara di tempat Adi yang sudah mengalahkan setengah dari musuh yang datang menginginkan dirinya. Adi yang menghela nafas berkata kepada mereka,”Apa hanya segini kemampuan anggota elit AS.”

__ADS_1


__ADS_2