Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 148


__ADS_3

Selesai dengan pembicaraan tentang cafe alam dan kuliner lama yang merupakan satu kelurga yang memiliki ide nama yang begutu aneh dan mengerikan. Rey yang diam-diam sedang menghancurkan pasar kuliner yang sudah menoleh kunjungan mereka mendapatkan respons yang bagus dari masyarakat. Semua respon yang diberikan ada yang membuat Rey senang.


“Kenapa kamu kenapa Rey,”kata wakil ketua.


“Tidak ada hanya saja aku mau melihat ke tempat yang lain,”kata Rey.


“Aku juga apalagi aku sudah selesai mencicipi masakan ini, enak sekali ingin tambah. Tapi apa ada makanan yang enak nanti,”kata ketua klub bela diri.


“Tentu saja ada tempat yang lain. Jika kalian sudah menikmati makanan ini. Kita bisa melanjutkan ke tempat lain lagi,”kata pegawai kuliner lama. Mereka setuju dengan apa yang dikatakan pegawai dan segera lekas berdiri untuk melanjutkan perjalanan keliling kuliner lama.


Perjalanan mencicipi berbagai jenis makanan sampai sore tiba mereka sangat puas dengan kunjungan yang tiba-tiba ini.”Terima kasih untuk kunjungannya,”kata pegawai kuliner lama.


“Kami juga mengucapkan terima kasih telah menerima kami datang ke sini. Apa kami bisa datang lagi berkunjung ke sini untuk tahun berikutnya,”kata guru pengawas.


“Tentu saja kami sangat senang jika kalian mau datang ke sini lagi,”kata pegawai kuliner lama.


Banyak dari siswa yang membeli makanan untuk oleh-oleh karena sangat enak. “Apa kalian senang untuk kunjungan kalian hari ini,”kata guru pengawas.


“Tentu saja kami sangat senang. Lebih baik dari pasar kuliner,”kata siswa.


“Iya itu benar. Terimakasih ya kak untuk semuanya,”kata siswa kepada pegawai kuliner lama.


Selesai dengan kunjungan kuliner lama mereka pergi ke pantai untuk menikmati soe hari yang lelah. Semua siswa telah naik ke bus masing-masing yang dimana mereka bisa bersantai. Tapi pada saat yang sama ada  berita terbaru tentang pasar kuliner yang kini menjadi sorotan. Bus yang melewati pasar kuliner melihat ada repoter dan paparazi.”Apa yang terjadi disana?,”kata siswa yang lain.

__ADS_1


“Kamu tidak tahu kalau ada berita tentang pasar kuliner yang makanannya tidak higenis,”kata siswa didepan.


“Makanana tidak higenis bagaimana maksud kamu,”siswa disamping.


“Lihat ini beritanya sudah menyerbar di beberapa media dan berita,”kata siswa didepan. Siswa itu membuka ponselnya untuk melihat berita yang dimaksud temannya itu. “Bukan itu bagus mereka mendapatkan imbas karena telah mengusir kita,”kata siswa didepan.


“Anak-anak diam semua, apa yang kalian lihat jangan membuat kemusuhan dengan pihak mereka. Apa kalian mengerti,”kata guru pengawas. Bus melewati pasar kuliner dengan santai karena mereka tidak ingin terlibar dengan apa yang sudah terjadi.


Karena selanjutnya mereka harus pergi ke pantai untuk melepaskan lelah. Karena kunjungan ini adalah kunjungan terakhir di wilayah J dimana mereka besok harus kembali ke sekolahan. Karena hari terakhir kunjungan mereka juga dibebaskan untuk malakukan apa saja saat nanti kembali ke hotel.


“Kita pergi ke pantai,”kata siswa yang bus yang lain. Rey yang tadi melihat pasar kuliner yang sudah dikepung oleh repoter hanya bisa tersenyum sinis.”Nikmati kejayaan kalian,”kat Rey dengan hati yang senang sambil melihat keluar jendela.


Tapi guru pengawasi mendatangi Rey dengan tatapan bingung.”Rey berikan ponsel kamu kepada ibu sekarang,”kata guru pengawasi.


“Apa benar kamu tidak tahu kenapa ibu meminta ponsel kamu,”kata guru pengawasi. Rey hanya menggelengkan kepalanya dengan tangan mengambil ponsel di sakunya.


“Ini bu,”kata Rey tanpa memberontak.”Itu bukan ulah kamu kan yang membuat mereka didatangi repoter,”kata guru pengawas.


“Untuk apa aku melakukan itu kepada mereka. Aku hanya memposting kulier lama saja kok, tidak ada pasar kuliner,”kata Rey sedikit menjelaskan.  Guru pengawas memerikas ponsel Rey darai pesan yang masuk email, postingan dan lain sebagainya. Tapi guru pengawasi tidak melihat satu tentang pasar kuliner hanya ada ada kuliner lama yang menu nama dari makanan yang dicicipi oleh Rey. Tapi darai catatan itu tertulis kalau makanan yang dia makan sangat enak dan pesan yang diberikan positif.


Guru pengawas yang tidak menemukan tentang pasar kuliner mengembalikan ponsel Rey.”Ya sudah ibu minta maaf karena sudah mencurigai kamu Rey. Karena ibu khawatir kalau kamu yang menyebarkan berita itu kepada media,”kata guru pengawas.


“Tidak apa-apa, bu. Saya mengerti jika ibu khawatir, tapi tidak mungkin itu aku yang melakukannya, bukan,”kata Rey yang tersenyum sambil mengambil ponselnya di tangan guru pengawas.

__ADS_1


Setelah guru pengawas tidak curiga lagi dengan Rey mereka hanya bisa melanjutkan ke pantai. Rey yang sudah lepas dari pengawasan guru merasa lega.Tapi pada saat yang sama ada pesan dari kakak dan adiknya menyakan apa kabar dia. Rey yang memberitahu kalau dia baik saja dan tidak ketahuan oleh guru pengawas. Adi dan Roy yang mendapatkan pesan dari Rey merasa lega dan kembali santai dengan liburannya.


Perjalanan menuju pantai yang damai tanpa ada halangan. Sampai waktu menujukkan pukul 4 sore mereka sudah sampai dipantai. Dimana semua siswa turun untuk bermain di pantai pasir. Adi yang bersama dengan Satya yang turun belakangan. Karena ramai dengan siswa yang berebutan turun untuk bisa melihat matahari terbenang.


Rey yang masuk ke dalam bus disambut oleh Satya yang melihat Rey datang. Di belakang Rey ada Roy dan Guntur yang juga ikut masuk.”Kenapa kalian masih di sini, bukan keluar,”kata Guntur.


“Menuggu yang lain keluar dulu. Tapi kenapa kalian malah masuk ke sini ada apa,”kata Satya.


“Cuma mau melihat adiku apa dia baik saja,”kata Roy.


“Dia baik saja,”kata Satya. Dimana Adi saat itu sedang mendapatkan telepon dari Yesa yang dalam suaranya membutuhkan bantuan. Adi yang kebetulan melihat Roy dan Rey untuk mengirimkan anak buah kita ke tempat Yesa. Rey dan Roy yang tahu dari tatapan mata Adi hanya bisa membuka ponsel dan ada telepon yang terhubung. Setelah mendengarkan itu mereka segera bergerak memberikan laporan kepada anak buah mereka yang ada disekitarnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama pesan yang mereka kirim sudah ada kabar kalau mereka akan segera membantu Yesa.  Satya yang melihata Adi yang memberikan isyarat kepada Rey dan Roy. Dengan hati Satya yang gelisah, tapi pada saat yang sama Guntur mengajak mereka semua pergi ke pantai.


Satya dan Adi yang masih duduk di kuris bus berdiri dan mengikuti mereka keluar. Guntur yang berlari dan mulai bermain air. Siswa yang lain yang bersantai dan membicaran obrolan yang bisa membuat mereka bisa santai menimati suasana pantai.


Indah dan nyaman tersirat di wajah mereka semua yang sedang melihat ke arah laut. Tapi Satya yang merasa kalau dirinya tidak merasa senang.”Kamu kenapa Satya?,”kata Adi dari samping.


“Aku tidak tahu, tapi aku merasa akan ada firasat buruk yang akan datang nanti,”kata Satya.


“kamu tidak usah gelisah begitu, nikmati saja hari ini. Katanya kita besok akan ada kunjungan lagi di aukurium saat pulang,”kata Adi.


“Itu benar,”kata Satya yang menatap ke arah Adi yang terlihat memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Karena penasaran Satya bertanya kepada Adi, tapi Guntur menarik tangan Satya untuk terjuun ke dalam air. Satya yang di tarik hanya bisa mengikuti langkah dari Guntur yang membawanya.


__ADS_2