
Di malam yang awalnya ramai kembali hening dengan Adi pergi ke toko terdekat untuk membeli es krim. Adi yang santai berjalan bertemu dengan Sun dan Line yang bersama dengan Dev. Adi yang awalnya tidak ingin menyapa mereka berdua karena tidak ingin suasana hatinya diganggu. Tapi saat hendak masuk ke dalam toko Dev melihat Adi yang ada di toko. Dev memanggil Adi tapi, Adi dengan pura-pura tidak mendengarkan dan tetap masuk ke dalam toko.
Di dalam toko Adi yang langsung memilih Es Krim yang dia ingin beli. Selesai dengan Es Krim dan makanan cemilan yang lain. Adi pergi ke kasir untuk membayar belanjaannya. Di depan pitu toko yang sudah ada Dev, Sun dan Line yang menuggu Adi.
“Kenapa kalian bertiga ada disini?,”ucap Adi dengan santai.
“Seharusnya kami yang bertanya kenapa kamu ada sini. Tadi aku memanggi kamu, tapi kamu tidak dengar,”kata Dev.
“Maaf,”ucap Adi dengan santai.
“Tapi apa yang kamu lakukan di sini,”ucap Sun. Adi menunjukan barang belanjaannya kepada mereka berdua.”Tapi apa kamu baik-baik saja Putra setelah kejadian di sekolahan waktu itu,”kata Line.
“Emangnya apa yang sedang terjadi sampai kalian khawatir dengan diriku. Aku baik saja tidak ada yang aneh kok,”kata Adi dengan biasa saja. Mereka bertiga yang melihat Adi merasa kalau Adi menyembunyikan sesuatu dari kami bertiga.
“Ada apa dengan kalian bertiga melihat aku seperti ingin tahu yang lain saja,”ucap Adi kembali menatap ke arah mereka kembali. Tapi respons mereka hanya diam saja. Selesai dengan pembicaraan itu mereka berpisah karena Adi ingin kembali ke kontrakan. Karena hari itu masih libur sekolahan. Jadi Adi hanya bisa memanfaatkan kondisi yang ada untuk belajar bersama yang lain. Jika ada waktu Adi juga membuat Novel, tapi hari itu dia membuat komik dengan teman mafia yang mencari jatih dirinya.
Adi yang berjalan menuju kontrakan bertemu dengan seorang. Tapi Adi yang berhenti berjalan melihat kearah orang tersebut.”Bukan dia AS ya. Untuk apa dia kesini dan dibelakang dia adalah ayah si kembar,”ucap Adi sambil menatap mereka berdua.
Adi hanya berjalan santai saja dan menyapa mereka sambil dia menikmati es krim yang dia baru beli.”Halo paman kenapa ada disini?,”ucap Adi dengan santai.
“Jadi kamu yang bernama Putra yang sudah membuat rekan bisnisku hancur karena ulah kamu,”kata AS.
“Apa yang dimaksudkan paman aku tidak tahy. Aku saja baru bertemu dengan anda hari ini. Tapi kalau paman yang dibelakang itu aku bertemu di sekolahan,”kata Adi.
__ADS_1
“Kamu cukup santai ya untuk bertemu dengan seorang yang derajatnya lebih unggul dari kamu,”kata AS yang berjalan kedepan Adi.
“Iya.Tapi untuk apa paman datang ke sini. Apa ingin memukul saya. Tapi kenapa ada yang seorang berwibaya datang sendiri bukan anak buahnya. Akukan hanya anak biasa saja,”kata Adi yang tersenyum dengan menyembunyikan identitasnya.
“Kamu masih berlaga. Yang sebentar lagi akan mati,”kata ayah si kembar.
“Siapa yang ingin mati. Tapi bukan itu anda berdua. Kalian tidak sadar kalau ada seorang di belakang kalian,”kata Adi kalau ada anggota khusus yang masih di tempat setelah Won.
“Jadi kamu menyadari kehadiran seorang ya. Kamu cukup hebat, aku suka kamu,”kata AS yang ingin memiliki Adi.
“Bagaimana Putra apa kamu mau menjadi anak buahku. Jika kamu mau aku akan memaafkan semua kesalahan kamu kepada bisnis yang aku jalankan,”kata AS. Adi yang terdiam karena tawaran yang diberikan AS. Tapi yang diberikan As adalah penolakan dan berjalan melewati mereka begitu saja. Karena dia sangat lelah malam itu, sudah bertemu dengan Won sekarang AS. “Apa yang sedang terjadi sebenarnya di wilayah B?,”kata hati Adi.
Tapi saat Adi pergi dihalangi oleh anak buahnya. Tapi pada saat yang sama anggota khusus datang bersama dengan Robin dan Bon yang menggunakan topeng menghalangi anak buah AS dan yang lain mendekati As.
“Bukan kekurangan orang lagi, mereka sudah membuat semua anak buah dia habis karena seorang anak kecil,”ucap Bon.
“Kalian siapa mengganggu saja, jika kalian tidak ingin mati pergi dari hadapan saya sekarang,”kata As yang marah.
“Untuk apa kamu marah. Anak tadi tidak memiliki masalah dengan kalian berdua bukan,”ucap Bon.
AS hanya tersenyum saja dan menyuruh anak buah dia untuk membunuh sampah didepan dia. Tapi tidak ada yang terduga karena orang yang dihadapi adalah orang yang berbeda.”Apa kamu yakin ingin membunun kami hanya dengan kemampuan kamu?,”kata Robin yang sudah ada disamping AS. Tanpa As sadari Robin sudah ada di sampaing As dan berbisik kepadanya.
As yang tidak menyadarinya mulai menghindar dan membuat insting pembunuhnya diaktifkan. Karean AS merasa lawan di depannya bukan orang biasa. Bisa dibilang kemampuannya sama dengan organisasi Black yang sudah mendukung dia.
__ADS_1
“Kenapa kamu mencoba menghindari dia, apa yang dia lakukan kepada kamu sampai kamu menghindar,”kata Bon di belakangnya.
Lagi-lagi AS bergerak menghindar. Tapi yang dilihat adalah mereka sangat santai dan tidak melakukan apa-apa. Sampai di waktu itu kurang dari satu menit orang dari organisasi black datang dan menyapa Robin dan Bon yang bersama dengan As.
“Hai, pemuda asing kenapa kalian bermain dengan murid saya,”ucap Wati. Robin dan Bon yang menyadari akan kehadiran organisasi black didekat tempat kontrakan Adi. “Kami tidak bermain dengan murid kamu, hanya saja murid kamu menggangu anak SMP. Menurut kamu?,”ucap Bon yang menoleh ke rah Wati yang ada dibelakangnya.
“Itu benar. Lalu gadis cantik ini kenap ada disini malam-malam hanya untuk bertemu dengan murid yang nakal,”ucap Robin dengan posisi memengang bahu Wati.
Wati yang masih santai dengan Robin dan Bon yang kemampuannya hampir sama. Wati yang tersenyum hanya bisa melepaskan tangan Robin dengan santai.”Tapi kalian dari organisasi mana. Aku rasa kalian tidak asing,”ucap Wati dengan wajah yang sama.
“”Dari mana kami, kami hanya lewat saja. Tapi kalian dari mana untuk kemana,”kata Bon.
“Tunggu apa maksud kamu,”ucap Wati dan Robin yang jga tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Bon. Robin dan Wati yang sama tidak tahu saling menatap satu sama lain. Sampai As berkata kalau mereka yang membuat anak yang kita tugaskan untuk membunuhnya bisa melarikan diri. Kembali Wati melihat ke arah mereka berdua.
Wati masih dengan wajah santai sampai AS memberitahukan kalau anak yang sudah membuat perusaahn kedua ini dalam bahaya karena satu masalah.”Jadi anak itu bisa lolos karena mereka berdua,”ucap Wati.
“Apa ada masalah wajah kamu terlihat tidak enak dipandang,”kata Robin.”Itu benar,”kata Bon.
Wati kembali melihat ke arah mereka berdua. Tapi Wati merasa kalau dua orang didepannya itu bukan orang biasa, jika dia bertarung mungkin saja akan imbang.”Siapa mereka sebenaranya?,”kata hati Wati.
Karena tidak mau berlama-lama mereka menyuruh As dan rekan bisnisnya untuk pergi. “Untuk kali ini kita mundur dulu,”ucap Wati.
“Sampai jumpa kita akan bertemu kembali nanti,”kata Robin melihat mereka pergi.
__ADS_1