Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 99


__ADS_3

Adi yang terdiam senyum lebar yang menyembunyikan sesuatu.”Kamu jangan bilang ingin beli barang yang tidak berguna lagi,”kata Roy.


“Tidaklah aku akan menggunakan uang itu untuk membeli barang di lelang bawah tanah,”ucap Adi.


“Apa kamu gila. Tiket masuk saja mahal bagaimana kamu bisa membelinya,”kata Rey.


“Untuk soal itu aku dapat gratis dari undian yang selalu dilakukan setiap bulannya atau setaip tahun. Bukan kakak sudah tahu di lelalang ini mereka mengadakan dua acara mengundi tiket bagi yang beruntung. Kebetulan aku ikut daftar dalam acara bulanan dan tahuan yang dilakukan oleh lelang,”kata Adi.


“Jika begitu apa kami bisa ikut,”kata Roy.


“Tentu saja bisa kebetulan satu tiket bisa membawa maksimal orang yang dibawa adalah dua orang. Jadi kakak bisa ikut menemaniku,”kata Adi.


“Jika begitu bukan bagus. Katanya barang yang dijual di pasar lelang itu murah dan langkah,”kata Rey.


Adi tersenyum kepada kedua kakaknya.”Sudah bahas lelangnya, siapa dulu yang mau mandi ini,”kata Adi mengubah topik pembicaraan. “Aku dulu,”ucap Rey.


“Aku dibawah kamu Adi, tidak apa-apa menuggu kami selesai dulukan,”kata Roy. “Tidak masalah, aku akan mengerjakan tugas harianku dulu,”kata Adi. Rey dan Roy yang mengambil handuk mulai berjalan keluar kamarr. Dimana Jesi dan tentara yang sudah selesai berbincang pergi meninggalkan rumah. Jesi yang masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju dapur.


“Roy apa kamu mandi,”kata Jesi melewati kamar mandi.


“Iya ma, ada apa?,”kata Roy sambil berterika di dalam kamar mandi.


“Adik kamu dimana?,”kata Jesi.


“Rey mandi di atas Adi katanya mau ngerjakan tugas harian,”kata Roy.

__ADS_1


Jesi mulai mencari bahan untuk membuat makanan malam. Bahan yang awalnya ingin dibeli tidak jadi karena Jesi ditangkap oleh orang suruhan Cita. Sampai mantan tentara membantu Jesi dan bisa kabur dari tangkapan. “Hanya bisa memasak makanan yang ada,”kata Jesi yang menghela nafas.


Roy yang sudah selesai melihat mamanya sedang menghela nafas seperti mendapatkan masalah tapi dia lepaskan begitu saja. Roy yang mengeringkan rambutnya berjalan menuju dapur dimana Jesi berada.”Ma, kenapa menghela nafas apa ada masalah?,”kata Roy sambil mendekat.


“Roy,”ucap Jesi yang sedikit terkejut.


“Kamu sudah selesai mandi,”kata Jesi. “Sudah ma. Tapi kenapa mama tidak terlihat senang. Tapi seperti memiliki beban. Apa ini soal Adi dan wanita itu ya,”kata Roy.


“Bukan, aku tahu kalau kamu bisa menjaga adik kamu dengan baik. Tapi seusia kamu seharusnya bermain dengan teman kamu bukan menghadapi musuh yang kuat seperti itu,”kata Jesi.


“Apa mama menyesal sudah merawat Adi,”kata Roy.


Tapi di balik pembicaraan itu Adi mendengarkan pembicaraan mereka berdua dari atas. “Mama tidak menyesal karena mama juga ingin membantu Mia. Dia pernah menolong mama tanpa dia berkata apa-apa dulu. Saat mama dalam kesusahan karena kehilangan papa kamu,”kata Jesi.


“Jika tidak menyesal kenapa mama terlihat tidak bahagia. Lalu kenapa saat Roy menghubungi mama tidak diangkat. Apa mama di tangkap oleh orang jahat lagi,”kata Roy yang menebak.


“Kalau yang itu tidak masalah apa masakan mama kita bertiga akan suka. Apa lagi masakan mama enak. Bagaimana jika besok habis pulang kita belanja bersama saja. kebentulan besok kita pulang awal karena awal ujian,”kata Roy yang mengingat.


“Ohhh iya mama baru ingat sebentar lagi kalian ada ujian kenaikan kelas ya,”kata Jesi yang mengingat.


“Ya udah besok temani mama belanja ya,”kata Jesi lagi.


“Tentu saja ma,”kata mereka bertiga dari samping dan didepan Jesi.


“Kalian berdua sejak kapan ada di situ,”kata Jesi yang tidak tahu kalau Rey dan Adi sudah ada dilantai dasar. “Apa Adi mendengarkan apa yang aku ucapkan ya. Apa dia merasa dirinya beban. Cerobohnya diriku harus berkata seperti itu. Dia juga menderita disini dari pada aku dengan usia di yang belum dewasa,”kata Jesi dalam hati.

__ADS_1


“Kenapa ma,”ucap Adi berjalan didepan meja.


“Tidak mama ingin tahu apa Adi mendengarkan apa yang mama dan Roy ucapkan tadi,”kata Jesi mencari tahu. “Aku tahu atau tidak aku hanya bisa mengucapkan terima kasih pada mama. Maaf karena aku kalian dalam bahaya,”kata Adi yang merasa sedih tapi dia mencoba tegar dengan apa yang dia lalui.


Adi tahu kalau dirinya akan menjadi beban bagi keluarga Jesi. Tapi jika kelurga Jesi tidak ingin Adi. Dia tidak tahu harus pergi kemana karena dia ingin kasih sayang seorang ibu. Apa lagi ibu kandung Adi sudah tidak ada, Adi hanya bisa bertahan melewati semua rintangan yang ada didepan.


“Kenapa kamu berkata seperti itu Adi. Kamu bukan beban bagi kami, mama yang harusnya minta maaf kepada kalian. Karena mama tidak bisa menjaga kalian dengan baik,”kata Jesi sambil memeluk Adi.


“Kami senang jika kamu ada di sini Adi, bukan kita adalah kelurga. Apa yang akan terjadi kita harus bersama selamanya,”kata Rey.


“Itu benar, kami akan menjadi bagian dari keluarga kamu. Walaupun ada bahaya yang datang kami akan membantu kamu Adikku,”kata Roy. Mereka semua di ruangan yang hangat didekat dapur saling berpelukan melepaskan rasa sedih dan kekecewaan mereka. Adi yang dipeluk oleh mereka membuat dia menangis karena dia bisa merasakan keluarga yang hangat.


“Adi kenapa kamu menangis,”ucap Jesi yang tidak tahu.”Tidak aku hanya senang saja mama mau menerima Adi ini. Adi senang tinggal di tempat ini, Adi tidak mau pisah dengan mama dan kakak,”kata Adi dalam hatinya yang kecil karena kasih sayang diberikan.


Tanpa mereka sadarai telur yang dimasak gosong. Jeis yang tidak sadar kalau dirinya baru menggoreng telur dadar untuk makan malam.”Ma, kenapa tercium bau gosong,”kata Rey yang mencium.


Dan di ikuti oleh Roy, Adi dan Jesi. Jesi yang kembali sadar melihat ke arah wajah yang sudah ada telur.”Telur dadarku,”ucap Jeis yang berjalan masuk ke arah dapur lagi.


“Ahhh gosong,”kata Jesi yang mengangkat telurnya. Mereka bertiga yang melihat tertawa dan berkata,”Apa kita akan makan telur gosong ma.”


“Tidak aku sangka mama bisa gagal juga dalam membuat makanan,”kata Roy. Adi yang tertawa hanya bisa melihat telur yang gosong yang kemudian di ikuti oleh Jesi.


“Jadi bagaimana ini makan malamnya mau dengan telur gososng,”kata Jesi yang melihat ke dalam kulkas karena sudah tidak ada lagi bahan.


“Ma kita pesan saja ya atau makan diluar,”kata Adi.

__ADS_1


“Aku setuju ma,”kata Roy dan Rey. “Kalian kalau makan diluar saja semangat, Apa masakkan mama tidak enak,”kata Jeis yang sedih.


“Tidak ma, tapi melihat kulkas yang belum di isi, mama mau bikin apa,”kata Adi yang membuka kulkas. Jesi hanya menghela nafas dan hanya bisa tersenyum melihat ketiga putranya.”Baiklah kita makan diluar, sekalian belanja bagaimana?,”kata Jesi. Mereka semua menganggu setuju dan segera pergi ke kamar untuk berganti pakaian.


__ADS_2