
Adi yang tidak tahu akan kedatangan mereka yang ada di wilayah C.”Mau bagaimana sekarang,”Kata Robin.
“Lakukan secara diam-diam,”ucap Adi.
“Tapi jika bisa buat musuh menderita ya,”kata Adi yang tersenyum licik.
“Saya mengerti bos kecil. Tapi apa saya juga boleh ikut ke sana. Aku ingin bermain dengan mereka,”kata Robin yang juga ingin memukul Won.
“Tidak masalah asalkan kamu dan anak buah yang kamu bawa bisa menyembunyikan identitas kalian semua,”kata Adi. Robin yang sudah tahu pergi keluar dimana anak buah mereka sudah ada di dekat kontrakan. Adi melanjutkan dengan novel ketiga tanpa memperdulikan apa yang dilakukan oleh Robin diluar sana.
Adi yang sedang memulai mencari ide untuk tulisan keduanya. Tapi karena tidak ada ide yang bisa dia dapatkan. Adi dengan iseng membuat ilustrasi gambar seperti di komik-komik. Tapi di tempat Robin yang bersama dengan anak buahnya datang membantu tapak darah yang sudah sampai batas.
“Bukan kalian terlalu berlebihan sampai harus melukai anak kecil yang berusia 12 tahun,”kata Robin yang menggunakan topeng merah.
“Siapa lagi yang mengganggu, apa tidak tahu posisi kalian,”kata Won yang bersama dengan anak buah yang hendak menyerang. Tapi karena kondisi tapak darah, Gozo dan Guntur yang sudah tidak bisa berkelahi. Mereka hanya bisa terdiam, tapi pada saat yang sama anak buah Robin membantu mereka.
“Kalian tidak apa-apa,”ucap anak buah Robin.
“Kami tidak apa-apa tapi kalian siapa?,”ucap Gozo. Tapi tidak ada jawaban dari mereka yang membantu. Sampai Robin berjalan ke arah Won tapi dengan ringan dan pasti dia hendak menyerang Won. Tapi bisa dihindari oleh Won dengan mudah.
“Hai bos bisa tidka jangan main-main,”ucap anak buahnya yang melihat dengan santai.
“Ayolah aku sudah lama tidak berkelahi aku butuh pemanasan,”kata Robin.
“Bukan lebih cepat lebih baik dari pada ada yang mengambil mangsa anada,”kata anak buah yang melihat pesan kalau Bon ada disekitar kontrakan Adi.
Robin yang merasa kalau ada yang akan datang ke sini segera dia mulai menyerang. Tanpa disadari oleh Won, Robin sudah ada dibelakang dia.”Kamu datang ditempat yang salah,”bisik Robin di telinga Won.
Won yang tidak sadar kalau Robin ada dibelakangnya segera menghindar setelah bisikan itu.”Bagaimana kamu bisa disana?,”ucap Won.
__ADS_1
“Bagaimana aku bisa ada disini, anah juga ya untuk kamu yang seorang pimpinan dari organisasi Kalajengking. Yang sudah membunuh banyak pimpinan organisasi tanpa ampun,”kata Robin dengan santai.
Won merasa kalau orang yang ada dihadapannya sudah tahu akan identitas dirinya. Tapi melihat sikap Robin, Won menyuruh anak buah mereka untuk mundur.”Kalian beruntung bisa selamat, tapi lain kali kalian akan mati,”ucap Won sebelum dia pergi.
Won yang sudah pergi datang Bon dari jauh. Bon yang melihat dari mobil Robin bersama dengan seorang berjalan ke arahnya.”Apa kamu kamu lakukan dengan topeng milik Red,”ucap Bon.
“Untuk apa kamu datang, mengganggu saja,”kata Robin melepaskan topeng mereka.
“Lalu mereka kenapa terluka, apa ini kamu yang membuli mereka bertiga,”kata Bon.
“Untuk apa aku membuli mereka. Tadi ada Won yang datang aku hanya membantu saja,”ucap Robin.
“Bon kenapa kamu bisa ada disini,”ucap Gozo.
“Kenapa aku ada sini aku sedang keliling saja,”kata Bon.
“Kalian saling kenal,”ucap tapak darah. “Bisa bilang begitu,”ucap Bon.”Bos kami pergi dulu, untuk dokter akan segera datang bersama ambulan,”kata anak buah sebelum mereka pergi. Di lokasi hanya ada Robin bersama dengan Bon. Tapi tatapan mereka bertiga yang sedikit tidak percaya kalau Won akan mundur begitu saja.
“Kenapa dia mundur, aku juga tidak tahu aku hanya mengatakan apa yang aku ketahui saja. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana bisa kalian bertiga diserang oleh Won. Apa ada suatu hal yang membuat mereka ingin membunuh kalian bertiga,”kata Robin.
“Mereka ingin membunuh kami karena Adi,”ucap Guntur. Robin dan Bon saling menatap satu sama lain.”Membunuh kalian karena seorang anak kecil yang sudah mati. Apa maksudnya?,”ucap Bon.
“Adi belum mati, mereka ingin tahu dimana posisi Adi berada. Oleh karena itu mereka menyerang kami bertiga...tidak mereka juga menyerang orang yang dekat dengan Adi,”ucap Guntur.
“Apa kalian sudah selesai?,”ucap Adi yang muncul dihadapan mereka.
Guntur bersama dengan dua orang menoleh ke arah belakang.”Kenapa kamu keluar bukan katanya kamu tidak ingin keluar,”ucap Robin.
“Iya awalnya, tapi aku mau beli es krim dan mereka siapa,”kata Adi yang berpura-pura tidak kenal. Guntur yang melihat Adi sedikit tidak asing tapi karena ada yang berbeda dengan Adi dan Putra yang sekarang menyamar.
__ADS_1
“Kamu siapa?,”ucap Guntur.
“Aku Putra di sana adalah kontrakanku. Dan mereka berdua adalah atasanku di cafe dan di perusahan dimana aku kerja,”kata Adi yang tersenyum ramah. Sampai ambulan datang dan membantu membawa mereka ke rumah sakit.
Tapi Guntur yang masih melihat Adi yang menyamar menjadi Putra masih menatap sampai dia masuk ke dalam mobil ambulan yang datang membantu mereka.”Kamu yakin menampakan diri seperti itu, bukan dia akan kenal dengan kamu,”ucap Robin.
“Kurasa tidak,”kata Bon.
“Kenapa kamu begitu yakin kalau Putra tidak akan dikenali oleh Guntur. Coba kamu lihat saja dengan wajah putra yang seperti itu dengan wajah Adi yang pernah mereka lihat,”kata Bon. Robin yang terdiam untuk sesaat menganggukan kepalanya.
“Jadi kenapa mereka diserang oleh Won,”ucap Adi dengan sikap dingingin.
“Kami mendapatkan kabar dari mereka. Setelah kamu mati, ada informasi kalau kamu masih hidup. Cita yang menydari itu setelah melihat Jordan. Karena tidak bisa terima Cita menyuruh anak buah mereka untuk membunuh orang yang dekat dengan kamu. Tapi ada info lagi kalau ayah kamu Jordan lagi dekat dengan Jesi,”kata Robin.
“Kenapa kamu tidak bilang dari awal,”kata Adi.
“Kamu tidak tanyak,”kata Robin dengan santai. Adi hanya terdiam dan menatap ke arah Robin dengan dingin.”Kurasa kamu harus dihukum biar tahu apa kesalahan kamu,”ucap Adi.
“Tunggu dulu, kamu jangan marah dulu bos kecil. Waktu itu aku ingin memberitahukan kepada kamu, tapi pada saat itu kamu sedang sibuk dengan sekolahan kamu. Jadi tertunda,”kata Robin menjelaskan situasi yang sedang terjadi. Adi menghela nafas dan kembali berpikir tenang.
“Bailka, kali ini aku maafkan. Tapi bagaimana dengan keamnan mereka semua ditambah jangan sampai mereka terluka,”kata Adi.
“Lalu bagaimana dengan kedua kakak kamu. Kami dapat kabar kalau Jordan mencoba melindungi Jesi ibu angkat kamu bersama dengan kedua kakak kamu secara diam-diam,”kata Bon.
“Apa ayah menjaga mama Jesi. Mereka sedang dalam hubungan apa?,”kata Adi yang sedikit tidak percaya.
Bon dan Robin hanya terdiam saja. Tapi Adi yang melihat sikap itu bisa menebak,”Baiklah jika tidak ingin mengatakan juga tidak masalah. Hubungan asrama biarkan mereka yang melakukan, kita hanya bisa menuggu saja.”
“Kamu tidak masalah jika mereka nanti menikah,”kata Robin.
__ADS_1
“Apa masalahnya jika mama Jesi suka aku ma setuju saja,”kata Adi dengan santai. Tapi didalam hati apa kak Rey dan kak Roy tahu hubungan mereka berdua.