
Pelayan datang masuk ke dalam ruangan dimana ada Mia, Tomas, Jem dan Surya. Mia yang menoleh ke arah pintu karena suara pintu membuat Mia terkejut.”Bukan dia adalah pelayan yang waktu itu,”kata Mia yang mengingat kembali masa lalunya.
Tapi Mia dengan santai menyembunyikan semua ekspresi wajahnya. Sampai Tomas menyuruh pelayan itu datang.”Dimana bos kamu?,”kata Tomas.
“Maaf tuan ada apa mencari bos saya. Jika ada apa-apa bisa bicara dengan saya,”kata Pelayan.
“Kamu hanya pelayan di sini, aku ingin bertemu bos kamu sekarang. Jika dia tidak datang aku akan menutup restoran ini,”kata Tomas.
Mia yang mendengar ucapaan Tomas merasa sedikit aneh.”Ayah kenapa dengan restoran ini, kenapa ayah berkata ingin menutup tempat ini,”kata Mia yang mencoba mencari tahu.
“Bukan kamu tidak suka dengan tempat ini,”kata Tomas.
“Aku tidak berkata aku tidak suka,”kata Mia.
“Apa benar kamu tidak suka setelah ayah melihat wajah kamu. Kamu pasti memiliki kenangan yang tidak baik dengan restoran ini bukan,”ucap Tomas.
“Tidak, ada kenangan indah di sini dan ada kenangan yang buruk juga,”ucap Mia sambil menundukkan kepalanya dengan suara kecil. Jem menghampiri Mia dan berkata,”Jangan dipendam lagi. Jika kamu ingin menangis.”Mia yang tidak tahu kenapa mereka berkata seperti itu sampai bos restoran datang dengan terburu-buru.
Bos restoran meminta maaf jika ada pelayan yang tidak memuaskan sampai Tomas berkata.”Pecat pelayan itu karena dia sudah tidak memenuhi kulitas sebagai pegawai tempat ini,”kata Tomas.
__ADS_1
“Tuan saya salah apa. Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa, kenapa harus di pecat,”kata pelayan.
“Kamu tidak tahu salah kamu apa?,”kata Surya.
“Maaf tuan apa yang sebenarnya pelayan saya lakukan sampai membuat tuan ingin saya memecat pelayan ini,”kata Bos restoran. Tomas yang tidak ingin banyak bicara menyerahkan data yang dia kumpulkan kalau pelayan itu berlaku curang dan sering mengambil uang pelangan lain dengan harga tingga. Atau saat pesenan pelanggan lain digantikan tanpa sepengetahuan bos mereka.
Bos restoran yang sudah membaca dukumen yang diberikan oleh Tomas merasa terkejut. Lalu dengan tiba-tiba menampar pelayan itu sambil berkata,”Mulai sekarang kamu di pecat dan atidak ada pesangon untuk kamu. Kamu sudah merugikan restoran saya. Pantas saja selama ini ada banyak pelangan datang. Tapi akhir ini sudah berkurang, ini ulang kamu ya. Pelayan yang tidak tahu di untung.”
“Terima kasih tuan karena sudah memberitahu saya. Kamu tidak perlu berterima kasih dengan saya. Kamu haru berterima kasih dengan putri saya,”ucap Tomas.
“Nona saya terima kasih atas kemurahan hati anda telah menolong restoran saya,”ucap bos restoran.”Saya tidak melakukan apa-apa. Ini semua adalah ayah saya,”kata Mia yang menatap ke arah Tomas.
“Dan kamu cepat minta maaf kepada putri saya,”kata Tomas.
“Ayah sudah tahu semuanya ya?,”kata Mia yang masih murung.
“Ayah tahu jika kamu tidak memberitahunya. Kenapa kamu tidak mau bilang kepada ayah?,”kata Tomas.
“Aku tidak ingin ayah khawatir,”kata Mia yang masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
“Kamu itu adalah putriku untuk apa kamu khawatir dengan ayah. Kamu sudah bagian dari keluarga ku Mia,”ucap Tomas. Mia langsung memeluk Tomas di dalam mobil Mia menangi sejadinya. Sementara Jem dan Surya yang masih di dalam ruangan.
Menyelesaikan semua urusan yang belum selesai. Sebelum mereka berdua keluar Surya dan Jem kata,”Tidak tahu malu.” Jem dan Surya segera pergi dari ruangan. Tapi pelayan itu yang tidak terima dengan perlakuan itu ingin balas dendam. Karena dia tidak mengenal wanita tadi, tapi kenapa tamu yang datang tadi membuat dia pecat. Apa lagi semua apa yang dia kerjakan sudah menghilang.
Pelayan itu telah di usir dari restoran mengikuti mobil Mia. Dimana Mia tidak sadar, sampai mereka berempat sampai di toko dimana Mia ingin membeli hiasan busananya. Tomas yang didepan pintu segera pergi karena dia harus kembali ke markas. Jadi di dalam toko hanya ada Surya dan Jem.
Surya dan Jem yang merasa ada yang aneh melihat kebelakang dengan diam-diam. Mereka berdua melihat pelayan tadi mengikuti mereka. Dalam hati mereka tahu kalau pelayan tadi ingin balas dendam dengan Mia. Karena usaha dia selama ini sudah menghilang. Jem dan Surya yang berpisah saat Mia sedang melihat hiasaan apa yang cocok untuk dia beli.
“Mia kami akan jalan keluar sebentar kamu di sini dulu ya. Jangan pergi kemana-mana,”kata Jem. Surya dan Jem pergi meninggalkan Mia sendirian menghampiri pelayan yang mengikuti mereka.Tapi tanpa mereka sadari kalau pelayan tadi tidak sendiri perginya ada pelayan lain dan preman yang ikut.
Mia yang merasakan ada yang tidak beres melihat sekelilingnya. Tapi dia kembali melihat hiasan yang cocok dan mendatanginya sementara Jem dan Surya sudah mengatasi setengah dari orang yang dibawa oleh Pelayan. Karena banyak yang dia datangi Jem dan Surya mulai gelisah dengan Mia yang masih sendiri. Sementara pelayan yang mereka lihat sudah tidak ada di tempatnya. Apa lagi mereka sedang mengatasi para preman dan pelayan yang datang.
Surya yang merasa aneh dengan Jem melihat dengan cermat. Kalau dari mereka ada seorang mata-mata yang di suruh oleh Cita yang berbaur oleh pelayan tadi. Karena merasa tidak mereka kembali menghampir Mia, tapi Mia tidak ada di tempat.
Mia yang menyadari kalau ada yang tidak beres naik kelantai dua yang kebetulan ada teman lama dia yang sudah keluar dari penjara. Yang memberitahukan Mia kalau ada pengganggu. Mia yang waspada naik ke lantai dua toko dan bertemu dengan teman lamanya itu. Yang kebetulan pelayan dan salah satu mata yang ingin nyawa Mia juga ikut naik ke lantai dua.
Tapi tanpa mereka sadari teman Mia bersama dengan anggotanya menghentikan langka pelayan dan mata-mata tersebut.”Siapa kalian? Jika kalian tidak ingin mati, cepat pergi dari hadapanku,”kata mata-mata. Tapi anggota itu tidak perduli dengan ucapannya sampai mata-mata itu mulai tidak sabar dan mulai menghenuskan pisau dan pelayan merobos masuk saat ada celah.
Tapi tidak di sangka Mia yang sudah didepan mata temannya melihat pelayn itu datang membawa pisau dari belakang. Menghentikan pelayan itu dengan satu tangan. Teman Mia berjalan melewati Mia dan memukul pelayan itu.”Kamu tidak pantas ada di sini,”ucap teman Mia.
__ADS_1
Pelayan itu terdorong dan terjatuh sementara mata-mata yang ditangani oleh anak buah teman Mia juga sudah dihabisi. Mia menoleh dan duduk di depan mereka setelah mereka di ikat oleh anggota teman Mia.
“Untuk apa kamu datang mencariku,”ucap Mia. Tapi Mia yang sudah tahu siapa dalang dari semua ini hanya bisa menyuruh temannya untuk membersihkan mereka berdua. Karena sudah selesai Mia tersenyum kepada temannya sambil menundukan kepalanya untuk tanda terima kasih. Mia kembali turun dimana Jem dan Surya melihat Mia ada di lantai dua. Dengan gelisah mereka berdua menghampiri Mia.”Mia kamu tidak apa-apa,”kata Jem dan Surya sambil melihat kondisi Mia.