Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 209


__ADS_3

Adi yang mendapatkan undangan membuat dia sedikit bingung. Lalu dia menatap ke arah Sem yang ada didepan dia.”Ohh soal undangan ini sebaiknya kamu baca sendiri,”kata Sem.


Adi membuka undangan itu yang tertulis adalah pernikahan Jordan dan Jesi. Adi yang membacanya sedikit tersayat awalnya tapi dia juga bahagia. Adi menatap ke langit biru dengan awan yang tertiup oleh angin. Sem yang sudah tahu hanya duduk di sebelah Adi.


“Kamu akan baik-baik saja bukan Putra,”kata Sem.


“Aku akan baik saja. Jika seperti itu kita selesaikan semuanya. Tapi jika bisa kirimkan desainer yang paling terkenal untuk membuat gaun pernikahan mereka  untuk hadianya. Pesannya adalah selamat untuk kalian yang berbahagia. Aku juga ikut bahagia,”kata Adi.


“Apa kamu tidak ingin melihat pernikahan mereka berdua dan kedua kakak kamu,”kata Sem. Adi hanya menggelengkan saja sampai bel masuk perbunyi dimana Adi harus kembali ke ruang ujian.


Di perjalanan menuju ruang kelas Adi yang mencoba untuk tenang hingga dia sampai di kelas. Yang sudah ada siswa informan dan ketua kelas yang ada di ruangan bersama dengan siswa kelas A. Dengan mata mereka yang melihat Adi, tapi Adi hanya biasa saja sampai dia dibangkunya.


Adi yang duduk dan menatap ke luar jendela kelas. Sambil berpikir kalau dirinya sebentar lagi bisa bertemu dengan ibunya di surga. Karena ayahnya sudah bertemu dengan wanita yang banar menyukai dia. Rey dan Roy yang juga memiliki ayah bisa membuat Adi bisa tenang. Hanya tinggal menuggu hari saya sampai Adi pergi.


Suara langkah kaki terdengar oleh Adi guru pengawasi datang. Setelah semua siswa duduk dan guru pengawas memberikan soal dan lembaran Fisika. Dimana mereka membuka soal fisika sedikit terkejut karena soal sangat sulit. Tapi Adi yang melihat hanya menghela nafas. Adi dengan santai mulai mengerjakan soal fisika dengan damai.


Tapi ada saja mata yang mencoba melihat jawaban Adi. Adi yang menyadari itu hanya bisa memberikan jawaban yang salah agar mereka tahu kalau menyontok itu tidak baik. Sementara siswa informan dan Ketua kelas hanya bisa memegang kepalanya mereka karena ada soal yang mereka tidak pahami. Tapi melihat wajah mereka Adi bisa menebak kalau mereka akan bisa mengerjakan soal Fisika dengan baik.


Adi yang kembali fokus untuk mengerjakan soal didepannya setelah menghabus soal jawaban yang salah. Adi tersenyum yang dengan hati dia sedikit kacau setelah membaca undangan itu. Karena Adi ingin segera selesai soalnya dengan cepat. Karena Adi baru hitungan detik sudah selesai menyelesaikan soal. Awalnya Adi mau maju ke depan tapi melihat jam kalau Adi selesai hanya setengah jam saja.

__ADS_1


“Tidak mungkin aku maju sekarang,”ucap hati Adi. Yang kembali menatap ke arah jendela kamar. Dimana Adi kembali memikirkan undangan pernikahan Jordan dan jesi. Tapi yang membuat Adi tidak tahu bagaimana dengan Rey dan Roy apa mereka berdua bisa menerima ayah barunya.


“Kurasa aku ingin melihat sebentar malam ini,”ucap Adi dalam hati. Waktu terus berjalan cepat dimana Adi berjalan ke depan untuk memberikan lembaran jawabannya. Adi kemudian pergi ke luar ruangan setelah memberikan lembaran jawaban kepada guru pengawas. Di depan lorong Dev yang juga sudah selesai menuggu Adi.


“Kamu sudah selesai Putra?,”kata Dev yang berjalan ke arah Adi.


“Sudah tapi kenapa kamu sudah keluar apa kamu mengerjakan asal-asal saja ya,”kata Adi.


“Mana mungkin. Aku sudah selesai ya mengerjakan hanya saja aku ingin pulang lebih awal dulu. Mau belajar untuk besok. Kamu mau ke cafe Putra,”kata Dev.


“Iya,”ucap Adi dengan singkat. Mereka berdua yang berjalan bersama sampai di depan gerbang mereka berpisah. Adi yang menuju cafe dan Dev yang segera pulang untuk belajar. Di perjalanan menuju cafe tidak ada yang mengikuti Adi. Ssmpai didepan cafe Adi yang pergi ke ruang Robin. “Untuk apa kamu datang ke sini, bukan kamu dalam masa ujian,”kata Robin yang memberikan cuti bagI Adi.


“Aku tahu hanya saja aku ingin duduk sambil membaca dokumen yang diberikan oleh Sem.”Sem dia datang ke sekolahan kamu. Lalu ini undangan pernikahan siapa?,”kata Robin yang mengambil undangan yang dikeluarkan oleh Adi.


“Kamu baik-baik saja Putra,”kata Robin. “Iya aku baik saja, untuk apa gelisah. Jika mereka cocok mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa memisahkan mereka bukan,”kata Adi sambil membaca dokumen yang sudah dipegang oleh Adi.


Adi yang sudah memeriksa dokumen ada infromasi kalau Rey dan Roy pernah sedikit menolak pernikahan mereka. Tapi karena suatu kejadian mereka berdua setuju dengan pernikahannya. Setelah membaca lebih jauh. Jesi pernah dibawa oleh organisasi black saat Rey dan Roy mengurangi kewaspadan mereka. Jordan yang secara diam-diam mengawasi Jesi mendapatkan kabar itu dan membantu menyelamatkan Jesi. Rey dan Roy yang melihat sikap Jordan sedikit berbeda saat itu.


Membuat dia mencari tahu sampai dia tahu kalau mama Jesi diculik oleh organisasi black. Pada saat itulah Rey dan Roy sedikit terbuka sampai waktu terus berjalan. Tapi mereka berdua juga tetap ditanyakan tentang dimana Adi. Mereka berdua yang juga tidak tahu hanya mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Jadi mereka setuju karena ayah bisa menolong mama angkat ya. Bagus juga kalau sudah berubah karena mama Jesi,”kata Adi.


Kembali ke dokumen kedua dimana informasi tentang Cita yang menghilang sudah tersebar luas dan diketahui olej Jordan, Rey, Roy, paman penggemar dan organisasi black yang mendukung Cita. Adi membaca itu hanya tersenyum saja.


“Putra kamu mau menghadiri pernikahan orang tua kamu tidak,”kata Robin.


“Tidak tapi sudah aku kirim hadianya. Yang mengurus Sem,”kata Adi.


“Kenapa tidak mau hadir bukan kamu bisa saja berkumpul dengan mereka bukan,”kata Robin melihat ke arah Adi dengan tatapan sedih.


Adi yang merasakan tatapan itu meliha balik ke arah Robin.”Kenapa kamu melihat diriku seperti itu. Aku tidak masalah, karena ada saatnya aku tidak bisa kembali ke titik awal bukan,”kata Adi. Yang sudah selesai membaca dokumennya.


“Persiapana wilayah tambang yang sudah kita ambil apa aman,”kata Adi mengubah topik.


“Aman beberapa kali mereka mencoba untuk mengambil tambang tapi gagal karena para ras yang sudah ditempatkan pada posisinya. Untuk perlatihan mereka sudah sampai titik akhir,”akat Robin memberikan laporan.


“Jika sudah sampai pada titik akhir. Kurasa aku haru memberikan peta dena pulau tersebut untuk mereka,”kata Adi sambil berpikir.


“Apa mereka bisa pergi ke tempat itu dengan selamat,”kata Robin yang tidak terlalu percaya dengan para ras.

__ADS_1


“Mereka bisa sampai pada tujuan dan menguasainya. Tapi sebelum itu bagaimana dengan pihak musuh masih mencari saya,”kata Adi. Robin hanya menganggukan kepalanya saja sampai ponsel Adi berbunyi.


“Siapa sih yang meneleponku,”ucap Adi mengambil ponselnya disaku.


__ADS_2