
Mia yang sudah menutup bekas merah dimatanya turun menuju ke dapur tapi sebelum dia hendak pergi. Dia mendengar suara ketukan pintu Mia berjalan menuju pintu dan membukanya.”Apa kamu sudah siap?,”ucap Ben dan adiknya yang disebelahnya.
“Baru mau mengisi perust aku, masuk dulu,”ucap Mia. Sampai di dapur Mia menawarkan minuman kepada mereka berdua tapi mereka menolak sampai Mia selesai dengan perutnya yang kosong dia menuju kamar untuk mengemabil tas dan dompetnya.
Mia yang sudah selesai dengan barangnya turun ke bawah.”Maaf ya menuggu lama,”ucap Mia.
“Tidak masalah kak, kita berangkat sekarang,”ucap Adik Ben. Mia hanya menganggukan kepalanya sampai di tengah perjalanan menuju supermarket di dekat mereka saling mengobrol satu sama lain. Sampai di supermarket Mia mengambil kerangjang dorong untuk membawa barang yang akan di beli Mia.
“Biar aku yang dorong,”ucap Ben yang menawarkan diri.”Terima kasih,”ucap Mia yang fokus dengan catatan belanja dibantu dengan adiknya mereka mencari barangnya. Tapi tidak di sangka Ben yang melihat sekelilingnya melihat Jordan dan Irma yang juga belanja di supermarket.
Ben yang melihatnya sedikite terkejut dan mencoba mengalihkan tempat agar Mia dan Irma tidak bertemu.”Apa sudah kamu dapatkan barang yang kamu cari. Jika sudah kita cari di tempat lain bagaimana,”ucap Ben yang tenang tapi hati-hati.
Mia yang tidak tahu kenapa sikap Ben aneh saat itu sampai dia melihat ke arah lain dan membuat Mia syok kalau dia melihat Irma dan Jordan bersama di supermarket. Mia yang tidak tahu itu mmebuat dia sakit hati apa lagi dia sempat untuk meminta tolong kepada Irma untuk menemaninya. Tapi dia tidak bisa karena dia ada kursus pagi. Tapi yang dia lihat Irma bersama dengan Jordan belanja.
“Kenapa mereka bisa bersama,a ku tahu kalau mereka sudah jadian. Tapi aku tidak tahu kalau Irma akan bohong kepadaku,”ucap hati Mia yang langsung berjalan mengikuti Ben dan adiknya yang sudah di depan.
Mia yang mencoba untuk menenangkan hatinya agar mereka berdua tidak tahu akan apa yang dia lihat. Sampai di tempat buah Mia membeli buah dan minuman untuk persediaan. Setelah Mia mengecek satu persatu barang belanjaannya Mia menuju kasir untuk membayar.
“Apa benar sudah semua,”ucap Ben.
__ADS_1
“Sudah,”kata Mia yang tersenyum. Setelah di total semua Mia membayar dengan uang yang dia bawa. Mereka yang keluar dari gedung supermarket dengan membawa barang bawaan yang ada.
Di perjalanan menuju rumah Ben tanya kepada Mia.”Apa kamu baik saja. Jika berat aku bisa membawanya untuk kamu,”ucap Ben.
“Tidak aku baik saja,”ucap Mia yang tersenyum. Tapi pikiran dia masih di supermarket karena apa yang dilihat barusan membuat dia kepikiran. Sampai di depan rumah Mia dan melihat ibu dan ayah Ben yang sedang menuggu di depan rumah Mia.
“Paman bibi kenapa ada di depan rumah,”ucap Mia dari belakang.
“Apa kalian sudah selesai berbelanja,”ucap Ibu Ben.”Sudah,”ucap Mia. Mia yang membuka pintunya mempersilakan mereka semua masuk.”Ini taruh mana kak,”ucap adik Ben.
“ Taruh di meja. Makasi ya Boy sudah membantu kakak belanja,”ucap Mia.
“Biar ibu bantu,”ucap Ibu Ben yang membantu merapikan barang belanjaan Mia.
“Terima kasih bibi sudah mau membantu saja. Mia selalu merepotin bibi,maafkan Mia ya BI,”UCAP Mia yang merasa bersalam.
“Untuk apa meminta maaf kita sudah menjadi keluarga jika ada ada apa-apa kamu bilang saja kepada kami jika ada yang kamu butuhkan bibi akan bantu,”ucap Ibu Ben. Sampai semua selesai di bereskan Mia yang mengupas buah yang dia beli dan menyiapkan minuman untuk mereka.
Sampai di ruang tamu mereka mengobrol satu sama lain sampai Mia melupakan apa yang sudah terjadi. Sore datang mereka semua kembali ke rumah Mia yang sudah selesai membersihkan yang di bantu oleh keluarga Ben.
__ADS_1
“Keluarga yang baik,”ucap Mia yang senang. Mia yang sudah selesai dengan sisa barang belanjaan dia menuju kamar untuk menyelesaikan catatannya.
Mia yang melupakan semuanya saat mereka bersama dengan keluarga Ben tapi Mia masih memikirkan setelah mereka pergi. “Apa yang harus aku lakukan?,”ucap Mia sambil menyelesaikan catatannya.
Mia yang melihat uang tabungan dan ansuransi orang tuanya, kalau dia bisa menjalani hidup dengan uang tersebut. Tapi Mia masih kepikiran jika ada kondisi darurat bagaimana dia harus bisa menanganinya. Mia yang mencoaba mencari tahu apa yang dia bisa lakukan dengan kondisi yang dia miliki.
Sampai dia lupa untuk memberikkan pesan kepada Irma untuk menayakan kursus yang dia ucapkan. Setelah dia memberikan pesan Irma tidak membalas sampai cukup lama.”Kenapa dia lama sekali membalasnya ya apa dia sibuk apa atau masih bersama dengan Jordan,”ucap Mia yang ada dalam pikirannya.
Mia yang tidak tahu hanya membuka leptop dan mencari peluang yang dia bisa kerjaan saat dai masih sekolah. Dari internet Mia mencari tahu apa yang dia bisa perbuat untuk mencari uang. Sampai ada aplikasi dimana tertulis Jika kalian memiliki tulisan dan ingin mencari uang dengan 60.000 kata kalian bisa mendapatkan uang 300.000 ribuh perbulan. Ada juga lomba karya tulis sampai lomba fotografi yang memberikan hadiah uang bagi yang menang.
Mia yang mencari yang sesuai dengan apa yang dia miliki. Sampai berpikir tulisan atau novel, tapi aplikasi apa yang bisa membantu dia menyalurkannya.”Tapi yang harus aku pilih ya,”ucap Mia yang bingung. Tapi dia juga ingin mengembangkan ketrampilannya dalam menjahit. Mia yang masih bingung dengan apa yang akan dia lakukan untuk bisa mencari uang. Hanya bisa menutup buku dan menyiapkan barang yang akan dia bawa besok.
Mia yang berjalan menuju lantai bawah untuk mencari makanan untuk mengisi perutnya. Mia yang telah selesai dengan dapur berjalan menuju kamar orang tuanya dan melihat foto yang ada di lemari kecil. Sambil berbaring dia melihat ke atas langis.”Ayah ibu menurut kalian apa yang harus Mia lakukan,”ucap Mia sambil menatap foto ayah dan ibunya. Sampai Mia mengantuk dan tertidur di kamar orang tuanya.
Mia yang tertidur lelap sampai dai terbangun di pagi buta. Mia yang melihat ke jam dinding sudah jam 4 pagi. Mia yang bangun dan membereskan kamar orang tuanya selesai dengan kamar orang tuanya Mia membersihakn yang lain sebelum dia mulai memasak.
Mia yang mengurus pekerjaan rumah sendiri sampai waktu menunjukan jam 5 Mia mulai memasak dan membuat bekal. Setelah selesai dia mengemai bekal dan melihat apa ada yang ketinggalan setelah semua beres Mia berangkat sekolah karena sudah menunjukan waktu jam 6.
Mia yang berangkat sekolah dan tidak melihat Ben di depan rumahnya.”Apa dia belum bangun?,”ucap Mia yang harus berangkat lebih awal karena ada piket.
__ADS_1
Mia yang tidak menuggu hanya memberikan catatan di dekat gerbang kalau dia sudah berangkat. Mia yang sudah sampai dipersimpangan berangkat dan tidak melihat Irma jadi dia berangkat sendiri sampai di kelas Mia mulai bersih-bersih. Selesai dengan bersih-bersih Mia sempatkan menuju perpustakaan untuk membaca beberapa buku yang bisa membantu dia mencari uang.