
Cita yang datang mengwasi Adi karena anak bernama Putra sangat mirip dengan Adi. Anak dari Mia karena penasaran dia mengikuti dan mengawasi dimana Adi berada. Sampai disekolahan Adi pulang sekolah mengikuti semua kegiatan yang dilakukan Adi. Hingga di tempat yang sepi dia mengepung Adi yang sedang pulang ke kontrakan.
Adi dan Cita saling berbincang. Adi yang berakting tidak kenal dengan Cita agar identitasnya tetap disembunyikan. Tapi tidak tahu kenapa Cita menatap Adi dengan tajam seperti mengenal Adi. Adi yang tahu akan itu mencoba bertahan dengan bersantai.
“Anda ini sebenarnya siapa datang ke sini dan mencari saya hanya untuk orang yang saya kenal di pelelangan,”kata Adi.
Cita tidak berkata hanya mengamati Adi yang didepanya dengan wajah santainya. Cita yang tidak tahu merasa kalau anak didepan dia itu. Sangat mirip dengan anak Mia yang sudah dia bunuh. Sikap dan karakter dia yang santai dan berwibawa saat menghadapi dirinya.
“Kamu ini sangat mirip dengan seseorang yang aku bunuh,”ucap Cita yang berbisik didekat telinga Adi.
“Apa maksua kamu kamu mencoba membunuhku. Sementara aku saja tidak mengenal kakak cantik,”kata Adi.
“Jika iya apa kamu takut,”kata Cita.
“Takut yang kakak katakan itu sedikit berbeda kepada anak yatim piatu yang tidak mengenal kasih sayang dan hanya mencoba untuk tetap hidup sebelum putus asa datang melapah anak ini,”kata Adi.
Cita yang tidak tahu kenapa anak di hadapannya sangat sulit untuk ditangani sampai Beto datang bersama dengan anak buahnya.”Cita apa yang kamu lakukan di sini?,”ucap Beto dari kejauhan.
Adi melihat dari kejauhnya yang nampak seorang yang tidak asing baginya. Sampai Beto muncul dibalik kerumunan.”Tun Beto kenapa anda ada disini,”kata Cita yang berjalan ke arah Beto.
“Aku yang harusnya bertanya kenapa kamu ada di sini. Siapa anak itu?,”kata Beto yang melihat Adi.
“Dia anak yang saat di pelelangan tuan,”kata Cita dengan ramah dan sedikit manja.
__ADS_1
“Jadi anak yang bersama orang yang menyebalkan itu. Tapi bagaimana kamu ada disini,”kata Beto.
“Anda siapa?,”ucap Adi yang tidak mengenal Beto.
“Kamu benar tidak mengenal diriku yang saat itu sedang berdebat dengan orang yang menyebalkan didekat kamu di pelelangan. Atau kamu hanya berpura-pura tidak tahu saja,”kata Beto.
Adi hanya tersenyum saja saat perkataan itu muncul dari mulut Beto. Sampai Cita berbisik kepada Beto yang Adi tidak tahu apa yang mereka bisikan. Tapi melihat wajah Beto yang awalnya terkejut kembali meredah menatap mata Adi didepannya. Adi hanya melihat saja dengan memiringkan kepalanya sampai Adi teringat kalau ada pekerjaan di rumah yang harus dia selesaikan.
“Jika tidak ada lagi saya ingin kembali. Ada pekerjaan rumah yang harus saya kerjakan,”kata Adi yang mencoba melewati anak buah Cita. Tapi anak buah Cita tetap menahan Adi sampai Beto berkata.
“Kamu mau kenama, aku ingin berbicara dengan kamu yang belum selesai ini,”kata Beto.
“Tapi saya harus menyelesaikan soal yang harus saya kerjakan dan ini sudah malam,”kata Adi melihat ke belakang.
“Apa begitu pentingnya sampai kamu tidak ingin berbicara denganku, Adi,”kata Beto. Adi yang terdiam karena Beto mengatakan nama dirinya.
Tangan Beto yang mendaray di bahu Adi sampai membuat Adi menoleh ke arah Beto.”Siapa Adi yang kalian masudkan?,”kata Adi dengan wajah bingung.
“Kamu tidak usah berpura-pura kamu sama dengan anak itu. Kamu kira aku tidak bisa mengenal anak yang sudah aku awasi dan aku bunuh,”kata Cita.
“Kata kamu kamu membunuh anak apa dia yang bernama Adi. Lalu bagaimana dia bisa hidup setelah kamu bunuh,”ucap Adi. Beto dan Cita terdiam dengan kata yang dikatakan oleh Adi. Karena kata yang diucapkan benar juga. “Mustahil anak itu masih hidup setelah jatuh dari tebing,”ucap hati Cita sambil menggigit ujung jarinya.
“Kenapa kalian masih diam saja. Apa masih ingin berbicara, aku ingin segera pulang. Kalian tahukan aku masih anak sekolahan,”kata Adi yang ingin segera pergi dari tempat itu. Sampai tangan Beto memberikan isyarat untuk membukakan jalan.”Kamu boleh pergi,”kata Beto.
__ADS_1
Adi yang bisa pergi dari tempat itu tanpa sepatah kata apapun. Setelah jauh dari mereka berdua dan melewati persimpangan gang Adi merasa kalau anak buah dari mereka berdua mengikuti Adi.”Katanya bisa pulang dengan damai. Tapi nyatanya mereka mengawasiku lagi,”kata hato Adi dengan wajah yang menyebalkan.
Adi yang tidak ingin perduli dengan mereka yang mengawasinya sampai di dekat kontrana. Anak buah Adi yang juga sedang berjaga melihat mata-mata yang mengikuti Adi dari pihak musuh langsung mulai menghabisinya. Adi bisa merasa tenang dengan para penjaga sampai Adi masuk ke dalam kontrakan dimana Sem dan Rabbit adai dalam.
“Kenapa kalian berdua ada disini,”kata Adi yang masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.
“Kenapa kamu berkata seperti itu. Kamu tidak suka,”ucap Sem.
“Bukan begitu aku ingin kamu membunuh satu wanita untuk secara diam-diam. Aku sudah muang dengan wanita itu yang mengganggu hidupku. Jika tidak bisa kita akan memulai perang hari ini juga untuk membunuh mereka,”kata Adi yang kesal.
“Kenapa kamu begitu kesal. Apa yang terjadi dengan kamu?,”kata Rabbit.
“Tebak kenapa aku bisa kesal seperti itu,”ucap Adi yang berjalan melewati mereka masuk ke dalam kamar. Setelah menaruh barangnya Adi masuk ke dalam kamar mandi dimana hatinya bisa tenang untuk sesaat dengan semua kejadian yang terjadi malam itu.
Adi yang merasa hidup bisa menghirup udara dingin yang nyaman. Selesai mandi Adi mengambil catatan buku yang akan dia berikan kepada kepala sekolah besok setelah memeriksa catatan yang dia kumpulkan. Sementar Sem dan Rabbit yang sudah tahu penyebab Adi kesal karena dia kedatangan Cita bersama Sem. Tidak hanya itu saja anak buah mereka yang juga mengawasi Adi.
“Tapi kamu yakin ingin muncul sekarang nanti pendidikan kamu terganggu lagi,”kata Rabbit. Adi hanya diam saja sambil memasak. Sampai Adi selesai memasak dan menaruh hidangannya di meja yang masih ada Sem dan Rabbit.
“Kita makan dulu,”ucap Adi yang sudah mulai tenang. Mereka bertiga makan bersama di kontrakan Adi. Selesai dengan makan malam mereka melanjutkan pembicaraan mereka soal penghancuran organisasi Black.
“Awalnya aku tidak mau. Tapi melihat mereka yang sudah curiga membuat aku terganggu. Apa lagi hari ini Cahya datang memberitahukan kalau Cita hendak ingin membunuhku lagi dengan nama Putra,”kata Adi.
“Wanita itu sebenarnya apa yang dia inginkan dari kamu sampai ingin membunuh kamu. Kamu yang tidak tahu apa-apa sudah menjadi ancaman bagi wanita rubah itu. Aku tidak mengerti jalan pikiran wanita itu,”kata Rabbit.
__ADS_1
“Bukan dari awal dia tidak suka ya dengan kamu yang anak dari Mia,”kata Sem.
“Emangnya apa salah ibu saya sampai dia tidak suka dengan diriku. Aku dan ibukukan sudah melepaskan Jordan sampai ibuku mati di tangan dia,”kata Adi.