
“Tunggu dulu apa maksud kamu tadi Adi,”kata Ketua yang melihat wajah Adi sedikit berbeda. Roy yang menepuk baju ketua sambil dia menggelengkan kepalanya saat ketua melihat dia.”Kenapa?”kata ketua.
“Kamu akan tahu nanti kalau yang didepan sana itu adalah musuh yang selalu mengincar Adi,”kata Rey.
“Adi kenapa dia bisa di incar oleh mereka. Apa ini ada kaitannya dengan ibu kandung Adi,”kata ketua.
“Sebagian benar dan sebagian salah,”kata Roy. Setelah mobil yang dibelakang berhenti dan sudah dikalahkan mereka tetap maju kedepan untuk mengatasi musuh yang ada didapan mereka.”Banyak juga mereka yang datang. Aku kira hanya satu saja,”kata Rey.
Adi yang tidak perduli dengan apa yang mereka bicarakan masih fokus mebidik kepala mereka. atpi tidak ada yang tahu saat hendak membidik kepala mereka. Musuh sudah tewas dengan mobil mereka yang sudah bertabrak satu sama lain.”Apa yang terjadi didepan sana?,”kata Guntur.
“Kurasa sudah ada yang menangani mereka,”ucap Adi yang kembali duduk dan menyimpan senjatanya.”Apa kita sudah aman sekarang,”kata ketua yang melihat kedapn.”Sudah kita akan pergi ke perternakan kelinci untuk merilekskan pikiran kita,”kata Guntur yang mulai melaju kendaraannya melewati mobil yang didepan.
“Tapi kenapa mereka ada disini,”ucap Rey.
“Mana ada yang tahu kenapa ada yang lolos dari pengejaran kamu Rey,”kata Roy.
“Tapi sudah ditangani oleh paman bukan,”kata Adi.
‘Kalian santai amat melihat semua itu ya,”kata Ketua.
“Jika tidak santai kami harus bagaimana dong,”kata Roy.
“Kenapa kita santai kalau tidak nyawa taruhannya. Tapi kita sudah sampai di peternakan kelinci,”kata Adi. Rey yang segera turun dan berlari masuk ke kandang kelinci dimana kelici yang sudah dilepaskan membuat Rey senang.
“Dia duluan,”ucap Guntur yang melihat.
“Sudahlah ini adalah perjalanan menuju portal ke surga dimana kita harus melewati beberapa rintangan untuk pergi ke tempat ini,”kata Roy.
Sampai dikandang mereka yang mengambil satu kelinci untuk mereka elus. Sampai ada petugas datang.”Kalian baik-baik saja,”kata petugas.
__ADS_1
“Kami baik saja hanya saja jalan yang menuju tempat ini banyak kendaraan yang menghalangi,”kata ketua.
“Bagus jika kalian selamat. Kalian bisa istirahat disini sambil menuggu polisi datang,”kata petugas.
Sambil beristirahat mereka melihat catatan yang dipasang didekat pintu masuk tentang kelinci. Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae. kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang baru ditemukan pada tahun 1972.
Untuk masa hidup kelinci selama 5-10 tahun. Sedangkan untuk merawat kelinci dengan cara membersihkan kandang, memperhatikan kesehatan perut kelinci, menyediakan air miunum untuk kelinci, mengecek suhu tubuh pada kelinci, dan terakhir adalah mengajak kelinci bermain.
Setelah membaca catatan yang diberikan Adi bersama dengan ketua dan Roy kembali ke kandang untuk bisa beristirahat. Sebelum mereka melanjutkan ke kebut buah anggur untuk mereka bisa bersantai lagi. Tidak lama mereka bermain dengan kelinci datang petugas dan guru yang melihat kondisi murid mereka yang sedang ada di perternakan kelinci.
“Kalian baik-baik saja tidak ada yang terluka bukan,”kata guru sambil berlari.
“Kami baik saja hanya saja kami tidak tahu apa mereka benar buronan apa bukan karena terlihat asing bagi kami,”kata ketua.
“Mereka benar buronar tapi apa kalian yang membuat mereka pinsan,”kata petugas polisi.
“Itu benar kami hanya membawa barang yang biasa kami diberikan oleh orang tua kami untuk berjaga-jaga,”kata ketua.
‘Itu aku yang melakukannya aku hanya mencoba saja dengan mempraktekkan sata aku bermain game,”kata Guntur.
“Jika seperti itu terima kasih karena kalian kami bisa menangkap musuh yang kabur. Tapi untuk musuh yang lain kalian tahu siapa mereka dan kenapa mereka seperti mengepung kalian di tengah,”kata petugas polisi.
“Soal itu kami tidak tahu yang kami tahu saat kami ingin menjauh. Tiba-tiba ada mobil lain darai arah depan dan saat kami ingin menjaga diri kami sendiri. Mereka yang didepan sudah tidak terkendali lagi,”kata Adi.
“Jadi kalian tidak tahu siapa yang menyerang mereka,”kata polisi. Mereka berlima yang tidak tahu hanya menggelengkan kepalanya kapeda polisi yang bertugas. Selesai mengintograsi mereka berlima kami di izinkan untuk melanjutkan kunjungannya. Tapi dengan guru mengawasi mereka berlima.
‘Setelah ini kalian ingin pergi kemana?,”kata guru.
“Kami ingin pergi ke kebun buah anggur,”kata Ketua.
__ADS_1
“Tapi nanti,”ucap Rey yang sudah didatangkan banyak kelinci didekat mereka.”Kurasa Rey menikmati bermain dengan kelinci,”kata Guru yang melihat.
Rey yang masih bermain dengan kelinci dan Adi dengan ketua yang juga santai bermain dengan kelinci. Tapi karena bekal yang mereka bawa sudah habis mereka hanya bisa pergi jajan dimana ada yang menjual pizza. “Kalian pada mau pizza tidak,”kata Adi.
“Mau,”ucap mereka semua. Adi yang segera memesan pizza yang dimana bahan dan pembuatannnya dilakukan oleh petugas pertanian. Untuk bahan sendiri diambil dari kebun yang sudah ada jadi saat pizza sudah jadi rasa yang nikmat dan segar tersirat dalam pizza yang dibuat.
Adi dengan bersama dengan yang lain menikmati. Tidak lupa Adi juga memberikan pizza yang dia pesan kepada guru yang akan menjaga mereka. Tapi setelah mereka menikmati Pizza ada kawan lain yang datang dimana mereka juga bermain dengan kelinci. Selesai dengan pizza guru yang mencari siswa yang ingin berkunjung ke kebun anggur bersama dengan kelompok Adi.
Selesai dengan kelinci mereka yang satu kelompok dengan Adi dan kelompok lain pergi ke kebun anggur yang jaraknya cukup jauh. Guru yang bersama dengan kelompok Adi dimana mereka saling mengobrol.
“Adi bagaimana dengan kakek kamu yang kita temui saat perjalanan,”kata guru.
“Beliau baik-baik saja, jadi ibu tidak usah khawatir,”kata Adi.
“Ohhh iya Adi soal kekek kamu itu siapa namanya dan kenapa kamu memanggil nama kakek Tomas waktu itu,”kata ketua.
“Oh soal itu dia adalah ayah angkat dari ibu kandung aku yang bernama Tomas. Aku berlum pernah bertemu dengan beliau, tapi aku pernah sekali melihat fotonya. Jadi saat aku melihat dia terluka aku gelisah, aku tidak mau di tinggal sama dengan ibu kandung aku,”kata Adi.
“Tapi kamu harus bisa merelakan ibu kandung kamu pergi bukan Adi,”kata guru.
“Itu benar,”kata Adi.
“Tapi aku tidak pernah sekali kamu membicarakan kakek kamu itu Adi,”kata Ketua.
“Itu karena aku belum tahu dimana dia saat aku kecil aku sudah bersama dengan keluaga Jesi mama dari kak Roy dan Kak Rey,”kata Adi.
“Apa itu benar Roy,”kata Ketua.
“Itu benar. Adi tidak tahu soal Tomas atau dimana kuburan ibu kandung dia,”kata Roy.
__ADS_1
“Kenapa Adi tidak tahu,”ucap Ketua.