Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 79


__ADS_3

Paman penggemar Mia yang sudah tahu nama dari anak Mia tersenyum sampai mereka berpikir bagaimana mereka bisa merawat Putra.”Sekarang bagaimana kita bisa merawat anak ini,”ucap Progemer. Semua terdiam karena mereka sama sekali belum tahu bagaimana merawat bayi.


“Sini biarkan keluarga ku saja yang merawat anak ini,”ucap pembisnis.


“Kamu yakin apa tidak ada probleman jika kamu yang merawat. Bukan keluarga kamu itu banyak sekali masalah dari perjodohan, perebutan kekuasaan dan lain sebagainya,”kata tentara.


“Lalu bagaimana kita bisa menjaga Putra. Mia meminta kita untuk menjaga anak ini sebelum dia meninggal,”kata mantan tahanan.


Semua yang sedang berdiskusi sampai Putra menangis membuat mereka terkejut dan menoleh kearah bayi kecil yang bernama Putra. Mereka yang semua adalah laki-laki ditempat hanya bisa bingung untuk menenangkan bayi kecil yang imut tersebut. Karena tangisan bayi itu memenuhi ruangan mereka.


“Si kecil imut apa kamu lapar,”kata si dokter anak.


“Kamu bisa menenangkan bayi ini bagaimana mungkin,”ucap semua yang melihat ke arah si dokter anak.


“Profesiku adalah dokter anak, aku tahu sedikit kenapa dia menangis. Lapar, ganti bobok dan merasa gelisah,”ucap dokter anak.


“Jika kamu tahu dia lapar. Cepat carikan makan untuk dia,”kata mafis.


“Kamu kira aku memiliki asi. Cepat kalian cari wanita yang memiliki anak seusia putra. Kalau tidak cari di rumah sakit minta asi untuk Putra,”kata dokter anak.


“Apa tidak bisa mengguakan susu biasa atau susu binatang seperti sapi,”kata mantan tahanan.


“Ya tidak bisalah dia baru saja lahir. Dia butuh asi untuk makanan Putra. Ini juga untuk pertumbuhan Putra agar bisa sehat dan baik,”kata dokter anak.


“Tunggu dulu, kamu bilang kita hanya perluh asi sajakan,”kata progemer.

__ADS_1


“Iya. Apa kamu menemukan ibu yang memiliki anak untuk di minta asi untuk Putra,”kata dokter anak.


“Bukan di grup kita ada yang sudah menikah dan ada yang sudah memiliki anak ya. kenapa tidak meminta mereka saja. Lihat ini yang baru saja aku dapatkan daftar ibu yang memiliki anak,”ucap progemer.


Semua melihat ke arah layar laptop progemer. Dengan bayi yang masih dibopong oleh dokter anak melihat. Si kecil Putra yang melihat ke arah layar ponsel melihat ibu beranak yang baru saja melahirkan. Si bayi Putra yang bisa membuka matanya melihat dan bersuata sambil menunjuk ke arah satu ibu beranak.


Semua menoleh ke arah bayi Putra dan melihat arah tangan yang mengarahkan ke satu ibu beranak.”Apa anak ini jenius,”ucap organisasi bawah tanah.


“Tidak ada yang tahu anak ini jenius atau tidak. Tapi melihat si bayi Putra yang memilih ibu beranak itu. Kenapa kita tidak meminta dia memberikan sedikit asi kepada Putra,”kata dokter anak.


“Tunggu dulu aku lihat identitasnya. Kalau wanita ini orang baik dan memiliki keluarga yang juga saling mendukung. Dia memiliki dua putra yang sekarang SD dan masih bayi. Ayah dari si anak sudah lama meninggal. Hanya wanita ini saja yang membersarkan kedua putranya tanpa seorang ayah. Tapi dengan kondisi yang secukupan mereka bisa melewati semua dengan wanita ini menjual hasil dagangan dia dari busana, makanan yang dia buat,”kata progemer.


“Jika seperti itu bukan nanti anak ini akan kesusahan jika kita tinggalkan di sana,”kata mafia.


“Tidak. Sebelum Mia pergi ada uang untuk diberikan kepada Putra. Kita hanya bisa mengamati dari jauh saja. Jika ada masalah kita bisa membantu. Jika masih kurang kita bisa memberikan uang setaiap bulan atau setiap minggu kepada ibu atau wanita ini. Bagaimana?,”kata progemer.


“Siapa yang akan pergi, tapi kalian tidak bisa semua pergi mengantarkan bukan,”kata progemer.


“Aku,”ucap dokter anak.”Aku juga ikut,”kata pembisnis.”Aku,”kata organisasi bawah tanah.


“Ada lain tidak sudah ada tiga orang,”ucap progemer.


“Kamu tidak ikut,”kata mantan tehanan.


“Aku tidak aku akan menyabotase sedikit kawasan daerah putra nanti tinggal,”ucap progemer.

__ADS_1


“Jika seperti itu aku akan menyuruh orang yang berkuasa di daerah situ untuk menjaga anak ini secara diam-diam,”kata mantan tahanan. Semua persiapan sudah selesai dimana si bayi putra akan dibawa ke rumah ibu angkat. Jika ibu beranak itu mau menerima Putra sebagai anak dia.


“Tunggu dulu,”kata progemer.”Apa lagi”,”kata pembisnis.”Buku diary ini harus dibawa juga,”kata progemer.


“Tunggu dulu kenapa tidak kita simpan saja dulu bukunya. Kita berikan jika dia sudah dewasa,”kata mafia. Semua terdiam dengan usulan mafia persoalan buku diary yang harus dimiliki oleh Putra.


“Bukan lebih baik anak ini saja yang menyimpan. Biar dia tahu bagaimana kehidupan ibunya yang sudah menjaga dia,”kata tentara.


“Usul kalian bagus, hanya saja anak ini belum tahu apa. Bagaimana kita berikan saat di bayi sudah beranjak sekolah saja saat pertama kali masuk taman kanan-kanan,”kata pembisnis. Semua setuju dengan usul yang diberikan oleh pembisnis untuk memberikan buku diary Mia saat Putra masuk taman kanak-kanak.


Setelah semau sepakat mereka yang membawa si bayi putra untuk diantarkan kepada ibu yang merupakan satu penggemar Mia juga. Di perjalanan yang panjang mereka pergi dengan suara si bayi yang kadang tertidur dan kadang membuka mata. Di tubuh kecil dan mungkil mereka meresa kasihan kepada putra yang sudah ditinggalkan oleh Mia. Tapi mereka tidak bisa mengasiani si bayi putra karena ini demi kelansungan kehidupan dia.


Si bayi Putra yang masih kecil dengan belum mengenal siapa-siapa. Karena nyawa si bayi kecil yang sekarang sudah aman karena pengganti bayi yang dibawa oleh Cita. Progemer yang saat itu merasa tidak enak hanya bisa mengganti Bayi Putra dengan bayi yang lain.


“Tapi apa dia tidak akan tahu kalau bayi yang dia bawa adalah palsu,”ucap tentara.”Untuks ekarang aku bisa menyabotases hasilnya. Tapi aku tidak tahu sampai kapan ini bisa bertahan,”kata progemer.


“Semoga saja bisa bertahan sampai si bayi putra bisa tumbuh besar dan dewasa dan bisa mengerti kalau kehidupan ini berbahaya,”kata mantan tahanan.


“Apa mereka masih belum sampai juga,”ucap pemandam kebakaran.


Progemer hanya menggelengkan kepalanya sampai di dalam ruangan sunyi kembali. “Aku akan menghadiri pemakanam Mia dengan jauh ada yang mau ikut,”ucap rekan pemandan kebakaran.


“Aku akan ikut dengan kamu,”kata tentara.


Setelah pembicaraan yang panjang dan pemakaman Mia yang akan dilaksanakan pada pagi har setelah kejadian. Pemandam kebakaran dengan tentara pergi untuk melihat prosesi pemakaman Mia. Paman penggemer yang dibagi menjadi tiga kelompok satu yang masih di ruangan untuk membuat sistem keamanan si bayi putra, satu mengantarkan si bayi putra dan satunya lagi melihat prosesi pemakaman.

__ADS_1


Semua yang sudah pada posisi mereka dengan tugas mereka. Di tempat pemakaman Mia mereka bertiga yang melihat dari jauh dengan semua orang yang kenal dengan Mia datang termasuk mantan suami Mia. Tempat yang penuh dengan kesedihan yang tidak bisa di tinggalkan oleh mereka karena Mia. Suasana yang dingin, sedih semuanya ada dalam tempat itu hingga alampun ikut bersedih atas kepergian Mia yang penuh pengorbanan.


__ADS_2