Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 98


__ADS_3

“Jadi yang tadi kamu bicara itu bersama dengan penjaga toko Adi,”kata Jesi.


“Iya ma. Mama kira tadi itu siapa?,”kata Adi yang tersenyum.


“Jika sudah selesai kesalahpahaman ini. saya Izin untuk pergi kembali ke toko,”kata sniper.


“Tentu saja,”kata Jesi.”Terima kasih ya kak,”kata Adi.


Sniper yang sudah pergi menjauh meninggalkan rumah sakit. Adi bersama dengan kedua kakaknya yang saling menatap satu sama lain. Hingga Jesi melihat tatapan mereka,”Ada apa dengan kalian bertiga.”


“Tidak ma,”ucap Rey. Mereka kembali menuju ke tempat kawan mereka yang satu persatu orang tua mereka datang. Jesi yang merasa bersalah meminta maaf kepada orang tua wali teman Roy. Setelah semua terselesaikan Jesi membawa ketiga putra mereka kembali. Jesi bersama ketiga putra mereka berjalan keluar dan bertemu dengan seorang dari paman penggemar.”Ayo masuk biar aku antarkan kalian,”kata paman penggemar.


Mereka berempat masuk ke dalam mobil menuju rumah. Di dalam mobil paman penggemar yang berprofesi sebagai tentara berkata kepada Adi.”Adi apa mereka yang menyerang kamu itu apa ada kaitannya dengan wanita yang membunuh ibu kamu,”kata tentara.


“Kurasa iya, tapi kalian tidak usah khawatir. Aku bisa menjaga diriku,”kata Adi yang melihat ke luar jendela. Rey dan Roy yang melihat Adi hanya bisa terdiam.”Tapi paman, kenapa wanita itu menginginkan Adi di bunuh. Memangnya salah Adi apa?,”kata Rey.


“Paman juga tidak tahu kenapa mereka menginginkan nyawa Adi,”kata tentara yang tidak ingin memberitahukan apa yang terjadi. Tidak lama kemudian ponsel Adi berdering. Adi yang mengambil disaku celana dia dan melihat nomor yang dia tidak kenal. “Siapa Adi?,”kata Jesi.


“Tidak ada namanya ma,”kata Adi menjawab. Roy yang mengambil ponsel melaja nomer yang menelepon Adi dengan ponsel yang dia bawa.


“Adi tukeran ponsel dong. Batreku mau habis ini,”kata Roy kepada Adi. “Emang kakak mau menghubungi siapa,”kata Adi memberikan ponselnya kepada Roy. Adi yang tahu apa yang dilakukan oleh kakaknya melajak nomer yang baru saja menghubunginya. Adi melihat lokasi yang menelepon, lokasi itu ada diluar negara ini.


Lokasi penelepon adalah disalah satu komplek rumah elit. Adi bisa menebak siapa yang menghubunginya dia hanya tersenyum.”Bagaimana kak sudah kamu beritahu teman kakak,”kata Adi.


“Sudah mereka tidak marah kepada kita kok. Malah mereka menawarkan untuk membantu kita jika kita dalam masalah lagi,”kata Roy.


“Tapi jika mereka mau membantu bukan sebaiknya kamu memberi mereka peralatan  pelindungan diri Adi,”kata Rey.


“Kalian bertiga jangan libatkan teman kalian. Kalian tahukan kalau musuh yang datang itu berbahaya untuk mereka yang tidak terlatih,”kata Jesi.


“Tapi mama jika kita hanya bertiga saja dengan jumlah yang banyak. Bagaimana kita bisa keluar hidup-hidup seperti hari ini,”kata Roy.


“Itu benar mama. Tapi di tambah lagi ada diantara mereka membawa senjata,”kata Rey.

__ADS_1


“Tapi kalian benar tidak apa-apa. Apa perluh kita pindah rumah?,”kata Jesi yang merasa kenyamanan mereka sudah terancam.


“Untuk apa pindah, selama kita baik saja. Bukan ada paman penggemar yang akan menjaga kita mama,”kata Adi.


“Jika kalian tidak ingin pindah tidak masalah. Kami bisa menjaga kalian dengan diam-diam,”kata tentara. Jesi yang tidak bisa berkata apa-apa sampai mereka sudah di rumah. Jesi bersama ketiga anak mereka masuk ke dalam. Tapi belum sempat masuk tentara ingin bicara dengan Jesi. “Mama kenapa tidak masuk,”ucap Rey yang melihat dari depan.


“Mama akan bicara dengan paman dulu. Kalian masuk dulu,”kata Jesi. Rey masuk ke dalam di mana Roy dan Adi ada di dapur.”Mana mama?,”kata Roy.


“Bicara dengan paman diluar,”kata Rey. “Hai Adi,”kata Roy.


“Ada apa kakak,”ucap Adi yang mengambil es krim di kulkas.”Kenapa wanita itu menghubungi kamu terang-terangan,”kata Roy.


“Tunggu dulu kakak maksud kakak apa wanita itu menghubungi Adi,”kata Rey yang berpikir dan mengingat telepon yang tidak dikenal barusan.”Jangan bilang telepon yang barusan itu adalah wanita itu ya,”kata Rey yang kembali tersadar.


“Itu benar karena aku sudah memastikan tempat wanita itu,”kata Roy.


“Mungkin dia hanya ingin memperingatkan kita saja,”kata Adi dengan santai.


“Lalu sniper tadi yang membunuh ketua preman itu. Sejak kapan ada disekeliling kita Adi,”kata Roy yang tahu saat melihat kakak tadi tidak asing.


“Tidak juga hanya saja melihat Adi seperti itu dia pasti sudah merencanakan bukan apa lagi ini adalah nyawa taruhannya,”kata Rey.


“Apa hanya aku saja disini yang tidak aku tahu,”kata Roy yang merasa dirinya tidak berguna.”Kenapa dengan wajah kamu kak,”kata Adi melihat.


“Iya kenapa dengan kamu. Apa kakak di tolak lagi,”kata Rey.


“Siapa yang ditolak,”kata Roy yang mengambil roti di toples. “Sudah kenapa bahas itu saja, yang lebih penting. Yang kalian gunakan tadi apa?,”kata Adi yang tidak tahu.


“Ohhh senjata pelindungan diri,”kata Roy.


“Aku tidak tahu kalau kakak membuat senjata pelindungan diri. Tapi kenapa tadi kakak aku yang suruh membuat,”kata Adi yang merasa sedikit curiga dengan kedua kakaknya.


“Itu karena mama,”ucap Rey yang sedikit memalingkan wajahnya bersama dengan Roy.

__ADS_1


Di luar rumah Jesi yang bersama dengan tentara yang membicarakan apa yang terjadi hari itu.”Kurasa dia sudah mulai bergerak setelah orang yang pertama gagal,”akta tentara.


“Kurasa begitu tapi ini sedikit membuat aku gelisah. Apa lagi mereka belum beranjak dewasa. Mereka sudah mendapatkan dua kali serangan,”kata Jesi yang dirinya tidak bisa menjaga anaknya sendiri.


“Untuk apa salahkan dirinya sendiri. Mereka saja baik-baik saja, kurasa ketiga putra kamu melakukan sesuatu yang mereka sembunyikan dari kamu Jesi,”kata Tentara.


“Apa maksud kamu?,”kata Jesi yang tidak melihat ke anehan dari ketiga putranya. “Apa kamu tidak merasa ada yang aneh yang mereka sembunyikan setelah kejadian hari ini. Bagaimana mereka bisa melawan para preman yang dewas dan tinggi dari mereka bertiga,”kata tentara.


Jesi terdiam untuk sesaat untuk merenungkan apa yang dikatakan oleh tentara.”Jika itu benar mereka sudah tahu siapa musuh mereka bukan dan mereka malakukan penjegahan,”kata Jesi.


“Itu baner, apa lagi saat kamu menawarkan untuk pindah mereka saja tidak mau. Berati mereka akan aman di tempat ini selama ada yang bisa membantu mereka bukan,”kata tentara.


Adi dan kedua kakaknya yang sudah masuk ke dalam rumah melihat mama dengan paman penggemar yang sedang bebincang.”Kurasa mereka membawah soal tadi,”kata Roy.


“Jelas bukan mereka membahas soal tadi kita diserang dengan usia kita yang masih anak-anak. Bisa mengalahkan preman yang sudah dewasa dan tinggi,”kata Rey.


“Kadang kala mereka datang disaat membuat orang berubah bukan,”kata Adi yang duduk di kursi meja belajar membuka laptopnya.


“Apa yang kamu cari Adi?,”kata Roy.”Berita tentang wilayah selatan,”kata Adi.


“Bukan sudah selesai ya tinggal penyerangan,”kata Rey. “Iya tinggal penyerangan saja,”kata Adi yang membuka hasil cctv yang sudah dipasang di wilayah selatan.”Jadi kamu memasang cctv lagi Adi,”kata Rey.


“Tentu saja karena bahaya jika kita tidak tahu kapan musuh akan datang lagi bukan,”kata Adi.


“Jika apa yang kamu katakan itu benar. Kenapa kamu tidak bilang ada yang mengikuti kita tadi,”kata Roy yang menatap Adi. “Kalau yang tadi aku tidak tahu dari mana mereka lewat,”kata Adi sambil tersenyum.


“Kurasa kita harus memasang beberapa titik kamera lagi,”kata Rey yang memberikan usulan.


“Uangnya dari mana,”kata Adi.”Bukan kamu sudah memiliki uang Adi, jangan menyimpan terlalu lama uangnya,”kata Roy dan Rey yang tersenyum.


“Kakakku malak adinya yang masih kecil,”ucap Adi berpura sedih.”Untuk apa sedih tidak ada gunanya,”kata Roy.


“Uang itu mau aku gunakan di tempat lain. Jadi tidak bisa aku gunakan,”kata Adi.

__ADS_1


“Kamu mau gunakan untuk apa,”kata Rey. Adi hanya tersenyum saja kepada kedua kakaknya.


__ADS_2