
Adi dan Sem yang masih saja terdiam dikapal dengan menatap kapal dari organisasi Black yang sudah menyuruh dua orang masuk. Tapi dengan kondisi mereka yang tidak akan bertahan lama hanya akan membuang semua orang yang mereka bawa. Sem menatap ke arah Adi dengan tatapan bingung.
“Kenapa kamu masih santai saja, tidak ingin mencari jalan untuk masuk ke pulau?,”kata Sem.
“Untuk apa? Jika kita masuk saja akan tewas. Lebih baik menuggu tanggal yang tepa saja,”kata Adi.
“Tapi kapan itu?,,”kata Sem yang kembali melihat ke arah pulau. Tapi tidak tahu kenapa Sem merasakan ada aura yang menekan dia membuat dia takut.
“Kenapa kamu?,”kata Adi yang melihat ke arah Sem. Wajah Sem yang sedikit tertekan menatap ke arah pulau. Setelah mengetahu penyebab Sem terdiam adalah karena aura yang diberikan oleh pulau kepada Sem. Karena tidak ingin kehilangan lagi Adi mendekat kepada Sem yang sedang dalam pengaruh aura pulau.
“Hai Sem kendalikan diri kamu,”kata Adi menepuk punggungnya. Sem melihat ke arah Adi dengan tatapan sandar.
“Kenapa dengan diriku?,”kata Sem.
“Kamu baru saja terkenal kendali aura pulau. Sebaiknya kita pergi dari pulau ini saja. Biarkan Seta dan Mizan yang memantau pulau,”kata Adi. Sem hanya menganggukan kepalanya dan menyuruh anak buahnya untuk pergi dari pulau. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan melihat kondisi pulau. Mereka pergi dengan tangan kosong karena tidak bisa masuk ke pulau.
Perjalanan menuju pulau tersembunyi dimana tempat Adi membuat organisasi anggota khusus. “Tapi apa tidak masaiah mereka mendaptakan informasi itu atau barang yang mereka inginkan,”kata Sem.
“Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa. Tapi sebelum itu, lihat saja didepan sana,”kata Adi. Sem melihat ke arah depan yang ada kabut didepan mereka.
“Kita tetap maju ke arah kabut,”kata Adi.
“Apa?,”kata Sem yang terkejut.
“Kenapa kamu nanti akan tahu apa yang akan di dalam kabut itu,”kata Adi yang kembali masuk ke dalam kabin kamarnya.
Adi yang membuka laptopnya melihat hasil perkembangan anggota khusus yang menjalankan misi. Tapi pada saat yang sama kapal yang mereka tumpangi menabrak sesuatu. Yang membuat Adi melihat keluar jendela kabin kamarnya.”Apa yang terjadi?,”ucap Adi.
__ADS_1
Adi yang melihat keluar dan melihat ada pulau didepannya. Sem yang berlari membuka pintu tanpa mengetuk lebih dulu.”Adi lihat di depan sana, cepat keluar,”kata Sem.
“Aku tahu kita menabrak daratan bukan,”kata Adi. Sem menatap terdiam saat mendengar kata Adi.
“Jadi kamu tahu kalau kita akan mendapatkan satu pulau di dalam kabut Adi,”kata Sem.
“Soal itu emang aku tahu. Tapi tidak tahu yang pasti pulaunya ada dimana?,”kata Adi yang menutup laptopnya. Berjalan ke arah Sem dimana Adi memerintahkan Sem dan anak buah yang ikut untuk masuk ke dalam pulau yang mereka tabrak. Tapi dengan ada yang berjaga siaga di kapal untuk tetap waspada.
Sem dan anak buah anggota khusus yang mendapatkan informasi itu segera turun dari kapal dengan pembagian kelompok yang sudah ditetapkan. Adi yang bersama dengan Sem bersama dengan beberapa anak buah yang ikut dengan mereka berdua. Masuk ke dalam pulau yang dimana mereka dikelilingi kabut yang membuat arah perjalanan mereka sedikit terganggu.
Tapi Adi yang sudah tahu akan rutenya karena membaca buku kuno yang dia dapatkan. Bisa dengan santai di tempat yang di tuju. Sem yang melihat hanya bisa terdiam dan memegang bahu Adi.”Ada apa?,”kata Adi yang menoleh ke belakang.
“Apa kamu tahu apa yang didepan sana?,”kata Sem.
“Bangunan bersejarah pada masa yang berbeda dengan kita. Kamu akan tahu setelah masuk ke dalam. Perintahkan kepada mereka untuk tetap bersama dan jangan menyentuh apa yang mereka lihat,”kata Adi.
Semua dengan sikap mengerti dengan perintah yang sudah disampaikan. Mereka berjalan mengikuti Sem dan Adi yang ada didepan mereka. Hingga mereka masuk ke dalam bangunan yang terlihat seperti pada masa kerajaan. Adi tetep masuk ke dalam dan melihat sekitar bangunan, kalau tidak ada yang aneh. Sampai di satu ruangan mereka melihat sebuat tempat yang sama dengan taman.
“Bukan ini taman ya,”kata Sem melihat.
“Iya taman. Tapi lihat disana taman itu terlihat sehat saja dan langkah bukan,”ucap Adi yang mendekat.
“Bos disini juga ada tanaman beracun,”kata anak buah yang melihat. Sem mendekat dan meliaht tanaman yang mereka temukan.”Inikan taman bunga tidur yang bisa membuat mereka tertidur dalam mimpi dan bisa membuat orang mati hanya dalam mimpi yang tidak akan kembali ke dunia nyata,”kata Sem.
“Bos disini juga ada obat penawarnya,”kata anak buah yang lain. Sem kembali melihat ke arah anak buah itu.”Itu benar tanaman itu bisa membuat bunga yang tertidur dalam mimpi bisa terbangun kembali,”ucap Sem dari jauh. Kerena sedang asik melihat Sem lupa dengan Adi yang membuat dia mencari Adi.
Tapi Adi tidak ada didalam ruangan yang mereka masukki bersama tadi.”Dimana bos kecil?,”kata Sem.
__ADS_1
“Saya melihat bos kecil masuk ke ruangan dibalik tanaman itu,”kata Anak buah yang melihat Adi masuk. “Ok aku akan menyusul Adi, Kalian jangan menyentuh tanaman itu hanya boleh mengambil gambar dan menganalisis tanpa bersetuhan, mengerti,”ucap Sem sebelum dia pergi menyusul Adi.
“Siap bos,”ucap anak buah yang ada di ruangan tersebut. Sem berjalan ke arah ruangan yang dimaksud oleh anak buahnya yang melihat Adi masuk. Sampai didepan tanaman tersebut Sem sedikit membuka jalan untuk masuk ke dalam. Sem yang melihat ada jalan masuk lain dia langsung melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.
Seperti lorong menuju tempat yang lain.”Sampai mana lorong ini,”kata Sem yang terus berjalan tanpa ada ujungnya. Adi yang sudah melihat ke dalam ruangan yang penuh dengan buku yang terlihat hasil penelitian. Tapi saat hendak dia ingin mengambil Adi mendengar suara langkah kaki yang membuat Adi melihat ke arah lorong.
“Adi,”ucap Sem yang berlari ke arah Adi.
“Kenapa kamu ada disini,”kata Adi yang terlihat terkejut dengan Sem yang berjalan dilorong.
“Apa yang kamu lakukan disini,”kata Adi.
“Aku menyusul kamu tahu tidak,”kata Sem.
“Maaf aku hanya ingin melihat lebih jauh saja tempat ruangan yang aku temui ini. Tapi kamu tidak apa-apa berjalan melewati lorong tadi,”kata Adi.
“Tidak baik aku berjalan tanpa henti dilorong yang aku lewati tadi. Jika kamu tidak keluar dari ruangan mungkin saja aku tidak bisa kembali,”kata Sem.
“Salah siapa juga kamu harus masuk ke dalam lorong,”kata Adi.
“Kamu,”kata Sem. “Iya...iya,”kata Adi yang tersenyum.
“Lihat ini ada beberapa penelitian tentang tanaman dan ada buku tentang jenis tamanan yang kita lihat tadi ada disini,”kata Adi.
Sem melihat dan mengambil satu buku yang dikatakan oleh Adi. Dimana Sem mulai membaca buku yang dia ambil, perlahan dan pasti dia membaca buku yang dia baca. Sampai di halaman pertama dia melihat ke arah Adi.
“Apa kamu yakin ini bisa kita coba,”kata Sem.
__ADS_1
“Tidak semuanya, jika kamu tidak ingin menghancurkan tatanan dunia yang ada,”kata Adi.