
Satya yang sedikit terkejut dengan musuh yang tiba-tib adatang ke arah dia. Satya yang tidak tahu bagaimana kak Yesa akankah dia mau datang atau tidak. Karena Satya belum sampai memberitahukan posisi dia sekarang. Rey dan Roy yang sudah di kepung oleh musuh tidak bisa membantu Guntur dan Satya.
“Bagaimana sekarang?,”ucap Satya.
“Kamu tidak usah khawatir mereka berdua akan baik saja. Yang penting bagaimana kita bisa melarikan diri dari mereka,”kata Guntur.
“Tapi bagaimana dong melakukannya,”kata Satya yang mencoba tenang setelah kejadian yang menimpanya barusan.
“Kalian tidak akan bisa kabur, percuma saja ingin kabur,”kata Musuh.
Di tempat lain Yesa yang melacak keberadaan Satya.Segera pergi bersama dengan anak buahnya untuk menyelamatkan Satya yang sekarang dalam masalah. Rey dan Roy yang melihat kalau Guntur dan Satya yang sudah terpojok hanya bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat.
“Kalian mengganggu saja tahu tidak,”kata Rey.
“Aku males tahu menghadapi kalian apa lagi setelah makan cemilan yang enak,”kata Roy. Rey dan Roy yang bergerak dengan serius menghabisi musuh dihadapan mereka dengan cepat. Selesai dengan apa yang dihadapannya mereka segera membantu Guntur dan Satya yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
“Rey Roy kalian dimana aku tidak bisa bertahan,”kata Guntur yang berterik.
“Aku tahu,”ucap Rey yang ada dibelakang dengan musuh yang sudah diselesaikan.
“Kalian tidak terlukakan,”kata Roy yang sudah selesai dengan bagiannya.
Satya yang melihat dibelakang Roy dan Rey yang musuh sudah tumbang semua.”Kalian bagaimana bisa mengalahkan semuanya,”kata Satya.
“Bagaimana caranya itu tidak penting. Karena kita sudah selamat dari kempungan musuh, tinggal menuggu kakak kamu datang,”kata Guntur.
“Ohhh iya ponselku,”ucap Satya yang mencari ponselnya yang terjatuh.
“Apa kamu menemukan ponselnya Satya,”kata Rey.
“Iya ini dia,”kat Satya sambil memperlihatkan ponsel ditanganya. Walaupun agak retak ponsel masih bisa digunakan. Satu jam kemudian Yesa yang mencari Satya melihat sosok Satya yang bersama dengan Rey dan Roy yang dimana musuh sudah tergeletak semua.
“Satya,”ucap yesa yang berlari ke arahnya.
“Kakak,”kata Satya yang membalas pelukan Yesa. Yesa yang meliha kondisi adiknya dan melihat mereka berdua.”Apa yang terjadi di sini,”kata Yesa.
“Kamu bertanya apa yang terjadi disini bukan bisa kamu lihat sendiri bukan,”kata Rey.
__ADS_1
“Tapi bagaimana kalian bisa kedatangan musuh,”kata Yesa.
“Itu karena mereka mengikuti kami dari cafe alam. Kebetulan berpapasan dengan musuh dan pimpinan mereka menyuruh anak buah mereka untuk mengikuti kami. Jadilah seperti ini,”kata Guntur.
“Tapi kalian tidak apa-apakan,kata Yesa.
“Kami baik saja,”ucap Roy.
“Maaf kakek Yesa kami membuat kakak kerepotan kerena kami. Kami ingin minta tolong kakak untuk mengurusi mereka yang jatuh,”kata Roy sambil melihat musuh yang tergeletak tidak berdaya.
“Kalian tidak usah khawatir kami akan menanganinya. Kalian kembalilah ke hotel,”ucap Yesa.
“Baik kami akan kembali,”kata Satya.
“Tapi Roy adik kamu tidak ikut dengan kalian pergi,”kata Yesa sebelum mereka pergi.
“Adi tidak ikut dia pergi ke perpustakaan di dekat hotel,”kata Roy.
Setelah mendapatkan jawaban mereka pergi meninggalkan Yesa dengan musuh yang sudah dikalahkan.”Tapi bagaimana anak kecil itu bisa mengalahkan musuh yang banyak dan badan mereka yang tinggi dari mereka,”kata anak buah Yesa.
“Aku juga tidak tahu, tapi kurasa meraka akan selalu dalam masalah,”kata Yesa.”Kenapa kamu tidka menasehati adik kamu untuk menjauhhi mereka saja, bukan akan lebih mudah,”kata saran dari anak buahnya.
Yesa yang bersama anak buah yang dia bawa membereskan semua anak buah yang sudah dikalahkan oleh kedua anak kecil itu. Rey dan Roy yang bersama dengan Guntur dan Satya yang kembali ke hotel. Dimana saat mereka sampai Aid sudah ada di kamar.
“Kalian sudah kembali, jika tidak ada yang terluka sana cepat mandi,”kata Adi yang sudah tahu.
“Kamu tahu Adi kami tadi dikepung oleh musuh,”kata Satya.
“Iya tahu karena aku diberitahu oleh orangku yang mengawasi kalian berempat,”kata Adi.
“Jika tahu kenapa tidak membantu kita,”kata Satya.
“Percuma saja kamu berkata seperti itu jika hanya musuh biasa saja. Dia tidak akan bergerak, kecuali pimpinan mereka ada di tempat,”kata Guntur.
“Apa itu benar Adi?,”kata Satya. Adi hanya mengganggukan kepalanya sambil dia membaca buku yang dia beli.
“Tapi jika dalam kondisi tidak baik aku akan membantu. Jika memang musuh kuat. Kenapa kalian bisa bertemu dengan anak buah Won,”kata Adi.
__ADS_1
“Kami bertemu berpapasan saat kembali dari cafe alam,”kata Roy.
“Cafe alam yang kamu maksudkan apa yang menjual menu nama yang sedikit aneh ini,”kata Adi menunjukkan postingan Rey.
“Iya itu benar,”kata Rey.
“Tapi kenapa dia ada disana,”ucap Adi yang melihat ke arah mereka. Sementara Guntur yang pergi mandi disusul oleh Satya di belakang. Di ruangan hanya ada Rey, Roy dan Adi yang dimana mereka membicarakan Won yang ada dicafe karena ada Cahya.
Adi yang sudah tahu ceritanya hanya bisa diam saja.”Baiklah kak untuk sekarang lebih baik kita sudahan saja. Kakak mandi saja sana,”kata Adi.
“Kamu sudah mandi,”kata Roy.
“Sudah setelah aku pulang dari toko buku,”kata Adi yang kembali bersantai smabil membaca buku. Tapi di tempat lain Won yang tidak mendapatkan kabar apa-apa dari anak buah yang dia suruh menyerang anak ke empat yang dia lihat.
“kenapa tidak ada kabar dari mereka,”ucap Won.
“Biar aku cari tahu bos,”kata anak buah yang menawarkan diri mencari tahu kondisi mereka yang menjalankan tugas. Setelah menyelusuri mereka tidak menemukan orang yang disuruh oleh Won.
“Kemana mereka pergi,”ucap anak buah Won yang mencari tahu apa yang terjadi. Tapi saat dia sedang melihat sekitar anak buah Yesa menghacar orang tersebut. Sampai orang itu tidak berdaya lagi.
“Untuk apa kamu mencari kawan kamu yang sudah kalah. Lebih baik kamu diam saja di sini, tidak usah terlalu repot memberikan laporan kepada bos kamu,”kata anak buah Yesa.
“Sudah kamu selesaikan,”kata Yesa yang berjalan ke arah mereka.
“Sudah,”kata anak buah Yesa.
“Lebih baik kita pergi dari sini dulu,”kata Yesa karena urusan mereka sudah selesai. Satya yang sudah berada di hotel jadi mereka akan aman saja.
Tapi di cafe Won yang tidak mendapatkan kabar mendapatkan pesan anonim. Yang berisi kalau mereka sudah tewas. Jangan mencari masalah lagi denganku jika kamu ingin mati lebih awal. Pesan itu membuat Won geram.”Sial siapa yang membantu anak itu, apa tapak darah lagi,”kata Won.
Won yang merasa kesal, marah dengan apa yang dia lakukan dengan anak buah dia yang sudah mulai berkurang membuat dia Frustasi. Tapi Cahya yang ada didekatnya hanya melihat dengan santai.
“Paman kamu kenapa,”kata Cahya.
“Tuan muda tidak ada,”kata Won yang kembali sadar kalau dia bersama dengan Cahya.
“Jika tidak ada apa-apa kenapa wajah kamu terlihat kesal,”kata Cahya.
__ADS_1
“Mungkin karena pesenanku belum datang,”kata Won yang berbohong.