
Di perternakan Sapi Adi bersama dengan ketua yang melihat di dalamnya. Ada banyak sapi peras yang dimana mereka sudah tertata rapi di dalam kandang. Sapi yang ada didalam membuat mereka sedikit merasa kalau tubuh mereka besar juga. Ada dari petugas ternak yang sedang melakukan proses pemerasan susu sapi dengan alat teknologi yang sudah ada. Jadi proses pemerasan susu sapi lebih mudah.
“Tapi bukan itu sangat mahal ya alatnya?,”kata Guntur.
“Jelas mahal, kamu kira murah. Ada-ada saja kamu Guntur,”kata Roy.
“Tunggu lebih dari pada itu kita tanyakan saja kepada petugas soal spesies dan kelurga dari Sapi sendiri,”kata ketua.
Sapi atau lembu adalah hewan ternak anggota famili Bovidae dan subfamili Bovinae. Spesies terpisah: Bos taurus (sapi eropa). Kadangkala manusia memelihara sapi untuk mengambil produknya dan menggunakan tenaganya. Berdasarkan manfaat yang diambil, sapi peliharaan dapat digolongkan menjadi sapi potong, sapi perah, dan sapi pekerja. Biasanya, rumpun sapi tertentu cenderung dimanfaatkan untuk hal tertentu, misalnya sapi limousin merupakan sapi pedaging sedangkan sapi holstein merupakan sapi perah. Selain daging dan susu, bagian tubuh sapi yang bernilai ekonomis yaitu kulit, tanduk, dan tinjanya.
Peternakan sapi dapat dilakukan secara ekstensif (di luar) maupun intensif (di kandang). Pada peternakan ekstensif, sapi dibiarkan berkeliaran di lahan penggembalaan; sedangkan pada peternakan intensif, sapi dipelihara dalam kandang dan semua kebutuhannya disediakan oleh manusia. Peternakan intensif yang dilakukan untuk kebutuhan industri disebut peternakan pabrik. Sistem pemeliharaan ekstensif dan intensif dapat dikombinasikan, misalnya pada peternakan keluarga yang sapi-sapinya kadang dibiarkan mencari makan sendiri dan kadang diberikan pakan yang telah disiapkan. Sistem campuran ini disebut peternakan semi-intensif.
“Pengetahuan baru dari sapi?,”kata Rey.
“Itu benar. Apa kamu sudah tuliskan ketua untuk lembaran kerjanya,”kata Adi.
“Sudah aman. Jika kalian mau main sama sapi silakan saja,”kata ketua.
“Siapa yang mau main sama sapi,”kata Rey.
“Kenapa wajah kalian terlihat tidak senang seperti itu. Lihat itu Adi dan Roy yang langsung mau menyetuh sapi disampingnya,”kata Ketua.
“Mereka ma darai tadi selalu penasaran dengan hewan,”kata Rey.
“Kamu tidak penasaran dengan hewan Rey,”kata Guntur.
“Aku lebih suka yang lucu dan tidak besar,”kata Rey.
“Tunggu dulu apa disini ada perternakan kelinci,”kata Rey.
Ketua yang mencari didena lokasi pertanian dan setelah menemukan ketua menganggukan kepalanya.”Dimana itu, apa kita setelah ini pergi kesana saja?,”kata Rey.
“Kemana kalian mau pergi,”kata Roy yang mendengar.
__ADS_1
“Ke perternakan kelinci. Rey mau kesana setelah ini, bagaimana bisa tidak?,”kata Ketua.
“Aku setuju saja tapi bagaimana dengan yang lain apa mau,”kata Roy.
“Aku ma ok..ok saja,”kata Guntur.
“Bagaimana dengan kamu Adi mau tidak?,”kata Ketua melihat Adi yang sedang berfoto dengan sapi. Adi yang melihat ke arah ketua sambil tersenyum.”Ada apa?,”kata Adi yang sedang asik dengan para sapi didekatnya.
“Ke perternakan kelinci,”kata Guntur.
“Boleh saja tapi setelah kita melihat proses pembuatan keju dari susu sapi. Tidak keberatankan,”kata Adi. Mereka semua menganggukan kepalanya. Tapi melihat Adi yang masih asik mereka semua jadi ikut kebawa suasana untuk berfoto dengan para sapi. Dengan bantuan petugas yang ada didekat mereka untuk mengambil foto bersama mereka.
“Maaf pak apa bisa kami antarkan ke permbuatan keju?,”kata Ketua. Karena lokasi pembuatan keju masih satu wilayah dengan perternakan Sapi. Mereka segera pergi ke ruangan pembuatan keju yang dimana ada anak lain yang sudah ada disana.
Mereka yang melihat proses pembuatan keju. Ada lima tahapan utama dalam pembuatan keju:
1. Pengasaman adalah Pada proses ini susu dipanaskan agar bakteri asam laktat (Streptococcus dan Lactobacillus) dapat tumbuh. Bakteri-bakteri ini akan memakan laktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam laktat. Saat tingkat keasaman meningkat\, zat-zat padat dalam susu (protein kasein\, lemak\, beberapa vitamin dan mineral) menggumpal dan membentuk dadih (semacam busa).
3. Pengolahan dadih Setelah pemberian rennet\, proses selanjutnya dadih diiris dan dicincang menggunakan tangan atau dengan bantuan mesin supaya mengeluarkan lebih banyak air dadih. Dengan menggunakan bantuan sebuah alat (berbentuk seperti kecapi) dadih keju dihancurkan menjadi butiran-butiran kecil\,semakin halus maka semakin banyak air dadih yang dikeringkan akan menghasilkan keju yang lebih keras.
4. Persiapan sebelum pematangan adalah Pencetakan\, Penekanan\, Pengasinan Proses Setelah keju dibentuk\,dilakukan penambahan garam agar keju tidak tawar. Keju dapat diasinkan dengan empat cara yang berbeda.
pertama, garam ditambahkan langsung ke dalam dadih.
Cara yang kedua adalah dengan menggosokkan atau menaburkan garam pada bagian kulit keju.Hal ini menyebabkan kulit keju terbentuk dan melindungi bagian dalam keju agar tidak matang terlalu cepat.
__ADS_1
Keju-keju yang berukuran besar diasinkan dengan cara direndam dalam air garam. Perendaman keju bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari.
Cara yang terakhir adalah dengan mencuci bagian permukaan keju dengan larutan garam.
manfaat Selain memberikan rasa, garam juga menghilangkan air berlebih, mengeraskan permukaan, melindungi keju agar tidak mengering serta mengawetkan dan membantu memurnikan keju ketika memasuki proses maturasi.
5. Pematangan
Pematangan (ripening) yaitu proses yang mengubah dadih segar menjadi keju yang penuh dengan rasa. Pematangan disebabkan oleh bakteri atau jamur yang digunakan pada proses produksi. Karakter akhir dari keju banyak ditentukan dari jenis pematangannya. Selama proses pematangan, keju dijaga agar berada pada temperatur dan tingkat kelembaban tertentu hingga keju siap dimakan. Waktu pematangan bervariasi mulai dari beberapa minggu untuk keju lunak hingga beberapa hari untuk keju keras seperti Parmigiano-Reggiano.
Rey bersama dengan ketua yang mendengarkan merasa terkejut dengan proses pembuatan keju yang ada lima tahapan. “Ternyata sulit juga ya membuat keju,”kata ketua.
“Tidak juga ya, jika kita dipersingkat pembuatan keju itu. sama halnya 2 gelas susu segar, 4 sendok teh cuka atau air jeruk lemon, Garam secukupnya,”ucap Adi.
“Lalu bagaimana dengan langkah pembuatannya Adi,”kata Ketua.
“Langkahnya ya. Masukkan susu ke panci, aduk terus hingga mendidih., Setelah mendidih, biarkan air rebusan susu dan tutup panci, tetapi jangan terlalu rapat agar uap panasnya bisa keluar., Tambahkan cuka atau air lemon untuk memisahkan zat padat pada susu., Aduk rata cuka dalam bahan keju tersebut selama kurang lebih 5—10 menit., Setelah gumpalan susu terpisah, siapkan saringan berupa kain bersih untuk menyaring bakal keju., Saring hingga benar-benar terpisah dari airnya. Proses saring dilakukan sambil ditekan secara perlahan-lahan., Campur hasil perasan (gumpalan keju) dengan garam secukupnya., Lapisi keju dengan aluminium foil agar keju tidak mudah kering.,Masukkan keju ke wadah yang bersih atau biarkan dalam bentuk bulat., Setelah dingin, masukkan keju ke lemari es dan simpan pada suhu 5—10°C.,Setelah padat, keju sudah siap digunakan atau langsung disantap,”kata Adi.
“Bagaimana kamu tahu Adi,”kata Ketua.
“Bukan sudah dijelaskan oleh petugasnya,”ucap Adi sambil tersenyum.
__ADS_1