Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 194


__ADS_3

Adi yang merasa ada tatapan disampingnya melirik.”Kenapa kamu melihatku Dev, apa ada yang aneh diwajahku,”ucap Adi dengan santai.


“Tidak,”ucap Dev yang kembali melihat ke arah lain.


Sementara yang lain sedang membicarakan masalah di dalam rapat biasa. Tapi tidak selang lama ada laporan yang datang dari Adi. Adi membuka emil yang masuk dan melihat kalau  Seta dan Mizan sudah mendapatkan tanggal waktu dimana mereka bisa masuk dengan aman. Adi yang membaca data topografi dari Seta dan Mizan dengan bentu pulau yang sudah diambil. Semua cuaca dan kondisi dipulau sudah dilaporan.


Adi terdiam membaca saja sampai Rabbit ikut melihat email yang dibaca oleh Adi.”Jadi kapan keberangkatannya?,”kata Rabbit.


“Untuk sekarang tidak dulu. Kamu lupa aku masih anak sekolahan. Aku akan pergi jika urusana sekolahanku selesai,”kata Adi.


“Bukan kamu bisa loncat kelas dengan kemampuan kamu Putra,”kata Prita.


“itu benar tapi aku ingin menjalankan kehidupan normalku. Apa tidak boleh selagi semua urusan sudah selesai,”kata Adi.


Semua terdiam melihat semua orang diruangan itu sudah tahu kondisi Adi saat dia kecil masa TK dan SD selalu dikejar. Hanya di tempat ini dia bisa menjalani kehidupan normal. Tapi hanya satu orang di ruangan itu Dev yang tidak tahu apa-apa tentang Adi. Setelah mereka terdiam untuk sesaat. Mereka serentak berkata,”Boleh saja.” Adi yang mendengarnya tersenyum kepada mereka yang sudah menjadi bagian dari kelurganya yang sudah lama menghilang.


“Jadi kalau kamu mau santai menjalani kehidupan sekolah kamu. Kamu harus fokus dengan pendidikan yang ingin kamu pilih nanti di masa depan bukan,”kata Prita.


“Tentu saja aku sedang mencari apa yang ingin aku lakukan untuk masa depanku,”kata Adi.


Selesai dengan rapat pada malam itu mereka semua keluar dari ruang bawah tanah. Tapi saat mereka keluar mereka dihadapkan oleh Wati yang ditugaskan oleh kakaknya untuk mengawasi Adi.”Tidak aku sangak seorang anak biasa memiliki pengaruh yang besar di wilayah C. Tapi kenapa tapak darah dan Gozo ada disini juga,”ucap Wati. Saat mereka semua sudah keluar dari ruang bawah tanah.


Semua yang sudah keluar tidak terkejut dengan kedatangan Wati yang duduk santai di dalam cafe bersama anak buahnya.”Tidak ada yang menyangka ada tamu malam ini yang tidak diundang ya,”ucap Mon.


“Sudahlah untuk apa berdebat dengan tamu yang datang ke cafe,”ucap Adi.

__ADS_1


“Kamu putrakan tidak aku sangka kamu bersengkokol dengan CEO pertama diwilayah C,”kata Wati.


“Maksud kamu Prita dia adalah teman dan kakak saya yang mau membantu saya datang ke wilayah C ini. Apa ada masalah dengan diriku yang dekat dengan Prita,”kata Adi.


“Tidak ada yang salah hanya saja. Kamu tahu siapa musuh dari kakak cantiku itu,”kata Wati.


“Ohhh soal itu ya aku tahu. Termasuk kamu yang sudah datang ke sini. Aku tidak ingin bermain dengan kamu,”kata Adi dingin dengan wajah tidak bersahabat.


Wati melihat wajah Adi merasa seperti melihat anak yang harus dia bunuh waktu di wilayah B.”Kamu Adi bukan,”ucap Wati yang berdiri dengan tatapan dingin.


“Ternyata kamu masih hidup ya. Berapa jiwa yang kamu miliki sampai kamu bisa hidup anak pengganggu,”kata Wati. Tapi pada saat Wati mengetehui identitas dia semua anak buah anggota khusus yang sedang bersembunyi muncul dan mengepung cafe dimana mereka berada.


Tapi di posisi yang lain anggota khusus tertinggi dengan tidak segan membuat penghalang untuk Wati untuk mendekati Adi.”Jika kamu menginginkannya bukan kamu tidak bisa mendapatkannya,”kata Prita yang berubah ekspresi dingin.


Tapi pergerakkan dia sudah di ketahui oleh Rbbit sebagai wakil ketua dan bawahan Adi.”Kamu mau apa?,”ucap Rabbit yang menyetuh tangan Wati yang hendak memegang Adi.


“Percuma saja kamu ingin menyentuhku. Mereka yang ada didalam sini bukan hal yang bisa kamu bunuh dengan mudah,”kata Adi.


“Apa itu benar,”kata Wati yang memberikan isyarat untuk membunuh mereka yang ada didalam ruangan cafe. Dev yang tidak tahu dengan apa yang sedang terjadi mencoba melindungi dirinya.”Mereka siapa?,”ucap Dev mendekat kepada Guntur.


“Mereka adalah wakil dari ketua organisasi black, musuh dari Adi,”kata Guntur.


“Apa?,”kata Dev yang terkejut.”Tapi mereka yang dekat dengan Adi juga bukan orang biasa. Apa mereka bisa mengalahkan anak buah organisasi black dan wakil organisasi itu,”kata Dev.


“Aku tidak tahu, tapi melihat suasananya mereka bisa menyeimbangi mereka,”kata Guntur.

__ADS_1


“Bukan menyeimbangi, tapi berat sebelah,”kata Gozo yang dekat dengan mereka berdua.


“Apa maksud paman belah sebelah. Apa Adi dalam masalah,”kata Guntur bersama dengan Dev melirik ke arah belakang dimana Gozo berada.


“Apa yang sedang kalian bicarakan?,”kata tapak darah.


“Mereka berdua khawatir dengan Putra,”ucap Gozo. “Untuk apa khawatir dengan anak itu. Mereka akan baik-baik saja dengan pelindungan mereka.Lihat itu,”kata tapak darah. Guntur dan Dev melihat ke arah Adi dimana Wati sudah kewalahan melawan sembilan orang yang menjada Adi.


“Yang paman katakan tidak seimbang sebelah apa dipihak Putra,”kata Guntur. “Tepat sekali. Tapi jika lawan one on one juga dipihak Putra yang akan menang,”kata Gozo.


“Itu benar juga,”kata tapak darah yang baru saja melempar satu orang musuh yang mendekatinya.


“Tapi melihat anak buah dari organisasi black dengan anak buah Putra dia juga hebat. Tapi sayangnya lawan mereka sangat kuat dipihak Putra,”kata Tapak darah.


“Bukan itu bagus kalau Putra akan baik-baik saja,”kata Dev yang merasa lega dengan Adi yang aman.


Di tempat Adi yang masih santai dalam lindungan mereka anggota khusus. Wati yang tidak memprediksi kalau lawan yang ada didalam cafe sangat kuat. Membuat dia tidak bisa berkeming dan hendak mundur. Tapi Sem yang sudah ada dibelakang Wati berbisik.”Jangan harap kamu bisa selamat keluar dari sini. Kami tidak ingin informasi yang kamu temukan keluar begitu saja sama dengan anak buah kamu yang bersembunyi diam-diam memperhatikan kami,”kata Sem yang menusuk pisau tajam dengan racun yang membalut pisau yang dipegang oleh Sem.


“Matilah disini untuk mengurangi musuh bos kecil kami,”kata Sem yang dengan senang hati membunuh Wati. Tapi Wati yang melihat ata Adi didepannya dengan wajah santai dan penuh kepolosan memiliki anak buah yang sangat kuat.


Wati yang sudah tertusuk berkata,”kalian hebat. Tapi kalian juga akan membuat pimpinan kami marah jika melindungi anak itu.”


“Kami tahu akan semua tentang pimpinan kalian. Makanya kami akan membuat kakak kamu juga menyusul kamu segera agar mereka muncul di hadapan kami,”kata Sem.


“Sem,”ucap Adi dari jauh. Sem yang melihat Adi tersenyum dan mencaput pisau yang sudah tertanjam di perut wati tepatnya di jantung Wati dengan racun yang masuk dan menyebar ke dalam tubuh Wati.

__ADS_1


__ADS_2