
Rey dan Roy yang melihat wajah adik mereka Adi hanya bisa memegang kepala Adi.”Jangan khawatir kami akan bantu kamu,”kata Roy.
“Itu benar, tapi bukan malam ini. Karena sudah malam ayo kita tidur,”ucap Rey yang siap berjalan ke arah kasur. Adi yang melihat hanya bisa tesenyum dan menutup laptopnya setelah dia mengirim pesan kepada ketiga pimpinan wilayah yang sudah dibawah kekuasaan Adi.
Malam yang melelahkan mereka kembali tertidur. Adi yang menutup mata dengan nyenyak Adi tertidur dengan Rot dan Rey yang juga tertidur. Angin malam yang panjang dan dingin dengan suasana yang tidak akan ada yang tahu. Setelah paman penggemar pergi dari rumah Jesi. Mereka berkumpul di tempat dimana mereka bisa berunding.
“Hai, kamu dimana menemukan Adi tadi,”kata organisasi bawah tanah.
“Aku menemukan dia sebelah utara,”kata mantan tahanan.”Bagamana bisa Adi sampai kesana?,”kata Progemer.
“Itu dia aku saja juga tidak tahu tapi ada yang aneh dengan sikap Adi saat aku bertemu dengan dia,”kata mantan Tahanan.”Aneh bagaimana maksud kamu?,”kat pembinsis.
“Dia seperti habis perkelahi,”kata mantan tahanan.
“Kamu bercanda mengatakan itu kepada kami bukan,”kata dokter anak.
“Kurasa apa yang dikatakannya ada masuk akal juga. Kalian bukan lihat dimana dia bisa menghindar dari pengawasan cctv yang sudah aku sabotase bukan,”kata progemer.
Mereka kembali terdiam dengan ucapan progemer. Sampai mereka mulai memperketat pengawasan Adi. Jika kejadian saat mereka kanak-kanak terjadi lagi itu akan membuat Adi tidak bisa menjalani kehidupan normalnya.”Tapi bagaimana bisa mereka sampai tahu tempat Adi,”kata Organisasi bawah tanah.
“Itu dia yang sedang di selidiki oleh satu orang dari kita,”kata progemer.
“Maaf aku terlambat,”ucap bos mafia yany baru saja masuk.
“Kamu datang pada waktu yang tepat. Bagaimana menemukan hasil yang kita inginkan,”kata progemer. Semua yang menuggu bos mafia untuk berbicara dengan apa yang akan diberikan kepada mereka.
__ADS_1
“Aku tahu kalian menugguku hanya karena orang ini bukan,”kata bos mafia.
“Siapa dia,”kata tentara yang duduk dipojokkan.
“Dia adalah salah tau darai berbaju hitam yang masuk ke rumah Jesi,”kata Progemer.
“Jika itu mereka pasti ada ulah wanita itu atau orang lain yang ingin mencari tahu Adi bukan,”kata tentara yang berjalan ke arah bos mafia.
“Itu dia kurasa pilihan pertama yang tepat. Dia adalah suruhan Cita karena anak yang dia bawa sudah di identifikasi kecocokan gennya dengan Jordan,”kata bos mafia.
“Jika seperti itu bukan Adi dalam bahaya,”kata dokter anak.
“Untuk sekarang masih aman karena semua orang yang datang sudah dibawa oleh mantan tahanan untuk mereka intograsi dan mereka bunuh. Informasi tentang Adi masih aman untuk sekarang. Hanya saja Cita dan anak palsu itu yang menjadi masalahnya,”kata bos mafia.
“Kurasa Cita akan mempertahankan anak itu untuk menjadi Adi,”kata Progemer.
“Itu banar, tapi sampai kapan Adi akan bisa tetap aman. Jika ada sedikit celah yang terlihat,”kata pemadam kebakaran. Mereka semua hanya terdiam dalam pikiran mereka. Setiap orang yang berpikir melakukan yang mereka bisa untuk menjaga Adi.
Di tempat Adi yang dipagi hari dengan empun air pagi yang menyinari pagi mereka bertiga. Adi yang sudah banguun dari tidurnya dengan Rey dan Roy ikut terbangun. Adi yang tidak langsung mandi melihat laptop apa ada pesan masuk. Sementara Rey dan Roy yang pergi dulu untuk mandi yang ada di lantai atas dan bawah ada satu kamar mandi.
Adi yang menugu sambil melihat pesan masuk dari Elang, Galang dan Ulta. Tapi Adi yang sudah membuka laptop tidak ada pesan masuk dari ketiganya. Hanya bisa menutup laptopnya dan berjalan menuju kamar mandi yang dimana Rey sudah selesai. “Adi sana mandi,”kata Rey yang masuk ke dalam kamar.
Adi yang mendengarkan langkah Rey segera berdiri dari tempat duduk dan mengambil handuk dan pakaian dalam. Sambil menuggu Adi menyiapkan buku yang akan dibawa sampai Rey memanggilnya. Adi yang sudah melihat wujud Rey pergi ke luar kamar dan menuju kamar mandi yang dekat dengan kamarnya.
Di dalam kamar mandi Adi yang terdiam dengan air yang masih mengalir ke bawah. Adi yang tidak tahu kenapa bisa merasakan kesepiannya ibunya yang selalu sendiri. Adi dengan air yang mengalir meneteskan air mata untuk pertama kalinya.”Ibu apa kamu sekarang sudah baik-baik saja di sana,”kata Adi.
__ADS_1
Tapi Rey yang ada didepan pintu kamar mandi sedikit mendengarkan apa yang dikatakan oleh Adi. Rey yang bersandar di pintu sampai suara tangisan Adi bercampur dengan air yang mengalir. Membuat orang lain tidak bisa mendengar, sampai Roy naik ke atas melihat Rey yang ada didepan pintu kamar mandi.
“Kenapa kamu di situ, ayo pergi masuk ke kamar,”kata Roy yang tahu apa yang dilakukan oleh adiknya Rey didepan kamar mandi. “Apa kamu sudah menyiapkan buku yang akan dibawa Rey,”kata Roy.
“Sudah kak, aku turun dulu ya,”ucap Rey yang berjalan menuruni anak tangga. Rey yang hendak turun berpapasan dengan Adi yang telah selesai mandi. Adi berjalan menuju kamar dimana sudah ada Roy yang sedang berpakaian.
“Sudah selesai,”ucap Roy sambil mengenakkan seragam sekolah dasar.
“Sudah,”ucap Adi dengan singkat. Sampai Roy mengajak rambut Adi yang sudah disisir. “kakak,”ucap Adi yang merasa kesal karena rambut yang dia sisir sudah diacak-acak oleh Roy. Roy yang sudah mengacak rambut Adi segera pergi ke bawah dengan dia membawa tas yang akan dibawa. Adi hanya menghela nafas dan menyisir rambutnya kembali. Selesai merapikan rambut dan seragam yang dia kenakan Adi mengambil tas.
Adi yang berjalan turun menuju meja makan yang dimana semua sudah berkumpul. Mereka bertiga makan bersama dengan hidangan yang dibuat oleh Jesi. Selesai sarapan mereka mulai berangkat dengan berpamitan dengan Jesi yang sebagai ibu mereka.
Adi, Rey dan Roy yang berangkat bersama karena satu sekolah yang sama. Sampai mereka bertemu dengan Guntur.”Hai Adi, Rey, Roy,”ucap Guntur secara bergilir.
“Pagi kak Guntur,”ucap Rey dan Adi bersama-sama.
“Pagi Guntur sudah selesai dengan tugas yang diberikan,”kata Roy.
“Kamu pagi-pagi tanyanya tugas sih. Kabar dulu kenapa,”kata Guntur.
“Bukan kamu pelupa soal tugas,’kata Roy yang tertawa.
Mereka berempat yang berjalan bersama tanpa ada yang aneh disekitar mereka. Hingga sampai di halaman sekolah mereka berpisah. Rey dan Adi yang masuk ke kelas dan Roy dan Guntur yang juga masuk ke kelas dengan gedung yang berbeda.
Keindahan bersama kehangatan bersama keluarga. Tapi ada kala kehangatan dan keindahan itu tidak akan bisa bertahan lama. Dengan usia mereka yang semakin bertambah. Kamu yang selalu menjagaku dan mengharap kehadiranku. Aku ingin melihat dan memeluk kamu. Tapi kamu yang sudah pergi jauh ke langit. Hanya ada sebuah kenagan yang kamu tuliskan.
__ADS_1
Aku ingin bertemu dan melihat kamu walaupun hanya sebentar saja ibu. Aku ingin membahagiakan kamu. Tapi dimana aku bisa membahagiakan kamu. Sementara kamu sudah tidak ada. Aku hanya bisa bertahan hidup dalam permaian kehidupan ini.