Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 156


__ADS_3

Tapi orang itu hanya bisa menuggu jika saja mereka kelurga Jesi dalam bahaya. Karena saat itu Rey bersama dengan Elang yang bisa menjaga dia. Orang khusus itu hanya bisa melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan saja.


“Untuk apa kamu datang ke sini,”ucap Elang.


“Aku tidak ingin bicara dengan preman miskin kaya kamu. Aku hanya ingin melihat kakak dari Adi saja,”ucap Cita.


“Adi yang kamu maksudkan bukan dia bersama dengan kalian ya,”kata Rey. Cita yang menutup bibir dia dengan tangan dia dengan menatap ke arah Rey.”Tidak mungkin dia bersamaku, aku saja baru saja mencari dia sekarang,”kata Cita yang berwajah licik.


“Tidak usah berwajah itu. Aku tahu kalau kalian yang menghadang kami untuk pergi ke rumah sakitkan. Sampai Adi harus turun agar kami berdua bisa sampai ke rumah sakit,”kata Reyy yang dingin.


“Tapi aku juga ingin menayakkan dimana Adi sekarang, apa yang kalian lakukan kepada Adi saat dia sendirian,”ucap Rey dengan tajam.


“Dimana dia ya, aku datang ke sini untuk mencari dia.Tapi jika kamu tidak tahu aku harus jawab apa ya,”kata Cita.


“Jawab saja jika kamu sudah membunuh Adi bukan,”kata Rey. Elang yang ada disampingnya sedkiit terkejut dengan ucapkan Rey dan suasana yang ada disekeliling Rey berubah menjadi hawa yang sama dengan Adi saat dia bertemu dengan dia pertama kali.


“Kenapa mereka memiliki hawa yang tidak enak ini yang menekan seperti ini,”kata hati Elang yang tidak ingin ikut campur. Elang hanya bisa mendengarkan mereka yang saling beradu mulut dengan wajah yang berbeda dengan kata yang saling disembunyikan sama lain.


“Itu cukup jahat bukan untuk kakaknya Adi. Kalau aku membunuh dia,”kata Cita.


“Tapi mau bagaimana lagi, dia membawa sial kamiku. Aku harus membunuh dia,”kata Cita denga santainya sambil melihat ke arah Rey.


“Tunggu dulu kenapa pembicaraan ini tidak enak didengar ya,”kata Elang.


“Tidak  enak didengar ya,”ucap Cita.

__ADS_1


“Ohh iya kalau kamu masih anak kecil. Tidak baik jika kamu mendengar ucapan ini. Maaf ya,”kata Cita.


“Tapi mau bagaimana lagi dong. Masak aku tidak memberitahukan kabar buruk ini kepada keluarga Adi yang sekarang,”kata Cita.


“Jika tidak ada lagi yang ingin kamu katakan segera pergi dari tempat ini sekarang,”ucap Rey.


“Kenapa buru-buru begitu. Aku masih ada lagi yang ingin kalian ucapkan, apa mama kamu di rumah sakit,”kata Cita. Cita yang semua orang yang berhubungan dengan Adi semua musnah. Tapi dengan sebelum Adi mengikuti Cita pergi dia meminta kepada Cita dan anak buahnya untuk tidak mengusik keluarga dia yang sekarang.


Tapi Cita yang berhati dingin tidak perduli dengan ucapkan Adi saat itu dan masih saja ingin membunuh kelurga Jesi. Adi yang sudah tahu semuanya juga sudah meminta anggota yang beru dibuat bersama kedua kakaknya untuk menjaga keluarga Jesi. Tapi karena kekuatannya masih kurang kuat untuk melindungi mereka. Adi meminta anggota khusus untuk berjaga disekitar rumah dan sekitar keluarga Jesi.


Adi yang sudah sampai pulang mendapatkan pesan dari anggota khusus kalau Cita dan anak buahnya ingin membunuh keluarha Jesi.”Wanita rubah sudah aku tahu kalau kamu tidak bisa dipercaya,”ucap Adi.


“Kenapa Adi,”ucap Seta.


“Poritas kita adalah menjaga keluarga Jesi tetap aman tapi identitas kita harus disembunyikan,”kata pimpinan dari tempat rumah sakit.


“Jadi mau  pergi sekarang atau lihat dulu kondisinya,”kata anggota khusus yang lain.


“Lihat kondisi dulu, jika sudah gawat dan tidak terkendali. Kita bantu mereka,”ucap pimpinan anggota khusus.


~ ~ ~ ~  ~ ~ ~  ~


Kembali di rumah Jesi yang dimana Rey, Elang sedang kedatangan Cita bersama dengan anak buahnya yang ada di rumah Jesi. Mereka yang saling berbicara satu sama lain, sampai pad atitik mereka membahas Adi. Tapi percakapan mereka yang akhirnya di tengani oleh Elang karena mereka sama-sama tidak mau mengalah. Hingga akhirnya Elang mengubah topik pembicaraannya.


“Kamu datang ke sini hanya ingin menyampaikan berita buruk itu saja. Bertai sudah selesaikan, tapi kenapa kamu masih ada sini. Apa ada lagi yang ingin kamu tanyakan dan ingin kamu ketahui dari kami,”kata Elang.

__ADS_1


“Kenapa kamu bertanya seperti itu, dia datang ke sini pasti untuk membunuh kita.Tidak mungkin hanya ingin menyampaikan kabar buruk tentang Adi saja,”kata Rey yang sudah bisa menebak watak rubah didepannya.


Cita yang bertepuk tangan di hadapan semuanya sambil tersenyum licik.”Jadi kamu tidak bodoh ya,”ucap Cita.


“Itu benar kami datang ke sini juga ada maksud lain dari memberitahukan kalau Adi sudah mati dan masuk ke tebing dasar laut. Kami juga ingin memberitahukan kalau mama kamu juga tidak akan bisa selamat dengan kakak kamu,”kata Cita yang terus terang.


Rey yang mendengar itu kepikiran tentang mama Jesi dan kakaknya. Karena merasa gelisah dia langsung berdiri, tapi di hentikan oleh Elang untuk santai.”Kamu tenang dulu Rey, kakak kamu dan mama kamu akan baik saja. Sementara itu kita tidak bisa keluar dari  rumah ini dengan mudah, kurasa,”kata Elang yang merasakan kalau mereka sudah dikepung.


“Kamu cukup bisa diandalkan ternyata,”kata Cita. Rey yang mencoba tenang dan memahani situasi yang sedang dia alami. Sampai dia tenang merasakan kalau mereka sudah dikepung. Sambil melihat ke arah Cita yang santai menatap mereka.”Kenapa kamu menatap aku seperi itu, apa ada masalah?,”kata Cita.


“Jangan pura-pura tidak tahu kamu,”kata Rey.


“Aku rasa tadi kamu mau keluar, tapi kenapa tidak jadi. Apa ada masalah?,”kata Cita yang mengangkat tangannya. Memberitahukan kepada semua anak buah dia masuk ke dalam rumah.


“Tapi cukup sampai disini saja pembicaraan kita. Kamu harus tahu ada hal yang tidak bisa kalian sentuh atau tidak nyawa kalian yang harus kami ambil,”kata Cita. Di saat Cita memberikan isyarat semua anak buah yang sudah ada diluar masuk. “Kalian tidak usah melawan, karena hari ini kalian yang akan mati menyusul Adi,”ucap Cita yang berdiri.


Tapi saat hendak mau berdiri ada satu orang yang masuk dan menghentikan Cita.”Tidak baik seorang wanita cantik melakukan kejahatan ini, bukan,”kata anggota khusus Adi.


Dalam kondisi Cita yang sudah didekap oleh piasu oleh orang asing itu.”Kalian siapa?,”kata Cita yang kembali duduk karena ada pisau dilehernya.


Tapi disela dia menyerah dia memberikan isyarat kepada anak buahnya yang ada dibelakang untuk membunuh orang yang ada dibelakang dia. Tapi tidak ada respons,”Kenapa kalian diam saja.” Sampai Cita mencoba melirik ke belakang dan disekitarnya. Semua anak buah dia yang sudah terjatuh tidak berdaya.


“Percuma saja kamu menyuruh mereka untuk membantu kamu, mereka semua sedang tidur. Apa kamu masih ingin memanggil dia,”kata anggota khusus. Pimpinan anggota khusus datang setelah selesai membuka jalan masuk ke rumah.”Kenapa mereka menghalangi jalan saja,”kata pimpinan khusus.


“Kalian siapa,”ucap Elang yang mewaspadai orang asing yang baru saja datang. Karena tekanan yang diberikan sangat berbeda dengan Rey, membuat dia harus berhati-hati saat melawan orang asing didepannya itu.

__ADS_1


__ADS_2