Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 174


__ADS_3

Pegawai tata usaha SMP Buaya Jaya memberikan lembaran rincihan pembayaran buku pelajaran. Yang tahunya Adi kalau buku pelajaran itu gratis di sekolahan ini. Tapi tidak disangka semuanya salah buku pelajaran di sini harus membayar. Ta[i saat Adi melihat hasil rincihan itu membuat Adi tercengang.”Ini caranya memeras siswa,”kata hati Adi. Setelah Adi membaca lembaran kertas itu dia masuk ke dalam ruangan yang dimaksudkan pegawai tersebut.


Adi yang masuk terlihat asing dengan pemandangan di dalam ruangan.”Kenapa ada preman di sini, apa aku salah masuk ya,”kata hati Adi yang kembali berjalan mundur dan melihat tulisan yang dipasang.


“Kamu tidak salah masuk, kamu mau membayar buku pelajaran bukan,”kata penjaga ruangan tata usaha.


“Iya. Tapi aku melihat kamu bukan pegawai tapi preman disini, jika aku melihat dari sudat pandangku,”kata Adi yang santai dan duduk didepan orang tersebut.


“Kamu cukup berani juga duduk didepanku. Kamu tidak tahu aku ini siapa?,”kata preman Drak.


“Untuk apa preman sekolahan ada di sini atau juga aku sebut kamu Drak yang dipimpin oleh Mar dan wakil Tor,”kata Adi yang tersenyum dingin.


“Kamu siapa bagaimana kamu bisa kenal dengan ketua dan wakil preman sekolah,”kata Drak yang juga memberikan tatapan dingin kepada Adi. Adi yang tidak ingin lama-lama hanya berkata singkat kepada Drak didepannya.


“Kamu ingin mati,”kata Adi dengan dingin yang dimana Adi mengelurrkan aura pembunuh dengan ringan. Drak yang merasa tertekan menatap ke arah Adi didepan dia. Yang santai duduk melihat dirinya yang sudah tidak bisa bertahan dengan tekanan yang diberikan.


“Tunggu kamu jangan bunuh aku. Aku di sini hanya di perintahkan oleh anak kelas A saja, ini bukan keinginanku untuk mengambil uang para siswa,”kata Drak.


“Jika bukan dari pihak sekolah lalu dari mana?,”kata Adi yang sambil mencari tahu.


“Itu semua dari kelas A yang memberikan usul kepada kepala sekolah dan guru yang lain hanya mengikuti saja,”kata Drak.


“Kelas A, siapa nama anak itu yang mengubah peraturan yang ada di sekolahan ini,”kata Adi.


“Itu saya tidak tahu,’ucap Drak.


‘Baiklah. Aku akan lepaskan kamu jadi tinggal kamu harus berkata apa setelah merasakan tekanan yang aku berikan kepada kamu ini,”kata Adi yang tersenyum.


Drak yang mersa dirinya terancam hanya menuliskan kwintasi kalau Adi sudah lunas dalam membeli buku pelaran.”Ohhh iya satu lagi, lain kali kalau ada anak yang mengambil buku pelajaran harus gratis sama dengan informasi yang diberikan ya,”kata Adi yang berdiri.


Berjalan keluar dengan santai sampai di tempat pegawai yang memberikan buku pelajaran.”Apa kamu sudah membayar uang buku pelajaran kamu,”kata pegawai yang tidak tahu apa-apa didalam ruangan.

__ADS_1


Adi tersenyum sambil memberikan kwintasi pembayaran uang yang sudah dipalsukan.”Kmau boleh mengambil bukunya, jaga baik-baik bukunya jangan sampai hilang atau rusak nanti kamu datang membayar lagi,”kata pegawai kepada Adi.


“Iya terima kasih atas perhatiannya,”kata Adi yang berjalan keluar dengan membawa buku yang dia dapatkan. Setelah selesai dicek oleh Adi kalau bukunya sudah lengkap. Adi berjalan keluar dnegan buku yang dia bawa. Diluar yang sudah ada wakil ketua yang hendak membantua Adi.


“Biar aku bantu kamu,”kata wakil ketua.


‘Terima kasih, tapi aku bisa membawanya sendiri,”kata Adi.


“Kamu tidak terlukakan di dalam sana,”kata wakil ketua yang merasa gelisah.


“Tidak, terluka kenapa?,”kata Adi yang tidak tahu kalau yang mengalami tertekan adalah Drak.


Wakil ketua yang merasa sedikit penasaran dengan Adi bertanya lagi.”Apa kemu membayar buku pelajaran itu dengan lunas. Kalau kamu tidak dipukuli,”kata wakil ketua.


“Iya aku sudah melunasi uang buku pelajarannya. Bukan itu sama saja memerasa kita para siswa ya dengan uang yang diberikan,”kata Adi yang berakting dengan sifat negatif yang ada disekolahan ini.


“Tapi dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu Bukan kamu yatim piatu ya,”kata wakil ketua.


Wakil ketua yang menghela nafas sampai dipintu kelas mereka mendengar suara keributan yang terjadi.”Apa yang terjadi di sini,”kata wakil ketua yang melihat keributan yang ada.


Wakil ketau yang datang ke dalam ke ramaina. Adi yang meletakan buku yang dia bawa. Tapi dari jarak yang tidak terlalu jauh. Adi melihat kalau ada siswa yang lain di hajar.


“Kamu tidak mau melihatnya Putra,”kata Dev dari belakang.


“Melihat apa?,”kata Adi yang memasukkan bukunya setelah mengamati.


“Yang ada disana,”kata Dev.


“Lalu kenapa kamu tidak ikut melihat juga,”kata Adi yang berbalik bertanya.


“Jika aku melihat akan menjadi semakin ramai,”kata Dev. Adi yang terdiam untuk sesaat sampai kerumunan itu menghindar dari seorang yang hendak keluar. Siswa yang tidak tahu siapa dia datang menghampiri Adi.

__ADS_1


“Apa kamu anak pindahan itu?,”kata Siswa.


“Iya kamu siapa,”kata Adi yang tidak tahu siapa siswa yang datang tersebut.


“Kamu anak baru tapi sudah mengganggu kelas A ya. Kamu tidak takut kalau apa yang kamu miliki hancur,”kata siswa kelas A.


“Hancurkan saja, jika kamu mau. Aku saja tidak memiliki apa-apa untuk di pertahankan. Tapi apa yang kalian lakukan tidak takut hacurkah untuk kedepannya,”kata Adi yang tersenyum biasa.


“Ohhh iya kamu yatim piatu ya, tidak memiliki siapa-siapa. Pantas saja kamu tidak takut. Tapi bagaimana jika tempat tinggal kamu sekarang hancur,”kata siswa kalas A.


“Hancurkan saja, aku bisa mencari yang lain. Tapi jika kamu hancurkan tempat tinggalkan aku tidak tahu akankah kalian selamat,”kata Adi yang melihat ke arah siswa kelas A.


“Kamu mengancamku,”kata siswa kelas A yang hendak marahi krah baju Adi. Dengan tatapan dingin Adi melepaskan tarikan dari siswa kelas A. Hanya dengan satu tangan Adi melepaskan krah yang tertarik dari anak kelas A.


Kelas A yang tidak tahu dari mana tenaga yang dimiliki oleh  Adi bisa melepaskan tangan yang menarik krah bajunya.”Kenapa?,”kata Adi yang melepaskan tanganya.


“Kamu akan tahu nanti, kamu tidak akan lama tinggal disini,”kata kelas A yang berjalan keluar.


“Kamu cukup berani juga dengan mereka. Apa kamu tidak takut untuk diganggu oleh mereka,”kata Dev.


“Itu benar,”kata siswa yang mendapatkan pukulan oleh siswa kelas A yang baru saja pergi. Adi yang melihat luka bengka diwajah teman Adi merasa kasihan.”Sebaiknya kamu pergi ke ruang kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Jika tidak itu akan semakin parah bukan,”kata Adi .


“Bagaimana kita bisa pergi ke ruang kesehatan kami tidak memiliki uang,”kata siswa.


“Tunggu dulu uang apa lagi ini,”kata Adi yang merasa sekolah yang dia tempati kacau balau.


“Jika kamu mau tahu kami bisa memberitahukan semuanya kepada kamu nanti sepulang sekolah,”kata Dev yang melihat ke arah siswa yang lain. Adi yang melihat Dev yang sudah tidak diajungkan oleh siswa yang lain membuat dia sadar. Sikap mereka tadi itu karena untuk melindungi diri mereka. Tapi jika sudah ada dikelas mereka akan bersikap baik satu sama lain.


Cara untuk melindungi diri mereka sebelum mereka terlibat dengan kelas A. Tapi Adi yang tidak tahu kenapa Prita mendaftarkan ke sekolahan ini. Membuat dia harus mencari tahu semuanya dari awal dengan helaan nafas Adi.”Bagaimana Putra apa kamu mau ikut dengan kami nanti sepulang sekolah. Jika kamu ingin tahu,”kata ketua kelas.


“Baiklah aku akan ikut dengan kalian nanti,”kata Adi dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2