Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 181


__ADS_3

Wali kelas A langsung memegang meja dan kursi sehingga Adi tidak bisa bergerak.”Kembalikan kursi yang kamu ambil Putra. Apa kamu mau membuli anak baik dikelas A,;”kata Wali kelas.


“Membuli. Apa anda tidak salah ucap,”kata Adi melirik ke arah wali kelas dengan dingin. Tapi di saat itu juga  wali kelas C datang bersama dengan siswa kelas C yang lain.”Putra apa yang kamu lakukan, lepaskan aitu sekarang,”kata wali kelas C.


“Apa ibu memanggil saya,”kata Adi dengan dingin.”Kalian disini hanya dibayar oleh kelas A. Tidak ada kualifikasi menjadi guru dan wali saya. Kalian itu sampah tahu tidak,”kata Adi dnegan tegas.


“Jika kalian tidak tahu apa yang sedang terjadi aku bisa memberikan buktinya dihadapan semua siswa disini,”kata Adi tersenyum tanpa bersalah..


“Bukti,”ucap Fal yang juga melihat Adi mengambil kursi dan meja di kelas dia.”Baiklah jika kamu ingin tahu. Aku bisa memberikannya, kebetulan di kelas A ada proyektor aku akan tunjukan buktinya. Tapi kalian yang salah jangan marahnya. Karena bukti yang aku berikan ini sangat takjub,”kata Adi yang berjalan ke araj papan tulis. Dimeja guru didepan kelas yang sudah ada proyektor Adi menghidupnyanya dan memberikan bukti kepada mereka.


Saat pertunjukan di perlihatkan dan mereka tidak melihat Adi yang pergi sambil membawa meja dan Kursi ke ruang kelas C.”Nontonlah sampai habis. Karena itu hanya permulaan saja untuk kalian semua,”kata Adi yang duduk dikelas C.Tapi Dev yang tahu kalau Adi sudah pergi juga ikut menyusul.”Kamu tidak takut kepada mereka Putra,”kata Dev dari belakang.


“Kenapa kamu disini bukan kamu juga ikut menonton ya,”kata Adi.


“Iya awalnya setelah melihat kamu pergi. Aku ikut dengan kamu,”ucap Dev yang langsung duduk.


Sementara di tempar kelas A yang masih heboh dengan apa yang mereka tonton membuat siswa dan guru yang terlibat merasa tersingung. Sampai mematikan proyektor.”Putra kamu ingin dikeluarkan dari sekolahan ini,”ucap wali kelas A yang marah. Tapi tanpa mereka sadari Adi tidak ada dikelas A.


Mereka melihat sekelilingny tapi tidak menemukan Adi.”Dimana Putra bu, bukan kamu adalah wali kelas C. Apa kamu tidak mendidik siswa kamu dengan baik,”ucap wali kelas A.


“Bukan salah kelas C. Tapi ini salah kelas A yang sudah memprofokasi Putra bukan, sampai aku terlibat dalam kekacauan ini,”kata wali kelas C yang juga menyalahkan kelas A. Tapi Adi yang melihat melalui ponselnya bersama dengan Dev yang ada dikelas C.

__ADS_1


“Jadi kamu sudah tahu semuanya Putra sampai bisa melihat tontonan ini dengan baik,”kata Dev yang tidak habis pikir dengan Adi yang sudah  mempersiapkan jebakan yang tidak diketahui.


“Apa yang kalian lihat,”ucap siswa yang memberikan informasi.


“Hai Putra kamu tidak lupa dengan novel yang aku minta bukan,”kat siswa itu lagi. “Tentu saja,”kata Adi mengambil novel yang ada ditasnya. Yang kemudian dia berikan kepada siswa itu. Tapi siswa itu juga ikut melihat apa yang ditonton oleh Adi dan Dev.


“Seru juga melihat yang seperti itu. Jadi semua siswa wajah mereka sudah terlihat ya,”kata siswa.


‘Tapi bukan kamu dalam masalah Putra,”kata siswa informasi.


“Masalah apa yang kamu maksudkan. Karena ini baru saja permulaan saja, masih ada yang lebih dari itu,”kata Adi yang sudah melaporkan kepada departemen pendidikan yang berkuasa tinggi diwilayah C.


Dev dan sisiwa informan itu terdiam saja saat melihat Adi yang memiliki rencana lain.”Tapi kenapa kamu ingin mengubah sekolahan ini Putra. Apa kamu tidak takut dengan dibalik Fal dan Fel,”kata Siswa.


“Kurasa mereka datang,”kata siswa yang sedikit melihat dari balik pintu.


“Hai Putra kurasa kamu akan dalam masalah besar,”kata siswa yang masih menatap keluar lorong. Tapi pada saat yang sama siswa itu melihat ke arah lorong yang lain ada petugas yang tidak tahu identitasnya.”Hai ada petugas yang datang, kurasa bukan dari sekolahan kita,”ucap Siswa yang masih melihat.


“Apa maksud kamu?,”ucap Dev yang berdiri dan hendak melihat. Tapi saat Dev hendak berjalan dari pintu depan dan belakang masuk seorang.”Siapa yang bernama Putra,”ucap petugas yang menyamar yang masuk dari belakang.


“Putra kamu ikut kami ke ruang kepala sekolah sekarang,”kata wali kelas A yang masuk dari pintu depan. Mereka yang masuk secara bersama dengan pertanyaan yang berbeda. Dev dan siswa yang bersama dengan Adi hanya menatap ke arah keduanya.

__ADS_1


“Aku Putra. Tapi aku di panggil ke ruang kepala sekolah. Jika anda tidak keberatan apa mau ikut dengna saya,”kata Adi dengan suara santainya. Tapi didengar oleh kedua pihak Wali kelas A dan siswa yang melihat bersama dengan anak kembar. Melihat ke belakang Adi dan bertanya siapa orang yang ada dibelakang Adi.


Tapi Adi yang sudah tahu hanya diam saja dan berdiri.”Pak kita pergi sekarang atau nanti ke ruang kepala sekolah,”kata Adi yang tersenyum.


Adi yang berjalan keluar ruangan yang di ikuti oleh pegawai yang tadi mencari Adi. Saat ada kesempatan pegawai itu berkata kepada Adi.”Hai nak bukan kamu yang memanggilku ke sini. Tapi kenapa harus ke ruang kepala sekolahan. Kamu tahukan kalau masih banyak pekerjaan yang menugguku,”kata pegawai departemen pendidikan pusat.


“Kamu akan tahu nanti jika sudah masuk ke dalam ruang kepala sekolahan. Bukan kamu ingin mengalahkan musuh kamu yang ada di pusat wilayah B,”kata Adi yang sudah tahu tentang petugas yang datang mencarinya.


“Kamu tidak takut ternyata dengan apa yang kamu lakukan ya. Aku suka itu anak muda,”kata pegawai mengikuti anak disampingnya. Di depan ruang kepala sekolah yang sudah ada wali kelas A dan C bersama dengan Fal dan Fel yang sudah tersenyum. Kalau Adi akan keluar dari sekolahan karena kesalahan dirinya.


Tapi apa yang akan terjadi di dalam ruangan nantai tidak ada yang akan tahu. Apa yang akan dilakukan oleh Adi untuk menghancurkan tatanan pendidikan di SMP Buaya Jaya ini. Di dalam ruangan yang sudah ada tiga belah pihak yang berbeda Adi yang ingin memprofokasi, Fal dan Fel yang ingin Adi keluar dari sekolahan dan pegawai yang ingin tahu kebenaran tentang sekolahan Buaya jaya. “Putra, kamu tahukan kesalahan kamu datang ke sini,”ucap kepala sekolah. Tapi Adi dengan santai menggelengkan kepalanya yang tidak tahu apa kesalahan dirinya.


“Jangan berpura-pura Putra kamu sudah menghancurkan martabat guru dan teman kita tadi,”kata Fal.


“Maaf tapi apa yang sedang terjadi disini. Apa anak ini membuat masalah yang sudah melanggar peraturan yang ada disekolahan,”kata pegawai.


“Itu benar. Bukti dan saksi mereka adalah korbannya sendiri,”kata kepala sekolah sambil menunjukkan ke arah Fal dan guru yang ada diruangan tersebut.


“Jika seperti itu bukan anak ini harus dikeluarkan dari sekolahan,”kata pegawai.


“Itu benar. Tapi tidak baik jika hanya memberikan kesaksian dari satu pihak bukan. Di sini saya juga korban dari perilaku sekolahan kepada saya yang sudah menipu saya,”kata Adi.

__ADS_1


“Siapa yang bilang kalau sekolah ini menipu. Kamu yang anak nakal saja pindah ke sini,”kata kepala sekolah yang membela dirinya sendiri.


__ADS_2