Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 86


__ADS_3

Rey dan Adi masih terdiam saja sampai Roy menghampiri mereka berdua.”Kalian sednag apa?,”kata Roy.


“Mereka sudah pergi kak,”kata Rey. “Iya mereka sudah pergi tapi lihat ini setelah mereka masuk ke ruang bawah tanah ada orang lain yang masuk ke dalam rumah,”ucap Adi sambil memperlihatkan laptopnya. Sedangkan Xieo dan Jo yang ikut melihat merasa terkejut dengan apa mereka lihat.


“Adek bisa kami tahu siapa kalian siapa dan orang yang masuk ke dalam rumah ini apa seorang penjahat,”kata Xieo. Roy menggelengkan kepalanya karena mereka juga tidak tahu siapa mereka.


“Maaf jika kami mengganggu. Kami datang ke sini hanya untuk bisa terhindar dari mereka yang masuk ke dalam rumah kami. Karena mama kami sudah kami hubungi tidak bisa tersambung,”kata Roy sedikit menjelaskan.


“Bapak akan membantu kalian, tapi bisa tahu nama adik siapa?,”kata Xieo. Saat mereka hendak bertanya kepada ketiga adik yang terlihat gelisah dan melihat situasi mereka yang dikejar. Suara tega berumbah menjadi sunyi karena perut Adi dan Rey berbunyi. Roy yang mendengar melihat mereka berdua sambil tertawa.


“Kakak jangan ketawa,”ucap Adi. “Iya kak. Ini normal kalau kita lapar, kita belum makan saat kita kabur dan tidak membawa makanan,”kata Rey. Mereka berdua yang saling menganggukan satu sama lain dan setuju dengan apa yang mereka katakan.


“Iya..iya kita cari makan dulu. Kakak bawa uang kita beli roti untuk mengisi perut kita dulu tidak apa-apakan,”kata Roy. Rey dan Adi tersenyum setuju dengan apa yang dikatakan oleh Roy. Tapi Jo dan Xieo yang melihat mereka kembali tenang hanya bisa terdiam.


“Bagaimana bapak yang akan mentraktir kalian makan. Apa mau?,”ucap Xieo.


“Tapi kami tidak bisa menerima pemberian itu. Mama sudah berpesan jangan menerima pemberian orang asing walaupun mereka adalah petugas polisi,”kata Roy.


“Kenapa mama kalian bicara seperti itu. Apa petugas polisi ada yang jahat,”kata Jo.


“Itu benar ada yang jahat saat kami masih di rumah yang lama. Ada petugas polisi yang selalu meminta uang kepada mama sementara mama tidak memiliki utang. Petugas polisi itu kadang juga memukul mama,”kata Roy.


“Tapi paman di sini tidak akan melakukan itu kepada kalian. Percayalah kami tidak akan berbuat jahat. Jika kami berbuat jahat kenapa kami izinkan kalian masuk ke dalam kantor,”kata Jo.


“Untuk formalitas karena ini di sore hari dan masih ada yang berlalu lalang di depan kantor polisi,”kata Adi. Xieo dan Jo sedikit terkejut dengan apa yang mereka dengar. Belum lama mereka bebrincang ponsel Roy berbunyi.”Mama menelepon,”ucap Roy.

__ADS_1


“Speeker kak. Sekalian Adi ingin melajak keberadaan mama,”kata Adi.


“Apa kamu bisa kamu masih belum menjelaskan semua Adi,”kata Roy dengan tajam. “Aku jelaskan nanti jika sudah aman,”kata Adi dengan santai.


“Rey apa kamu juga sudah tahu kalau Adi memiliki banyak rahasia,”kata Roy.


“Bukan kakak juga menyembunyikan rahasia dari kami soal Adi saat kita masih kecil dulu. Karena penasaran Adi dan aku mencari tahu dengan sendiri. Tapi aku juga tidak menyangka kalau Adi memiliki kelebihan yang dia pelajari,”kata Rey.


Roy yang mendengar penjelasan dari Rey hanya bisa menghela nafas.”Baiklah aku akan angkat sekarang,”kata Roy.


“Halo mama, ada dimana?,”ucap Roy dalam telepon.


“Kalian baik-baik saja putraku,”ucap Jesi yang sedang terengah-engah.


“Mama ada orang asing masuk ke dalam rumah sekarang kita ada di kantor polisi untuk berlindung. Kapan mama pulang,”kata Rey.


“Jangan pergi dari kantor polisi sampai mama kembali ya. jangan pulang ke rumah,”kata Jesi.


“Adi mama tahu apa yang kamu khawatirkan. Tolong jaga kedua kakak kamu ya sayang. Maaf membuat kamu takut,”kata Jesi yang tiba-tiba telepon tertupus. Tapi sebelum terputus teleponnya mereka mendengar suara tembakan yang membuat mereka gelisah.


Setelah para polisi digerakkan dengan kordinasi yang dicari oleh Adi mereka mulai bergegas pergi. “Mama apa akan baik-baik saja,”kata Rey.


“Mama akan baik-baik saja. Aku baru saja mendapatkan kabar kalau ada orang lain yang akan membantu mama melarikan diri,”kata Adi.


Setelah apa yang terjadi mereka kembali gelisah dengan kondisi mama mereka yang tidak tahu bagaimana kondisinya. Sementara petugas lain yang masih di tempat membawa ke tiga anak yang datang menuju ruang Kapten Xieo.”Kalian istirahatlah disini,”kata petugas polisi.

__ADS_1


Mereka bertiga duduk di sofa yang ada dimana mereka dalam kondisi lapar dan gelisah.”Sekarang Adi jelaskan kepada kakak apa yang kamu sembunyikan,”kata Roy yang masih ingin tahu apa yang selama ini dilakukan oleh Adi.


“Kakak ingin tahu yang bagian mana dulu,”kata Adi yang terlihat kelaparan. Roy yang melihat kedua adiknya yang terlihat pucat dan lapar hanya bisa berdiri. “Kita pergi ke kantin di kantor polisi bagaimana untuk mengisi perut. Jika kalian lapar,”kata Roy.


Rey dan Adi menganggukan kepalanya dan berjalan mengikuti Roy dari belakang. Belum sempat mereka membuka pintu petugas tadi yang mengantarkan mereka untuk datang ke ruangan datang kembali.”Kalian mau kemana?,”kata petugas polisi.


“Kami mau mencari makanan kak,”kata Roy. Pertugas polisi tersenyum sambil menujukkan barang yang dia bawa.”Kakak sudah membeli makanan untuk kalian. Kalian bisa makan ini,”kata petugas polisi.


Mereka kembali duduk di sofa sementara petugas polisi yang mengeluarkan semua makanan yang dibeli.”Kak berapa semua ini. Biar saya ganti,”kata Roy.


Petuga polisi yang mendengar sedikit terkejut,”Tidak kamu tidak perluh membayarnya. Kakak yang akan mentraktir kalian.”


“Tidak kak, mencari uang itu susah. Pasti kakak juga sedang kesusahan, kami akan membayar makan yang kami beli,”kata Roy yang denga tegas. Petugas polisi yang tidak bisa berkata apa-apa hanya berkata kalau semau ini adalah 50.000. Roy mengeluarkan uang 50.000 di dalam tas yang dia bawa dan memberikan kepada petugas polisi yang sudah membelikan makanan untuk mereka.


“Terima kasih kakak, kami makan,”ucap Roy sambil melihat ke arah adik mereka yang sudah kelaparan. Rey dan Adi mulai mengambil makanan yang ada didepan mereka dan mulai memakan perlahan-lahan. Sambil menuggu kabar dari mama mereka yang sedang dicari oleh petugas Xieo dan Jo.


Petugas polisi yang membelikan makanan sudah keluar Roy melihat ke arah kedua adiknya.”Bagaimana kamu bisa memasak cctv di depan rumah Adi,”kata Roy.


“Soal itu aku memasang bersama dengan Rey saat kakak bermain dengan kakak Guntur dan mama ada di toko,”kata Adi.


“Apa itu benar Rey kamu membantu Adi memasang cctv itu. Tapi dimana kalian memasang aku kok tidak tahu dan mama juga tidak tahu,”kata Roy.


“Soal itu kamera yang dipasang ukurannya kecil kak,”kata Rey.


“Ohh iya aku juga ikut membanbtu Adi saat itu. Untuk posisi peletakan kameranya Adi yang memberitahukan kepadaku. Habis waktu itu aku bosen dan melihat Adi yang sedang asik aku ikut gabung,”kata Rey lagi.

__ADS_1


“Lalu kenapa kamu tidak bilang kepada kakak,”kata Roy.


“Karena kakak tidak bertanya,”ucap Rey dengan tersenyum. Roy hanya bisa terdiam mendengar jawaban dari adiknya.”Lalu soal bagaimana kamu bisa menyabotases cctv di dekat rumah dan melajak ponsel mama bagaimana Adi,”kata Roy.


__ADS_2