Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 192


__ADS_3

Setelah kejadian yang menimpak gang dan Yellow. Mereka para siswa yang tadinya belajar bersama kembali ke rumah. Adi yang sudah mengambil barang segera berjalan menuju cafe. Tapi Dev yangmasih ingin tahu siapa Adi mengikutinya secara diam-diam.


Dev yang tidak menyadari kalau Adi sudah tahu kalau dirinya di ikuti oleh De.”Sampai kapan kamu mengikutiku. Jika ada yang ingin kamu bicarakan langsung saja. Jangan sembunyi-sembunyi,”ucap Adi dengan posisi dia berjalan pelan.


Dev tidak bisa berkata apa-apa berjalan mendekati Adi yang didepannya.”Kamu tahu aku mengikuti kamu,”kata Dev.


“Tentu saja sama halnya waktu dimana kamu diam-diam melihat aku sedang berkelahi dengan anak buah Fal dan Fel,”kata Adi. Dev hanya tersenyum dengan posisi kepala melihat ke bawah.”Jadi..,”kata Adi.


“Aku tahu jika aku lancang berkata seperti ini. Apa kamu memiliki dendam dengan organisasi Black Putra,”kata Dev. Adi hanya terdiam tapi dia juga sedikit melirik ke arah Dev.”Kenapa kamu berpikir kalau aku memiliki dendam dengan organisasi black Dev,”kata Adi dengan berhati-hati.


“Itu mudah karena kamu selalu memiliki mata yang tajam dan dingin saat bertemu dengan anak buah atau saat membahas orang dibalik organisasi black. Apa lagi saat di ruang kepala sekolah kamu beberapa kali mengatakan orang dibalik ayah si kembar,”ucap Dev dengan dia memalingkan wajahnya.


“Jadi melihat semua apa yang aku lakukan di ruang kepala sekolah ya,”kata Adi.


“Maaf,”ucap Dev yang merasa bersalah. “Untuk apa minta maaf, kalian berhak melihat kekotoran guru dan kepala sekolah kita. Tapi sekarang sudah ditangani. Jadi tidak usah khawatir bukan tentang masa depan kalian,”kata Adi.


Dev hanya diam saja untuk sesaat.”Lalu apa itu baik untuk kami. Jika semua sudah mengakar di dalam diri kita. Bagaimana jika kita tidak bisa berubah?,”ucap Dev.


“Kenapa kamu berkata seperti itu. Apa ada masalah yang kalian alami sampai aku tidak tahu,”kata Adi.”Tidak kamu sudah tahu semua, hanya saja aku berpikir apa guru yang datang akan berbeda atau sama,”akat Dev yang masih gelisah.


“Mereka akan berbeda dengan guru yang kalian kenal. Besok senin kamu akan melihat bagaimana cara mengajar guru yang benar dan tidak,”kata Adi. Dev tersenyum lega dengan kata yang diucapkan oleh Adi. Tapi Dev masih ingin tahu siapa Adi.


“Apa ada lagi yang ingin kamu katakan kepadaku?,”ucap Adi.


“Ada, tapi aku tidak tahu kamu akan menjawabnya atau tidak,”kata Dev yang berhati-hati.


Adi melihat kearah Dev dengan tatapan yang sudah tahu.”Kamu ini siapa Putra untuk anak seusia kita tidak mungkin bisa melakukan operasi dan membunuh orang tanpa ambun. Kamu ini siapa aslinya, kenapa kamu menyamar,”kata Dev.


“Menyamar ya, kata yang bagus,”ucap Adi. Dev yang melihat Adi dengan hati-hati yang masih berwajah santai. Tanpak sedikit ada kemarahan saat kata yang diucapkan. Tapi Dev melihat wajah kesedihan dan beban yang berart dipungggung Adi.

__ADS_1


“Apa kamu memiliki masalah Putra. Jika iya aku bisa membantu kamu,”kata Dev. Ad hanya menghela nafas sampai mereka di depan cafe.”Dev yang tidak menyadarinya melihat ke depan.”Kenapa kita ke cafe?,”ucap Dev.


“Bukan kamu tadi ingin tahu siapa aku ya. Di sini kamu akan tahu siapa aku,”ucap Adi yang berjalan masuk ke dalam Cafe. Dev yang sedikit ragu awalnya tidak ingin masuk. Tapi karena ingin tahu lebih banyak tentang Adi dia berjalan mengikuti Adi dari belakang.


Adi yang masuk dengan santai melihat semua anggota utamanya telah datang dan ada tamu yang tidak diundang juga yaitu tapak darah, Guntur dan Gozo.


“Kenapa kalian bertiga ada disini?,”ucap Adi dengan santai berjalan menuju pintu masuk ruang bawahn tanah.


“Kamu mau membawa orang luar itu Putra,”kata Guntur.


“Kamu juga orang luar Guntur,”ucap balik Adi. Dev yang tidak tahu kenapa suasananya sedikit berbeda membuat dia dekat dengan Adi.”Kita masuk ke ruang bawah biar tidak ada yang mendengarkan pembicaraan kita,”kata Adi.


“Ruang bawah, emang siapa yang ingin mendengarkan pembicaraan kita Putra,”kat Dev yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.


“Sebaiknya kamu ikuti saja Putra jika kamu ingin tahu siapa anak didepan kamu itu,”kata Bon yang menemuk bahu Dev. Bon bersama Blue masuk lebih dulu masuk ke dalam ruangan yang disusul oleh Adi, Dev dan Guntur yang terakhir adalah Red dan Odi. Sebelum dia masuk ke dalam ruangan meraka menyuruh anak buah mereka untuk berjaga pada jarak dekat dan jauh untuk antisipasi musuh datang.


“Kamu tidak usah takut mereka adalah anak buahku yang aku percayai. Bukan kamu tadi ingin mengenal diriku?,”kata Adi yang tersenyum santai.


“Iya tapi aku rasa kamu memiliki banyak rahasia ya Putra,”ucap Dev yang menjadi murung setelah melihat yang tidak pasti dia tidak tahu. Kalau dirinya sudah ada didalam kandang naga terbang dan harimau.” Hai kalian menakuti anak kecil tahu tidak,”ucap Prita.


“Siapa juga yang menakuti kami ma biasa saja. itu kamu tahu tidak,”kata Odi.


“Nona tidak salah ya kalian saja yang tidak tahu kecantian yang tidak ada taranya,”kata Bon.


“Iya cantik,”ucap Red.


“Kalian begitu bukan tambah tegang ya,”kata Guntur.


“Sudah...sudah. Aku ingin laporan hasil ini segera dikumpulkan dan apa mereka masih bertahan,”kata Adi membahas wilayah tambang yang akan di ambil oleh Adi.

__ADS_1


“Untuk sekarang aman masih dalam rencana yang belum selesai untuk kelanjutannya,”kata Blue yang bermain ponsel.


“Putra,”ucap Gozo.


“Lama tidak bertemu paman. Bagaimana kabarnya apa masih trauma dengan Won atau masih sudah membaik,”kata Adi yang tersenyum santai.


“Jadi itu benar kamu ya Adi. Kamu masih hidup,”ucap Gozo.


“Adi siapa?,”ucap Dev yang melihat ke arah Adi dengan tatapan bingung.


“Bukan kamu ingin tahu siapa aku Dev. Aku adalah Putra Adipurwakarta. Dulu aku bernama Adi saat masih hidup tapi sekarang namaku adalah Putra,”kata Adi membuka wajah palsunya. Dev yang melihat itu sedikit terkejut dengan wajah asli Adi.


“Apa itu wajah asli kamu Putra,”kata Dev yang terkejut. “Iya. Ini adalah wajah asliku,”kata Adi.


‘Tapi kenapa kamu menyembunyikan identitas kamu. Apa yang terjadi?,”kata Dev.


“Karena seorang yang tidak suka dengan Putra makanya dia bersembunyi untuk kemanan orang lain,”kata Guntur.


“Apa mereka adalah organisasi black atau orang lain,”ucap Dev.


“Bagaimana kamu tahu tentang organisasi black?,”ucap Guntur yang menatap tajam kepada Dev. “Kenapa kalian tidak aku saja lebih dulu. Melihat kalian yang saling bertatap tajam itu membuat tambah dingin saja suasananya,”kata Adi.


“Maaf,”ucap Dev. Tapi Guntur hanya memalingkan wajahnya saja sampai tapak darah berkata.”Putra atau Adi yang harus aku panggil di sini,”kata tapak darah.


“Panggil aku Putra saja saat di wilayah C,”ucap Adi.


“Bailah Putra. Aku mengucapakan terima kasih kamu membantuku. Tapi siapa mereka semua,”kata Tapak darah.


“Bukan kamu sama dengan mereka hanya saja dalam kelompok yang berbeda. Mereka adalah anggota khusus yang sudah aku dapatkan dan kamu dan Gozo yang bersama dengan kedua kakakku adalah anggota utama yang akan terlihat oleh organisasi itu dan wanita itu,”ucap Adi sambil meminum teh yang sudah disiapkan oleh Robin.

__ADS_1


__ADS_2