Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 14


__ADS_3

Jordan yang awalnya ingin mengejar Mia karena ingin bicara sesuatu tapi bertemu dengan Irma yang bersama dengan laki-laki lain. Jordan yang tidak tahu siapa laki-laki itu langsung menghampiri Irma.


“Hai sayang siapa dia?,”ucap Jordan dari belakang dan memeluk Irma. Irma yang tidak tahu kalau Jordan berada di tempat itu langsung menoleh.


Irma yang gugup melihat Jordan hanya bisa terdiam sampai laki-laki di depannya yang bicara.”Kamu jangan salah paham kamu adalah teman dia yang satu klub,”ucap laki tersebut.


“Apa itu benar Irma?,”kata Jordan yang masih bermesraan dengan Irma.”Iya Jordan. Tapi kenapa kamu bisa ada di sini,”kata Irma.


“Aku tadi mengejar teman kamu Mia. Masih ingat dia bukan,”ucap Jordan. Irma yang mendengarnya terkejut tapi dia sembunyikan. “Apa kamu tadi bertemu dengan Mia, aku sudah lama tidak bertemu dengan dia setelah dia pergi. Dimana dia sekarang?,”kata Irma yang mencoba tenang.


“Dia pergi setelah aku melihat dia. Aku tidak tahu dia ada dimana sekarang Ben juga tidak mengatakan apa-apa dimana dia setelah Mia pergi dari sekolah. Aku merasa bersalah telah berkkkaaata kasar kepada dia waktu itu,”ucap Jordan yang merasa bersalah.


“Untuk apa kamu menyesal dia sudah pindah itu bukan urusan kamu bukan,”kata Irma yang merasa sedikit tidak suka dengan pembicaraannya. Jordan yang tahu Irma yang tidak suka hanya bisa memeluk dia. Setelah teman Irma pergi dari hadapan mereka berdua Irma bersama dengan Jordan memilih kain yang dicari oleh Irma.


Sedangkan di tempat Ben yang tadi ikut mengejar Mia berhenti sebentar karena Jordan tidak mengejar Mia lagi karena melihat Irma bersama orang lain.  Ben yang tidak perduli tetap mencari Mia tapi dia tidak menemukan Mia sama sekali. Sampai Ben mendapatkan pesan dari Jordan kalau dia bersama dengan Irma. Jadi menyuruh Ben kembali lebih dulu.”Dia tidak pernah perduli dengan orang yang benar suka dengan dia. Aku merasa kasihan dengan Mia kenapa dia suka dengan Jordan yang tidak memiliki hati,”kata Ben setelah dia membaca pesannya.


Ben yang tidak menemukan Mia berada hanya bisa kembali pulang dengan tangan kosong. Tapi tidak di sangka Ben yang sempat melihat sekitarnya.”Bukan itu Mia,”ucap Ben yang ingin menghampiri tapi dia tidak jadi. Karena Ben melihat Mia menatap ke arah lain. Ben yang ingin tahu apa yang ditatap oleh Mia sampai dia juga terkejut dengan apa yang dia lihat. Kalau Irma berciuman bibir dengan seorang laki-laki yang bersama dengan dia.


Mia yang melihat hanya menatap saja sampai dia melihat ke arah Ben yang menatapnya.”Kamu sedang apa Ben di sini?,”ucap Mia yang sedikit santai.

__ADS_1


“Seharusnya aku yang bertanya kamu sedang apa  di sini melihat orang berciuman,”kata Ben yang terus terang.


“Sebaiknya kamu tidak usah bilang kepada Jordan apa yang kamu lihat,”Kata Mia.


“Kenapa?,”kata Ben yang tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Mia.”Jika dia tahu apa menurut kamu Jordan akan percaya dengan apa yang kamu ucapkan walaupun kamu memiliki buktiya. Bukan kamu sudah tahu kalau Jordan suka dengan Irma tanpa memperdulikan orang lain,”kata Mia yang menghela nafas.


Ben yang tidak tahu tapi ucapan Mia ada benarnya juga percuma jika aku mengatakan yang sebenarnya dia tidak akan percaya karena dia terlalu suka dengan Irma. Ben yang sudah berpikir dengan baik hanya bisa menganggukan kepalanya.”Baiklah aku tidak akan mengatakannya. Tapi kamu ke sini tidak hanya untuk melihat itu sajakan,”ucap Ben.


Sampai Mia ingat kalau dia harus membeli kain karena hari sudah hampir malam.”Temani aku beli kain,”ucap Mia langsung menyeret Ben di depannya sekalian menghindar dari Irma dan Jordan.


Mia yang menyeret Ben sampai di seberang jalan dimana ada juga penjual kain yang murah. Mia yang melihat dengan cermat dan hati-hati membeli kain dengan berbagai jenis tapi setiap kain yang berbeda Mia membeli dengan panjang kain 2 meter dan lebar kain 1,5 meter. Setelah Mia membeli kain yang dia butuhkan mereka berdua segera bergegas pulang karena hari sudah malam.


Tapi tidak ada yang tahu rasa sakit yang di alami oleh Mia sampai dia masuk ke dalam yang rumah yang dingin dan sepi. Mia yang masih merindukan orang tuanya dan perasaannya yang masih belum bisa melupakan Jordan. Membuat Mia lama kelamaan merasa dirinya di tidak baik saja karena terus membuat pikirannya merasa sakit.


Mia yang masuk ke dalam kamar untuk menaru barang yang dia beli. Selesai dia mendi Mia menuju dapur untuk membuat makan malam. Mia yang melihat kalau masih ada makanan sisa dari ibu Ben kemarin malam dan beberapa sayuran yang belum digunakan oleh Mia.


Mia yang sudah menghangatkan makanan dan membuat makanan baru untuk malam itu. karena kejadian waktu itu di sekolah yang lama Mia mengganti nomornya karena dia ingin mencoba melupakan semuanya. Tapi hasilnya Mia hanya bisa mengganti nomo ponselnya saja tapi tidak bisa melupakan Jordan yang di sukai oleh Mia.


Mia yang sudah selesai dengan masakannya segera dia memakan masakannya. Walaupun Mia masih belum terbiasa dengan kesendiriannya Mia masih bersyukur kalau dia masih hidup. Mia berharap kalau orang tuanya tidak bersedih di luar sana karena kondisi Mia yang sendiri. Selama Mia ingin hidup apa yang dia lakukan selalu berwajah tersenyum dengan kondisi tidak baik.

__ADS_1


Mia yang sudah selesai dengan makan malam menyempatkan sedikit untuk menonton Tv sambil membuat desain baju yang akan dibuat oleh Mia. Sambil membuat desain baju Mia mendapatkan pesan masuk dari editor yang menawarkan kontra dengan Mia. Mia melihat isi pesannya kalau banyak pengembar yang suka dengan tulisannya. Editornya menyarankan Mia untuk membuat kelanjutan dari novel pertama yang dibuat oleh Mia.


Mia merasa senang karena ada rezeki datang yang tidak terduga. Setelah Mia menyelesaikan desain bajunya Mia masuk ke dalam kamar setelah mematikan Tvnya. Mia sudah ada di dalam kamar dan membuka leptop dimana tangan dan pikiran Mia sudah memulai membuat rangkaian kata cerita yang membuat orang menarik.


Novel yang dibuat Mia adalah kelanjutan dari novel pertamannya. Mia yang tenang memulai mengetik satu kata demi kata untuk menjadi cerita yang dapat dijual. Setelah Mia mendapatkan penghasilan tambahan Mia juga menjual hasil baju desain sendiri secara online. Untuk memenuhi kebutuhan rumah yang harus dijalankan oleh Mia sendiri. Walaupun kadang orang tua Ben membantu Mia.


Mia yang malam itu sibuk dengan novelnya setelah dia mengerjakan tugas harian. Hingga tengah malam Mia sudah selesai dengan tulisannya.”Akhirnya selesai juga,”ucap Mia yang berjalan keluar kamar.


Mia yang turun mencari minuman mendengar suara ketukan pintu.”Siapa malam-malam mengetyik pintu,”kata Mia yang melihat ke arah jam dinding yang sudah menujukkan jam 12 malam. Mia melihat dari lubang kecil yang sudah ada di pintu. Mia melihatnya dan terkejut kalau yang datang adalah Boy. Mia membuka pintunya dan melihat Boy bersama dengan Ben.


“Kenapa kalian datang malam-malam ada apa?,”ucap Mia yang bingung.


“Kita boleh masuk,”ucap Ben.”Tentu saja,”kata Mia yang mempersilakan mereka berdua masuk.


“Maaf Mia kami mengganggu kamu malam-malam. Tapi ayah dan ibu meminta kita untuk datang ke rumah kami. Karena orang tua kami mau pergi ke tempat saudara,”ucap Ben menjelaskan.


“Ketempat saudara malam-malam. Memangnya apa yang terjadi sampai harus datang malam-malam,”kata Mia kalau orang tua Ben datang seperti ini pasti terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan.


“Kami juga tidak tahu kenapa mereka mau pergi setelah mendapatkan telepon tadi,”kata Ben. Mia yang sudah tahu membawa mereka ke ruang tamu untuk mereka bisa tidur.”Kalian boleh tidur di sini,”ucap Mia yang menunjukkan.”Terima kasih Mia. Tapi kenapa kamu belum tidur malam-malam,”kata Ben yang melihat Mia.

__ADS_1


__ADS_2