Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 45


__ADS_3

Tomas yang melihat Mia yang menangis menghampirinya dan bertanya apa yang sedang terjadi kenapa Mia menangis. Tapi Mia tidak berkata malah menangis sejadi-jadinya. Karena merasa kalau ada yan menyanginya setelah orang tuanya tidak ada. Tomas yang tidak tahu apa yang terjadi memeluk Mia sampai Mia tenang dan mau bercerita.


Mia yang sudah tenang hanya berkata kalau dia baik-baik saja. “Kenapa kamu menangis Mia,”ucap Tomas membantu dia duduk disofa.


“Apa kamu merasa sakit,”kata Tomas lagi.


“Tidak aku hanya rindu kepada orang tuaku. Setelah mereka tidak ada aku selu sendiri dan tidak ada yang memelukku aku merasa Tomas seperti ayahku,”kata Mia yang tersenyum bahagia.


“Kamu bisa menganggap aku ayah kamu jika kamu mau. Aku tidak ke beratan memiliki anak yang sudah besar seperti kamu,”kata Tomas. Mia yang merasa senang mendengarnya sampai dokter dan pengawalnya datang menghampiri mereka berdua.


“Apa kalian sudah melepas rindu,”kata dokter Jem.


“Siapa dia ayah,”ucap Mia yang tidak ragu lagi menyebut nama Tomas dengan sebutan ayah. Karena Mia sudah yakin kalau Tomas adalah ayah angkat yang baik untuk Mia setelah orang tuanya yang sudah tidak ada.


“Dia dalah dokter pribadi kamu namanya Jem dan disebelahnya ada pengawal kamu namanya Surya. Mereka berdua yang akan menjaga dan melindungi kamu di vila. Jika kamu ingin pergi kamu harus bawa Surya. Apa kamu mengerti?,”kata Tomas.


“Mengerti ayah. Tapi tidak berlebihan,”kata Mia.


“Tidak,”ucap Tomas sambil mengelus kepala Mia.


“Halo Jem dan Surya nama saya Mia, Mia Sarawati. Mohon bantuanya kedepannya,”kata Mia yang sopan.


Mereka berdua hanya tersenyum saja. Tapi Mia yang melihat kalau suruhan Tomas mereka adalah tentara yang dipilih. Selesai dengan perkenalan mereka melanjutkan untuk makan malam bersama. Tapi Mia yang ingat kalau dia belum mengirim naska novel.”Kamu mau kemana Mia,”kata Tomas.


“Ke kamar sebentar saja,”ucap Mia yang segera berdiri dan berjalan menaiki tangga. Sampai di depan kamar Mia yang merasakan pusing dan tubuhnya merasa tidak enak badan. TapiMai yang berusaha untuk sampai di kursi untuk dia duduk dan mengirim naskah novelnya. Mia yang hendak berdiri kembali merasakan kepalanya sakit.

__ADS_1


“Apa kambuh lagi,”ucap Mia yang tahu gejala sakit di kepalanya sama saat Mia sakit dulu.


Mia yang ingin berteriak, tapi tubuhnya tidak memiliki tenaga sehingga dia terjatuh dan pinsan. Kondisi Mia yang masih belum stabil dan masih dalam penyesuian karena Mia sedang mengandung. Tomas dan kedua orangnya yang dibawa merasa kalau Mia sangat lama. Sampai Surya mendengar suara jatuh,”Bos aku mendengar suara jatuh dari atas. Apa Mia dalam masalah.”


Tomas yang berdiri dari kursinya segera dia berjalan cepat menuju lantai dua dimana kabar Mia berada. Sementara Jem dan Surya mengikuti Tomas dari belakang sampai kamar Mia. Tomas yang membuka pintu melihat Mia berbaring tidak berdaya di lantai.


“Mia,”ucap Tomas yang gelisah. Jem dengan segera memeriksa kondisi Mia setelah dipindahkan di kasur. Jem yang memeriksa kondisi Mia sementara Tomas yang menuggu hasilnya.


“Bagaimana kondisi Mia Jem,”kata Tomas.


“Kondisi Mia tidak setabil karena dia sedang mengandung. Apa lagi kangker di otaknya mulai menggerogoti sebagian otaknya. Sebaiknya untuk sementara kita pantau dulu kondisi Mia sampai besok. Jika tidak ada perkembangan kita bawa ke rumah sakit untuk tidak lanjutnya,”kata Jem.


“Aku mengerti,”ucap Tomas. Jem yang masih di kamar Mia untuk mengobres tubuhnya yang panas. Mia yang sedikit membuka mata di pagi hari melihat Tomas di sampingnya.”Ayah,”ucap Mia dengan pelan.


Tomas mendengar suara Mia membuka matanya dan melihat Mia yang sudah terbangun.”Mia kamu baik saja,”kata Tomas.


“Bagaimana kondisi kamu, apa kamu sudah membaik,”ucap Tomas. Mia menganggukan kepalanya saja sambil melihat ke arah Tomas yang khawatir dengan dia.


“Maaf membuat kamu khawatir. Aku baik saja, hanya sedikit pusing karena kecapean saja,”kata Mia sedikit menjelaskan kepada Tomas.


“Aku akan memanggil Tomas untuk kamu periksa,”kata Tomas yang berdiri dan keluar mencari Tomas. Sementara Mia yang masih memegang gelas sambil melihat ke arah jendela terasa. Sambil berpikir,”Apakah aku bisa bertahan sampai anak ini lahir.”


Jem yang berjalan masuk ke dalam kamar Mia.”Bagaimana kondisi tubuh kamu, apa kamu merasa sakit atau pusing,”ucap Jem.


“Tidak, aku sudah mendingan,”kata Mia.

__ADS_1


“Apa kamu pernah merasakan gejala yang sama saat kamu belum operasi,”kata Jem.


“Iya dulu saat aku sedang mencari uang untuk membeli obat. Aku selalu sakit kepala dan kadang aku mimisan dan demam,”kata Mia.


“Jadi kamu sudah merasa terbiasa dengan kondisi kamu. Tapi aku sarankan kamu memilih agar kamu bisa menjalani kehidupan baru kamu jika kamu ingin pulih kembali,”kata Jem.


“Maksud kamu apa Jem,”kata Mia.


“Aku tidak tahu tapi ini saran aku sebagai dokter. Keputusan ada di kamu jika tidak ingin,”kata Jem.


“Apa itu,”kata Mia.


“Kamu bisa operasi jika kamu menggugurkan anak yang kamu kandung atau kamu meminum obat yang sudha di resepkan. Tapi obat ini sedikit berbeda dengan obat yang kamu makan selama ini. karena sekarang kamu hamil kami hanya bisa menggunakan obat yang tidak terlalu tinggi kadar efeknya. Mungkin saja kamu akan selalu mendapatkan rasa sakit di bagian kepala kamu dan mimisan mungkin akan kamu alami lagi. Bagaimana Mia?,”kata Jem.


Mia masih terdiam sambil berpikir mana yang terbaik. Tapi Mia yang tidak ingin anak ini menghilang hanya bisa memilih pilihan kedua untuk memakan obat saja. setelah memberitahukan kepada Jem apa yang dia inginkan.


“Aku akan memilih tetap menahankan kandunganku dan memakan obat itu saja. Walaupun resepnya berbeda dan kadarnya menurun aku tidak keberatan asalkan anak ini selamat,”kata Mia yang mengelus perutnya.


Jem yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa membantu pasiennya saja. Sampai di luar Jem yang sudah memeriksa kondisi Mia dengan seksama. Jem memberitahukan kepada Tomas yang ada diluar.


“Kamu sudah dengar kalau Mia tetap ingin mempertahankan anak itu,”kata Jem. Tomas yang tahu kalau Mia gadis yang baik hanya saja dia tidak tahu kalau dia akan menderita lagi. Mia yang masih mengeleus dan berpikir,”Kamu harus bisa bertahan Mia demi anak ini.”


Mia yang menyemangati dirinya sendiri sampai waktu terus berjalan. Dimana Mia yang pergi selalu di jaga oleh Surya dan Jem. Sampai mendekati sembilan bulan kelahiran anak pertama Mia dan Jordan. Mia yang selalu menjaga kondisi tubuhnya tidak lupa mencari uang untuk diberikan kepada anaknya nanti. Jika suatu saat Mia tidak bisa bertahan menjalani hidup ini.


Sementara di tempat lain keluarga Jordan yang sudah tahu keberadaan Mia disebuah Vila milik atas nama Tomas. Seorang komandan dan pimpinan dari semua milier yang sudah menjaga negaranya. Keluarga Jordan yang hendak ingin bertemu dengan Tomas untuk mencari tahu dimana Mia.

__ADS_1


Tapi saat mereka berempat ingin mencari mereka dihalangi oleh orang lain. Ayah dan Ibu Jordan yang tidak tahu siapa mereka jadi mengurungkan niat mereka untuk mencari Tomas.”Siapa sebenarnya mereka?,”kata Ibu.


__ADS_2