Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 135


__ADS_3

Yesa yang masih tidak yakin dengan apa yang akan dia putuskan.”Berikan aku waktu,”kata Yesa.


“Baiklah,”kata Adi dengan santai.


“Karena sudah ada di sini kita juga tidak bisa kembali.  Waktunya tiba aku ingin mencobanya,”kata Adi yang pergi. Tapi dihalangi oleh Roy dengan tatapan dingan dan mengancam.”Kamu mau kemana. Jangan sampai kamu ke lantai satu untuk mengambil akohol ya. kita masih dibawah umur,”kata Roy.


“Kenapa aku tidak boleh sementara dia bisa. Dia kan juga masih dibawah umur,”kata Adi menunjuk ke arah Yesa.


Yesa yang melihat tunjukan Adi merasa dirinya akan dalam bahaya.”Apa maksud kamu Adi, kakakku tidak mungkin minum akohol,”kata Satya yang tidak percaya.


“Hai Satya lihat apa yang dibawa oleh kakak kamu itu apa,”ucap Adi.


Satya yang melihat apa dipegang oleh kakaknya. Tapi Yesa yang menyembunyikannya melihat tatapan adiknya yang siap untuk disantap oleh omelan Satya.”Kakak, siapa yang menyuruh kakak minum. Kakak tidak sayang sama Satya ya,”ucap Satya yang dingin. Tiba-tiba Satya merebut botol yang ada dibelakang Yesa.


“Ini apa kak,”kata Satya.


“Itu buah anggur Satya,”kata Yesa.


“Buah anggur ya kak,”kata Satya yang berdiri lalu menjatuhkan botolnya.


“Maaf kakak aku tidak sengaja menjatuhkan buah anggur kakak,”kata Satya yang marah.


“Satya jangan marahnya kakak hanya mencicipi sedikit saja kok,”kata Yesa yang merasa bersalah.


“Mencicipi, tapi kakak kurasa tidak ingin mencicipi tapi mau meminum bukan,”kata Satya.


“Tidak,”ucap Yesa yang melihat ke arah Adi yang terlihat tersenyum meledeka Yesa.”Dengan sebuah bisikan kalau Adi meminta maaf tidak bisa bantu.


“Kakak lihat siapa,”ucap Satya.”Tidak ada,”kata Yesa. Tapi dalam hati dia berkata,”Awas saja Adi aku akan membuat pembalasan terhadap kamu nanti.”

__ADS_1


“Kalian selesaikan saja urusan kakak adik aku mau jalan-jalan kelur dulu,”kata Adi. Tapi Adi yang pergi juga ditemani oleh Rey dan Roy. Sementara Gozo bersama dengan Ulta dan Galang ke bawah untuk bermain dan minum-minum.


“Kakak kamu tahukan kalau akohol itu tidak baik untuk kakak. Jika umur kakak belum dewasa, kakak ingin nanti sakit-sakitan. Kakak tidak ingin bertemu dengan Satya lagi. Kenapa kakak keras kepala sih, aku benci kakak,”kata Satya.


“Satya jangan marah ya dengan kakak. Kakak tahu salah kakak janji tidak akan melakukan lagi. Satya maafin kakak ya,”ucap Yesa yang membujuk Satya yang mengambek.


“Ok, tapi kakak harus janji dengan Satya harus mau bekerja sama dengan Adi teman Satya. Jika tidak Satya akan marah dengan kakak dan tidak mau bertemu dengan kakak selamanya,”kata Satya.


“Tunggu. Baiklah kakak janji tapi beri kakak waktu ya. Kamu maukan maafin kakak,”kata Yesa.


“Aku maafin,”kata Satya yang menoleh ke arah Yesa. Yesa yang senang memeluk Satya. Sampai Adi bersama dengan Rey dan Roy datang.”Apa sudah selesai urusan kalian berdua,”kata Rey.


“Sudah tapi kalian dari mana,”kata Satya.


“Kami baru saja memberli cemilam makan malam. kerena tidak bisa kembali. Kita hanya bisa menuggu sampai pagi datang,”kata Roy.


“Bukan nanti kita akan kena marah,”kata Satya.


Adi yang merasa kalau Yesa selalu melihatnya dengan tatapan dingin. Adi yang tidak perduli hanya bisa tersenyum sampai Satya bertanya kepada Adi.”Adi bagaimana kamu bisa tahu kalau kakakku minum akohol tadi,”kata Satya.


“Karena aku mencium bau yang sama dengan akohol. Makanya aku hanya ising saja menguji kamu dan kakak kamu. Apa kamu tahu apa belum soal kakak kamu yang mimun akohol,”kata Adi.


“Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku belum cukup umur saat kamu menebak tadi,”kata Yesa dengan dingin.


“Bukan kamu sudah tahu aku datang ke sini dengan informasi yang sudah aku ketahui tentang identitas kamu termasuk umur. Tapi kalau kamu adalah kakaknya aku baru tahu setelah Satya megatakannya,”kata Adi.


Selesai dengan pembicaraan yang membuat ketegangan selesai. Adi bersama dengan yang lain main kartu dimana mereka mengisi waktu luang sampai mereka tertidru. Adi yang belum tertidur pegi jalan-jalan disaat semua sudah tertidur. Tapi Adi di ikuti oleh Gozo dari belakang.


“Untuk apa kamu membututiku seperti itu,”ucap Adi yang tahu kalau Gozo ada dibelakang mengikuti.

__ADS_1


“Jadi kamu sudah tahu kalau aku ada di belakang kamu ya,”kata Gozo yang menampakan diri.


“Ada apa?,”kata Adi dengan sikap santainya.


“Bukan tidur malah keloyongan kamu,”kata Gozo.”Aku tidak bisa tidur jadi aku jalan-jalan sekalian menenangkan pikiranku,”kata Adi.


“Apa ada masalah yang terjadi sampai kamu ingin sendirian,”kata Gozo.”Masalah memang selalu ada. Tapi mau bagaimana lagi, inilah hidupku,”ucap Adi. Sampai mereka di taman kota dimana ada ayunan Adi bermain yang bersama dengan Gozo.


“Apa kamu tidak menyesal dengan apa yang kamu sudah lakukan Adi,”kata Gozo.


“Menyesal ya,”kata Adi yang kembali terdiam. Gozo yang melihat Adi hanya bisa diam.”Dari pada menyesal dengan apa yang aku lakukan lebih baik bertahan hidup bukan,”kata Adi.


Gozo yang mendengar ucapan Adi hanya bisa menatap langit dengan dia berguman.”Tetap hidup ya. Tapi apa aku pantas untuk hidup. Sementara mereka mati karena diriku,”kata Gozo.


“Mereka mati bukan karena kamu. Tapi mereka memiliki tanggung jawab sebagai ornag yang dia percayai untuk melindungi apa yang berharga baginya. Sama seperti ibu, walaupun sudah dicampakan dia masih menolong ayah yang sudah menyakitinya,”kata Adi.


“Bagaimana bisa ibu kamu jatuh cinta kepada ayah kamu yang tidak memiliki hati itu,”kata Gozo.”Aku juga ingin tahu soal itu. Tapi para paman belum mengizinkannya sampai aku dewasa,”kata Adi.


“Kenapa mereka tidak ingin memberitahu kamu. Apa alasannya?,”kata Gozo.


“Aku tidak tahu tapi setelah mencari tahu aku tahu kenapa itu,”kata Adi.


‘Kurasa pembicaraan kita sampai di sini saja. Ada tamu yang datang,”kata Gozo.”Aku juga berpikir seperti itu juga. Tapi tikus mana yang malam-malam datang ke sini ya,”kata Adi.


Adi yang bersama dengan Gozo di taman dikejutkan oleh tikus malam yang datang. Tapi tikus itu adalah Harimau di sela tikus yang berkunjung menemui Adi. Suara tepuk tangan dari arah belakang dengan aura yang pekat dengan bau amis. Gozo tiba-tiba berdiri dan melihat ke arah belakang yang dimana mata Gozo terbuka lebar dengan orang dibelakangnya.


“Gozo kamu masih hidup ternyata. Kenapa kamu bisa ada disini,”kata Won. Adi yang biasa saja masih mengayunakn mainannya.”Won mata-mata dari organisasi kalajengking yang selalu menghianati atasannya,”kata Adi dengan santai.


“Tidak aku sangka anak yang harus aku bunuh ada di tempat ini dan kamu terlihat tidak takut sama kali ya bertemu dengan diriku,”kaat Won.

__ADS_1


“Takut kenapa, bukan kita sama saja manusia. Tapi kenapa kamu membawa wanita itu datang ke sini. Cita salsalbila,”kata Adi yang tahu kedatangan orang tersebut.


“Kamu hebat untuk anak seumuran kamu bisa mengalahkan orang yang aku suruh. Tapi sampai kapan kamu bisa terus bertahan,”kata Cita berjalan mendekat.


__ADS_2