
Pegawai departemen pendidikan yang belum tahu akan situasi di sekolahan SMP Buaya Jaya. Karena dia datang setelah mendapat informasi dari siswa yang meminta salah satu pegawai datang ke sekolahan. Di informasi yang pegawai yang datang ke sekolahan Adi. Kalau di SMP Buaya Jaya melakukan sistem pembelajaran yang berbeda pada sekolahan yang lain. Tapi yang aneh bagai pegawai yang datang ke sekolahan Adi. Dia tidak melihat keanehan itu. Tapi melihat siswa yang melaporkan itu sedang bertikai dengan guru yang ada di SMP Buaya Jaya.
Pegawai itu yang datang sudah disambut dengan suasana yang dingin dan terintimindasi membuat dia bertanya apa yang terjadi di sekolaha ini. Membuat pegawai yang menyamar itu mengikuti Adi ke ruang kepala sekolaha. Tapi di dalam sudah ada kepala sekolahan yang juga menatap dingin Adi. Hingga pembicaraan dimulai Pegawai yang tidak tahu apa yang dilakukan Adi menatap dia..
“Kenapa anak ini santai sekali tidak takut sama sekali. Tapi sebaliknya kepala sekolahan dan guru di sini sama sekali tidak ada yang membela anak disamping dia. Apa yang membuat anak ini bisa dipanggil ke ruang kepala sekolah,”kata hati pegawai yang melihat kondisi di dalam ruangan.
“Kamu masih tidak mau meminta maaf kepada Fal,”kata wali kelas A.
“Minta maaf untuk apa. Tapi bukan kalian yang harus minta maaf karena sudah menipu anak yatim piatu,”ucap Adi yang memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Maaf kepala sekolah anak ini baru disini. Mungkin karena dia bergaul dengan Dev yang suka membuat onar. Jadi Putra ikut kebawa suasana,”kata wali kelas C yang berakting membela Adi. Adi menghela nafas dan mengeluarkan flasdisk.
“Apa ini?,”ucap pegawai lebih dulu.
“Di sini ada bukti ke tidak pejusan guru dan kepala sekolah dalam menjalankan sekolah ini,”kata Adi dengan santai. Tapi tatapan mata si kembar bersama guru yang melihat sedikit terkejut. Dengan cepat wali kelas A mengambil flasdish yang ada diatas meja dengan cepat. Sebelum di tayangkan karena mereka masih terpengaruh dengan tontonan dikelas A tadi.
Pegawai yang melihat flasdish sudah diambil oleh guru di ruangan tersebut dengan cepat menatapnya.”Kenapa diambil, kita harus melihat apa benar yang dikatakan anak ini benar atau dia hanya berbohong kepada kita,”kata pegawai yang mencoba untuk melihat.
“Dia berbohong, dia hanya ingin mempermalukan guru dan kawa yang lain. Kami sudah melihatnya tadi di kelas A,”kata Fel.
“Apa kalian yakin tidak mau melihatnya lagi. Tapi aku juga memiliki salinan kedua kok,”kata Adi yang mengeluarkan Flasdish disakunya. Tapi saat diperlihatkan wali kelas C mengambil ditangan Adi.”Kamu jangan main-main lagi Putra. Cepat minta maaf,”kata wali kelas.
__ADS_1
Tapi Adi langsung menghempaskan tangannya yang dipegang oleh wali kelasnya. Melirik ke arah belakang dengan tatapan dingin ke arah wali kelas Adi.”Untuk apa?,”ucap Adi.
Wali kelas C yang terkejut dengan sikap Adi membuat wali kelas merindung dan melangkah mundur menundukan kepalanya.”Hai Putra dia itu wali kelas kamu. Masak kamu bersikap dingin kepada dia, apa kamu tidak tahu malau,”ucap Fel.
“Tidak tahu malu kata kamu. Tapi siapa dulu yang membuat aku harus berpikir seperti ini. Iru karena kalian berdua dan sekolahan ini yang sudah bebalik arah dari ketentuan yang ada. Jika kalian diam saja dan tidak menggangguku setelah pertemuan pertama. Kalian bisa melakukan apa saja yang ingin kalian inginkan. Tapi ternyatanya kalian sudah melewati batasku untuk bisa diam,”kata Adi dengan tatapan dingin.
“Aku beri kalian kesempatan untuk bicara dengan jujur atau aku yang akan membongkar usaha kalian,”ucap Adi dengan santai dan berwibawa. Tapi di luar ruangan yang juga sudah disakisikan oleh siswa yang lain bersama dengan guru yang juga ingin tahu apa yang sedang terjadi.
“Masih penasaran,”kata Dev kepada siswa informan yang juga berdesak melihat apa yang sedang terjadi didalam sana.”Kamu tidak penasaran dengan apa yang akan Putra lakukan didalam sana,”kata siswa informan.
“Untuk apa?Palingan yang menang kali ini adalah pihak Putra, bukan dari pihak fal dan Fel,”kata Dex yang pergi ke ruang kelas. Tapi saat hendak pergi dari kerumunan ada seorang berbaju hitam yang melewati Dev. Membuat Dev menoleh ke arah belakang lagi.”Siapa mereka?,”ucap Dev. Orang berbaju hitam masuk ke dalam ruangan kepala sekolah dan dua orang yang bersama orang itu menjaga didepan pintu.
“Sebaiknya kalian segera pergi dari sini, ini bukan tontonan untuk anak kecil seperti kalian,”kata pengawal yang bersama tuannya.”Emangnya kalian siapa, mengganggu saja,”ucap siswa yang tidak terima. Karena melihat tontonan yang bagus didepan mata dia. Tapi setelah diberikan tatapan tajam oleh pengawai yang menjaga di depan pintu siswa itu tkut dan segera pergi dari ruang kepala sekolah.
“Kamu tidak tahu. Pengawai itu mengusir kita dari ruang kepala sekolahan,”kata Siswa informan.
“Emangnya siapa mereka sampai mengusir kita,”kata Dev.
“Bukan bisa ditebak mereka itu siapa. Kalau bukan si kembar mendatangkan orang tuanya ke sini,”ucap siswa informan.
“Tapi kamu tidak penasaran dengan apa yang mereka lakukan disalam,”kata Dev.
__ADS_1
“Kamu kira aku tidak mempersiapkan apa-apa. Lihat ini,”kata siswa informan yang sudah membaca cctv yang dipasang diruang kepala sekollahan. Dev hanya menganjungkan cempol kepada siswa informan itu. Mereka berdua mencari tempat yang aman untuk menonton. Sampai di didepan ruang kesehatan mereka masuk.
“Di sini,”kata Dev sambil menunjuk ke arah ruangan kesehatan.”Apa aman?,”kata Siswa informan.
“Aman jika kalian mau menonton yang seru,”kata Sun yang keluar dari pintu ruangan.
“Ayo masuk,”ucap Sun. Siswa informan dan Dev berjalan masuk ke dalam ruang kesehatan yang sudah ada wakil ketua kelas C dan ketua kelas C. Tidak lupa juga ada Line yang sebagai dokter di sekolahan SMP Buaya Jaya.
“Tidak aku sangka kak Sun dan kak Line ada disini,”ucap siswa informan. Tapi mereka berdua hanya tersenyum saja.”Kami juga ingin menonton,”kata ketua kelas C.
“Baiklah,”kata siswa informan yang menghubungkan ponsel dia ke laptop Line. Setelah pintu ruang dikunci agar tidak ada yang masuk ke dalam serta menutup rapat jendela dan korden yang ada di kasur. Di dalam ruang tertutup mereka melihat apa yang dilakukan Adi dalam ruang kepala sekolahan.
Sementara di dalam ruangan ayah Fal dan Fel masuk dan melihat anak yang disebutkan oleh Fal dan Fel. Ayah si kembar duduk didekat kepala sekolah dan menatap Adi dengan dingin. Tapi respons yang diberikan oleh Adi hanya senyuman.
“Tuan kenapa anda datang ke sini?,”ucap kepala sekolah yang berdiri setelah melihat ayah si kembar datang. Kepala sekolah yang bersikap ramah kepada orang penting tersebut. Tapi ayah si kembar hanya mengakat tangannya kepada kepala sekolah. Kemudian ayah si kembar duduk didepan Adi.
“Apa kamu Putra anak pindahan itu?,”ucap ayah si kembar.
“Itu benar. Tapi anak ini siapa ya?,”ucap Adi yang berakting tidak tahu tentang ayah si kembar.
“Aku adalah ayah dari si kemar. Aku datang ke sini, katanya kamu suka membuli anak saya secara diam-diam,”ucap Ayah si kembar.
__ADS_1
Adi hanya terdiam dan melihat wajah si kembar dan guru dihadapanhya. Mereka yang tersenyum licik karena ayah si kembar datang. Dengan gerakan bibis Fal dan Fel mengatakan,”Mati kau.” Tapi Adi hanya santai dan menatap ke arah ayah si kembar.”Saya tidak membuli anak anda tuan. Mungkin disini ada kesalahan pahaman,”ucap Adi dengan santai.