Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 82


__ADS_3

Tapi tidak ada yang menduga kalau Jordan akan melihat ketiga orang yang akan berkunjung ke makam Mia.”Kita pergi sekarang Bos,”kata Sekertarsinya.


“Tidak aku ingin disini sebentar,”kata Jordan. Ketiga paman penggemar yang sudah melihat Jordan pergi berjalan ke arah makam Mia. “Mia kamu tidak usah khawatir anak kamu akan baik-baik saja. Tidurlah dengan tenang di sana,”kata tentara.


Tapi tanpa mereka sadari Jordan yang masih ditempat dan belum pergi melihat ketiga paman pengemar.”Siapa mereka bertiga,”kata Jordan sambil melihat ke arah mereka bertiga yang ada didepan makam Mia. Sekertarsi yang melihat ke arah mata Jordan berkata,”Saya tidak tahu mungkin saja kenalan Mia saat dia bersama dengan Tomas.”


“Kenalan Mia. Tapi kenapa mereka muncul setelah semua orang pergi,ada yang aneh,”kata Jordan yang membuka pintunya.


“Kita harus pergi sekarang. Karena orang itu ternyata belum kembali dari makam,”kata pemadan kebakaran. Tentara yang sedikit menoleh ka arah mobil yang masih terparkir. Tanpa berkata mereka segera pergi dari tempat itu dengan santai. Jordan yang melihat itu berjalan cepat menuju ke arah mereka bertiga.


Tapi saat di dekat pohon Jordan kehilangan mereka bertiga.”Kemana mereka pergi, cepat sekali,”kata Jordan yang melihat ke segala arah.


Jordan yang merasa kalau ketiga orang tadi tahu keberadaan putrnya.Tapi karena kehilangan jejak mereka Jordan hanya bisa mencari dari awal. Apa lagi di tempat dia berada tidak ada cctv yang bisa membantu Jordan.”Bos apa yang anda lakukan di sini?,”kata sekertarsi sambil memayungkan payung karena sudah hujan. Jordan yang bersama dengan sekertarisnya kembali ke dalam mobil. Di dalam mobil Jordan masih melihat ke luar jendela sampai satu jam berharap ketiga orang yang dia lihat kembali.


Tapi hasilnya nihil,”Kita pergi sekarang.” Jordan yang menuruh sekertarsinya untuk meninggalkan tempat pemakaman. Di tempat lain mereka bertiga yang sudah melihat mobil Jordan sudah pergi menjauh.


“Dia sudah pergi,”kata tentara.


“Tapi tidak aku sangka Jordan akan mengejar kita sampai sini bukan,”kata pemadam kebakaran.

__ADS_1


“Tidak ada yang tahu soal apa yang terjadi bukan. Setelah dia kehilangan Mia didepan matanya sendiri,”kata pemandam kebakaran 2.


Setelah Jordan pergi mereka bertiga kembali ke tempat mereka masing-masing telah memberitahukan yang lain. Kalau pemakaman berjalan lancar, tanpa ada mata-mata dari Cita. Setelah di permakaman mereka bertiga berpisah satu sama lain. karena ada tugas yang harus mereka jalani sebagai profesi mereka masing-masing. Kehidupan berjalan normal dengan mereka selalu mengawasi pergerakan Cita dengan diam-diam.


Di tempat lain di pagi hari yang hangat Jesi terbangun dari tidurnya. Karena dia harus menyiapkan sarapan. Tapi Jesi yang membuka mata melihat Adi yang sudah terbangun melihat ke atas dan kesampingnya. Kerena Adi masih bayi dan tidak bisa terlalu bergerak dia hanya bisa membuka mata dan jika lelah dia akan tertidur.


“Adi udah bangun yang, sayang,”kata Jesi. Roy yang mendengar ibunya berbicara dengan Adi ikut terbangun.”Mama,”ucap Roy sambil mengucek matanya.


“Roy jika kamu masih mengantuk kamu tidurlah lagi. Jaga adik kamu ya mama mau membuat sarapn untuk kalian bertiga,”kata Jesi.


“Baik ma,”kata Roy yang mendekat kearah adiknya sambil mengantuk Roy menepuk Adi yang terbangun agar tertidur kembali. Karena Rey masih tertidur Roy jadi bisa sedikit tenang. Hingga Adi tertidur kembali Roy melihat ka adik Rey yang masih tertidur pulang. Roy melanjutkan tidurnya didekat Rey.


Jesi yang ada di dapur membuka kulkas dan melihat apa ada yang bisa dia masak. Apa lagi dia datang kemarin malam dan belum sempat membeli barang atau sayuran. Jesi membuka kulkasnya dan melihat sudah ada sayuran dan buah di dalam kulkas.”Ternyata mereka sudah menyiapkan semuanya,”ucap Jesi yang tersenyum.


“Roy apa terjadi sesuatu,”kata Jesi.”Ada apa mama?,”kata Roy. Jesi yang melihat merasa lega kalau mereka bertiga tidak ada apa-apa.


“Mama sini lihat mereka berdua,”kata Roy. Jesi berjalan ke arah mereka bertiga dan melihat Roy bersama kedua adiknya. Jesi yang sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat.


“Imutnya mereka berdua,”kata Jesi yang kemudian mengambil gamar mereka berdua.

__ADS_1


“Apa adik kamu tidak menangis Roy, saat mama memakas tadi,”kata Jesi setelah mengambil gamabr Adi dan Rey.


“Tidak mereka tidak menangis mereka malah asik berpegang tangan satu sama lain tadi. Saat Adi yang sudah terbangun dan Rey hendak menangis. Adi mengulurkan tangannya kepada Rey dan memegangnya. Rey jadi tidak menangis karena membalas tangan dari Adi,”kata Roy menjelaskan apa yang sedang terjadi.


Jesi yang mendengarkan penjelaskan dari Roy putra pertamanya hanya bisa menghela nafas. Sampai upcapan itu terlontar dari putranya.”Mama Adi ini sebenarnya siapa mamanya kenapa mama mau menjaga Adi. Di tambah lagi Adi sangat berbeda dengan Rey,”kata Roy. Jesi sempat terkejut dengan ucaoan yang dilontarkan oleh Ruy. Tapi dengan tenang Jesi duduk di dekat Rey dan berkata,”Mama Adi sudah meninggal sayang. Mama pernah cerita tentang idola mama bukan kepada kamu.”


Roy menganggukan kepalanya.”Adi adalah putra dari idola mama,”ucap Jesi.


“Tapi kenapa Idola mama bisa meninggal dan menitipkan Adi kepada kita,”kata Roy.


“Itu karena ada ornag jahat yang ingin membunuh dan memanfaatkan Adi sayang. Maka mama ingin melindungi Adi agar tidak sama dengan mamanya,”kata Jesi yang tertuduk dihadapan putra pertamanya.


Roy yang melihat mamanya  sedikiy sedih saat membahas idolanya. Membuat Roy memeluk mamanya dan berkata,”Maaf ya mama. Jangan menangis aku akan menjaga mereka berdua.” Jesi yang mendengar ucapan Roy merasa tersentuh dan memeluknya.


“Sana mandi atau mau mandi bersama dengan kedua adik kamu,”kata Jesi.


“Tentu saja aku mau bantu mama memandikan kedua adiku,”kata Roy yang bersemangat.


Jesi yang sudah menyiapkan kamar mandi dengan bak kecil untuk memandikan Adi dan Rey. Adi yang digendong oleh Jesi sedangkan Rey yang sudah sedikit besar dibawa oleh Roy yang sudah sedikit dewas dan usia beranjak dua tahun dan bisa berjalan.

__ADS_1


Jesi yang menggendong Adi melihat Roy untuk mengawasi Rey yang digendong. Sampai di kamar mandi Rey dimasukkan ke dalam air bersama dengan Rey dibelang. Agar Rey bisa bersandar dengan Roy. Jesi yang masih berlahan meletakan Adi di dalam air. Perlahan dan hati-hati Jesi mulai menyabuni Adi dan Roy menyabuni Roy sambil bermain.


Setelah ketiga anak mereka sudah selesai mandi Jesi memakaikan pakaian untuk mereka berdua. Roy yang belum terlalu bisa memakaikan baju untuk adiknya hanya bisa melihat sambil dia memkai bajunya sendiri. Selesai berpakaian Roy duduk didekat kedua adiknya.”Roy jaga adik kamu dulu ya mama mau mandi dulu. Minum susu kamu ini,”kata Jesi yang sudah memberilan susu formula kepada Roy. Adi dan Rey yang sudah berpakaian kembali memuntup matanya di saat Roy menjaga sambil meminum susunya.


__ADS_2