
Tomas dan Mafi yang memandang satu sama lain hanya bisa mengulur waktu untuk mereka agar bisa ke tempat Adi. Tapi tidak mereka duga musuh yang mereka hadapi adalah cabang Aus wakil dari pimpinan AS. Mereka yang mencari tempat untuk bisa memberitahu yang lain, tapi tidak disangka mereka sudah terkepung oleh musuh.
“Sudah aku bilang percuma saja kalian pergi, tidak akan bisa kalian meninggalakan tempat ini dengan aman,”kata cabang Aus.
Tapi musuh yang tidak tahu kalau mereka sudah diketahu oleh preman diwilayah tersebut.”Kalian siapa datang ke negaraku tanpa permisi,”kata Galang.
“Kalian ingin mengacau dengan preman yang datang beberapa minggu lalu ya,”kata Elang.
“Kalian bisa tidak jangan banyak bicaran usir tikus itu. Jangan sampai bisnis yang aku jalankan gagal,”kata Sato.
“Ada informasi yang masuk dari pimpinan. Katanya kita harus membantai tikus yang masuk dan mengantarkan kedua tamu untuk pergi dari tempat yang kumuh,”ucap Ulta yang mendapatkan pesan dari Adi.
“Kalian yang tikus kecil, sana pergi jika tidak ingin mati,”kata cabang Aus.
“Kata siapa kami ingin mati disini, tapi yang ingin mati itu adalah kalian tikus liar yang masuk ke wilayah kami. Apa kalian tidak sadar tempat ini penuh dengan anjing penjaga,”kata Galang.
Tomas dan Mafia yang tidak tahu apa yang terjadi hanya bisa mencari celah untuk kabu.”Kalian ingin pergi yang dari tempat ini. Jalan saja di sana ada tempat yang ramai kalian bisa kesana. Jalan sudah terbuka,”kata Ulta yang menuju tempat belakang mereka yang awal sudah terkepung sudah terbuka.
“Kalian siapa dan kenapa membantu kami,”kata mafia.
“Pertanyaan apa itu. Kami di sini hanya di minta pimpinan kami untuk mencari dan membantu kalian berdua saja,”kata Ulta. Tomas dan Mafia yang tidak kenal dengan mereka termasuk pimpinan mereka hanya bisa terdiam. Sampai perkelahian di antara bawahan sudah dimulai dengan jumlah yang menangkan oleh pihak Adi.
__ADS_1
Tomas yang tidak tahu bersama dengan Mafia segera pergi dari tempat itu. Karena sebnetar lagi tempat itu akan menjadi medan pertempuran. Perkelahian dimulai dengan Elang dan Galang menyerang cabang Aus.”Apa hanya ini saja kemampuan wakil dari pimpinan AS. Sangat tidak berguna,”ucap Elang.
Cabang Aus yang tidak tahu kalau mereka sangat hebat membuat mereka harus mundur. Karena jumlah mereka kalah banyak dan mereka hanya bisa mencari cela untuk bisa lari. Cabang Aus yang memiliki rencana menuggu bantuan. Tapi tidak terduga seorang dari belakang melemparkan seorang dihadapan cabang Aus.”Apa kamu menuggu orang ini?,”kata Arta.
Cabang Aus yang terkejut dengan bawahannya yang sudah dikalahkan.”Siapa sebenarnya kalian?,”kata Cabang Aus.
“Kamu ingin tahu kami, jika kamu ikut dengan kami tanpa berlawan. Bagaimana melihat anak buah kamu dan rencana kamu yang gagal. Bagaimana kamu bisa kabur dari tempat ini,”kata Galang. Cabang Aus yang tidak bisa berkata apa-apa melihat kondisi mereka yang sudah tidak bisa melawan hanya bisa menyerah. Untuk mengurangi kerugian yang mereka dapatkan.”Aku akan ikut dengan kamu, tapi lepaskan anak buahku semuanya,”kata Cabang Aus.”Maaf tidak bisa mereka harus ikut dengan kamu juga jika mereka ingin selamat,”kata Sato.
Cabang Aus tidak bisa berkata dan hanya bisa mengikuti mereka bersama dengan semua anak buah yang mereka bawa. Di tempat lain Tomas dan Mafia yang bertemu dengan mantan tahanan.”Kemana saja kalian berdua. Tahu tidak Adi sampai tanya kepada progemer keberadaan kalian yang menghilang,”kata mantan tahanan.
“Apa maksud kamu Adi mencari kami, tapi bagaimana bisa Adi tahu kalau kami datang,”kata Tomas.
“Kamu tidak tahu kalau sebagian darai wilayah ini ada cctv yang dipasang oleh Adi dan kedua kakaknya. Adi tahu darai cctv yang terpasang. Tapi saat Adi mengecek lagi kalian sudah menghilang dan khawatir dengan kalian berdua,”kata mantan tahanan.
“Apa dari satu mereka yang menolong, atau semuanya,”kata mantan tahanan yang memberkan foto orangnya lewat ponsel. “Benar mereka semua, bagaimana kamu bisa tahu,”kata mafia.
“Kalau mereka mungkin saja itu Adi yang menyuruh,”kata mantan tahanan. Tomas dan mafia yang saling padang satu sama lain.”Aku tahu kalian pasti bingung bukan awalnya aku juga terkejut kalau Adi bisa menaklukan keempat wilayah,”kata mantan tahanan.
Mereka bertiga yang berjalan bersama menuju tempat tentara yang sedang bersama dengan progemer.”Hai tahanan apa kamu sudah menemukan mereka berdua,”kata Progemer.
“Tahanan, bisa tidak kamu ubah kebiasa buruk kamu,”kata mantan tahanan.
__ADS_1
“Mau di ubah apa nama kamu di grup itu kok. Tapi mereka berdua dimana,”kata progemer. “Di belakang,”ucap mantan tahanan yang duduk.
“Kalian berdua baik-baik saja,”kata progemer.
“Kami baik karena mendapatkan bantuan dari Adi. Tapi bagaimana bisa perkembangan dia sangat pesat sampai membuat keempat wilayah berlutut di hadapan anak kecil,”kata Mafia.
“Kalau yang itu kami juga tidak tahu bagaimana mereka bisa melakukannya. Tapi masih ada rahasia lagi yang mereka sembunyikan. Tapi syukurlah kalau kalian bisa selamat,”kata progemer.
Mereka semua berkumpul dan berbincang satu sama lain sampai Tomas berkata.”Aku ingin bertemu dengan Adi,”kata Tomas.
“Kamu bisa bertemu dia jika selesai ujian. Untuk sekarang Jesi melarang kami untuk bertemu karena ada ujian kenaikan kelas. Jesi tidak ingin pikiran Adi terganggu dengan kalian datang,”kata Tentara yang datang dari belakang.
“Kamu sudah datang,”ucap mafia.”Tentu saja siapa yang membuat Adi khawatir jika tidak Adi tambah membuat gelisah saja,”kata tentara.”Sudah aku beritahu Adi kalau kalian berdua sudah di temukan,”kata Progemer.
Adi yang selesai dengan kelas tambahan mendapatkan pesan dari paman progemer kalau paman mafia dan ayah angkat sudah ditemukan. Tapi Adi yang sudah diberitahukan oleh Ulta soal mereka ditemukan jadi Adi tidak terkejut.”Jadi mau pergi sekarang,”kata Roy.
“Tentu saja karena ada tamu yang harus aku bicarakan dengan dia di ruang bawah tanah,”kata Adi.”Kita pergi bersama... Ohh iya Adi surat sudah aku kumpulkan ya,”kata Rey.
Adi hanya tersenyum saja sampai mereka berjalan keluar dimana mereka pergi ke tempat yang akan membawa mereka bertemu dengan cabang Aus. Adi bersama dengan kedua kakaknya yang pergi ke wilayah Selatan dimana mereka bisa mengeceoh musuh.
“Adi kamu disini,”ucap Sato yang datang menghampiri.”Iya kakak,”ucap Adi yang tersenyum.”Bisa tidak kamu tidak usah tersenyum seperti itu. Tidak cocok sama sekali,”kata Sato.”Bukan seharusnya cocok ya dengan usia kami bertiga yang masih imut dan lucu,”ucap Adi yang tersenyum polos.
__ADS_1
“Iya tapi kalian bertiga berbeda pada usia pada umumnya,”kat Sato. “Apa bedanya kak,”kata Roy. Sambil mereka berjalan menuju ruangan permain dimana mereka akan menuju ruang bawah tahan. Dimana semua orang sudah berkumpul.”Kalian sudah datang,”ucap Galang.
Adi bersama dengan kedua kakaknya berjalan masuk. Mereka berdua yang sudah terbiasa dengan suasana yang menegangan hanya bisa duduk disaat Adi bertemu dengan cabang Aus.”Kaliam mau bawa aku ke mana?,”kata cabang Aus yang ada di ruangan yang lain.