Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 96


__ADS_3

“Tawaran kalian bagus, hanya saja kalian salah memberikan tawaran ini kepada kedua kakak saya,”kata Adi yang tersenyum.


“Apa itu kamu tidak harus percaya dengan kakak kamu, kapan saja mereka bisa membunuhkan dari belakang. Jika itu adalah nyawa atau uang,”kata preman.


“Kata siapa kami menerima tawaran kami untuk menyerahkan adik kami,”kata Roy.


“Itu benar, kami tidak suka dengan uang atau nyawa kalian yang akan menjadikan ganti dari nyawa kami,”kata Rey.


“Kurasa kalian tidak tahu bagaimana dunia gelap itu bukan,”kata prema yang menganjungkan tangannya yang menyuruh mereka untuk maju. “Bagaimana ini, selesaikan di sini saja,”kata Rey.


“Selesai saja,”kata Adi. Mereka bertiga yang membentuk lingkaran kecil yang dimana mereka bertiga menghadapai musuh yang ada didepan mereka.”Kalian anggap kami siapa di sini,”kata Prema yang lain. satu dari preman mulai maju menyerang. Rey,Roy dan Adi juga siap untuk bertahan hingga ada cela untuk mereka untuk menyerang balik. Pukulan mendarat di tempat yang tidak dikira semua serangan yang mereka terima meleset.


Karena Roy merasa ada yang tidak beres sebelum mereka masuk ke tempat taman ini. Roy meminta bantuan anggota klub untuk menolong mereka. Satu jam mereka bisa bertahan hingga anggota klun datang yang dibawa oleh wakil dan ketua. Dari semua yang mereka bawa adalah anggota, alumni dan senior dan jenior yang ikut datang.


“Berhenti kalian siapa?,”ucap ketua.


Preman yang tidak berduli masih  menyerang Adi tapi Rey dan Roy yang tahu kalau yang mereka incar adalah Adi. Tapi sangat disayangkan Rey dan Roy yang juga dihadang agar tidak bisa membantu Adi. Ketua dan wakil bersama dengan yang lain melihat kalau Adi yang diserang ingin membantu. Tapi mereka yang awalnya tidak perduli mulai menghalangi anggota klub.”Kalian mau kemana,”kata preman.


“Apa yang ingin kalian mengeroyok anak kecil, tidak tahu malu kalian,”kata alumni.


“Tidak tahu malu, kalian anggap kami ini apa masyarakat yang tertib dengan hukum. Jangan bercanda kami yang tidak suka hukum negara ini ingin anak itu mati,”kata Preman.


“Jadi kalian tidak bisa diajak bicara dengan baik ternyata,”kata Senior.

__ADS_1


Ketua yang sudah mengankat tangannya kemudian menuju mereka yang ada didepan untuk diserang. Semua orang di tempat mulai berkelahi satu sama lain. Rey dan Roy yang fokus untuk melawan musuh di depan dan tidak bisa melihat ke arah Adi.


Adi yang masih di tempat melihat dia di kepung dari segalaa arah membuat dia hanya bisa mengelus dada.”Kalian ini mau apa sampai ingin membunuhku,”kata Adi yang mencoba mencari tahu.


“Itu salah ibu kamu yang membuat nyonya kami marah,”kata ketua preman yang berjalan masuk ke dalam ke rumunan.


“Kami hanya menjalankan tugas saja untuk membunuh putra sah dari keluarga purwakarta,”kata ketua preman.


“Apa yang kalian maksud aku tidak paham. Aku anak keluarga purwakarta. Apa kalian tidak salah mengidentifikasi orang,”kata Adi yang menaruh tangannya di kepala. Seperti memberikan insyarat dari orang yang  bersembunyi untuk melakukan tindakan. Sebelum musuh mulai bertindak,”Kalian yakin aku adalah anak yang kalian cari.”


“Kamu kita kami bodoh data sudah lengkap. Tinggal membunuh kamu saja kami bisa mendapatkan uang jutaan,”kata ketua preman yang siap menodongkan pistol ke arah Adi. Adi yang sama sekali tidak tahu hanya bisa berdiri didepan ketua preman dengan santai.


“Apa permintaan terakhir kamu?,”kata ketua preman.


Peluruh jatuh menusuk dikepala ketua preman semua yang ada disana mendengra suara itu. Kemudian semua preman mulai waspada.”Ketua,”kata preman yang mengelilingi Adi.


Preman yang merasa marah karena ketua mereka mati sementara anak yang ada di depan mereka tidak membawa senjata.”Kenapa kalian melihatku,”kata Adi.


“Aku tidak melakukan itu kepada ketua kalian. Lebih baik kalian segera pergi sebelum polisi datang ke sini,”kata Adi.


Adi yang dingin dengan aura yang membunuhnya membuat para preman merasa kalau dirinya dalam bahaya. “Semuanya pergi,”ucap Preman yang menjadi wakil ketua dengan mereka membawa ketua mereka yang sudah tidak bernyawa.


Tapi Rey dan Roy yang tidak tahu dan fokus melawan preman didepannya mendengar suara tembakan. Membuat mereka gelisah karena yang mereka incar adalah adik mereka, secara bersamaan mereka berkata,”Adi.”

__ADS_1


Karena hati mereka tidak tenang dengan adik mereka. Rey dan Roy mengelurkan kemampuan mereka untuk menghacar preman yang menghalangi merekaaa.”Kalian minggir,”ucap Roy yang dengan tatapan gelisah, khawatir dan penuh amarah.


“Sampah minggi sana, jika kalian ingin hidup. Jika terjadi apa-apa kepada Adi kamu. Aku akan membunuh kalian semua di sini,”kata Rey yang penuh dengan kegelapan hati.


Tapi para preman hanya tertawa dan tidak perduli dengan apa yang mereka ucapkan. Preman masih menyerang Rey dan Roy. Roy dan Rey murka karena Adi mereka dalam bahaya dengan kemampuan yang mereka asih mereka maju dengan hati yang penuh kegelapan untuk membunuh mereka.


Rey dan Roy mulai menjatuhkan musuh satu persatu hanya dengan satu pukulan. Karena itu terlalu lama mereka mengubah rencana dengan membuka jalan sambil menuju tempat Adi. Seua yang ada didepan dan dibelakang mereka semua berjatuhan dengan senjata yang mereka bawa. Rey yang membawa tongkat lipat Roy yang membawa sarung tangan tinju yang mereka berdua sudah modifikasi.


Dimana mereka selalu bawa jika kejadian seperti ini terjadi. Karena mereka sebagai kakak harus menjaga keluarga mereka yang masih kecil. Sementara di tempat lain anggota klub yang juga mendengar suara pistol. Membuat mereka melihat ke arah Rey, Roy dan Adi.


“Kita harus membuat dua klub mereka dalam bahaya,”kata Wakil.Mereka setuju dengan usul yang mereka buat. Semua membagi menjadi dua kelompok penyerang dan masuk kedalam kepuangan untuk membantu Adi, Rey dan Roy.


Karena musuh sangat banyak dan tertali penyusupan mereka gagal. Karena sebagian dari mereka sudah tumabang. Karena rencana sudah berubah mereka mengubungi polisi terdekat untuk membantu. Dengan mereka memberitahukan dimana posisi mereka. Agar tidak ketahuan tempat mereka harus dikepung agar preman tidak bisa melarikan diri.


“Bagaimana sudah kalian beritahu pihak luar untuk membantu,”kata Wakil.


“Sudah kami hubungi dan mereka membuat beberapa kelompok untuk mengepung daerah ini,”kata Ketua.


Sambil menunggu mereka mencoba bertahan sampai polisi datang. Rey yang sudah sampai di tempat Adi melihat Adi berdiri tegak dengan preman yang sudah tumbang. Roy yang menyusul dibelakang juga ikut terkejut.”Adi, kamu baik-baik saja,”ucap Roy.


Adi melihat ke arah kedua kakak mereka yang datang menolong. Tapi Adi melihat musuh yang bersenjata di belakang Rey dan Roy. “Kakak belakang,”teriak Adi.


Rey dan Roy yang menyadari ada yang tidak beres dengan cepat secera menghindar setelah Adi berterikan. Hingga kondisi berbalik mereka yang menyerang tumbang karena senjata yang mereka gunakan.

__ADS_1


__ADS_2