
Mia yang beristirahat berkumpul dengan Jem dan Surya. Dimana belum menyiapkan makan malam. Mia membuka kulkas untuk melihat apa yang dia bisa membuat makanan untuk malam itu. Mia yang ingin sedikit gerak, walaupun itu hanya aktifitas biasa saja. Karena setelah Cita menghubunginya Mia ingin melupakan apa yang terjadi. Tapi pikiran Mia masih mengingt suara Cita walaupun itu hanya lewat telapon saja.
Mia yang tahu kalau dirinya tidak kuat, tapi hanya kuat saja agar orang lain tidak mengkhawatirkan dirinya. Mia yang tidak ingin di kasihani karena dirinya lemah. Tapi dengan apa yang terjadi Mia harus melukan sesuatu dengan Cita. Dia tidak akan mundur sampai apa yang dia inginkan tercapai. Tapi kenapa harus Mia yang mendapatkan penderitaan antara perselisihan antara kedua bersaudara. Yang satu sudah tewas karena adiknya. Adiknya ingin membunuh Mia yang sudah mengacaukan semuanya. Tapi Mia sendiri tidak tahu kenapa dia dijadikan terget oleh Cita.
Mia menghela dan sambil mengiris semua sayuran yang sudah dia pilih. Jem dan Surya yang sedang mengobrol meliha Mia sedang memask.”Perluh kami bantu Mia,”kata Surya dari belakang. Mia menoleh tapi hanya sebentar sambil berkata,”Tidak kalian istirahat saja.”
Mia kembali menyelesaikan memask. Dengan Mia memikirkan yang lain, tanpa disadari oleh Surya dan Jem. Di tempat lain Cita yang telah menghubungi Mia membuat dia bersemangat.”Kamu memutuskan teleponya, cukup berani juga dia. Tapi tidak lama lagi apa yang dia miliki menjadi miliki,”ucap Cita dengan suara kecil.
Setelah pernikahan yang tidak direstui oleh orang tua Jordan. Jordan tetap menikah dengan Cita karena itu adalah pilihan dia. Tapi di tengah upacara pernikahan yang tidak dihadiri oleh keluarga utama Purwakarta. Cita yang tahu akan semua itu berakting sedih melihat suasana yang tidak direstui itu.
Di balik akting Cita dia sudah menyuruh orang untuk menyerbu keluarga Purwakarta di hari pernikahan mereka. Tanpa diketahui oleh Jordan yang sedang sibuk dengan pernikahan hari itu. Cita yang juga mengalihkan perhatian Jordan dengan mengabaikan semua informasi yang datang. Tapi sekertaris Jordan yang sudah menghubungi keluarga purwakarta tidak tersambung. Karena khawatir sekertaris itu menhampiri Jordan yang bersama dengan para tamu.
“Bos, orang tua anda tidak mengangkat teleponnya. Apa perluh saya carai tahu apa yang terjadi di sana?,”kata sekertarisnya.
“Tidak usah, mereka tidak akan datang di acara pernikahanku,”kata Jordan.
“Apa maksudmu Bos?,”kata Sekertarisnya yang tidak tahu apa yang terjadi. Karena hatinya gelisah karena hubungan dia dengan keluarga purwakarta terputus.
“Kamu melanjutkan saja kegiatan kamu. Jangan mencari tahu apa yang terjadi,”kata Jordan yang kembali berbicara dengan para tamu.
__ADS_1
Di acara pernikahan yang megah berbeda dengan dimana saat Jordan menikah dengna Mia. Hanya ada selembar kertas saja. Tapi saat itu Mia yang sedang berbaring dia hanya bisa melihat melalui berita yang disampaikan awak media saja. Hanya air mata yang terjatuh di kelopak mata Mia melihat mereka memasangkan cincin pernikahan mereka.
Tapi Mia yang tahu akan semua itu tidak mungkin untuk Mia mendapatkannya. Apa lagi pernikahan itu hanya ada di atas lembaran kertas putih yang tidak akan bisa mengubah apa-apa. Kalau Jordan membenci dirinya yang telah membuat Irma mati. Tapi Mia yang merasa semua ini bukan salah dia karena dia tidak bisa membantu Irma waktu itu. Karena dia juga harus menjalankan pengobatan dirinya.
Dimalam dimana Mia bersama dengan Jem dan Surya makan bersama. Tanpa ada Tomas yang bersama mereka karena Tomas ada tugas diluar negeri setelah kejadian markas di bantai oleh anak buah Cita. Di saat Mia menyantap makan malam itu telepon rumah berbunyi Mia yang ingin berdiri. Di hentikan oleh Jem yang berdiri untuk mengangkat teleponnya.
“Hallo dengan keluarga Tomas,”kata Jem. “Aku hanya akan menyampaikan sekali saja. beritahu Mia kalau keluara Purwakarta mantan suami Jordan dibantai oleh anak buah Cita,”kata orang mistirius.
“Kelaurga Purwakarta,”ucap Jem yang terdiam. Jem yang merasa ragu untuk memberitahukan apa yang terjadi membuat dia bimbang. Hingga Mia melihat ke arah Jem dan berjalan mendekat.
“Ada apa Jem? Siapa yang menelepon barusan?,”kata Mia. Tapi Jem masih terdiam saja dan melihat ke arah Surya.
“Kalian mau menyembunyikan sesuatu dariku lagi ya. Cepat katakan apa yang sedang terjadi, siapa barusan?,”kata Mia dengan tegas.
Jem masih terdiam, hingga dia perlahan membuka mulutnya untuk memberitahukan kepada Mia apa yang dia barusan di telepon.”Aku akan katakan, tapi kamu jangan gelisah ya,”kata Jem. Mia hanya menganggukan kepalanya menuggu Jem menceritakan apa yang terjadi.
“Begini barusan ada yang memberitahukan kalau keluarga purwakarta keluarga Jordan diserang oleh anak buah Cita. Untuk siapa yang menelepon aku tidak tahu, dia hanya ingin kamu tahu saja apa yang sedang terjadi,”kata Jem.
“Apa yang kamu katakan itu benar Jem,”ucap Mia yang sedikit terkejut. Tapi dia mencoba tennag karena dia harus bisa berpikir tenang agar dia tidak dalam pengaruh yang tidak baik.
__ADS_1
“Lalu Jordan apa juga sudah tahu apa yang terjadi dengan keluarganya,”kata Mia.
“Aku rasa tidak tahu mungkin. Apa perluh aku cari tahu sekarang?,”kata Jem.
“Cepat cari tahu bagaimana Jordan dan keluarganya. Jika kita bisa membantu dengan diam-diam,”kata Mia.
“Jika itu adalah ulah Cita. Kenapa harus menghancurkan keluarga Purwakarta jika dia sudah masuk ke dalam keluarga itu. Apa yang dia rencanakan?,”kata Mia yang tidak tahu apa yang dipikira Cita.
Jem dan Surya yang di dalam ruangan bersam dengan Mia mencari tahu apa yang sedang terjadi dikeluarga Purwakarta. Tapi yang mereka dapatkan hanya sedikit saja melalu satelit. Kalau ada seorang yang menyerbu keluarga purwakarta dengan membunuh semuanya. Lagi-lagi hati Mia merasa gelisah dan berpikir apa yang sedang terjadi dengan orang tua Jordan.
Mia yang tidak bisa diam membuka grup pengembar untuk meminta bantuan apa yang terjadi dengan keluarga purwakarta. Mia yang sudah mengirim pesan di grup pengembar. Sambil menuggu kabar baik Mia hanya bisa duduk hingga dia memikirkan mata-amata yang dia suruh. Mia membuka email yang baru saja masuk dari mata-mata yang dia bayar.Kalau beberapa hari ini keluarga Purwakarta diawasi oleh orang lain.
Setelah dicari tahu dan ditelusuri orang yang mengawasi keluarga purwakarta adalah Cita. Dari laporan yang didapatkan kalau keluarga purwakarta sudah tahu kalau Mia masih hidup dan Cita ingin menggagalkan pencarian itu. Dengan Cita menyuruh anak buahnya mengawasi pergerakan keluarga purwakarta.
Mia yang membaca pesan itu merasa terkejut.”Jadi mereka mencariku, tapi untuk apa?,”kata hati Mia. Sampai Surya berkata,”Aku sudah mendapatkan informasi kalau kelaurga purwakarta dnegan lima orang melarikan diri.”
“Mereka selamat. Dmana posisi mereka bersembunyi, cepat cari tahu jika bisa suruh lima atau tiga orang yang terlatih untuk membantu mereka bersembunyi,”kata Mia.
“Itu tidak perluh,”ucap Jem. Mia melihat ke arah Jem,”Apa maksud kamu tidak perluh?.”
__ADS_1