Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 110


__ADS_3

Penjaga toko penilaian yang sudah memutuskan harga yang akan diberikan kepada Rey dan Roy. Harga yangdiberikan untuk senjata yang dibuat oleh Rey adalah 500 ribu dan sedangkan untuk senjata Roy dihargai 600 ribu. Adi yang sudah mendengar harga yang ditawarkan bertanya.”Apa bisa dinaikkan lagi harganya menjadi 700 ribu dan 1 juta,”kata Adi.


“Kami tidak bisa memberikan harga itu jika anda mau untuk dilelangkan. Mungkin saja harga bisa naik, bagaimana?,”kata penjaga toko penilaian. Adi yang terdiam sebentar berpikir,”Baiklah lelang saja harga itu.”


Penjaga Toko penilaian yang menggambil nomer lelang kepada Adi.”Ini nomer lelang anda bisa meninggalakn barangnya disini. Jika barang terjual anda bisa mengambil dengan nomer lalang yang sudah sayang berikan,”penjelasna penjaga toko penilaian.


“Baiklah jika seperti itu, aku akan titipkan barang ini disini. Jika nanti sudah terjual bisa mencari saya. Karena saya masih ingin berkeliling. Terima kasih ya kak,”ucap Adi yang berdiri.


“Ohh iya kak untuk brosur ini bisa aku mendapatkan satu,”kata Adi sambil tersenyum.”Tentu saja anda bisa mengambilnya,”kata penjaga toko penilaian. Adi segera berjalan meninggalkan toko penilaian dan berjalan ke arah Rey dan Roy yang sedang duduk.


“Apa kalian sudah memesan makanannya,”kata Adi yang datang langsung duduk didekan mereka berdua.


“Sudab tinggal tunggu saja. Bagaimana harga yang ditawarkan oleh penjaga toko,”kata Roy.


“Harga yang di tawarkan oleh penjaga toko untuk kak Rey 500 Ribu dan untuk kak Roy 700 ribu. Tapi karena aku merasa kurang jadi aku memutuskan untuk melelang kedua barang kakak agar harganya bisa naik. Tidak apa-apakan,”kata Adi menjelaskan.


“Tidak masalah kalau aku,”kata Rey.”Aku juga tidak masalah,”kata Roy.


Setelah makanan yang mereka pesan sampai mereka segera menikmati selagi masih hangat dan renyah.”Enaknya,’ucap Rey.”Tapi setelah ini kamu mau kemana Adi,”kata Roy.


“Aku ingin ke bawah mencari budak yang dijual dibawah sana,”kata Adi.

__ADS_1


“Untuk apa kamu mencari budak dilelang ini. Bukan itu tidak baik ya,”kata Roy.


“Aku tahu tapi ada spesies manusia yang berbeda dari budak yang dijual. Makanya aku ingin mencari itu,”kata Adi. “Apa setelah ini perginya, atau pergi ke tempat lain dulu sebelum ke lantai bawah,”kata Rey.


“Aku ingin mencari keberuntunganku,”kata Adi sambil menunjuk lelang batu.


“Kamu ingin beli batu Adi,”kata Roy yang sedikit tidak percaya dengan Adinya Adi.”Tidak memang aku mau mencoba keberuntunganku di sana,”kata Adi sambil tersenyum.


“Terserah kamu saja tapi kita tidak boleh lupa untuk mencarai pakaian dan cemilan untuk dibawa karyawisata nanti,”kata Roy mengingatkan kedua adiknya.”Tenang saja kak aku ingat kok,”kata Rey.”Aku juga ingat,”kata Adi.


Selesai dengan cemilan yang sudah habis mereka segera membayar makanan yang mereka pesan karena harga yang diberikan untuk satu buah makanan adalah 500 rupiah. Karena mereka membeli tiga jenis makanan mereka membayar 1500 rupiah. “Harganya murah juga ya,”kata Rey.


“Jika lantai bawah sendiri bagaiman Adi,”kata Rey.


“Kalau yang itu aku kurang tahu disini tidak dijelaskan harga yang ada dibawah,”kata Adi. Sambil berjalan menuju tempat lelang batu mereka juga melihat sekeliling mereka jika ada barang yang mereka sukai. Rey yang berhenti disatu bahan mentah senjata bersama dengan Roy.”Adi kami disini dulu mencari bahan yang bagus jika ada,”kata Roy.


“Bailkah tapi kalian berdua harus waspada ya dan hati-hati,”kata Adi mengingatkan kepada kedua kakaknya. “Kami paham,”ucap Rey bersama dengan Roy. Mereka bertiga berpisah Rey dan Roy yang masuk ke tempat bahan mentah pembuatan senjata dan alat elektronik lain. sedangkan untuk Adi yang pergi ke tempat lelang batu. Adi yang melihat ada dua pembatas dari lelang batu darai tingkat harga yang berbeda.


Tingkat pertama harga yang diberikan setiap batu adalah 10 ribu sampai 20 ribu. Tingkatan kedua harga batu yang dilelang adalah 30 ribu sampai 50 ribu. Untuk tingkatan ketiga harga yang paling tinggi adalah 100 ribu sampai 1 juta karena jenis kualitas batu sangat bagus.


Adi yang pergi ke tingkatan pertama terlebih dulu dimana Adi melihat apa ada yang membuat dia suka atau tidak. Adi yang berjalan sambil melihat batu yang hampir sama dan tidak ada yang membedakan batu satu dengan yang lain. Tapi setelah lama berkeliling di tingkatan pertama Adi melihat dua batu yang membuat Adi tertarik. Adi berjalan ke arah batu tersebut dan mengambilnya dan memasukkannya ke dalam keranjang yang dia bawa.

__ADS_1


Selesai dengan tingkatkan pertama Adi berjalan masuk ke dalam tingkatan kedua. Adi yang dari jauh melihat batu yang sudah terpajang. Ada yang sudah kosong dan ada masih belum terjual. Sampai ada salah satu orang tua berkata disamping Adi.”Nak kenapa kamu membeli batu yang tidak berharga ini,”kata orang tua salah satu pelanggan lelang batu.


Adi menoleh dan melihat orang tua yang bersama dengan dua orang berbaju hitam disampingnya. Orang itu terlihat tua dan sudah memegang tongkat  untuk menompak tubuhnya.”Karena menarik saja hanya ingin mencoba keberuntungan saja,”kata Adi menjawab seperluhnya.


“Aku melihat kamu sudah ada dua batu yang kamu beli,”kata orang tua.Adi yang mengakta keranjang yang dia bawa dan melihatnya.”Iya karena menari sajat kedua batu ini, makanya aku membelinya. Kalau anda sendiri apa juga ingin membeli batu atau hanya melihat saja,”kata Adi yang bertanya. Mereka berbincang sambil melihat batu yang di pajang oleh penyelenggara lelang.


“Tentu saja saya mau membeli, hanya saja maish belum terlihat menarik,”kata orang tua. Adi yang melihat sekeliling ada batu yang kecil dan sendirian dari semua barisan batu lain yang membuat ornag tidak tertarik.


“Maaf saya ingin kesana dulu. Saya permisi dulu,”kata Adi yang berjalan menjauh dari orang tua tersebut. Adi yang berjalan ke arah batu  yang membuat batu yang Adi lihat kesepian. Adi yang sudah sampai dan mengambilnya tapi dari belakang ada kedua kakak Adi yang sudah datang.”Kamu sudah membeli batu yang kamu inginkan Adi,”ucap Roy.


“Kakak,”ucap Adi yang menoleh. “Sudah ayo pergi ke tempat pembukaan bau yang ada disana sekalian membayar batu ini,”kata Adi menujuk tempat pembelahan batu. Sementara orang tua yang tadi mengajak Adi berbincang melihat Adi ke tempat pembelahan batu. Karena tidak ada yaang mau membuka batunya Adi berjalan ke tempat itu.”Permisi kak saya mau mengecek batu yang saya ingin beli,”kata Adi.


“Baik dek, tapi anda harus membayar dulu,”kata petugas pemotong batu.”Baiklah,”ucap Adi.


“Berapa kak semuanya batu yang aku beli ini?,”kata Adi. “Total yang harus adek bayar adalah 50 ribu,”ucap penjaga kasir yang berdekatan dengan penjaga pembelah batu. Adi yang memberikan uang 50 ribu kepada penjaga kasir yang kemudian dia melihat proses pembukaan atau pembelahan batu. Rey dan Roy yang ada dibelakang Adi juga ingin tahu apa isi dari batunya. Tapi mereka berdua yang tidak terlalu paham bertanya kepada Adi.


“Hai, Adi kenapa kamu ingin membela batu itu disini, bukan batu itu hanya biasa saja,”kata Rey.


“Iya hanya biasa saja diluar tapi didalam mungkin saja ada harta karun yang tidak bisa dinilai,”kata Adi sambil tersenyum.


“Kenapa kamu yakin sekali Adi,”kata Roy.”Tidak juga hanya mengubah suasana saja,”kata Adi. Adi yang melihat proses pembelahan melihat satu cahaya yang sedikit berbeda dan membuat Adi jadi penasaran. Orang Tua yang bersama Adi juga melihat dengan dia merasa berdebar.”Kenapa aku merasa anak itu akan beruntung ya,”kata orang tua.

__ADS_1


__ADS_2