
Keempat adik yang sedang bingung dengan nama makanan yang mereka pesan. Tapi melihat harga yang yang di menu normal saja hanya bisa menuggu penampila dari pesenan mereka berempat. Ro yang bermain ponsel sedikit mengambil foto dari tamu yang agak jauh tersebut. Setaleh mengambil foto tanpa diketahuo oleh mereka Roy mengirimkan kepada Adi yang ada dikamar hotel.
“Hai Roy kamu sedang apa?,”kata Satya yang tahu kalau Roy sedang mengambil gambar dari tamu yang diberi tahu oleh pegawai tadi.
“Kalian kenapa dengan suara kecil apa yang kalian sembunyikan,”kata Guntur yang ikut bersuara kecil.
“Kalian berdua sedang apa dengan suara kecil itu. Kalian sedang melihat hantu ya,”ucap Rey yang bicara biasa saja. karena tamu yang ada di seberag melihat mereka yang terlihat aneh.”Tidak kamu hantunya,”kata Satya.
“Sudah...sudah tapi kalian bicara soal hantu itu apa disana,”kata Roy yang melihat ke luar kaca yang ada tamanannya.
“Kamu jangan menakuti kami Roy,”kata Guntur yang menoleh ke arah kaca tamanan. Guntur yang perlahan menoleh dikejutkan dengan harimau yang sedang mengaum. Membuat Guntur berterika harimau dan memeluk Satya yang disampingnya.
“Kenapa kamu berterik, dia ada di kandang kaca kamu membuat orang terkejut saja,”kata Satya yang juga ikut terkejut karena Guntur berteriak. Tapi Roy yang tertawa melihat mereka sampai dia meraskan perutnya sakit karena tertawa. Sementara Rey yang tidak terlalu terkejut hanya melihat ke arah tamu yang ada.
“Maaf ya kak membuat kalian tidak nyaman,”kata Rey yang meminta maaf kepada tamu dan pegawai yang ada.
“Tidak apa-apa dek kalau pertama datang memang begitu,”ucap tamu yang tadi diberitahukan kepada pegawai. Semua orang yang ada dicafe tertawa dengan Guntur yang ketakutan saat melihat harimau disampingnya.
Guntur sangat malu dengan sikap yang dia berikan kepada orang dicafe. Roy yang masih tertawa sampai Rey menepuk punggungnya.”Sudah kak jangan tertawa lagi pesanan kita sudah sampai,”kata Rey. Rey yang sudah melihat pelanyan datang membawa pesenan makanan mereka memberitahukan kepada Roy, Satya dan Guntur untuk menyubah suasana. Pelayan yang datang dengan pesenan mereka.
Saat pertama melihat pesanan mereka sedikit terkejut dengan penampilannya dan menatap ke arah pelayan.”Ini pesenan anad,”kata pelayan.
“Ini bisa dimakan kak,”ucap Guntur
“Tentu saja, kalian bisa mencicipinya,”kata pelayan.
“Tunggu dulu aku akan mengambil gambar sebelum kita mencicipinya,”kata Rey yang mulai mefoto makanan mereka.”Apa sudah aku mau mencicipinya ini,”kata Guntur yang tidak sabar memakannya.
“Sudah kamu boleh mencicipinya sekarang. Aku juga tidak sabar menikmati makanan ini. Apa enak atau sama dengan namanya,”kata Rey.
Satya yang sudah mengambil sendok kecil yang ada dimeja dia perlahan membuka dan membelah makanannya yang membuat dia sedikit penasaran. Tidak lama kemudian Roy yang sudah mulai mencicipi bersama dengan Guntur menutup mata setelah dia makan.
“Rasanya benar enak,”ucap Roy.
“Itu bener membuat melelah dimulut dan aku suka ini,”ucap Guntur.
“Rasanya seperi ada buahnya apa ini Juz buah yang dikombinasi dengan rasa yang berbeda,”kata Rey.
“Rasanya renyah dan ini seperti krismi di mulut,”kata Satya yang tidka berkata apa-apa karena ini sangat enak.
__ADS_1
“Makanannya enak tapi nama menu yang membuat tidak ada pengunjung,”ucap Roy.
“Itu banar oleh karena itu aku mau memosting makanan ini di instagramku,”kata Rey yang mulai memberikan kesan manarik tentang makanan yang ada dia pesan.
“Kurasa aku nanti ingin mengajak Adi ke sini,”kata Satya.
“Kurasa tidak mungkin Satya. Dia baru saja mengatakan kalau dia pergi ke suatu tempat sendirian,”kata Roy.
“Dia pergi sendirian. Apa akan baik-baik saja dengan dia pergi sendiri,”kata Satya.
“Kurasa tidak apa-apa,”kata Rey.
“Kenapa kalian begitu perduli dengan Adi. Apa dia memiliki masalah,”kata Guntu sambil makan.
“Masalah ada hanya saja musuh yang membuat dia harus kerja otak setiap hari,”kata Satya.
“Apa ini masalah dengan wanita yang menginginkan nyawa Adi,”kata Guntur. Rey dan Roy melihat ke arah Guntur yang tahu soal Adi.
“Bagaimana kamu bisa tahu Guntur. Apa Adi memberi tahu kamu,”kata Satya.
“Tidak hanya saja paman aku yang memberitahukan aku harus bersama dengan Adi agar aku aman didekat dia,”kata Guntur.
“Bukan kalian berdua juga sudah tahu siapa paman aku. Adalah pimpinan dari tapak darah,”kata Guntur dengan santaui.
“Apa,”ucap Rey, Roy dan Satya yang terkejut bersama.
“Kamu tidak bohong Guntur,”kata Satya.
“Untuk apa aku bohong. Adi saja sudah tahu siapa paman aku, tapi malah berkerja sama dengan dia karena aku,”kata Guntur.
“Tunggu dulu Guntur apa Adi kenal paman kamu dari kamu atau Adi sendiri yang mencari tahu,”kata Roy.
“Jadi kalian berdua tidak tahu... Jika seperti itu aku akan beritahu Adi tahu sendiri,”kata Guntur.
“Tapi kenapa kalian tadi terkejut dengan apa yang aku katakan,”kata Guntur.
“Jelas saja kami terkejut dengan latar belakang paman kamu yang brutal. Tapi bagaimana bisa kamu dan paman kamu tidak sama loh,”kata Satya.
“Kamu kira semua orang bisa sama kejam gitu,”kata Guntur yang memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Setalah pembicaran selesai dengan makanan yang dihidangkan sangat enak dengan tontonan harimau dan singa di samping mereka.”Bicara tentang pemanku. Apa kalian sadar tidak kalau ada Singa juga disatu kandang,”ucap Guntur sambil menujuk ke kandang.
“Aku tahu,”ucap Rey.
“Aku juga tahu soal itu. Tapi tidak hanya singa saja di situ lihat di atas pohon ada ular juga,”kata Roy.
“Kurasa tempat ini seperti kebun binatang saja,”kata Satya yang melihat ke satu binatang yang asing.
“Hai kalian itu binatang apa putih disana,”kata Satya sambil menuju ke arah binatang. Rey, roy dan Guntur melihat ke arah yang di tunjuk.
“Bukan itu rubah ya,”kata Rey setelah mengamati.
“Lihat itu ekornya ada sembilan. Tapi adakah hewan dengan ekor sembilan,”kata Guntur.
“Ada tapi hanya legenda saja tapi aku tidak menyangka ada rubah sembilan ekor di sini. Ini sangat langkah,”kata Roy.
“Kalian tahu tentang rubah sembilan ekor. Tapi kalian juga beruntung bisa melihatnya, karena binatang itu tidak akan muncul didepan orang. Tapi kalian bisa melihat dan dia menampakan dirinya. Kalian bertuntung ternyata,”kata pemilik Cafe.
“Halo kak, anda siapa yang,”kata Satya.
“Maaf aku lupa memperkenalkan diriku aku dalah Chen pemilik cafe ini,”kata Chen.
“Halo kak chen,”ucap mereka berempat.
“Tapi kak kenapa ada rubah sembilan ekor di sini,”kata Rey.
“Itu karena kakak menemukannya saat kakak berburu. Rubah itu mengikuti kakak jadi kakak buat lah kebun ini,”kata Chen.
“Lalu kenapa kakak membuat menu nama ini sangat mengerikan tapi makanannya enak. Apa kakak tidak takut rugi,”kata Satya.
“Itu karena kakak suka saja,”ucap Chen yang tersenyum polos.
“Apa,”kata mereka berempat.
“Kakak aku sarankan ganti saja nama menunya, jika kakak ingin banyak pengunjung,”kata Roy.
“Tidak mau,”ucap Chen yang keras kepala.
“Kenapa apa kakak terinspirasi dari novel atau komik yang kakak baca sampai tidak mau mengubah namanya,”kata Guntur.
__ADS_1