Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 147


__ADS_3

Kelima belas orang yang masuk ke dalam rumah yang dimana pegawia hanya tersenyum saja. Sampai Adi bertanya kepada pegawai tersebut.”Kakak, kenapa kuliner lama ini mau bangkrut,”kaa Adi.


“Soal itu ya dek itu karena pesaing kuliner saat ini sangat bagus dek. Jika kami tidak ke datangan pengunjung dalam waktu dekat ini. Mungkin saja tempat ini akan menghilang,”kata pegawai yang agak sedih.


“Jika sudah tidak bisa bertahan kakakkan bisa pindah ke tempat lain kakak,”kata siswa yang lain.


“Itu banar kami bisa pindah jika tidak diperluhkan lagi. Tapi kami yang bekerja disini sangat ingin tetep ada disini. Karena tempat ini pantas untuk dipertahankan,”kata pegawai. Tapi pada saat yang sama Adi yang memesan makanan yang ada didepan.


“Adi kamu ngapain,”kata Rey.


“Kalian tidak lapar. Aku ma lapar makanya mau mencoba menu ini,”kata Adi yang melihat sedikit mistirius.


“Emang apa yang kamu beli,”kata wakil ketua.


“Tebak makanan apa ini,”kata Adi yang menunjuk nama menunya. Rey, Roy Satya dan Guntur yang melihat menu merasa kalau dia tidak asing dengan nama menu ini. Mereka hanya menatap satu sama lain. Tapi kawan yang lain yang melihat dari nama menu dan penampilannya membuat mereka bertanya apa ini bisa dimakan’”Jangan lihat dari penampilannya tapi rasa,”kata Roy.


“Itu benar,”kata Satya yang juga memesan.


“Kurasa kalia berlima tidak terlalu kaget dengan makanan ini ya,”kata pegawai yang tersenyum ramah.


“Sebenarnya tidak asing sih bagi kami. Karena kemarin kami juga mendapatkan nama menu dan penampilan yang juga sama mengerikan sama seperti di sini. Tapi rasanya enak sekali,”kata Rey.


“Itu benar kakak. Tapi jika boleh tahu apa tempat ini sudah lama dibangun atau baru saja dibangun kak,”kata Satya.


Sambil berbincang mereka memesan makanan dan cemilan yang ada. Setelah itu mereka mencari tempat duduk untuk beristirahat sambil menuggu pesenan mereka.


Di satu kursi dan meja yang panjang dan cukup untuk 20 orang. Mereka duduk bersama dimena mereka saling mengobrol satu sama lain. Rey dan Roy yang duduk bersebelahan dengan Adi yang dimana Adi mendengarkan pembicaraan mereka dengan menyandarkan kepalanya ke meja.


“Kamu sudah lapar Adi,”kata wakil kelas.

__ADS_1


“Kamu tidak lapar apa. Aku sih sudah apa lagi kita berangkat belum makan bukan karena akan pergi ke pasar kuliner,”kata Adi.


“Itu benar,”kata Ketua tim bela diri.


“Maaf dek jika kakak lancang kenapa pesenan adek bisa dibatalkan oleh pasar kuliner,”kata pegawai.


“Kmai juga tidak tahu kakak. Kami sudah memesan jauh hari sebelum kami datang ke wilayah J. Awalnya kemarin kita pergi tapi tertunda yang membuat kita pergi sekarang. Sampai di tempat kami tidak bisa masuk ke dalam pasar kuliner. Di tambah lagi mereka membatalkan secara sepihak, menurut kakak bagaimana,”kata wakil kelas.


“Mereka tidak profesional ya kawan,”kata siswa yang satu tim dengan bela diri.


“Yang aku ketahui mereka tidak akan membatalkan secara sepihak begitu. Apa yang memesan itu adalah orang penting,”kata Pegawai.


Mereka hanya menggelengkan kepalanya.”Sudah kita nanti berikan saja mereka pelajaran dengan membandingkan tempat ini dengan tempat mereka,”kata Rey.


“Baagaimana bisa kita membandingkan tempat ini dengan tempat mereka. Apa lagi kita tidak tahu pasar kuliner itu bagaimana suasananya,”kata Ketua tim bela diri.


“Sudah jangan khawatir karena aku sudah memposting perilaku mereka. Tapi kalian jangan bilang ya, aku tidak mau kena omel oleh guru pengawasi,”kata Rey. Tapi pada saat Rey bicara ada guru pengawas yang sudah ada dibelakang mereka. Wakil ketua bersama dengan yang lain yang duduk berhadapan dengan Rey hanya bisa tersenyum.


“Rey bukan tadi ibu sudah bilang jangan membenci mereka bukan,”kata guru pengawasi yang menjewer telinga Rey. Rey yang merasa bersama meminta maaf apa lagi dia diposisi mendapat hukuman dari guru pengawas.


“Maaf bu saya tidak akan mengulangi lagi. Tadi aku hanya bercanda saja kok,”kata Rey. Guru pengawas melepaskan jeweran telinga Rey dan meminta ponsel Rey untuk diperiksa. Selesai memeriksa kalau tidak ada yang aneh dengan ponsel dan postingan membuat guru pengawas merasa lega.


“Baiklah lain kali jaga ucapan kamu,”kata guru pengawas yang segera pergi dari tempat Rey dan kawan yang lain. Setelah guru pengawas pergi mereka yang ada di meja yang sama dengan Rey tertawa dan kawan yang lain juga ikut tertawa.


Pegawai kuliner lama yang menahan tawa karena suasana tempat mereka sudah berubah. Sampai pesenan mereka datang mereka melihat dengan tatapan terkejup.”Pasti kalian tidak akan menyangka melihat pesenan kalian bukan. Tapi rasa enak kok,”kara pegawai kuliner lama.


Adi yang merasakan bau enak didepannya dengan pesenan yang dia minta.”Baunya enak juga,”kata Adi.


“Kamu serius Adi,”kata ketua tim klub bela diri yang melihat ke arah Adi. Adi yang perlahan mengirim makanan didepannya yang kemudian dari dalam yang terlihat adalah selai storwberi yang bercampur dengan coklat dan krim putih. Karena luarnya hanya penampilan saja tapi di dalam makan cemilan manis seperti pada umumnya.

__ADS_1


Adi yang perlahan membuka mulutnya yang dimana dia memasukkan ketiga bahan yang ada di dalam. Rasa manis asam melumuri mulut Adi yang membuat Adi senang. Tapi Adi yang melihat mereka sedikit penasaran dengan pesenan mereka.


“Aku juga ingin mencobanya,”kata siswa.


“Sebelum itu aku mau posting dulu,”kata Rey. Yang lain juga ikut memosting menu mereka dengan yang belum dimakan dan sudah dimakan. Siswa yang lain yang melihat juga penasaran dengan postingan Rey jadi mereka mencoba masing-masing.


Mereka yang mencicipi karena penasaran merasa senang dengan rasa yang mereka pilih. Ada yang memberikan postingan kalau penampilan tidak selalu berbeda dengan rasa yang enak dan membuat mereka melayang.


“Kak bagaimana bisa rasaya enak ini,”kata Satya.


“Rasa emang enak hanya saja kami tidak bisa mengganti nama menu, agar para pengunjung yang datang penasaran awalnya. Tapi sudah sejak lama kami memosting tidak ada pengunjung hanya beberapa saja yang percaya,”kata pegawai.


“Bukan itu sama dengan cafe alam ya,”kata Guntur.


“Cafe alam kalian tahu dari mana,”kata pegawai.


“Mereka berempat pernah berkunjung ke cefe alam kemarin setelah kunjungan tidak diselesaikan karena teman kita ada yang sakit,”kata Adi.


“Kakak tahu cefe alam,”kata Roy.


“Kakak tahu pemilik cafe itu chen anak dari pemilik kuliner lama,”kata pegawai.


“Pantas saja tidak asing,”kata Guntur.


“Tapi kak kenapa tidak mengganti nama menu saja kalau begitu,”kata wakil kelas.


“Itu rencananya hanya saja bos kita menolak biarkan waktu yang memberikan jalan peluang bagi kuliner lama, katanya,”ucap pegawai.


“Ternyata anak dan ayah sama ya,”ucap Rey.

__ADS_1


“Mau bagaimana lagi mereka yang memiliki darah yang sama mau bagaimana lagi. Tapi kami senang jika kalian mau berkeliling lagi mau melihat tempat ini,”kata pegawai yang menawarkan.


“Tentu saja kak,”kata siswa dimeja tersebut.


__ADS_2