Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 42


__ADS_3

Tomas sedang membaca hasil infestigasi tentang kebenaran Mia. Setelah beberapa jam Tomas membaca datanya dia tahu kalau apa yang dikatakan Mia benar. Sampai kebenaran dari kecelakaan orang tua Mia dan kecelakaan pesawat yang dialami Mia.


Tomas dan rekannya hanya bisa melindungi Mia dari jauh sementara Tomas sudah menganggap Mia sebagai anaknya sendiri. Apa yang di inginkan Mia dia akan membantunya termasuk untuk menjaga anak yang dikandung oleh Mia. Malam yang melelahkan semua perjaga dan ada yang beristiraha. Sampai pagi datang Mia yang terbangun dari tidurnya dan memberisikan dirinya dan menganti pakaian yang sudah disiapkan


Mia yang membuka pintu bertemu dengan Tomas yang hendak membangunkan Mia.”Kamu sudah bangun, Mia,”ucap Tomas.


“Iya. Apa kamu mencariku Tomas?,”kata Mia yang berjalan keluar dan menutup pintu.


“Aku ingin membangunkan kamu dan berjalan bersama untuk sarapan bersama,”kata Tomas yang berjalan ke arah Mia. Mereka berdua yang berjalan bersama menuju kantin. Dimana mereka mengantri bersama dengan rekan yang lain yang juga sedang sarapan.


Mia dan Tomas yang sudah mengambil sarapan mencari tempat duduk. Sampai ada salah  satu dari rekannya memanggi Tomas dan mereka mendatangi tempat duduk rekannya itu. Tomas dan Mia yang duduk karena ada tempat yang kosong.


“Bagaimana kabar kamu Mia,”ucap rekan Tomas.


“Aku baik saja,”kata Mia. Setelah pembicaraan yang singkat mereka fokus menikmati sarapannya. Sampai selesai makan Mia yang ingat sesuatu bertanya kepada Tomas soal orang yang mengikuti mereka kemarin.


Tomas yang memberitahukan kepada Mia kalau orang yang mengikuti mereka berasal dari negara Mia. Mia yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas sampai Tomas melihat wajah Mia.


“Apa kamu tahu siapa mereka?,”ucap Tomas.


“Aku tidak yakin dengan apa yang aku pikirkan. Tapi orang yang mungkin melakukannya adalah Cita kembaran Irma,”kata Mia.


“Cita keluarga Irma yang masih hidup dan orang yang tidak suka dengan Irma. Dan Cita yang telah membunuh Irma di gedung rumah sakit saat itu,”kata Tomas sambil berpikir.

__ADS_1


Mia yang tidak tahu itu sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Tomas.”Tomas kamu tahu dari mana kalau Cita yang membunuh Irma,”kata Mia yang ingin tahu. Tomas yang melihat kalau Mia akan baik saja hanya bisa berkata,”Aku akan mengatakannya tapi tidak sini. Nanti kamu ikut denganku di ruangan. Aku akan menjelaskan semuanya yang ingin kamu ketahui.”


Mia yang tidak tahua apa yang ingin dikatakan oleh Tomas. Tapi melihat wajah Tomas yang serius kalau pembicaraan mereka ada kaitannya dengan apa yang dialami oleh dirinya. Selesai mereka sarapan pagi Mia ikut dengan Tomas ke ruanganya. Di perjalan menuju ruangan Tomas Mia yang bertanya sedikit saja kepada Tomas.


“Tomas apa yang kamu ingin katakan ada kaitan dengan diriku,”ucap Mia. Tomas yang melihat ke arah Mia dan tersenyum.


“Apa ini juga ada kaitannya dengan orang tuaku,”kata Mia. Tomas yang sedikit terkejut dengan apa yang dia dengar dari mulut Mia. “Mungkin dia sudah lama curiga tapi tidak bisa mencari tahu kebenaranhya,”ucap hati Tomas.


Sampai mereka berdua sampai didepan ruang Tomas. Mia yang masuk setelah Tomas masuk. Mia yang melihat sekelilingnya sampai Tomas mempersilakan Mia untuk duduk. Mia yang melihat tempad duduk langsung duduk. Sementara Tomas yang mengambil amplop coklat dan diberikan kepada Mia.


Mia yang tidak tahu apa isi melihat kearah Tomas.”Apa ini?,”ucap Mia


“Kamu akan tahu setelah membukanya,”ucap Tomas.


Kalau teman dia yang telah membuat orang tuanya meninggal karena kebencian terhadap kembaranya. Mia yang juag mengetahu kalau kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Mia adalah perbuatan Cita karena ingin menghilangkan barang bukti. Tapi Mia yang tidak tahu hanya berpikir kalau dirinya dalam bahaya.


“Apa Cita ingin membunuhku karena anak yang aku kandung,”ucap Mia dalam hati. Tapi Mia yang membaca lembaran berikutnya membuat dia tercengang dengan apa yang terjadi oleh Cita dan Irma. Kakak dan adik yang merebutkan hak waris sampai apa saja dilakukan.


Mia yang tidak tahu akan semua itu hanya bisa mengelur perutnya dan dirinya dalam bahaya kalau. Orang yang mengikuti dirinya adalah orang suruhan Cita. Dia tahu kalau Mia masih hidup dan menyuruh orang untuk membunuh Mia.


Mia yang tidak tahu kenapa Cita ingin membunuhnya sementar dia tidak terlalu kenal dengan Cita. Apa selama ini Cita mengenal diriku, kita hanya bertemu di rumah sakit. Itupun terjadi saat dia sedang beradu mulut dengan Irma.


Karena saat itu Mia tidak ingin ikut campur dia hanya bisa melanjutkan tujuan dia untuk kontrol. Apa dia ingin membunuhku karena apa yang Mia lihat. Mia yang tidak tahu dengan apa yang terjadi hanya bisa membaca datanya sampai akhir. Setelah Mia tahu kebenarannya Mia memasukan lembaran itu ke dalam amplop.

__ADS_1


“Kamu baik saja Mia,”ucap Tomas yang khwatir melihat Mia.


“Aku baik saja Tomas. Tapi aku tidak menyangka kalau nyawaku sendiri dalam bahaya. Aku saja tidak tahu kenapa dia melakukan ini kepadaku,”kata Tomas.


“Kamu tidak usah khawatir ada bapak di sini. Bapak akan menjaga kamu,”ucap Tomas untuk menenangkan Mia. Mia yang tersenyum melihat Tomas.


Mia yang tidak ingin terlalu memikirkannya karena yang harus dia lindungi adalah dalam perutnya. Mia yang bertekat untuk terus menjaga apa yang sudah dia miliki. Mia yang tidak ingin anak yang tidak bersalah ini harus menderita karena dirinya. Tomas yang melihat wajah Mia yang tekad untuk melindungi anak yang dia kandung.


Tomas yang ingin tahu bertanya kepada Mia.”Kenapa kamu ingin terus melindungi anak itu Mia,”ucap Tomas.


Mia yang melihat ke arah Tomas,”Untuk diriku yang sendirian. Apalagi anak ini tidak bersalah apa-apa.”


Tomas yang mendengarnya hanya bisa terdiam. Sampai semua persiapkan selesai Mia dan Tomas berangkat menuju vila dimana Mia bisa tinggal dan melahirkan anak yang dia kandung. Mia tidka tahu kalau perlakuan Tomas sangat baik untuk Mia.


Mia yang tidak tahu harus melakukan apa membalas kebaikan Tomas. Tomas yang melihat wajah Mia yang menatapnya,”Kenapa kamu melihatku seperti itu.Apa ada sesuatu di wajahku.”


Mia menggelengkan kepalanya dan kembali fokus berjalan sampai di luar Tomas masuk ke dalam mobil dan di ikuti oleh Mia.


“Apa kamu sudah siap?,”kata Tomas yang ada beberapa orang rekannya juga ikut dalam satu mobil.


“Tentu saja,”kata Mia.


“Mia ada hal yang ingin aku katakan dengan kamu. Apa kamu mengenal nama orang yang menyuruh orang kemarin,”kata Tomas.

__ADS_1


“Aku tidak yakin. Jika tidak salah tebak yang menyuruh orang kemarin adalah orang suruhan Cita.  Karena waktu kejadian aku melihat Cita dan Irma beradu mulut sampai terjadi kecelakan yang menimpa Irma,”kata Mia.


__ADS_2