Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 25


__ADS_3

Petra yang berniat ingin membawa Mia ke rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang tidak baik. Tapi sebaliknya Jordan yang melarang Petra membawa Mia menarik tangan Mia yang masih lemas. Tapi saat di tengah perebutan Petra hendak ingin mengatakan kepada Petra kalaua Mia sedang sakit parah. Tapi Mia yang tahu kalau Petra yang khawatir dengan dirinya. Dan melihat gerak bibirnya yang ingin mengatakan kalau dirinya sedang sakit parah.


Membuat Mia menghantikan Petra sambil menggelengkan kepalanya dengan menatap ke arah Petra. Petra yang tidak tahu kenapa Mia masih menyembunyikan penyakitnya kepada Jordan. Sampai Mia membuat wajah belas kasihan. Petra hanya bisa terdiam hingga Mia di tarik oleh Jordan.”Pergi dari rumah ku sekarang Petra,”kata Jordan yang marah.


Petra yang masih ingin di temapt menolong Mia. Tapi melihat Jordan yang marah pasti dia akan melampiaskan kepada Mia. Jika itu terjadi Mia dalam bahaya, karena Petra masih khawatir dengan Mia hanya bisa menuruti keinginan Jordan.


Petra pergi dari rumah Jordan sedangkan Mia yang masih mendapatkan kemarahan Jordan karena kelalaianna.”Tidak aku sangka kamu wanita murahan. Kamu bisa membuat Petra jatuh ke pelukan kamu. Ternyata apa yang dikatakan oleh Irma itu benar ya kalau kamu wnaita tidak baik. Tapi kenapa aku harus menikah dengan kamu,”cuap Jordan yang menarik baju sampai leher Mia tercekik.


“Jordan tolong lepaskan aku aku minta maaf,”kata Mia yang lemas.”Minta maaf,”kata Jordan yang langsung mendorong Mia ke kasur. Mia terlontar dan jatuh, pada saat itu juga Mia kepalanya merasakan sakit.


Jordan yang sudah melepaksan amarahnya dengan menyakiti Mia. Jordan keluar dan mengunci pintu kamar Mia.”Kamu tidak boleh keluar sampai kamu menyesalai perbuatan kamu,”kata Jordan yang dingin.


Pintu tertutup Jordan yang sudah diluar dan mengunci pintunya melihat bibi yang ada diluar.”Jangan beri dia makan. Jika bibi tidak ingin di pecat,”kata Jordan yang tegas.”Tapi tuan muda. Nona sednag sakit bagaimana jika dia terjadi apa-apa tuan muda,”kata bibi.


Tapi Jordan tidak mengubris ucapkan bibi dan langsung menuju kamar untuk beristirahat. Sementara Mia yang didalam merasakan sakit di kepalanya sampai Mia mimisan.”Darah,”ucap Mia yang melihat kasur.


Mia yang mencoba duduk dan mengambil obatnya di loker mejanya. Mia yang sudah lemas dan tidak memiliki tenanga hanya bisa menangis sampai dia berusaha untuk tetepa hidup. Mia mendapatkan obatnya dan memakannya. Walaupun masih sedikit sakit di kepalanya Mia hanya bisa menangis meratapi sakit di tubuhnya sampai Mia tertidur di lantai. Karena Mia tidak memiliki tenaga lagi untuk menuju kasur.

__ADS_1


Mia hanya bisa berbaring di lantai. Mia yang menangis dalam tidurnya melihat cahaya yang datang menghampirinya. Sudah beberapa tahun Mia tidak bermimpi tentang orang tuanya yang sudah meninggal.


“Mia anakuku,”kata ibu Mia dalam mimpi.


“Ibu ayah,”ucap Mia yang bisa merasakan pelukan hangat orang tua Mia.”Aku rindu ayah dan ibu. Bawa aku pergi juga,”ucap Mia yang sedih.”Tidak bisa nak kamu harus bisa menjaga diri kamu. Ibu dan ayah selalu menuggu kamu di sini. Sebentar lagi kita akan berkumpul bersama, jadi tunggu waktu itu datang ya Mia sayang,”ucap ibu.


Selesai merasakan hangatnya pelukan ibu dan ayah di dalam mimpi. Mia membuka matanya dan wajahnya basah setelah Mia menyentuhnya.”Aku menangis, sudah sejak waktu itu tidak bermimpi ayah dan ibu,”ucap Mia yang berdiri.


Tubuh Mia yang masih sedikit sakit mulai berjalan perlahan menuju kasur. Sesampai di kasur Mia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan jam 12 malam. Mia menghela nafsa dan mengambil diary dan memulai menulis keluh kesah yang dia rasakan bersama dengan Jordan.


Sampai di tengah Mia kembali mengingat apa yang dikatakan oleh Jordan yang membuat Mia sakit hati. Diary yang dia tulis sudah basah karena air mata Mia yang mengalir. Mia yang menghabus air matanya tapi tidak bisa berhenti sampai Mia menutup diarynya dan termenung dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Malam yang dingin dan menyakitkan bagi Mia yang merasakan sakit di kepalanya sampai di tubuhnya yang masih belum sembuh dari demam. “Sakit,”ucap Mia sambil menangis terseduh.


Tapi rasa sakit yang di rasakan Mia harus dia tahan karena ini adalah pilihan yang Mia buat. “Aku harus kuat, walaupun dia tidak suka denganku. Aku akan bertahan sampai aku tidak bisa berjalan lagi,”ucap Mia yang kembali semangat.


Tapi saar Mia kembali semangat dia mengingar apa yang di ucapkan oleh Jordan kalau Irma berceita kepada Jordan kalau aku suka main laki-laki. Dari ucapan Jordan Mia hanya bisa menebak saja kalau Irma memanfaatkan Jordan yang sudah sayang kepada Jordan. Tapi Jordan yang tidak tahu kebenarannya hanya bisa menyalahkan Mia.

__ADS_1


“Sampai kapan dia akan menyalahkanku,”ucap Mia yang melihat ke arah jendela.


Tubuh Mia yang merasa sakit mulai terasa kembali. Dimana Mia harus istirahat dan merasakan tubuhnya yang lelag dan lapar datang menghampirinya. Waktu sisil bergangati dimana Mia tidak mendapatkan makanan sedikitpun. Mia yang menahan rasa sakit dan lapar  hanya bisa mengisi waktu luangnya menulis novel dan membuat desain model pakaian.


Mia yang dikurung sudah tiga hari tanpa memberikan makanan kepada Mia yang sedang dikurung. Di waktu luangnya Mia hanya bisa mengetik mengambar dan beristirahat. Karena dia juga pernah mengalami hal yang sama saat dia tidak memiliki uang dia berpuasa selama lima hari dan hanya meminum air putih saja.


Tapi sekarang dalam kondisi tidak baik Mia menahan rasa sakit hanya bisa melihat wajah yang pucat saja. Mia menghela nafas sampai dia melihat keluar teras. Jordan yang bersama wanita lain.”Siapa dia?,”kata Mia yang tidak terlalu jelas melihatnya karena sudah lelah.


Tapi Mia yang merasa tidak asing dengan wajah wanita yang di bawa oleh Jordan. Tapi karena tubuhnya yang lelah karena belum pulih hanya bisa melihat saja.”Mungikin wanita yang bisa menggantikan Irma,”ucap Mia dengan rasa sakit di hatinya.”


“Aku ingin segera kembali ke rumah,”ucap Mia yang tertuduk ke lantai. Dengan aingin yang berhembus Mia meratapi rasa sakit yang dia miliki. Mia menghela nafas sampai suaa pintu terbuka sudah tiga hari Mia di kurung dalam kamar.


Bibi yang sudah mendapatkan izin darai tuan muda membawakan makanan ringan dan air. Masuk ke dalam kamar Mia. Bibi yang melihat Mia yang ada diteras dengan wajah yang pucat langsung menghampirinya setelah nampan yang dia bawa di letakan di atas meja. Bibi yang langsung berlari menuju arah Mia,”Nona kamu tidak apa-apa.”


“Tidak apa-apa bi,”kata Mia yang lemas. Bibi yang menyetuh wajah Mia yang merasa sedih melihatnya. Bibi yang membantu Mia berdiri masuk ke dalam.”Nona ini makanan anad. Maaf hanya ini yang bisa saya bawa. Karena tuan muda melarang saya jika membawa lebih,”ucap bibi yang sedih.


“Tidak apa-apa bi ini sudah cukup,”ucap Mia yang menikmati makanana yang dibawa oleh Bibi.

__ADS_1


__ADS_2