Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 67


__ADS_3

Kesedihan selalu datang saat kebahagian kamu. Jika kamu yang tidak melihat aku. Aku selalu melihat kamu. Dimana kamu berada aku selalu menatap kamu. Walaupun dunia kita berbeda. Walaupun kamu bersama dengan wanita lain. Aku selalu menatap kamu dari tempat ini.


Cinta yang aku selalu jaga saat kamu tidak ada. Cinta yang selalu aku rindukan. Kini akan berakhir dengan waktu aku pergi. Aku hanya akan menyisahkan cintaku kepada kamu. Yaitu Putra Adipurwakarta. Dia adalah kasih sayang yang aku berikan kepada kamu. Jika kamu tidak melihat aku. Selama kamu bersama aku, aku selalu menatap dirimu. Tapi kamu tidak pernah menganggap aku. Mungkin ini adalah balasan yang setimpa karena aku datang tanpa di undang oleh kamu.


Mia yang telah menyelesaikan apa yang dia inginkan menutup laptopnya dan menginstirahatkan dirinya. Karena dirinay sudah mulai lelah dan kepalanya sakit. Mia yang selalu menahan rasa sakit yangd ia rasakan hanya untuk anak yang dia kandung tetap sehah. Walaupun dia merasakan semua penderitaan karena banyak orang yang ingin nyawa dirinya. Di dalam mimpi Mia yang tidak pernah bertemu dengan orang tuanya. Bisa melihat orang tuanya, Mia sangat senang dan langsung memeluk ayah dan ibunya. Di dalam mimpi ayah dan ibunya tersenyum kepada Mia. Dan mereka berkata kalau mereka akan bertemu kembali di tempat ini.


Hingga Mia terbangun dari mimpinya karena pagi sudah tiba. Mia yang meneteskan air mata setelah dia bangun.”Tidak seperti biasaya dia bermimpi orang tuanya. Apa benar dia akan bisa berkumpul dengan ayah dan ibunya di sana,”ucap Mia dalam hati. Sampai Mia tersadar kalau mimpinya meninsyaratkan kalau dia akan segera berkumpul dengan orang tuanya karena dia akan segera pergi dari dunia ini.


Mia yang tidak tahu akan kejadian yang akan menimpa dirinya. Mia hanya bisa terdiam menuggu saat itu tiba. Tapi Mia yang masih hidup akan terus berusaha anak yang dia kandung mendapatkan kebahagiaan. Walaupun hanya sebentar saja, Mia bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Dimana Mia membersihkan dirinya setelah tubuhnya segar dan bugar. Mia berjalan ke lantai dasar dimana Jem dan Surya sudah ada di ruang makan.


“Ayo kita makan,”ucap Surya. Mia yang tidak tahu siapa yang memasak menatap ke arah mereka berdua.


“Kenapa?,”kata Jem.


“Tidak aku hanya berpikir siapa yang masak. Akukan belum masak tapi ada makanan di meja makan,”kata Mia.


“Kamu kira kami hanya bisa menjaga kamu tanpa bisa memasak,”kata Jem.

__ADS_1


“Siapa yang masak,”kata Mia.”Itu aku,”kata Jem.


“Aku tidak tahu kalau Jem bisa memaksak. Surya apa juga bisa memasak,”kata Mia yang duduk di kursi makan.


“Tentu saja bisa dong. Ini masakan kita berdua,”kata Surya.


“Apa itu benar,”kata Mia yang sedikit curiga.


“Kamu tidak percaya,”ucap Jem yang merasa sedih.”Tidak aku percaya dengan kalian, aku akan mencobanya,”kata Mia yang mencoba masakan Surya dan Jem.”Bagaimana enak tidak?,”kata Surya yang menuggu bersama dengan Jem.


“Aku baik saja. Jadi tidak usah khawatir,”kata Mia.”Setelah ini kamu mau mengapaikn,”kata Jem.


“Aku akan menjahit karena ada busana yang ingin aku buat. Jadi tidak usah khawatir,”kata Mia yang mencari cemilan untuk dia bawa ke ruang kerja dia. Setelah membawa cemilan yang dia bawa Mia mulai menjahait satu model yang dia siapkan. Model pola yang sudah dibentu dan di potong sesuai denga model dasar yang Mia buat. Mia yang telah selesai memotong mulai menjahit denganpelan dan hati-hati. Ketrampilan Mia yang tidak akan hilang jika dia terlalu lama tidak melakukannya. Kadang Mia melakukannya jika ada kesempatan. Apa lagi saat itu dia tidak bisa bebas karena dia tinggal di vila Jordan dengan berbagai keseharian dia membuat dia lupa mengasah ketrampilannya.


Tapi sekarang karena tidak ada yang melarang Mia mulai melakukan kegiatan yang membuat dia senang dan bersemangat. Perlahan dan pasti Mia sudah menyambut semua potoangan kain menjadi baju sekarang tingga Mia memberikan hiasang. Sesuai dengan selera dia yang sesuai dengan model bajunya yang dia buat. Mia yang sangat lelah setelah dia menyelesaikan pekerjaan pertama dia tapi dia sangat senang dengan apa yang dia lakukan.


Mia yang ingin istirahat berjalan ke arah teras dimana dia melihat Surya dan Jem sedang berjaga. Sampai dia mendengar suara telepon berbunyi di kamar Mia. Mia mengangkat teleponnya dan dia mendengar suara yang tidak asing.

__ADS_1


“Tidak aku sangka kamu bisa selamat tiga kali Mia,”ucap Cita.


“Lama tidak mendengar suara kamu, untuk apa kamu menghubungiku,”kata Mia.


“Aku hanya ingin mendengar suara kamu saja. Kamukan teman dari kakak aku,”kata Cita.


“Tidak usah basa-basi aku sudah tahu niat kamu mengganggu aku. Tapi aku tidak akan memberikan apa yang kamu inginkan,”kata Mia yang menutup teleponya tiba-tiba. Mia yang lemas duduk di kursi dan menghela nafas. Dengan hati Mia harus bisa bertahan dari semuanya,”Aku harus kuat jangan sampai goyak karena dia.”


Setelah Mia tenang dia membuka laptopnya dan mulai menulis novel yang berkisahkan tentang kehidupan dirinya. Dimana kisah itu menceritakan tentang dirinya yang selalu tersakiti karena dia menyukai laki-laki yang salah. Sampai waktu menghentikan dia karena Mia harus beristirahat.”Mia waktunya beristirahat,”ucap Jem yang dari belakang.


Mia menoleh dan melihat jam,”Baiklah aku akan menyudahi kegiatan aku.” Mia yang mengakhiri aktifitasnya menutup laptopnya dan berjalan menuju kamar mandi karena dia ingin memberisihkan dirinya. Tapi sebelum itu dia menggerakkan tubuhnya karena terlalu lama duduk di kursi.


Didalam kamar mandi yang airnya mengalir Mia memikirkan Cita yang tadi menghubunginya. Tapi Mia yang tidak tahu kenapa dia bisa mendapatkan nomorku. Hingga Mia tersenyum dan berkata,”Jelas dia bisa mendapatkan nomerku dia menyuruh orang untuk mengawasiku, bodohnya aku. Aku yang bersembunyi tapi sudah ketahuan oleh dirinya.”


Mia yang menikmati air yang mengalir dengan tangan yang membasuh tubuhnya yang terlihat putih dengan perut terlihat besar. Mia yang tidak sabar menuggu anak ini lahir dan dia ingin mencium dan memeluknya. Tapi keinginan itu akankah bisa terjadi kepada Mia, dengan semua yang terjadi padanya. Tapi Mia yang kembali postif thingking karena dia harus bisa menyelesaikan pameran yang akan dia adakan. Sekalian mengumpulkan uang Mia juga mengumpulkan inforamasi yang sudah lama dia tidak dia lakukan. Tapi dengan informasi itu dia bisa membuat cerita yang menari dengan pengembar sembunyi yang selalu menjaga Mia.


Tapi Mia yang tidak tahu sampai kapan pelindungan itu akan terus menjaga dia. Selagi Mia bisa bertahan dia ingin mendapatkan pelindung untuk anaknya nanti. Dengan semua koneksi yang dia miliki dai harus bisa bangkit dengan waktu yang sedikit itu. Tapi tanpa yang yang tahu semua itu akan membuat Mia berakhir dengan tragis atau kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2