Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 208


__ADS_3

Di malam Adi bisa tenang Adi bisa tertidur dengan nyaman. Hingga pagi datang Adi bangun dari tidurnya. Karena waktu terus berjalan sampai dimana SMP Buaya Jaya mengadakan ujian kenaikan kelas untuk semua siswa. Pelajaran yang sudah mereka lalui sudah mereka pahami.Di pagi hari itu juga adalah hari penentuan mereka untuk menghadapi ujian.


Adi yang sudah membawa barang yang ringan untuk dia bawa. Tidak lupa Adi membawa perlengkapan alat tulis untuk dia bisa menulis jawaban dari soal yang diberikan. Seperti biasanya Adi di jemput oleh Dev di luar. Adi yang membawa bekal yang sedikit sedikit dari biasanya.”Kamu sudah menuggu lama ya Dev,”kata Adi membuka pintu.


“Tidak juga. Tapi aku mau bertanya kepada kamu sebelum ujian dimulai,”kata Dev.


“Apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku,”kata Adi. Dev yang memberikan lembaran soal yang Adi periksa sudah bisa menebak kalau Dev tidak tahu dengan rumus yang digunakan soal pada lembaran yang di tunjukkan,


“Kamu harus menggunakan rumus ini jika kamu ingin mengerjakan. Karena beban dan jumlah barang harus dihitung lebih dulu. Sehingga bisa menemukan berapa banyak yang bisa masuk dalam kotak atau truk,”ucap Adi. Dev yang sudah tahu sedikit mengerti dengan soal yang Dev tidak mengerti dengan bantuan Adi.


Di perjalanan menuju SMP Buaya Jaya Adi dan Dev saling bertukar pemahaman sampai didepan gerbang. Mereka menyapa siswa yang lain dan petuga gerbang. Dev dan Adi yang berbeda ruangan hanya bisa bertemu saat ujian selesai. Adi yang masuk kelas yang campuran dengan kelas A.  Setelah mencari tahu ruangannya dan tempat duduknya. Adi mendapatkan tempat duduk didekat jendela yang membuat Adi bisa tenang.


Tapi pada saat itu Adi mendengar omongan anak kelas A yang selalu membuli kelas C. “Kenapa anak kelas C bisa dimasukkan ke kelas A,”kata siswa A yang sedikit tidak suka.


Tapi Adi yang kebetulan satu ruangan dengan siswa informan dan ketua kelas merasa tersinggung dengan ucapan anak kelas A.”Kamu tidak suka jika kamu satu ruangan dengan kalian?,”kata siswa informan.


“Kalau iya kenapa. Kaliankan berbeda dengan kita yang pintar,”ucap kelas A.


Adi yang tidak perduli dengan mereka hanya menatap pohon yang ada didekatnya. Sampai salah satu siswa memukul meja didepan Adi.”Hai kamu anak baru. Karena kamu kita semua menderita,”kata siswa kelas A.

__ADS_1


Adi melirik dingin ke arah siswa kelas A dengan tajam sampai anak kelas A sedikit merinding dan takut dengan Adi.”Kalian menyalahkan aku yang bukan pelakunya, bukan semua ini adalah salah si kembar yang meninggalkan kalian semua,”kata Adi.


“Jika bukan kamu datang ke sekolahan ini. Kita masih mendapatkan penghasilantahu tidak,”kata siswa kelas A yang lain.


“Penghasilan dengan memalak.Apa kalian ingin menjadi orang yang korupsi saat dewasa nanti,”kata Adi.


Siswa informan dan ketua kelas mendatangani kursi Adi.”Kenapa dari pada mulut beradu tidak menggunakan nilai sebagai pemenang saja,”usi dari ketua kelas. Siswa kelas A yang merasa senang dengan usulan ketua kelas C membuat mereka tambah sombong.


“Ok itu ide yang bagus. Kalian akan menyesal selamanya. Siapa yang mendapatkan peringkat pertama pada ujian kenaikan kelas ini mereka yang menang. Bagaimana Putra apa kamu takut?,”ucap siswa kelas A.


“Ok tidak masalah,”kata Adi dengan senang hati. Karena bagi Adi mendapatkan nilai itu sangat mudah. Sampai bel masuk berbunyi dimana mereka semua kembali ketempat duduk mereka. sebelum guru pengawas datang.


Adi dan siswa yang lain sudah mendapatkan soal ujian dan lembar jawaban dimana mereka sudah mulai mengerjakan soa. Adi yang melihat soalnya hanya bisa menghela nafas karena ada mata yang selalu menatap Adi. Membuat Adi tidak nyaman,”Kenapa mereka menatap diriku.”


Melanjutkan soal pilihan ganda dengan melihat soal dan membayangkan rumus dan memasukkan angka di otak Adi. Dia sudah bisa menemukan jawaban yang tepat di pilihan yang sudah disediakan. Tanpa perlu mencoret kertas soal. Waktu terus berjalan Adi yang sudah selesai setengah jam menuggu waktu setengah jam lagi sebelum dia memberikan kepada pengawas di depan.


Sambil menuggu Adi melihat keluar jendela kelas melihat pohon yang rindang dengan angin yang berhembus. Membuat Adi merasa tenang sampai guru pengawas berkeliling untuk melihat para siswa yang sedang mengerjakan. Tepat disamping Adi pengawasi perhenti dan melihat lembar jawaban Adi.


“Kamu sudah selesai Putra,”ucap guru pengawas.

__ADS_1


“Belum saya periksa kembali pak,”kata Adi.


“Jika sudah kamu periksa dan sudah yakin benar. Maju kedepan lembarannya,”kata guru pengawas. Adi hanya menganggukan kepalanya saja sampai guru pengawas pergi dari samping Adi.


Adi yang berpura-pura melihat soal jawabannya. Tapi ada mata yang selalu melihat ke arah Adi yang membuat Adi membiarkan saja. Sementara siswa informan dan ketua kelas yang dengan santai juga mengerjakan soalnya dengan baik. Waktu yang sudah diprediksi Adi sudah tiba dimana Adi hendak mengumpulkan lembar jawaban dan soalnya.


Tapi anak kelas A yang hanya bisa melihat keburukan saja selalu menatap dengan sinis”Kamu kira dengan kamu mengumpulkan lembar jawaban yang salah kamu bisa menang,”kata hati para siswa kelas A. Tapi sebaliknya siswa informan dan ketua kelas yang percaya dengan Adi kalau dia bisa mendapatkan peringkat pertama pada ujian kenaikkan kelas tahun ini.


Adi yang sudah berjalan ke depan dan memberikan lembaran jawaban dan soal. “Apa kamu yakin Putra dengan jawaban kamu?,”kata guru pengawas sebelum menerima jawaban dari Adi. Adi menganggukan kepala dan menyerahkan jawaban Adi kepada guru pengawas.


Adi berjalan keluar setelah memberikan lembaran jawabannya. Di lorong menuju kantin dimana Adi hendak membeli beberapa cemilan karena dia sudah keluar lebih dulu. Di kantin yang masih kosong hanya ada Adi dan bekal serta cemilan yang dia beli. Sampai bel berbunyi kelas ujian pertama telah selesai.


Adi yang tersenyum telah selesai dan hendak perg ke ruang komputer untuk belajar dari soal yang dia dapatkan di internet. Tapi sudah didepan ruang komputer pintu terkunci. Adi hanya menghela nafas dan pergi ke atas atap untuk bersantai.


Adi yang sudah ada diatas atap. Membuat dia teringar dengan kenangan dimana dia selalu membolos saat eskul dulu.”Masih tidak tahu bagaimana kabar mereka?,”kata Adi. Sampai Sem yang sedang berkeliling melintas di atap sekolah Adi.


“Apa yang kamu lakukan disini Putra, bukan belajar. Tapi kamu malah di atas atap dengan santainya,”kata Sem.


“Aku yang harusnya bertanya kenapa kamu ada sini? Apa ada masalah?,”kata Adi.

__ADS_1


“Tidak hanya berkeliling saja. Kalau sudah sampai sini. Aku ingin memberikan laporan kepada kamu dan undangan untuk kamu,”kata Sem.


“Undangan apa?,”kata Adi yang tidak tahu apa isi dari undangan yang diberikan oleh Sem kepadanya.


__ADS_2