
Pegawai didekat Adi sedikit terkejut dengan ke datangan seorang CEO kedua datang ke sekolahan Buaya Jaya. Adi yang tersenyum ramah tapi dengan sikap ayah si kembar yang dingin dan berkelas bersandar di sofa.
“Jadi kamu tidak membuli anak saya. Tapi ada laporan kalau kamu membuli anak saya, masih kecil sudah berbohong kamu. Apa kamu tidak di didik dipanti yang kamu tinggali,”kata ayah Si kembar. “Bagaimana aku bisa di didik jika orang dibalik anda membunuh pengasuh saya,”kata Adi dengan santai.
Senyum diperlihatkan oleh ayah si kembar melihat sikap Adi yang berani melawan ucapan dia.”Kamu tidak takut ya ternyata dengan siapa kamu bicara,”kata ayah si kembar.
“Untuk apa saya takut dengan anda. Anda bukan hantu atau dewa yang bisa membunuh saya begitu saja. Anda manusia yang sama dengan saya,”kata Adi Ayah si kembar yang melihat Adi dari setiap ucapannya memberikan isyarat tersembunyi kalau dia tahu siapa orang dibaliknya dan siapa dirinya.
“Kamu cukup berani. Tapi aku tidak ingin bermain dengan anak kecil yang berbeda dengan status saa. Sebaiknya kamu meminta maaf jika kamu ingin hidup,”kata Ayah si kembar yang maju didepan Adi sampai wajah mereka berdekatan.
“Minta maaf ya..,”kata Adi yang tidak ingin minta maaf.
“Tapi dari awal aku datang ke sini selalu di buli oleh guru dan anak anda samapi aku tidak bisa pulang ke kontrakan saya dengan damai,”ucap Adi.
“Hai putra kamu masih saya tidak mau meminta maaf. Ayah keluarkan saja dia dari sekolahan ini,”kata Fal.
“Ingin mengelurkan aku ya. Kurasa tidak bisa,”kata Adi.
“Kata siapa tidak bisa, kamu hanya anak yatim piatu yang datang ke sini hanya karena beasiswa saja bukan,”kata Fel.
“Awalnya iya. Tapi kalian tidak bertanya bagaimana aku bisa ada di sekolahan ini. Jika aku sendiri saja tidak menginginkannya datang ke sini,”kata Adi.
“Mana data tentang anak ini sekarang,”ucap ayah si kembar. Kepala sekolah segera pergi mencari dokumen tentang Putra di ruang arsip bersama dengan guru yang ada di dalam ruangan. Setengah jam telah berlalu dimana kepala sekolah dan guru yang mencari arsip data tengan Adi sudah ditemukan. Kepala sekolah langsung memberikan kepada ayah si kembar untuk diperiksa.
__ADS_1
Di tangan ayah si kembar yang sudah ada dokumen tentang Adi. Tapi yang mereka temukan hanya data biasa saja, tapi ada cap hitam. Kalau anak didepan ayah si kembar kalau Adi tidak bisa keluar sampai dia lulus.
“Bagaimana bisa ada cap hitam didalam dokumen ini?,”kata ayah si kembar.
“Apa?,”ucap mereka di dalam ruangan yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ayah si kembar.
“Tidak mungkin ada cap hitam didalam dokumen tuan,”kata kepala sekolah yang mengambil dokumen yang ada ditangan ayah si kembar. Adi hanya tersenyum saja dan melihat wajah mereka yang terkejut.
“Siapa kamu sebenarnya?Cap hitam di dalam dokumen tidak akan bisa ada jika kamu didaftarkan oleh penguasa tertinggi internasional dalam departemen pendidikan penyetujui data ini,”kata Ayah si kembar. Pegawai yang ada disampaing juga ikut melihat Adi.
“Mana aku tahu apa itu cap hitam. Aku hanya diminta oleh seorang wanita yang mau membayar biasa sekolah saya disini,”kata Adi dengan polos.
“Apa kamu benar tidak tahu siapa yang mendaftarkan kamu di sini nak?,”kata pegwai. Tapi Adi hanya menggelengkan kepalanya. Yang kemudian pegawai itu dan ayah di kembar melihat ke arah kepala sekolah yang sudah menerima Adi.
“Bukan itu kesalahan anda yang tidak becus sebagai kepala sekolah. Tanpa melihat siswa yang masuk dan hanya saja langsung terima saja,”kata Adi. Kepala sekolah yang mentapa ke arah Adi. Tapi Adi hanya tersenyum saja,”Jangan tanyakan itu kepada saya. Karena ini bukan salahku yang langsung menerima siswa yang tidak tahu kejelasanya.”
“Ini sekarang harus menjadi pertanyaan apa sekolahan ini sesuai dengan kriteria yang sesuai dalam menerima siswa di sekolahan ini,”kata Pegawai.
“Maaf saya sudah memerikas datanya tapi tidak ada cap hitam saat awal data masuk,”ucap kepala sekolah yang membela dirinya.
“Jika tidak ada bagaimana bisa itu berubah,”kata Adi. Kepala sekolah hanya diam saja dan wajahnya terlihat gelisah. Sementara ayah si kembar yang masih melirik ke arah kepala sekolah dengan dingin. Adi yang melihat pemandangan itu hanya bisa kembali melihat ke arah Adi setelah dia menghela nafas.”Karena kamu tidak bisa keluar begitu saja. Tapi kesalahan kamu sebagai siswa harus membuat kamu disekor bukan,”kata ayah di kembar.
“Itu benar,”ucap wali kelas A.
__ADS_1
“Di sekoar karena apa?,”kata Adi. “Bukan kamu sudah tahu kamu sudah membuat wali kelas kamu ketakutkan karena sikap kamu, dan membuli siswa yang lain termasuk dengan anak saya,”kata ayah si kembar.
“Mana buktinya kalau aku yang melakukannya. Tapi malah anak anda yang membuli guru dan siswa yang lain. Di sini ada bukti yang pasti, tapi sebelum itu. Anda tidak akan menghubungi orang dibalik anda bukan,”kata Adi yang tersenyum.
“Kenapa dia selalu mengatakan orang dibalik ayah si kembar,”ucap Dev yang ada diruang kesehatan bersama dengan beberapa orang.
“Kamu tidak tahu kalau orang dibalik ayah si kembar itu adalah organisasi yang sangat berbahaya,”kata siswa informasi yang sedikiy tahu.
“Apa kamu tahu siapa mereka?,”ucap Line. “Yang aku tahu mereka adalah organisasi black,”kata Siswa informan. Tapi Sun dan Line dan Dev yang mendengar itu sedikit terkejut. Karena apa yang dikatakan oleh siswa informan sama dengan Adi saat digangk.
“Apa hubungan Putra dengan organisasi Black?,”kata Line.
“Apa maksud anda Putra ada kaitannya dengan organisasi Black. Tapi bukan itu aneh jika mereka bersekongkol, kenapa mereka terlihat tidak suka sama lain,”kata siswa informan.
“Mungkin saja bukan dalam kata kerja sama tapi musuh,”kata Dev. ”Musuh,”kata mereka yang mendengar sambil melihat ke arah Dev.
“Kenapa kalian melihatku seperti itu. Apa ada yang salah dengan apa yang aku katakan?,”kata Dev. Semua orang menggelengkan kepalanya. Karena apa yang Dev katakan ada benarnya juga jika bukan dalam kapal yang sama mereka beda kapal. Tapi mereka masih tidak percaya yang Adi bisa bermusuhan dengan organisasi black yang semua orang adalah pembunuh.
Tapi Sun yang sedikit percaya dengan kata Dev menatap layar laptop yang masih melihatkan perdebatan mereka semua.”Menurut kamu Putra bisa lolos tidak dari sana?,”kata Sun.
“Kurasa bisa saja. Dia itu banyak sekali rahasia bukan,”kata Dev.
“Aku juga berpikir seperti itu,”kata siswa informan. Mereka kembali menonton petunjukan dimana Flasdish yang dibawa oleh Adi diberikan kepada pegawai yang ada disampingnya.”Menurut kamu apa isi dari flasdish itu. Kamu bisa memperbesar tayangan yang mereka lihat tidak,”kata Sun.
__ADS_1
“Untuk apa diperbesar, tinggal kita menyalin saja apa yang mereka tonton,”kata siswa informan yang mengantur dua tayangan di dalam ruang kepala sekolah.