
Dua hari telah berlalu dimana Adi Rey dan Roy berangkat ke sekolah untuk melaksanakan ujian. Mereka bertiga yang berbeda ruangan hanya bisa melaksanakan ujian dengan sebaik mungkin. Hari pertama ujian adalah bahasa dimana mereka harus membuat satu karangan cerita. Adi dan Rey yang satu kelas dengan soal yang sama membuat karangan cerita tentang diri mereka sendiri. Sedangkan Roy yang mendapatkan soal tentang mendiskripsikan soal berita yang sudah dibuat. Dimana Roy harus bisa menjawab dari soal yang sudah tersediah dengan jawaban haru sama dengan apa yang sudah diberikan dalan diskripsi cerita diatas lembaran soal.
“Banyaknya soal yang harus dibaca,”ucap Roy yang mengerutkan alisnya.
Adi yang ada diruangan yang berbeda hanya menghala nafas dan mulai menulis tentang dirinya. Karena tidak ada batasan dalam penulisan. Adi hanya menulis apa yang dibutuhkan saja. Tapi pikiran Adi yang juga bimbang masih memikirkan tulisan apa yang harus dia katakan dilembaran kertas jawaban. Walaupun hanya satu soal saja Adi dan Rey juga kebingungan apa yang harus dia tulis. Karena waktu yang diberikan adalah satu jam mereka masih ada waktu untuk berpikir.
Sudah 15 menit telah berlalu dimana Adi mendapatkan bagian pertama apa yang akan dia tulis. Adi yang memperkenalkan dirinya dengan baik dan kemudian dia berlanjut dimana dia memperkenalkan kleuarganya. Di sela dia menjelakan dirinya dan keluarganya dia selibkan tentang dirinya. Yang percaya diri, suka menolong, mambantu pekerjaan rumah bersama dengan kakaknya. Tapi ada bagian dimana Adi tidak akan menceritakan yaitu bagaian dimana dia diserang oleh musuh atau tentang dirinya membuat suatau organisasi bersama dengan kedua kakaknya.
Jika dia menceritakan itu mungkin saja Adi bisa dipanggil oleh kepala sekola. Karena ini hanya ujian dia menulis apa adanya tentang dirinya. Waktu terus berjalan sampai jam istirahat selesai dimana mereka ada waktu untuk belajar untuk ujian kedua. Adi berjalan keluar setelah dia mengumpulkan lembaran jawaban.
“Adi,”ucap Rey yang ada diruang sebelah.”Rey, kamu sudah selesai. Bagaimana?,”kata Adi.
“Lumayan,”kata Rey. “Lumayan apa?,”kata Adi.”Kamu tidak bisa tahukan jika hanya melihat aku seperti ini,”kata Rey.
“Iya aku tahu, maaf. Tapi kamu lihat kak Roy,”kata Adi.
“Itu dibelakang kamu,”ucap Rey yang melihat.”Ada apa Adi?,”kata Roy dari belakang.
“Ini bekal kakak lupa tadi bawa,”ucap Adi. Roy yang melihat ke dalam tas yang dia bawa. Setelah dia memerikas Roy tersenyum kepada Adi dengan dia mengambil bekal yang dibawa oleh Adi.”Makasi Adi,”kata Roy.
__ADS_1
“Ayo kita makan jika sudah ada makanan,”ucap Guntur. Mereka yang mencari tempat untuk makan bersama. Dimana mereka berjalan ke atas teras dimana ada tempat yang tenang untuk mereka bisa makan dan untuk belajar bersama. “Ohh iya kakak bagaimana ujiannya,”kata Adi yang bertanya.
“Ujiannya ya,”kata Roy yang sedikit lesu.
“Kenapa melihat tidak bersemangat,”kata Rey.”Itu ma jelas coba kamu bayangkan kamu baja cerita dua lembar di lanjutkan dengan soal pertanyaan ada 10,”ucap Guntur.
“Pasti sangat membosankan ceritany,”kata Rey.
“Itu jelas membosankan dengan bacaan yang banyak apa lagi tidak menarik untuk dibaca,”kata Adi.
Sampai di atap gedung sekolah mereka mencari tempat yang teduh untuk mereka makan bersama. Setelah melihat sekeliling ada tempat yang pas dimana mereka duduk di tempat untuk makan bersama sambil membahas apa ujian selanjutnya.”Setalah ini ujian sejarah bukan,”kata Roy.
“Iya sejarah, bukan sama ya ujiannya. Hanya yang berbeda itu soalnya saja,”kata Adi.
“Itu lebih baik bukan dari pada angka dan rumus,”ucap Rey sambil mekan bekalnya.”Anka dan Rumus ya itu sih lebih baik. kerena hanya memilih saja,”kata Guntur.
“Apa kakak yakin soalnya pilihan kayaknya bukan deh,”kata Adi yang menebak.”Jika bukan berati kita harus buat contekkan,”kata Guntur.
“Siapa yang mau buat contekkan,”ucap ketua kelas. “Ketua kenapa kamu ada disini,”ucap Guntur yang menoleh karena merasakan hawa keberadaan ketua.
__ADS_1
Ketua yang melihat Guntur langsung memukul punggungnya yang menndakan kedisiplinan siswa.”Jangan harap kamu membuat contekkan,”kata ketua.”Maaf ketua tidak jadi kok,”kata Guntur yang tersenyum memaksa.
“Aku tahu tidak suka tapi kamu harus bisa melakukannya jangan sampai kamu memberikan contoh yang tidak baik untuk adik kelas kita,”kata ketua.
Waktu terus berjalan sampai bel berbunyi tanda mereka harus kembali ke ruang ujian. Selesai dengan bekal dan membaca materi yang sudah ada. Mereka berjalan bersama turun menaiki anak tangga menuju ruangan masing-masing. Tapi saat hendak masuk ponsel Adi berbunyi, Adi menyempatkan membaca email yang masuk. Kalau Ulta sudah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan Adi.
Tapi disela informasasi yang diberikan ada informasi tentang ayah kandung Adi. Kalau ayah kandung Adi secara diam-diam mencarinya tapi masih belum ketemu. Adi yang membaca hanya terdiam saja. Karena dia harus fokus ke ujian lebih dulu dan masalah yang ada di tinggalkan agar bisa menyelesaikan ujian dengan baik.
Adi masuk ke ruangan setelah dia menaruh ponselnya ke dalam tas. Dia berjalan menuju kursinya dimana ada teman satu kelas yang satu ruangan dengan Adi.”Adi,”ucap teman kelas.
“Ada apa?,”kata Adi dengan biasa.”Tadi kamu kenapa wajah kamu sedikit tidak enak dipandang saat kamu pegang ponsel. Apa ada masalah,”ucap temannya.
“Tidak hanya email yang membuat aku pusing saja. Bagaimana ujian kamu tadi bisa,”kata Adi yang mengganti topik.
“Ujian yang tadi ya, lumayan hanya sedikit bingung saja. Kamu sendiri pasti bisa yang ngerjain soal tadi,”kata temannya.
“Tidak juga aku juga sama dengan kamu bingung mau buat apa tadi karangannya,”kata Adi. Saat mereka hendak berbincang selanjutnya datang pengawasi ujian dengan amplok coklat yang diman adidalamnya adalah soal ujian sejarah. Segela dibukan oleh pengawas ujian yang kemudian dibagikan kepada semua siswa yang ada di ruangan.
Setelah semua siswa menerima ujian mereka dipersilakan untuk mengerjakan soal yang sudah ada. Adi yang melihat soal sejarah dimana dia harus bisa menjawab semua soal yang ada. Kira-kira soal yang diberikan adalah 15 soal yang terdiri pilihan dan jawaban. Adi yang memilih jawaban dulu untuk dia kerjana baru dia mengerjakan pilhan yang sudah tersedia.
__ADS_1
Adi yang menjawab dengan waktu yang sudah ada sampai disoal pilihan dengan waktu yangd ikit Adi mulai mengerjakannya dengan baik.”Waktu habis, segera kumpulkan jawaban kalian saat hendak pulang,”kata pengawasi ujian.
Adi tinggal menyelesaikan satu soal yang harus dia pilih. Karena dia tidak ingin menjadi idola kelas atau sekolah Adi selalu membuat jawabannya sesuai dengan keinginan dia. Dengan nilai rata-rata tidak dibawah dan tidak diatas bisa dibilang rangking Adi selalu di tengah. Selesai menjawab dengan mengasal jawaban yang salah setelah jawaban yang benar. Adi mengemaskan barangnya dan berjalan ke depan untuk mengumpulkan jawaban.