Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 185


__ADS_3

Adi yang sedang berkunjung melihat cafe dimana dia kerja part time. Tapi melihat smua hancur hanya menghela nafas.”Salah apakah cafe ini sampai di hancurkan oleh mereka,”ucap Adi.


“Cafe tidak salah apa-apa hanya saja mereka ingin kamu tidak memiliki uang saja,”kata Robin yang berjalan ke arah Adi. Adi melirik ke arah suara tersebut.


“Kamu sudah kembali,”kata Adi.


“Tentu saja tapi kenapa kamu datang ke sini bawa tikus liar,”ucap Robin.


‘Apa maksud kamu tikus liar mereka itu anjing liar yang tidak disayang oleh pemiliknya,”kata Adi.


“Tidak aku sangka dimana kita bisa bersantai dihancurkan oleh tikus yang menyebalkan,”kata Robin.


“Mau bagaimana lagi jika mereka tidak disayang hanya akan membuat kensengsaraan saja. Mau tikus atau anjing jika tidak diberi kasih sayang mereka akan mencari sendiri bukan,”kata Adi yang menoleh bersama dengan Robin.


Robin dan Adi yang melihat mereka dengan wajah tersenyum.”Kenapa kalian masih saja diam jika ingin membunuh anak ini,”kata Robin.


“Aduh kamu kejam sekali kak Robin aku jadi takut,”kata Adi yang bersikap manja kepada Robin.


“Kamu takutnya. Tapi mereka hanya tikus dan anjing yang belum terlatih,”kata Robin sambil mengeluas kepala Adi.


“Kalian bisa tertawa. Tapi sampai kapan?Maju bunuh mereka berdua,”kata pimpinan musuh. Anak buah yang mengincar Adi sudah berkumpul dan hendak menyerang Adi. Tapi tidak disangka dua pengawal yang selalu melindungi Adi muncul. Mereka berdua yang menyerang musuh sampai musuh tidak bisa melawan.


“Kalian siapa?,”ucap pimpinan yang sudah tidak bisa melawan lagi..


“Itu tidak penting kami siapa bukan. Tapi untuk apa kalian datang mengacau jika tidak ingin mati. Ohhh iya beritahu bos kamu untuk menyerah jika ingin selamat,”kata Sem.


Sem yang berjalan bersama dengan Blue karena ingin makan bersama melihat bos kecil dan Robin dikepung oleh musuh. Melihat itu mereka berdua ikut turun membantu selesai dengan musuh mereka berdua menghampiri Adi dan Robin.

__ADS_1


“Kenapa mereka ingin mengganggu kamu Putra,”ucap Blue.


“Mereka itu anak buah dari CEO kedua,”kata Adi. Blue dan Sem yang masih tidak paham dengan kondisinya setelah melihat cafe yang mereka bangun di hancurkan.”Itu apa mereka yang melakukannya,”kata Sem.


Adi hanya menganggukan kepalanya saja kepada mereka berdua.”Tapi bicara CEO kedua itu bukan dia termasuk bagian yang harus kita usir ya,”kata Blue.


Adi hanya diam saja dan kembali melihat dan menatap di arah bangunan yang sudah ada seorang mengawasi dia.”Sem kurasa kamu harus menyelesaikan tugas kamu yang terakhir. Aku tidak mau ada kucing yang tidak patuh datang mengganggu kehidupan damaiku,”ucap Adi dengn santai tapi memiliki aura dingin yang bisa saja membuat mereka bertiga takut.


“Aku mengerti, aku akan pergi menyelesaikannya,”kata Sem yang mulai pergi dari tempat Adi. Sementara Blue dan Robin yang masih di tempat bersama dengan Adi.”Bagaimana perkembangan masuk ke wilayah tambang, apa sudah selesai,”kata Adi.


“Semua sudah sesuai dengan rencana tinggal kita melakukan pada jadwal yang sudah dipersiapkan,”kata Blu yang memberikan laporan tentang rencana pengambilan tambang milik organisasi black.


Setelah malam itu semua organisasi anggota khusus sedang malakukan tugas mereka masing-masing. Adi yang juga membantu siswa di SMP Buaya Jaya di gang selama seminggu libutan sekolah. Karena sedang dalam pemeriksaan depattemen pendidikan pusat. Setelah semua kebenaran diungkapan guru dan kepala sekolah yang melakukan tindakan yang tidak baik untuk dicontoh mereka dimasukkan penjara. Sebagaian mereka di kelurarkan dengan guru yang baru yang sudah dipilihkan oleh departemen pendidikan pusat.


Selama seminggu Adi bersama kawan yang lain belajar bersama di gang. Tapi malamnya Adi yang memberikan pengajaran kepada Sun dan Dev dihari yang berbeda dengan yang lain. Waktunya juga berbeda, tapi Adi juga tidak lupa membuat novel setelah cerita kedua diterima dan dicetak oleh penerbit.


Tapi kali ini Adi yang ingin pergi sendiri dengan penampilan yang berbeda agar kedua kakaknya tidak mengetahui dirinya masih ada. Sudah satu tahun sejak aku pergi dengan identitas diriku yang sudah mati. Cita dan organisasi yang tidak menyadari akan diriku yang masih hidup tidak mencari Adi. Tapi Jordan ayah kandung dari Adi secara diam-diam masih mencari dirinya.


Bersama dengan kedua kakaknya Roy dan Rey yang diam-diam mencari dia dengan memperluas kawasan mereka. Tapi selama mereka mencari mereka tidak menemukan Adi ada dimana.”Kamu serius ingin pergi ke pelelangan bawah tanah sendiri,”kata Robin yang mencari minum.


“Iya apa ada masalah,”kata Adi dengan santai.


“Tidak, tapi mungkin saja kedua kakak kamu ada di pelelangan bawah tanah. Bukan kamu sudah tahu kalau kedua kakak kamu itu sudah menjalankan bisnis dan penjualan senjata secara diam-diam,”kata Robin.


“Biarkan saja mereka asalkan mereka masih hidup,”kata Adi yang tersenyum.


“Tapi apa kamu tidak merindukan mereka,”kata Robin.”Menurut kamu bagaimana dengan sikap aku seperti ini,”kata Adi yang terlihat murung.

__ADS_1


“Kurasa kamu juga merindukan mereka. Tapi kenapa kamu tidak melihat mereka hanya sebentar saja,”kata Robin.


“Jika aku datang bagaimana kalau mereka mengacau lagi,”kata Adi. Robin terdiam untuk sesaat dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Adi. Setelah menyadari apa yang akan terjadi jika Adi kelura Robin tersenyum kepada Adi.


“Jadi kamu sudah tahu, kalau kamu tersenyum seperti itu bukan,”kata Adi.


“Iya tapi bukan sebentar lagi liburan kenaikan kelas ya,”kata Robin.


“Iya. Tapi sekolah masih belum selesai,”ucap Adi.


“Bisa saja kalian nanti masuk dikebut belajarnya agar bisa ujian sesuai jadwal,”kata Robin sambil berpikir.


“Itu juga bisa saja,”kata Adi. “Wajah kmau yang tidak ada ekspresi itu Adi membuat aku pusing,”kata Robin yang tidak sengaja menyembut nama Adi.


“Kamu harus ingat sekarang aku Putra bukan Adi. Masih banyak mata yang memantau kita,”kata Adi. Robin hanya menggaruk kepalanya saja sampai akhirnya ada sebuah keributan diluat.


“Apa yang sedang terjadi diluar sana,”kata Adi bersama dengan Robin melihat dari jendela kontrakan.


“Kurasa terjadi kerusuhan tapi, bukan mereka bertiga tidak asing ya bagi kita,”kata Robin.


“Kurasa iya paman tapak darah bersama dengan Guntur dan Gozo. Kenapa mereka dikejar,”kata Adi.


“Apa perluh kita membantu mereka dari sikap mereka sudah terluka,”kata Robin.


“Bantu mereka dengan anak buah yang berjaga malam ini, tapi sembunyikan identitas mereka,”kata Adi. “Baik,”ucap Robin memerintahkan anak buah mereka yang ada diluar untuk membantu tapak darah bersama dengan kedua orang yang dikenal oleh Adi.


Ta[i saat anggota khusus membantu won bersama dengan bawahannya muncul membuat Adi melihat saja dari dalam kontrakan.”Kenapa mereka bisa ada disini, apa yang sedang terjadi?,”kata Adi. Kalau ada sesuatu yang ketinggalan membuat Adi mencari tahu.

__ADS_1


__ADS_2