Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 60


__ADS_3

Mia yang sudah mulai membaik kembali ke vila bersama dengan Tomas, Jem dan Surya. Di perjalan menuju vila Mia mendapatkan pesan. Pesan itu berisi kabar Mia, Mia yang melihat merasa senang teman pengemarnya menayakan kondisi dia. Mia memberitahukan kepada temannya itu kalau dirinya sudah kembali ke vila bersama ayah angkat. Mia yang tidak lupa mengucapkan terima kasih karena telah membantu dia dari kematian.


Hingga ada pesan yang memberikan semangat untuk Mia untuk tetap semangat mereka akan selalu menjaga dan melindungi Mia dari balik layar. Mia yang membaca pesan itu merasa senang dan kembali tersenyum. Tomas yang melihat itu bertanya kepada Mia.


“Kenapa kamu sangat senang apa ada kabar baik?,”kata Tomas.


“Tidak hanya saja teman pendukungku menyemangatiku agar tetap semangat,”kata Mia. Tomas lalu mengelus kepala Mia sambil tersenyum. Sampai di Vila Mia diminta oleh Jem untuk Mia istirahat karena baru saja pulang. Mia yang langsung masuk ke dalam kamr lalu berbaring. Mia yang merasa lalah langsung tertidur sementara Tomas bersama dengan Jem dan Surya yang di lantai dasar.


“Apa kalian sudah menyelidiki siapa yang menolong kita,”kata Tomas. Mereka berdua hanya menggelengkan kepalanya sampai Tomas mendapatkan panggilan darurat. Tomas yang menitipkan Mia kepada mereka berdua segera pergi dari Vila saat Mia sedang tertidur.


Mia yang tidak tahu saat Tomas pergi dar vila. Jem dan Surya yang sudah mendapatkan bara kalau ada masalah di markas hanya bisa terdiam karena dia harus menjaga Mia. Tomas yang pergi bersama dengan anak buah yang tersisa menuju markas. Di tempat Mia hanya ada Jem dan Surya karena semua orang yang berjaga di luar sebagian sudah tewas. Sebagian lagi mereka dibawa oleh Tomas untuk membantu rekan mereka.


Mia yang saat itu sedikit membuka matanya melihat sekitarnya yang sunyi. Mia duduk dan melihat ke layar ponsel kalau dia mendapatkan informasi yang tidak terduga kalau ada masalah dimarkas dimana Tomas bekerja. Mia yang membaca itu syok dan ingin mencari Tomas tapi dia mendapatkan panggilan. Yang Mia bisa tebak kalau yang memanggil lewat panggilan masuk adalah teman pengembarnya.


Dengan suara santai dingin dan tegas orang itu berkata kalau Mia tidak usah khawatir mereka akan baik-baik saja. Mia hanya bisa percaya dengan ucapan teman yang dia tidak ketahui itu kalau Tomas akan baik-baik saja. Agar Jem dan Surya tidak tahu Mia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi di markas.


Mia yang sudah mendapatkan kabar itu kembali bisa tenang tapi didalam hatinya Mia masih sedikit gelisah dengan apa yang akan terjadi. Mia yang mencoba tenang menyalakan lampu lalu dia mengambil desain buku yang dimana Mia mulai mencoretnya. Untuk menenangkan dirinya karena dia pasti akan kena marah jika Mia terlalu banyak pikiran.


Mia yang  fokus dengan coretannya dilihat oleh Jem yang sedang mengecek dirinya.”Apa yang kamu lakukan Mia?,”kata Jem. Mia melirik ke arah Jem dan kemudian malanjutkan mengambarnya.”Aku sedang membuat desain busana yang ingin aku buat. Apa ayah masih ada dibawa?,”kata Mia yang ingin tahu.


“Tomas kembali ke markas. Kamu tidak usah khawatir ada pekerjaan yang mendesak yang belum Tomas kerjakan. Jadi dia harus pergi  segera setelah kamu tidur,”kata Jem menjelaskan dengan hati-hati.

__ADS_1


“Jadi ayah sudah kembali. Apa ayah akan kembali lagi?,”kata Mia yang melihat ke arah Jem.


“Aku tidak tahu Mia, bukan kamu tahu ayah angkat kamu itu sifatnya bagaimana,”kata Jem.


“Itu benar juga,”kata Mia.”Mia,”kata Jem. Mia melihat ke arah Jem sambil menjawab,”Apa Jem?.


“Kamu jangan terlalu malam tidurnya dan jangan terlalu kecapean jangan banyak pikiran nanti sakit lagi,”kata Jem yang mengingatkan.


“Iya aku akan istirahat jika desain satu ini selesai. Jem bisa kembali,”kata Mia yang kembali melanjutkan desain busananya. Jem yang menutup pintu pergi ke bawa. Dimana Surya yang sedang berkeliling untuk memantau vila apa kondisi aman atau tidak. Setelah kejadian yang menimpa mereka Surya mulai waspada dengan apa yang akan terjadi. Karena dia tidak ingin ada yang terluka lagi.


Di tempat lain Tomas yang bersama dengan anak buah dia sudah sampai di markas. Tapi yang mereka lihat adalah kumpulan mayat para tentara yang sudah dijadikan satu. Tomas dan anak buah yang melihat merasa terkejut dengan rekan mereka yang sudah tewas.


Tomas yang melihat rekan mereka mati membuat dia sedih perjuangan dan persahabatan dengan rekan perjuangan mereka. Kenangan kebersamaan mereka sudah menghilang saat Tomas melihat tumpukan rekan mereka yang sudah tiada. “Komandan,”ucap rekan yang masih hidup.


“Ketua,”kata rekan yang hidup yang lain. Anak buah yang dibawa oleh Tomas bergerak membantu mereka yang masih selamat. Semetara Tomas berjalan ke arah lain dimana pusat kendali markas untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.


“Komandan, mereka yang datang adalah tentara pilihan dari AS,”kata rekan mereka yang masih hidup.


“Tentara AS kenapa mereka bisa ada di sini dan membunuh rekan kita. Siapa pimpinan mereka?,”kata Tomas yang sedikit melirik ke belakang.


“Kami tidak tahu hanya saja wajah orang itu seperti orang Jerman dan jepang,”kata rekannya lagi.

__ADS_1


“Aku akan mencari tahu di kendali pusat, kalian yang bisa bergerak bantu rekan kita yang terluka. Jika bisa bantu mereka yang gugur,”kata Tomas berjalan ke arah kendali pusat markas.


Tomas yang merasa kalau ada sisa dari orang yang melukai rekan mereka saat Tomas masuk ke ruang kendali pusat markas. Tomas melihat dua orang yang sedang melihat tayangan cctv yang dipasang. Tomas yang tidak tahu bertanya kepada mereka berdua.”Siapa kalian?,”kata Tomas yang mencoba tenang dan berpikiran jernih.


Tapi tidak ada respons dari kedua orang tersebut sampai pertanya kedua dilontarkan oleh Tomas.”Apa kalian yang telah membunuh rekanku?,”ucap Tomas yang berjalan mendekat.


“Untuk apa aku membunuh rekan kamu. Aku datang ke sini hanya ingin mencari seorang yang telah membunuh rekan kamu, karena orang yang membunuh rekan sama dengan orang yang menyakiti sahabatku teman baikku,”kata teman Mia 22.


“Jika bukan kamu siapa kamu,”kata Tomas.


“Kamu tidak usah tahu siapa aku, aku hanya orang lawat saja. Tapi bagaimana dengan kondisi Mia. Apa dia baik-baik saja?,”kata Teman 22 yang menoleh melihat ke arah Tomas.


“Bagaimana kamu kenal dengan Mia, siapa kamu,”kata Tomas yang menodongkan pistol ke atah teman 22.


“Kamu tidak usah khawatir bisa dibilang aku pengemar dia atau juga teman dia,”kata teman 22.


“Aku sudah menemukannya,”kata teman 12.


“Ok kita pergi sekarang,”ucap Teman 22.


“Kami sudah selesai kami pergi dulu, jaga diri kamu jangan membuat Mia khawatir jika kamu tidak kembli pulang,”kata teman 22. Mereka berdua yang datang langsung pergi, tapi Tomas yang ingin menghentikan langkahnya berhenti setelah dia melihat cctv yang menyala.

__ADS_1


__ADS_2