
Anngota Khusus yang ada di dalam kapal sedikit terdiam dengan kata dari Mizan.”Apa maksud kamu Mizan jika batu kristal kehidupan berubah menjadi batu bisa membuat orang yang sakit bisa menyembunyikan kebenarannya.Tapi kenapa batu yang diberikan oleh Puti tidak berbentuk kristal tapi hanya batu biasa,”kata Sem.
“Itu karena batu itu sudah digunakan dan aura kehidupan dalam baru tersebut sudah menghilang,”kata Seta.
“Sudah menghilang lalu apa hubungan dengan Adi yang sudah tidak ada,”kata Red.
“Itu karena Adi menggunakan batu kristal kehidupan pada dirinya. Karena sering menyembunyikan penyakitnya yang sebenarnya. Dia menggunakan batu itu. Tapi pada akhirnya batu itu habis dan si pengguna..,”kata Seta yang kembali terdiam dengan wajah mamalingkan ke arah lain.
“Seta kenapa kamu tidak melanjutkan perkataan kamu. Kenapa dengan menggunakan batu itu,”ucap Bon.
“Si pengguna... akan mati dan tidak tersisa seperti debu,”kata Mizan. Semua yang mendengarnya terdiam saja. Mereka melihat ke arah lagi dengan pikiran mereka.”Aku ingin keluar dulu,”ucap Sem membawa buku catatan Adi ditangannya.
Di ikuti oleh Blue dan Red juga ikutt keluar sementara yang lain hanya terdiam di dalam saja merenungkan kata yang dikatakan oleh Mizan dan Seta.
“Apa aku tidak akan bisa bertemu dengan Adi lagi,”ucap Red melihat ke arah laut dan arah tebing.
“Kenapa kamu menyembunyikannya Adi,bukan kamu adalah adiku aku adalah kakak kamu. Kenapa kamu pergi meninggalkan aku,”kata Red yang tiba-tiba meneteskan air matanya. Dengan tatapan kosong dan perasaan yang kacau dan sedih.
Sementara Sem yang melihat ke arah tebing dengan tatapan sedih kembali melihat catatan Adi. Dimana bagian Adi bertemu dengan Sem. Sem membaca dengan perlahan. Adi yang bertemu dengan Sem pada usia saat itu Adi berumur 4 tahun. Umur dimana Adi seharusnya bermain dengan teman sebaya. Tapi saat pertemuan waktu itu Sem yang menjalankan misi untuk mengintai satu keluarga ternama.
__ADS_1
Kelurga tentara karena di minta dari seorang klain yang ingin tahu kriteria anak dari kelurga tenraea itu. Adi yang saat itu sedang berjalan dan melihat perlatihan para tentara bersama dengan kakaknya. Waktu itu Adi tidak terlalu mencolok. Tapi pada saat malam hari saat dia sendirian. Adi yang berlatih tanpa ada pengawasan melihat Sem yang sedang menyusup.
Adi yang dengan santai berjalan di belakang Sem setelah latihan.”Kenapa kamu disini kakak,”kata Adi dengan polos. Sem yang melihat itu sedikit terkejut dan ikut tersenyum.”Kenapa kamu disini dek. Dimana orang tua kamu?,”kata Sem yang melihat sekelingnya.
“Mereka pada tidur kak. Tapi kakak apa yang dilakukan disini,”ucap Adi menatap Sem. Sampai Adi berbisik,”kakak tidak baik menyusup ke sini kakak bisa saja kena jebakakn.”
“Jika kakak kamu masuk harusnya kakak lewat sana,”kata Adi dengan santai memberitahukan kepada Sem. Sem yang melihat ke arah tangan Adi menunjuk. Tapi tiba-tiba Sem melihat ke arah Adi.”Kenapa kakak tidak bisa masuk lewat sini?,”ucap Sem.
“Itu dia kak,”kata Adi memperlihatkan jebakkan tentara yang dipasang. Sem yang tidak tahu merasa curiga dengan Adi yang ada di belakangnya.”Bagaimana dia bisa tahu ada jebakkan, lalu bagaimana anak ini tahu kalau aku ingin masuk?,”kata hati Sem yang sedang berpikir.
“Kakak tidak usah terlalu curiga karena aku tidak akan memberitahukan kepada mereka. Aku pergi dulu ya kak. Mau lanjut berlari,”kata Adi yang kembali berlatih. Tapi senyuman itu sedikit berbeda Sem yang melihatnya merasa ada yang aneh dengan anak yang baru saja dia temui.
“Apa yang dia sembunyikan?,”kata Sem. Tapi Sem yang mementingkan misi kembali fokus masuk ke dalam markas tentara. Tanpa melihat kebelakang, tapi pada saat yang sama Adi juga berlari seperti yang dia katakan kepada Sem.
Sampai akhirnya mereka berteman Sem yang saat itu ingin tahu siapa dia bertanya kepada Adi. Pada malam itu, tapi tidak tahu kenapa Sem yang berjalan melihat Adi. Sem ingin menghampirinya tapi tatapan Adi sangat berbeda dengan penuh aura kesedihan. Sem yang ingin mendekat dan berbincang dengan dia pada akhirnya ia urungkan.
Tapi tiba-tiba ada seorang preman yang datang menghampiri Adi.”Hai anak inguskan, akhirnya aku bertemu dengan kamu. Kamu pelalu dari kebakaran cafe milikku bukan,”ucap preman itu sambil menari baju Adi. Tapi pada saat itu Adi yang dalam kondisi tidak baik atau juga dalam kondisi dingin menatap tajam ke arah preman itu.
Sem yang melihat hendak ingin menolong Adi. Tapi tidak disangka dia melihat pemandangan yang tidak biasa. Dimana Adi membunuh tanpa ragu preman didepannya dengan kejam. Tapi tatapan Adi dengan kesedihan dan amarah. Sem yang melihatnya berlari dan menghentikan Adi.
__ADS_1
“Hai nak berhenti sudah cukup,”ucap Sem yang tiba-tiba langsung memeluk Adi. Tapi pada saat pelukkan Sem, Adi menangis dengan kejang dan menyebut kata Mia. Sem yang tidak tahu hanya terdiam dan memeluk Adi dengan kehangatan dia.
“Kamu akan baik-baik saja jadi menangislah sampai kamu lega,”ucap Sem yang menggendong Adi dalam pelukannya. Sampai kawan Sem datang yang melihat di belakang Sem.”Hai Sem apa yang sedang terjadi di sini?,”ucap kawanya yang satu profesi.
“Itu ceita yang tidak terduga. Tapi bisa kamu membantuku membereskan mereka. Aku akan membawa anak ini dulu pulang,”kata Sem.
“Ok,”ucap kawannya yang mulai membersihkan preman yang sudah mati. Tapi Sem yang tidak tahu rumah anak itu hanya bisa terdiam sambil berpikir. Sampai akhirnya Sem mambawa Adi ke kontrakan dia. Sampai di kontrakan Sem meletakan Adi di kasurnya untuk Adi bisa tertidur. Sem yang melihat wajah Adi yang sedih membuat dia bertanya. “Kenapa anak ini bisa membunuh seperti itu. Apa yang dia lakukan selama ini? Apa yang terjadi?,”kata Sem dalam hati kecilnya.
Tapi pada saat Sem sedang berpikir Adi terbangun dari tidurnya. Adi melihat sekelilingnya dan menatap Sem didepannya sambil tersenyum.”Terima kasih kak bantuannya. Tapi ini ada dimana ya dan jam berapa sekarang,”kata Adi.
“Kamu sekarang ada di kontrakan kakak. Sekarang tepat pukul tengah malam. Apa kamu mau pulang mua kakak antarkan,”ucap Sem dengan sopan. Adi menganggukan kepalanya. Sem yang melihat itu tersenyum sambil memberikan susu hangat untuk Adi minum. Adi yang meminum dengan santai saat melihat Sem.
“Kamu tidak takut melihat kakak?,”ucap Sem.
“Tidak kakaknya adalah mata-mata. Tapi apa kakak sedang libut ada di rumah,”ucap Adi dengan terus terang. Sem yang mendengarnya sedikit terkejut dengan kata Adi.”Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku mata-mata,”kata Sem yang terlepas dari ucapan yang dia katakan. Sem yang tidak sadar dengan reflek menutup mulutnya sambil melihat ke arah lain dengan hati memaki dirinya.
“Kenapa aku tidak bisa menutup mulutku dengan baik sih,”ucap Sem dalam hatinya. Adi yang melihatnya hanya tersenyum saja.’Kak susunya enak,”ucap Adi mengganti topik.
“Iyakah baguslah jika kamu suka. Tapi siapa nama kamu dek?,”kata Sem yang sedikit ragu.
__ADS_1
“Namaku adalah Putra Adipurwakarta,”ucap Adi dengan santai.
“Nama yang bagus apa itu nama yang diberikan oleh ibu kamu Adi,”kata Sem. Adi tersenyum menganggu tapi tatapan Aid masih sedih. Sem yang melihatnya masih bertanya kenapa dengan Adi apa yang terjadi dengan dirinya.