Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 49


__ADS_3

Mia yang telah selesai menulis keluah kesahnya dalam buku diary yang baru. Mia yang meluapkan rasa sedih dia di dalam tulisan sampai hari menjelang malam Mia tertidur. Tomas yang membuka kamar Mia untuk melihat apa dia sudah tertidur apa belum. Melihat buku diary Mia dan dia mengambilnya. Tomas membuka halaman pertama pada lembaran buku diary tersebut dan membaca tulisan Mia. Tomas yang membaca tulisan Mia merasa sdih. Kalau selama ini Mia menyembunyikan rasa sakit dan rasa sedihnya terhadap Tomas. Kalau Mia tahu kalau dirinya tidak akan bisa bertahan lama setelah dia melahirkan anak yang dia kandung. Apa lagi Tomas membaca buku diarynya sampai akhir dan menghela nafas.


Setelah Tomas tahu semua perasaan Mia Toma mengembalikan buku diary tersebut dan berjalan kelaur. Mia yang tidak sadar akan kehadiran Tomas yang datang hanya bermimpi di padang rumput yang dia selalu rindukan. “Hangat dan nyaman,”ucap Mia yang menikmati pemandangan di padang rumput dialam mimpi.


Mia yang tahu kalau tempat dia duduk dan menikmati pemadangan itu adalah alam mimpinya. Tapi dia sudah senang karena ditempat itulah Mia bisa kembali tersenyum dengan kehidupan nyata yang menyedihkan. Yang dirasakan oleh Mia setiap harinya. Tapi hari esok akan membuat Mia kembali untuk bertahan hanya untuk anak yang belum lahir. Dengan dia melupakan semua apa yang dia rasakan selama ini. Rasa sedih, penghianatan, penyiksaaan, lelah dia lepaskan di dalam alam mimpi tersebut.


Mia yang masih di dalam alam mimpi. Sementara Tomas yang sudah menutup pintu kamar Mia berjalan menuruni anak tangga. Dimana Tomas melihat Jem dan Surya yang sedang beristirahat.”Jem Bagaimana kondisi Mia sekarang?,”kata Tomas.


Jem hanya terdiam saja hingga Surya melirik kearah Jem.”Kenapa kalian melihatku seperti itu?,”ucap Jem yang tidak bisa mengatakan apa-apa.


“Apa Mia meminta kamu untuk tidak mengatakannya kepadaku,”kata Tomas yang duduk didekatnya. Jem menghela nafas dan menganggukan kepalanya. “Apa yang terjadi kamu harus mengatakannya kepadaku,”kata Tomas dengan dingin.


“Aku tahu akan mengatakannya kalau kondisi Mia tidak terlalu baik sekarang. Karena pikiran dia,”ucap Jem.


“Apa maksud kamu Mia masih khawatir dengan mereka yang mengikuti dan mengawasi kita,”kata Tomas.


“Itu salah satunya. Tapi untuk yang lain aku tidak tahu Karena Mia tidak mengatakannya kepadaku. Dia enggan bilang kepadaku,”ucap Jem.


Tomas yang tahu akan itu hanya bisa terdiam saja sampai dia masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Jem dan Surya yang ada di satu ruangan yang sama hanya bisa melihat atasan dia pergi untuk beristirahat.”Kenapa kamu tidak bilang kepada bos?,”ucap Surya.

__ADS_1


“Lalu kenapa kamu juga tidak bilang,”kata Jem yang berbalik tanya. Mereka berdua yang sama-sama tidak bisa mengatakan kondisi Mia yang sebenarnya kepada Tomas. Karena itu adalah permintaan Mia. Surya dan Jem yang tahu kalau kondisi Mia tidak baik. Apa lagi selama mereka menjaga Mia mereka melihat Mia selalu melamun dan sedih.


Setelah dia melihat berita tadi saja dia ingin menagis tapi dia tahan karena tidak ingin Tomas tahu. Kalau hatinya dalam kondisi tercabit oleh berita yang dia baca. Surya yang pergi keluar mulai berjaga di dekat kamar Mia. Jem yang masuk ke dalam ruangannya untuk melihat apa yang dia bisa bantu dengan ketrampilan medis yang dia miliki.


Pagi datang Mia yang sudah terbangun dan menyiapkan sarapan pagi untuk semua orang. Sampai Tomas melihat Mia di dalam dapur.”Mia apa yang kamu lakukan?,”kata Tomas.


“Ayah kamu sudah bangun,”ucap Mia yang menoleh.”Kenapa kamu di dapur?,”kata Tomas.


“Aku sedang membuat sarapan untuk kita semua,”ucap Mia.


“Kamu jangan terlalu banyak kelelahan,”kata Tomas.”Ini tidak akan membuat aku lelah. Tapi ayah apa ayah akan segera kembali,”ucap Mia yang melihat ke arah Tomas.


“Aku ingin membeli barang, apa boleh,”ucap Mia.


“Barang apa, jika tidak terlalu penting kamu jangan keluar. Kamu tahukan kondisi kamu dan keadaan sekitar tidak baik untuk kamu pergi,”kata Tomas yang khawatir.


“Aku tahu, hanya saja aku ingin membeli beberapa kain untuk aku jahit,”kata Mia.


“Apa kamu mau memulai membuat pakaian lagi, sayang,”kata Tomas. Mia menganggukan kepalanya,”Apa boleh?.”

__ADS_1


Tomas yang melihat dari wajah Mia yang ingin mengasah kemampuan dia dalam mendesain dan menjahit mengizinkan Mia untuk pergi.”Kamu boleh pergi tapi kamu harus bersama dengan Jem dan Surya. Kamu harus menuruti kata mereka berdua,”kata Tomas.


“Baik,”ucap Mia yang senang.


Setelah mendapatkan Izind ari ayah angkat Tomas Mia kembali menyiapkan sarapan yang sudah dia masak. Sementara di tempat lain Jordan dan Cita yang sedang mempersiapkan acara pernikahan mereka berdua. Keluarga Jordan yang masih berdiam diri dengan sikap Cita hanya mengikuti permainan Cita.


Sementara Jordan yang sudah sedikit melupakan Mia digantikan dengan Cita. Tapi terkadang Jordang bermimpi  tentang Mia di padang rumput. Dimana Mia yang duduk bersantai tersenyum bersama dengan dua orang tuanya. Jordan yang tidak tahu kenapa waktu itu dia bermimpi Mia dan orang tuanya. Yang Jordan tidak tahu wajah orang tua Mia.


Tapi lamunan itu digantikan dengan suara Cita yang membangunakan Jordan dalam mimpi.”Sayang bangun bukan kita ada kegiatan pagi ini,”kata Cita yang sudah satu rumah bersama dengan Jordan.


Jordan yang mendengar suara Cita terbangun dari mimpi lalu mencium kening Cita.”Pagi sayang,”ucap Jordna dengan lembut.


Cita yang menerima dengan senang melihat Jordan bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Sementara Cita yang sudah mandi dan berganti pakaian berjalan menuju ruang makan. Sementara Jordan yang ada di dalam kamar mandi hanya terdiam dengan berkata,”Mia.”


Jordan yang tidak tahu kenapa dia bisa bermimpi dengan Mia yang sudah lama meninggal.Tapi mimpi itu Mia bersama dengan orang tuanya yang tidak pernah dilihat oleh Jordan.”Kenapa kamu datang dalam mimpiku Mia. Kenapa?,”ucap Jordan di dalam kamar mandi. Karena Jordan tidak ingin larut dalam kesedihan dia menyalakan showernya dan mulai membersihkan dirinya. Selesai merenungkan dirinya Jordan yang kadang selalu berhati-hati dengan sikap Cita agar dia tidak tahu kalau dirinya sudah tahu. Kematian Mia ada kaitannya dengan Cita.Tapi demi anak yang dikandung oleh Cita dia bertahan dengan sandiwara yang dimiliki oleh Cita.


Jordan yang telah selesai berpakaian lalu keluar dan menuju tempat Cita yang duduk di ruang makan. Mereka berdua makan pagi bersama yang sudah disiapkan oleh bibi. Di ruang makan merek atidka saling berbincang satu sama lain. Tapi Cita yang sedikit melirik ke arah Jordan yang juga sibuk dengan ponselnya.


Cita yang diam saja dengan apa yang dilakukan oleh Jordan sampai mereka telah selesai dengan makanan mereka berdua. “Kita berangkat sekarang,”ucap Jordan yang menghampiri Cita dan lalu merangkul dari samping. Jordan yang dengan lembut berdampingan dengan Cita menuju arah mobil. Bibi yang melihat itu hanya bisa merasa kasihan dengan Mia yang dulu tinggal di sini. “Kenapa tuan muda tidak melihat Mia tapi melihat wanita itu yang sama dengan wajah Irma,”kata hati Bibi.

__ADS_1


Jordan dan Cita yang masuk ke dalam mobil dimana mereka membicarakan pernikahan mereka bedua sampai di tepat tujuan. “Tuan muda kita sudah sampai,”ucap sopir. Jordan yang melihat keluar jendela mobil membuka pintu dan berjalan keluar bersama dengan Cita. Cita yang menggandeng Jordan masuk ke dalam butik baju pernikahan mereka. Tapi mereka berdua yang tidak waspada mereka diawasi oleh anak buah Tomas dan orang bayaran Mia.


__ADS_2