Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 92


__ADS_3

Elang yang sudah menebak hanya bisa menahan tawa tapi Galang yang menyadari kalau Elang menahan tawa. “Kamu ingin dipukul,”ucap Galang lewat telepon.


“Dengan kondisi kamu yang tidak enak dipandang kamu ingin memukulku. Apa kamu tidak salah ucap,”kata Elang.


“Sudah ada hal yang ingin aku bicarakan. Apa benar kamu bekerja sama dengan bocil itu,”kata Galang.


“Tentu saja darai sikap dia aku sudah merasa kalau anak itu berbeda pada usianya. Tadi saja ada seorang yang mencari dia, tapi aku tidak tahu siapa dia,”kata Elang.


“Siapa nama bocil itu sampai kamu mau bekerja sama dengan dia,”kata Galang. “Aku akan memberitahu kamu tapi jika kamu mau bekerja sama denganku. Bagaimana?,”kata Elang.


“Di bawah kepemimpinan si bocil kamu tidak malu dengan posisi kamu itu sekarang,”kata Galang.


“Untuk apa malu kalau anak itu memiliki sesuatu yang besar. Dari pada kamu dihajar oleh bocil,bagaimana rasanya enak?,”kata Elang meledek kembali.


“Baiklah aku akan ikut dengan kamu,”kata Galang yang sudah memutuskan. Karena anak yang datang ke tempat dia bukanlah anak yang bisa dianggap remah. Berbeda dengan usia yang dia miliki dia tidak takut untuk memukul orang. Tapi kenapa dia sedang bermain saat menghajarku pikiran Galang yang terus mencari informasi tentang Adi.


“Lalu bagaimana sekarang, apa yang harus kita lakukan,”kata Galang.


“Untuk itu kita tunggu saja kabar dari bocil. Apa yang harus kita lakuka untuk hal yang pertama,”kata Elang.


Selesai dengan pembicaraan mereka berdua mempersiapkan semua anak buah mereka untuk menjadi rapat kedua kelompok. Sementara mantan tahanan yang mencari Adi masih belum mendapatkan sosok wujud dari Adi. “Kemana anak itu sebenarnya,”kata mantan tahanan yang mencari tahu.


Adi yang sudah selesai dengan wilayah timur pergi ke wilayah utara yang di pimpin oleh Ulta. Seorang wanita yang dimana semua anak buah yang dipimpin Ulta adalah wanita yang bekerja sebagai mencari informasi. Adi yang datang ke wilayah Utara dengan dia menutup wajahnya. “Sangat indah berbeda dengan barat dan timur,”kata Adi yang berjalan masuk ke arah komplek wilayah Utara.

__ADS_1


Adi tidak segan masuk ke daerah kompel perumahan dimana pimpinan mereka tinggal. Adi melihat sekelilingnya banyak wanita dan orang yang berkeliling sedang melakukan aktifitasnya. Sampai ada salah satu wanita menghampiri Adi yang menayakan kenapa dia bisa ada disini.


Adi melihat wanita itu dan berkata,”Aku ingin menjual informasi kepada bos kamu. Pertemukan aku dengan dia sekarang.”


“Dek di sini bukan untuk bermain, kamu ke sini dengan siapa. Biar kakak yang akan mengantarkan kamu menemui mama kamu,”kata wakil ketua.


“Kakak jangan melihat dari penampilannya. Kenapa kalian selalu menganggap remeh orang lain dan kakak membuat aku sedih lagi,”kata Adi yang merasa sedih karena mengingat perjuangan dari ibunya yang sudah tiada.


“Maaf kakak jika aku menyinggung kamu. Biarkan kakak mengantarkan kamu ke pada bos saya,”kata wakil ketua.


Adi yang bersama wakil ketua pergi ketempat Ulta berada. Di depan pintu wakil mengetuk pintu dan terdengar suara wanita yang mempersilakan mereka masuk. Adi yang ada di belakang mengikuti wakil ketua masuk.”Ketua ada seorang anak yang ingin bertemu dengan kamu,”kata wakil ketua.


“Seorang anak siapa dia?,”kata ULTA. Adi yang berjalan melewati wakil dengan santai duduk di sofa yang ada.”Kamu cukup berani juga datang langsung duduk tanpa aku suruh,”kata Ulta.


“Bisa tidak kamu menyuruh kakak yang tadi mengantarkan pergi. Aku ingin bicara dengan anda berdua,’”kata Adi dengan santai. Ulta yang melihat sikap Adi merasa senang dan menyuruh wakilnya untuk pergi meninggalkan ruangannya.”Dia sudah pergi apa yang ingin kamu bicarankan dengaku,”kata Ulta.


“Kenapa anda tidak sabaran Ulta,”ucap Adi. Ulta yang sedikit terkejut kalau anak didepan dia bisa mengetahui nama dia.”Siapa kamu?,”kata Ulta.


“Hanya seorang anak biasa yang ingin bertukar informasi dan ingin mengajak Ulta berkerja sama,”kata Adi.


“Bekerja sama seperti apa yang ingin kamu lakukan anak kecil,”kata Ulta yang sedikit meremehkan. Adi mengambil kertas yang sudah dia kumpulkan tadi itu hanya sebagian saja.”Bacalah tapi itu hanya sebagain kecil dar informasi yang aku berikan kepada anda,”kata Adi.


Ulta mengambill kertas yang diberikan kepada Adi. Bau beberapa lembar Ulta membaca dia melihat ke arah Adi yang maish santai melihat sekelilingnya.”Yang lain mana,”kata Ulta.

__ADS_1


“Kamu ingin bagian yang lain,”kata Adi. Ulta yang awalnya santai berubah menjadi serius dengan dia mendapatkan informasi ini dia bisa mendapakan kekuasaan dan bisa melawan musuh.”Bisa aku berikan asalkan kamu mengisi kontra ini dengan tanda tangan kamu,”kata Adi yang memberikan lembaran kertas kontra yang harus di tanda tangani oleh Ulta.


Ulta yang membaca isi kontranya yang membuat dia melihat tajam kepada Adi.”Kamu kira aku mau menjadi bawahan anak kecil seperti kamu. Jangan terlalu bermimpi dek,”kata Ulta yang dengan tegas dan tajam.


“Kenapa setiap orang selalu meremehkan anak kecil yang kalian tidak kenal ya. itu membuat aku frustasi dengan apa yang kalian ucapkan,”kata Adi dengan dingin dan melihat tatapan tajam Ulta.


Tapi Ulta yang merasakan ada hawa yang akan membuat dia akan bisa terbukuh. Jika Ulta terus memprovokasi anak didepan dia. Ulta kembali membaca isi kontranya. Dalam kontra tersebut kalau Ulta harus bergabung dan bekerja sama dengan pimpinan di ketiga wilayah dan memberikan berbagai informasi yang bisa menguntungkan semua anggota. Ulta yang tidak tahu kenapa kalau ini hanya permulaan saja. Ada yang lebih dahsyat yang menuggu mereka jika Ulta menerima tawaran yang diberikan oleh anak di depannya.


Tanpa berpikir panjang Ulta menadatangani surat yang diberikan. Adi yang melihat kalau Ulta mau memberikan informasi itu dengan senang hati informasi yang Adi dapatkan akan diberikan kepada Ulta.”Semua ada di dalam sini, untuk kelanjutannya akan aku beritahu kepada kalian nanti jika sudah waktunya,”kata Adi yang berdiri.


Sampai Ulta bertanya kepada kepadanya.”Siapa kamu?,”ucap Ulta.


“Kamu ingin tahu namaku, tapi belum waktunya,”kata Adi yang sudah didepan pintu yang dimana sudah ada wakil ketua yang berjaga diluar. Adi langsung bergi darai tempat tersebut dan menuju  tempat selajutnya. Tapi hari yang sudah berancak malam Adi harus kembali. Karena hatinya sudah mulai tenang.


Di tempat lain Rey dan Roy yang sudah sampai rumah melihat tamu asing. Tapi Roy yang melihat sekitar ada seorang yang dia kenal. Yaitu paman yang mengantarkan Adi masuk dalam rumah ini.”Mama kami sudah pulang,”kata Rey.


“Rey Roy kalian sudah sampai,”kata Jesi.”Dimana Adi ma,”kata Rey yang melihat sekitarnya.


“Adi sedang berjalan-jalan dan belum pulang. Nanti dia juga akan tiba,”kata Jesi menjelaskan kepada kedua putranya.


“Apa Adi sudah tahu ibu kandungny ma. Jika Adi pergi jalan-jalan keluar,”kata Roy yang sudah tahu soal identitas Adi.


“Ibu kandung Adi, maksudnya apa kak,”kata Rey yang tidak tahu akan identitas Adi yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2