Aku Selalu Melihat Kamu

Aku Selalu Melihat Kamu
ASMK 35


__ADS_3

Selesai Bibi mengatakan kalau Mia sudah bebas sekarang. Tapi Jordan yang tidak sadar akan semua itu kembali mengingat semua kejadian saat dimana Jordan menumpahkan bubur yang dibuat oleh Mia. Bubur itu di lempar oleh Jordan tepat diwajah Mia. Apa lagi Jordan baru sadar kalau saat itu Mia sedang sakit parah dan Jordan menumpahkan bubur yang panas di wajahnya, pasti sangat menderita.


Untuk dirasakan oleh Mia saat itu. Tapi dengan rasa sakit yang dia rasakan tetap menerima amarah Jordan.”Aku tidak berguna,”ucap Jordan yang baru merasakan rasa bersalahnya sampai dia membaca isi diary yang ditulis oleh Mia. Jordan yang dengan hati merasa bersalah menghubungi petra yang saat itu dia mengenal Mia.


Jordan yang mencari tahu Mia berada tapi tidak ada yang tahu dimana Mia sekarang setelah pesawat yang ditumpanginya terjatuh. Kabar kecelakaan pesawat itu baru dikabarkan duahari setelah pesat sudah masuk ke dalam laut yang dingin. Ben dan Petra yang melihat berita itu merasa syok dan mencari kabar melalu kepolisan dan rumah sakit yang menampung korban.


Tapi Ben dan Petra yang mencari saat itu tidak mendapatkan kabar apa-apa. Hanya da identitas Mia yang identitas Mia yang ditemukan. Ben dan Petra yang tidak bisa menerima itu terus mencari tahu, tapi hasil tetap nihil.


“Mia kurasa penderitaan kamu sudah berakhir dengan tidak baik ya,”ucap Ben yang melihat ke langit.


“Dia sudah menderita cukup lama sekarang dia sudah berkumpul dengan orang tuanya. Untuk apa kamu bersedih,”ucap Petra. Mereka saling memandang satu sama lain karena saat mereka sedang sedih karena kepergian Mia Jodan menghubungi Petra.


Petra yang melihat ke layar ponsel hanya terdiam sampai Ben melihat wajah Petra yang tidak suka dengan panggilan yang masuk.”Kenapa tidak angkat teleponnya,”ucap Ben yang ada di sampingnya.


“Angka untuk apa,”ucap Petra yang kesal melihat nama dilayar ponselnya.


“Memangnya siapa yang menelepon kamu,”kata Ben.


“Kamu ingin tahu lohat ini,”ucap Petra yang memperlihatkan nama layar ponsel yang memaggin masuk. Ben yang melihat hanya menatap tajam nama yang membuat Mia menderita tapi untuk apa Ben marah kepada dia yang sudah dari awal tidak suka karena dia dibutakan oleh Irma dan kembarannya.


“Angkat saja itu sudah berlalu bukan,”ucap Ben yang mencoba tenang.

__ADS_1


Petra yang mengangkat telepon dari Jordan tapi dari suaranya yang didengar seperti tangisan yang sudah selesai. Jordan yang menayakan Petra ada dimana dia dengan santai. Petra yang memberitahukan kalua dia ada di rumah sakit bersama dengan Ben. Sampai Jordan berkata lagi kalau dia ingin bertemu dengan mereka berdua di lokasi yang sudah ditetapkan oleh Jordan. Selesai memberitahukan lokasinya Jordan menutup teleponnya.


Petra yang tidak tahu kenapa dengan Jordan hari ini hanya bisa berkata,”Apa yang dia inginkan lagi.” Ben yang mendengar hanya melihat Petra.”Ada apa dengan wajah kamu Petra. Apa dia marah dengan kamu lagi,”ucap Ben.


“Tidak tapi dai ingin kita bertemu,”ucap Petra.”Apa dia ingin bertemu dengan kita berdua. Tapi untuk apa,”ucap Ben yang tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh Jordan nanti.


Mereka berdua hanya saling memandang satu sama lain karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi saat mereka berdua bertemu dengan Jordan.


Smpai waktu dimana mereka bertiga bertemu. Jordan yang sudah menuggu ditempat janjian melihata Petra dan Ben yang bersama masuk ke dalam ruangan. Ben dan Petra yang juga melihat Jordan yang sudah menuggu di kursi.”Kalian sudah datang,”ucap Jordan yang berdiri.


“Iya. Tapi kenapa kamu ingin bertemu dengan kami,”kata Petra.


“Aku hanya ingin bertanya kepada kalian. Aku hanya ingin mulut kalian yang berkata jujur soal kebenaran Mia,”ucap Jordan yang langsung ke inti masalahnya. Ben dan Petra yang melihat merasa sikap Jordan bebeda.


“Aku tahu kalua aku sudha berbuat salah dan membuat Mai menderita. Tapi aku ingin meminta maaf kepada Mia. Tolong beritahu aku dimana Mia sekarang,”ucap Jordan dengan nada kecil.


“Kamu mencari Mia setelah semua yang kamu lakukan, untuk apa?,”akat Ben. Sampai petra mengatakan,”Sudah sebaiknya kita duduk dulu,”ucap Petra yang masih tenang dengan pikiran terkondisi.


“Apa yang ingin kamu ketahui tentang Mia Jordan?,”ucap Petra.


“Apa benar Mia sakit kangker otak saat dia menikah denganku,”ucap Jordan.

__ADS_1


“Mia sudah sakit sebelum kamu menikah dengan kamu. Yang tahu penyakitnya ada aku sebagai dokter pribadinya dan Ben yang mencari tahu secara diam-diam,”ucap Petra.


“Jadi saat aku ke rumah Mia kenapa kamu tidak memberitahukan itu kepadaku Ben,”kat Jordan yang mengalihkan perhatiannya kepada Ben.


“Mia tidak ingin kamu tahu apa lagi khawatir. Karena kamu juga sata itu juga sedih karena kehilangan Irma. Mia tidak ingin kamu tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Karena Mia hanya ingin kamu bahagia walaupun dia sendiri menderita,”kata Ben.


“kenapa?,”ucpa Jordna yang mencoba menahan.


“Apa kamu tahu kalau Mia suka denganku Ben,”kata Jordan lagi.


Ben yang masih terdiam melihat Jordan dihadapannya. Ben yang tidak bisa menyembunyikannya lagi hanya mengatakan apa yang dia ketahui tentang Mia kepada Jordan.”Aku akan beritahu kamu sebenarnya . Tapi percuma kamu mencari tahu sekarang bukan, Jodan,”kata Ben yang melihat.


“Kenapa percuma memang dia pergi kemana,”kata Jordan. Ben dan Petra melihat satu sama lain sampai mereka menceritikan siapa Mia yang dulu yang selalu di perlakukan tidak adik oleh Jordan.


“Aku akan memberitahu kamu semuanya sekarang. Sebelum kamu jatuh cinta kepada Irma. Mia sudah suka dengan kamudia selalu menatap kamu dari juah sampai didepan toko kamu melihat Irma. Kalian saling memandang satu sama lain saat itu. Mia yang tahu saat itu yang dia lihat itu bukan ke arah dirinya tapi ke arah sahabatnya. Mia yang menjadi penengah kalian merelakan kalian berdua bersama. Sampai malam itu aku melihat Mia yang menangis di taman dan aku juga tidak sengaja mendengar kalau Mia suka dengan kamu. Tapi melihat kamu yang tersenyum bahagia dengan Irma hanya bisa merelakan. Sampai pagi itu sebelum Mia ingin mengatakan perasaannya itu seseudah orang tuanya pergi. Kalau kamu tahu kejutan itu bersamaan dimana dia kehilangan kebahagiaanya kamu juga menyakitinya di waktu yang tidak tepat Jordan,”ucap Ben menceritakan sebagian yang dia ketahui.


“Jadi saat aku mengatakan kalau aku tidak suka dengan dia pada saat iut dia sedang berduka,”ucap Jordan.


“Iya. Tapi kamu tidak sekali mengatakannya. Saat Mia membantu kamu dari para preman juga kamu menuduh Mia bukan di tambah lagi kamu mengantarkan Mia ke dalam pencara bukan,”ucap Ben.


“Itu aku percaya dengan Irma,”kata Jordan. “Kamu percaya dengan orang yang salah Jordan. Kamu tidak tahu siapa yang benar tulus dengan kamu,”ucap Ben.

__ADS_1


“Apa yang kamu maksudkan Ben?,”ucap Jordan.


“Kamu ingin tahu siapa yang menyuruh para preman itu untuk melukai kamu. Setelah aku pergi ke kampus aku mencari tahu siapa yang menyuruh para preman itu.Ini dia buktinya,”ucap Ben yang memberikan ponselnya karena bukti ada diponselnya.


__ADS_2